Connect with us

PENKES

Krisis di RSUD TC Hillers: Direktur Clara Francis Akui Kelelahan, Bongkar Kekacauan Internal dan Serangan Akun Palsu

Published

on

Direktur RSUD TC Hillers, dr. Clara Francis. (GARDAFLORES/KAREL PANDU)

Maumere, GardaFlores — Krisis manajemen di RSUD TC Hillers Maumere kian memuncak. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka pada Jumat (31/10/2025), Direktur rumah sakit, dr. Clara Francis, membeberkan sejumlah persoalan serius yang menjerat institusi kesehatan terbesar di Kabupaten Sikka itu — mulai dari lemahnya disiplin internal, serangan akun palsu di media sosial, hingga pengunduran dirinya yang belum diproses sejak Juni lalu.

RDP yang digelar di ruang rapat DPRD Sikka menjadi panggung terbuka bagi dr. Clara Francis untuk memaparkan kondisi riil RSUD TC Hillers. Dengan nada tegas dan sesekali emosional, Clara menyebut bahwa masalah di rumah sakit bukan sekadar kekurangan fasilitas atau tenaga medis, melainkan persoalan sistemik yang telah dibiarkan menahun.

Martabat yang Terluka: Membangun Solidaritas Kesehatan di Maumere

“Persoalan di rumah sakit ini sangat kompleks, bukan hanya di dalam tapi juga di luar. Selama rumah sakit terus diframing buruk di media sosial, siapa pun akan berpikir seribu kali untuk melamar kerja di sini,” kata Clara di hadapan para legislator.

Pernyataan tersebut menyinggung derasnya kritik publik di media sosial terkait buruknya pelayanan dan kasus-kasus pasien meninggal di RSUD Hillers. Namun, Clara menilai sebagian besar kritik tersebut tidak berdasar dan cenderung bersifat fitnah.

“Kami bukan anti kritik, tapi selama ini yang terjadi bukan kritik, melainkan fitnah. Banyak akun palsu yang hanya menyoroti keburukan dan menutup mata terhadap perbaikan yang kami lakukan,” ujarnya.

Bupati Sikka Terima Penghargaan Nasional “BAPPERIDA OPTIMAL 2025” dari BRIN

Direktur yang dikenal vokal itu juga mengungkapkan kesulitannya mengatur hampir 900 pegawai dengan berbagai latar belakang dan karakter. Ia menilai, lemahnya kedisiplinan dan ketidaktaatan pada SOP menjadi akar dari banyaknya keluhan pasien.

“Kalau semua mau taat SOP, pelayanan akan baik. Bahkan banyak petugas yang tidak menggunakan alat kesehatan dengan benar, padahal sudah tersedia,” tegasnya.

Dalam gedung Kula Babong DPRD Sikka, Direktur RSUD TC Hillers, dr Clara menyampaikan pendapatnya terkait kinerja di lembaganya. (GARDAFLORES/KAREL PANDU)

Masalah sumber daya manusia juga muncul setelah banyak tenaga honorer yang lolos menjadi PPPK enggan kembali bekerja di rumah sakit. Akibatnya, sejumlah layanan terganggu, termasuk pelayanan kandungan dan anestesi.

Festival Pesona Waiblama Meriahkan Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Bendungan Napunggete

“Banyak cleaning service yang lolos PPPK tidak mau kembali bekerja di tempat asal. Padahal PPPK itu untuk menyelamatkan tenaga honor, bukan meninggalkan tanggung jawab,” keluh Clara.

Clara juga menyoroti absennya dokter spesialis kandungan karena berduka dan keterbatasan dokter anestesi yang sudah habis masa kontrak per 31 Oktober 2025. Meski begitu, ia memastikan dokter anestesi yang lama masih bertahan sementara hingga penggantinya tiba pekan depan bersama dokter residen dari UGM dan Udayana.

Namun di balik pemaparan masalah itu, terselip pengakuan mengejutkan: Clara ternyata telah mengajukan pengunduran diri sejak 6 Juni 2025. Ia mengaku kelelahan menghadapi tekanan, fitnah, dan situasi kerja yang tidak kondusif.

Diduga Edarkan Sabu, Pria Asal Malang Ditangkap Polisi di Baomekot

“Saya sudah ajukan pengunduran diri sejak Juni. Saya ingin kembali ke keluarga dan suasana yang lebih tenang. Tidak ada orang yang bekerja untuk dihakimi dan dimaki-maki,” ucapnya dengan nada kecewa.

