SOSBUD
Utang Ternak Sejak 2012 Belum Lunas, Warga Magepanda Laporkan Dugaan Penipuan ke Desa
Pihak keluarga berharap pemerintah desa dapat memfasilitasi penyelesaian secara kekeluargaan.
MAUMERE, GardaFlores – Warga Desa Waturia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, melaporkan dugaan penipuan utang piutang ternak babi senilai belasan juta rupiah yang berlangsung sejak 2012 ke pemerintah desa pada Kamis (9/4/2026).
Pelapor, Blasius Blasi, mengaku mengalami kerugian akibat transaksi berulang dengan Ernestina Mona, yang merupakan warga di dusun yang sama. Laporan tersebut disampaikan bersama adiknya, Yusuf Lewor Goban, dan diterima oleh Sekretaris Desa Waturia.
Berdasarkan keterangan pelapor, kasus bermula pada 2012 saat Ernestina meminjam satu ekor babi senilai Rp5 juta untuk keperluan acara kedukaan keluarga di Pulau Palue. Pada 2023, Ernestina kembali meminjam tiga ekor anak babi dengan nilai masing-masing Rp1,5 juta atau total Rp4,5 juta.
Transaksi berlanjut pada 2024 ketika Ernestina bersama seorang anggota keluarganya kembali meminjam satu ekor babi senilai Rp5 juta untuk kebutuhan acara peringatan satu tahun kematian suaminya. Dalam transaksi terakhir, Ernestina sempat memberikan uang muka Rp1 juta, namun sehari kemudian menarik kembali Rp250 ribu, sehingga pembayaran yang diterima pelapor hanya Rp750 ribu.
Menurut Yusuf Lewor Goban, pihak keluarga telah berulang kali melakukan penagihan, namun pembayaran tidak pernah direalisasikan. “Masalah besar harus diperkecil dan masalah kecil harus dihilangkan, demi nama baik dan martabat Desa Waturia,” ujarnya.
Pihak keluarga berharap pemerintah desa dapat memfasilitasi penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, jika tidak ada itikad baik dari pihak terlapor, pelapor menyatakan akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Ernestina Mona. Pemerintah Desa Waturia dijadwalkan akan melakukan mediasi antara kedua pihak sebagai langkah awal penyelesaian.»(rel)
SOSBUD
Menua Sehat Jadi Fokus di Nita, Layanan Lansia Diperkuat hingga Tingkat Desa
Seiring meningkatnya kebutuhan pendampingan kesehatan dan kualitas hidup lansia di tingkat masyarakat.
MAUMERE, GardaFlores — Penguatan layanan kesehatan bagi warga lanjut usia mulai menjadi perhatian di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, seiring meningkatnya kebutuhan pendampingan kesehatan dan kualitas hidup lansia di tingkat masyarakat.
Komitmen tersebut diperlihatkan melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dipusatkan di halaman Puskesmas Nita, Jumat (29/5/2026), dengan melibatkan pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan puluhan lansia dari sejumlah wilayah di Kecamatan Nita.
Kegiatan tidak hanya berfokus pada perayaan seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan layanan kesehatan preventif dan edukasi pola hidup sehat bagi warga usia lanjut melalui pemeriksaan kesehatan, senam lansia, penyuluhan, dan pendampingan kesehatan dasar.
Camat Nita Fransiskus Herpianus Nong Lalang mengatakan keberadaan lansia harus dipandang sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat, bukan kelompok usia yang terpinggirkan.
“Semua yang hadir di sini karena bapak mama semua. Sudah banyak berbuat untuk keluarga dan masyarakat. Sebagai generasi muda, kami harus menyiapkan diri untuk menyongsong masa lansia,” ujarnya.
Pemkab Sikka Siapkan 376 ASN Masuk Masa Pengabdian Penuh, Wabup Tekankan Integritas Birokrasi
Ia meminta masyarakat dan keluarga lebih aktif mendukung kesehatan lansia dengan memastikan pemeriksaan kesehatan rutin melalui Posyandu maupun Puskesmas.
“Bapak mama jangan lupa ke Posyandu dan Puskesmas agar terus menjaga kesehatan dan tetap semangat menjalani hidup,” katanya.
Menurut dia, peningkatan usia harapan hidup harus diikuti kesiapan layanan kesehatan dan perhatian sosial agar lansia tetap sehat, aktif, dan mandiri di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Sikka, Narto, menilai penghormatan terhadap lansia tidak cukup diwujudkan dalam seremoni tahunan, tetapi harus tercermin dalam perhatian keluarga dan kebijakan pelayanan publik yang berpihak pada warga usia lanjut.
“Momentum ini menjadi kesempatan untuk menghargai orang tua kita yang sudah banyak berbuat untuk keluarga dan masyarakat pada umumnya. Jangan lupa menghargai orang tua,” ujarnya.

Camat Nita Fransiskus Herpianus Nong Lalang (kedua kanan) mengatakan keberadaan lansia harus dipandang sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat, bukan kelompok usia yang terpinggirkan. FOTO: IST
Ketua Panitia Hari Lansia, Maria Yeane Mangsino, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental lansia agar tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.
“Melalui kegiatan ini, para lansia diharapkan dapat hidup sehat, produktif, bahagia, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaya,” katanya.
Puskesmas Nita menilai tantangan kesehatan lansia di tingkat wilayah semakin kompleks, terutama terkait penyakit degeneratif, keterbatasan akses layanan kesehatan, dan rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin.
Karena itu, penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas hingga tingkat desa mulai diperkenalkan sebagai langkah memperluas pendampingan terhadap warga lanjut usia di Kecamatan Nita.
Pemerintah kecamatan bersama tenaga kesehatan memastikan edukasi dan pelayanan kesehatan lansia akan terus diperkuat melalui Posyandu, kunjungan kesehatan, serta keterlibatan keluarga sebagai garda utama pendampingan warga usia lanjut.»(rel)
SOSBUD
Iduladha di Sikka, 400 Paket Daging Kurban Dibagikan untuk Kaum Duafa dan Warga Sekitar
Hewan kurban yang disalurkan jajaran kepolisian di wilayah NTT pada Iduladha tahun ini mencapai 148 ekor.
MAUMERE, GardaFlores — Momentum Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Sikka diwarnai pembagian 400 paket daging kurban kepada kaum duafa, anak yatim piatu, dan warga sekitar Kota Maumere, Rabu (27/5/2026).
Paket kurban tersebut berasal dari penyembelihan lima ekor sapi dan satu ekor kambing yang dilakukan di lingkungan Mapolres Sikka sebagai bagian dari perayaan Iduladha tahun ini.
Ketua Panitia Kurban Polres Sikka AKP Susanto mengatakan pembagian daging diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok sosial.
“Tahun ini Polres Sikka menyembelih lima ekor sapi dan satu ekor kambing. Dagingnya kami kemas menjadi 400 paket untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Susanto.
Menurut dia, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kurban ini kami ingin menumbuhkan rasa empati, keikhlasan, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Proses penyembelihan dilakukan di samping mushala Mapolres Sikka dengan melibatkan personel kepolisian. Setelah dipotong dan dikemas di area bekas lapangan tenis Mapolres Sikka, daging kurban kemudian disalurkan ke sejumlah wilayah penerima manfaat, termasuk Kelurahan Kabor dan Kelurahan Kota Baru.
Untuk memastikan keamanan konsumsi, seluruh hewan kurban terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Dinas Pertanian Kabupaten Sikka bersama tim Program Studi Peternakan Universitas Nusa Nipa Maumere sebelum dan sesudah penyembelihan.
Krisis Pisang Lokal di Sikka Buka Peluang Pedagang Lintas Pulau, Harga Tembus Rp150 Ribu per Tandan
Data Polda Nusa Tenggara Timur mencatat total hewan kurban yang disalurkan jajaran kepolisian di wilayah NTT pada Iduladha tahun ini mencapai 148 ekor, terdiri dari 91 ekor sapi dan 57 ekor kambing.
Sementara itu, total hewan kurban yang disembelih di Kabupaten Sikka pada Iduladha 1447 Hijriah mencapai 309 ekor, terdiri dari 214 ekor sapi dan 99 ekor kambing yang tersebar di masjid, lembaga keagamaan, dan sejumlah instansi.