Ia menambahkan, pihaknya sudah berupaya berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, namun perubahan belum terasa signifikan karena tidak semua pihak menjalankan perannya dengan baik.

“Bupati dan wakil bupati sudah berusaha, tapi tanpa dukungan masyarakat dan disiplin tenaga medis, rumah sakit ini tidak akan pernah sehat,” pungkasnya.

Krisis Kepercayaan Publik

Pernyataan Clara menjadi cermin nyata rapuhnya tata kelola rumah sakit daerah di Sikka. Sorotan publik terhadap RSUD Hillers tidak hanya soal pelayanan, tapi juga soal kepemimpinan, etos kerja, dan transparansi.

DPRD Sikka kini dihadapkan pada tuntutan publik untuk tidak sekadar mendengar keluhan, tetapi mendorong audit menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit — termasuk menelusuri dugaan maladministrasi, sistem pengawasan tenaga medis, serta mekanisme rekrutmen dokter spesialis.(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

TK Islam AT-TAQWA Beru Perkenalkan Literasi dan Sains Anak di Perpustakaan Frans Seda

Pembelajaran dikemas secara interaktif untuk membangun ketertarikan anak terhadap buku.

Published

on

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Yuvensius Rafael, mengatakan pendekatan literasi usia dini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak anak berada pada fase pertumbuhan awal. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 19 murid TK Yayasan Pendidikan Islam AT-TAQWA Beru bersama tiga guru mengikuti pembelajaran literasi dan sains di Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Rabu (13/5/2026). Program tersebut memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar interaktif bagi anak usia dini sekaligus memperkuat budaya membaca sejak tahap pendidikan dasar.

Para murid TK AT-TAQWA Beru, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari membaca buku cerita anak, permainan edukasi, pengenalan koleksi bacaan anak, hingga pengamatan ruang literasi dan sains di perpustakaan daerah.

Pembelajaran dikemas secara interaktif untuk membangun ketertarikan anak terhadap buku dan lingkungan belajar di luar kelas formal.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Yuvensius Rafael, mengatakan pendekatan literasi usia dini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak anak berada pada fase pertumbuhan awal.

Tur Literasi Siswa SDK Maris Stela Perluas Akses Belajar, Wakil Bupati Tekankan Literasi Kritis

Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kreatif yang memperkenalkan anak pada pengetahuan dan sains secara menyenangkan.

“Anak-anak perlu diperkenalkan sejak dini dengan lingkungan literasi agar tumbuh rasa cinta membaca dan kebiasaan belajar,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan sekolah dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah dinilai penting untuk memperluas akses pembelajaran nonformal bagi anak-anak.

Program wisata literasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan pemerintah dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi.

Selama proses pembelajaran berlangsung, para murid terlihat aktif mengikuti permainan edukatif dan eksplorasi koleksi buku anak yang tersedia di perpustakaan.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka mendorong sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah sebagai ruang pembelajaran alternatif guna memperkuat budaya baca di kalangan pelajar usia dini.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Wagub NTT Bekali 435 Lulusan Unipa Maumere dengan 13 Kunci Hadapi Dunia Kerja

“Kalian tidak boleh mudah putus asa saat menghadapi kegagalan. Harus bangkit dan mencoba lagi.”

Published

on

Johni memaparkan 13 kunci keberhasilan yang dinilai penting diterapkan para lulusan, yakni disiplin, percaya diri, tekad dan komitmen, belajar dan bekerja keras, membangun jaringan, kreatif, inovatif, komunikatif, tidak mudah menyerah, berani menyampaikan gagasan, mampu bekerja sama, menjaga kesehatan, serta menghormati sesama dan memiliki empati. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menghadiri wisuda sarjana Universitas Nusa Nipa di Maumere, Sabtu (9/5/2026), sekaligus memperkenalkan 13 kunci keberhasilan kepada 435 lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja.

Sebanyak 435 lulusan dari berbagai program studi menyelesaikan pendidikan tinggi dan mengikuti prosesi pelepasan di kampus Universitas Nusa Nipa. Acara dihadiri wisudawan, orang tua, dosen, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa gelar sarjana tidak cukup menjadi modal utama untuk bersaing di dunia profesional. Menurut dia, lulusan perguruan tinggi juga harus memiliki kemampuan nonakademik atau soft skill.