Perayaan Iduladha tahun ini di Sikka tidak hanya menjadi momentum ibadah umat Muslim, tetapi juga memperkuat nilai berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat lintas komunitas.»(rel)
SOSBUD
Melki Laka Lena Gunakan Momentum Kurban di Sikka untuk Perkuat Pesan Toleransi dan Ketahanan Pangan NTT
Penyerahan bantuan sapi kurban di Masjid Jami Darussalam Waioti, Maumere.
MAUMERE, GardaFlores — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, memanfaatkan momentum penyerahan hewan kurban di Masjid Jami Darussalam Waioti, Kabupaten Sikka, Selasa (26/5/2026), untuk menegaskan dua agenda strategis daerah: menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan lokal.
Bantuan satu ekor sapi kurban untuk umat Muslim di Kabupaten Sikka diserahkan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mewakili gubernur menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Dalam sambutan tertulisnya, Melki menempatkan Iduladha tidak hanya sebagai peristiwa keagamaan, tetapi juga sebagai refleksi sosial di tengah tantangan ekonomi dan ketahanan pangan yang dihadapi wilayah kepulauan seperti NTT.
“Makna kurban hari ini jauh lebih dalam dari sekadar menyembelih hewan, yaitu tentang melepaskan ego, mengalahkan sifat serakah, dan mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri,” kata Juventus saat membacakan sambutan gubernur.
Krisis Pisang Lokal di Sikka Buka Peluang Pedagang Lintas Pulau, Harga Tembus Rp150 Ribu per Tandan
Pesan tersebut muncul di tengah upaya Pemerintah Provinsi NTT memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi daerah melalui penguatan solidaritas masyarakat serta pengembangan sektor pangan dan peternakan.
Melki menilai semangat berbagi dalam Iduladha harus diterjemahkan menjadi gerakan sosial yang menjangkau masyarakat rentan, termasuk keluarga prasejahtera, warga di wilayah terpencil, korban bencana, dan masyarakat terdampak gagal panen.
Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta memastikan distribusi hewan kurban tepat sasaran sekaligus menjaga standar kesehatan dan kebersihan lingkungan saat proses penyembelihan berlangsung.
“Pastikan juga kebersihan dan kesehatan lingkungan tetap terjaga setelah proses penyembelihan. Jangan sampai semangat berbagi justru menimbulkan persoalan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, gubernur juga menggunakan momentum tersebut untuk memperkuat narasi toleransi antarumat beragama yang selama ini menjadi identitas sosial NTT. Ia menilai tradisi gotong royong lintas agama merupakan modal sosial penting dalam menjaga stabilitas daerah.
Melki mengapresiasi budaya saling membantu antarumat beragama yang masih hidup di berbagai wilayah NTT, termasuk keterlibatan masyarakat non-Muslim dalam pelaksanaan kurban dan partisipasi umat Muslim dalam kegiatan sosial-keagamaan agama lain.
Menjelang Iduladha, Sikka Kirim 12 Sapi Kurban dan 35 Kuda ke Sulawesi Selatan
“Tradisi inilah yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda,” katanya.
Selain isu sosial, gubernur turut menyoroti sektor peternakan sebagai salah satu fondasi ekonomi daerah. Menurut dia, NTT memiliki potensi besar dalam pengembangan ternak sapi, kambing, dan babi yang dapat menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTT saat ini mulai memperkuat pengembangan peternakan melalui peningkatan produktivitas peternak, distribusi ternak antarpulau, serta perluasan akses pasar menuju daerah-daerah dengan kebutuhan hewan kurban yang tinggi.
Penyerahan bantuan sapi kurban di Masjid Jami Darussalam Waioti turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus masjid setempat.
Momentum Iduladha di Sikka tahun ini tidak hanya menjadi simbol ibadah kurban, tetapi juga digunakan pemerintah daerah untuk memperkuat pesan tentang solidaritas sosial, toleransi antarumat beragama, dan pentingnya membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Nusa Tenggara Timur.»(rel)
-
HUMANIORA11 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA10 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA9 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
NASIONAL8 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUKRIM10 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI11 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