“Ijazah adalah bukti hard skill, namun di dunia kerja yang kompetitif, Anda membutuhkan soft skill untuk mencapai puncak sukses,” kata Johni.

Ia menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia sebagai tantangan yang harus dihadapi sarjana baru. Karena itu, ia meminta para lulusan memperkuat kemampuan adaptasi dan daya saing.

Ketua Yayasan UNIPA Dorong 435 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Johni memaparkan 13 kunci keberhasilan yang dinilai penting diterapkan para lulusan, yakni disiplin, percaya diri, tekad dan komitmen, belajar dan bekerja keras, membangun jaringan, kreatif, inovatif, komunikatif, tidak mudah menyerah, berani menyampaikan gagasan, mampu bekerja sama, menjaga kesehatan, serta menghormati sesama dan memiliki empati.

“Kalian tidak boleh mudah putus asa saat menghadapi kegagalan. Harus bangkit dan mencoba lagi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan membangun karakter yang menghargai orang lain dalam kehidupan sosial maupun profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Johni turut membagikan pengalaman pribadinya saat meraih medali emas pada SEA Games 1983 dan tampil pada Olimpiade Los Angeles 1984. Menurut dia, pencapaian tersebut diperoleh melalui disiplin dan kerja keras yang konsisten.

Pemerintah Provinsi NTT berharap lulusan Universitas Nusa Nipa mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.

Hingga prosesi wisuda berakhir, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Para lulusan selanjutnya akan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Ketua Yayasan UNIPA Dorong 435 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

“You not only have to get a job, but you must create a job.”

Published

on

Sabinus Nabu: “Opsi ini membuat angka partisipasi pendidikan tinggi bukan sekadar angka, tetapi menjadi upaya mengubah nasib keluarga-keluarga sederhana melalui pendidikan.” FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Universitas Nusa Nipa, Sabinus Nabu, mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk membangun usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja usai menyelesaikan pendidikan tinggi.

Pesan itu disampaikan Sabinus Nabu saat memberikan sambutan pada prosesi wisuda 435 sarjana Universitas Nusa Nipa di Maumere, Sabtu (9/5/2026). Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, civitas akademika, orang tua wisudawan, dan tamu undangan.

“You not only have to get a job, but you must create a job,” kata Sabinus di hadapan para lulusan.

Menurut dia, lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga semangat kewirausahaan untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ia mendorong alumni mengambil bagian dalam pengembangan program koperasi merah putih yang tengah diperkenalkan pemerintah di desa-desa.

Dalam sambutannya, Sabinus menegaskan kehadiran Universitas Nusa Nipa selama ini berkontribusi terhadap peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut kampus tersebut sejak awal menerapkan prinsip keberpihakan kepada masyarakat miskin dan kelompok terpinggirkan melalui semangat option for the poor.

“Opsi ini membuat angka partisipasi pendidikan tinggi bukan sekadar angka, tetapi menjadi upaya mengubah nasib keluarga-keluarga sederhana melalui pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah alumni Universitas Nusa Nipa kini bekerja sebagai tenaga profesional di luar negeri, antara lain di Jerman, Jepang, dan Dubai. Selain itu, alumni UNIPA disebut telah menempati berbagai posisi di sektor pendidikan maupun dunia kerja profesional.

Mahasiswa IFTK Ledalero Rancang Website Perpustakaan Frans Seda, Literasi Digital Sikka Diperkuat

Menurut Sabinus, capaian tersebut menunjukkan pendidikan tinggi membuka peluang peningkatan kualitas hidup dan mobilitas sosial masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Sabinus memperkenalkan arah pengembangan Universitas Nusa Nipa melalui Rencana Induk Pengembangan Universitas 2025–2045. Kampus tersebut menargetkan menjadi komunitas ilmiah dan komunitas wirausaha yang kompeten serta berdaya saing nasional dan internasional pada 2030.

Ia mengungkapkan capaian akreditasi institusi dan program studi terus meningkat menuju predikat unggul. Salah satu capaian terbaru adalah Program Studi S1 Manajemen yang memperoleh akreditasi Unggul dari LAM-EMBA.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras badan penyelenggara dan pengelola universitas dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berkualitas,” katanya.

Sabinus turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, LLDIKTI Wilayah XV, lembaga keagamaan, orang tua mahasiswa, dan mitra yang mendukung pengembangan Universitas Nusa Nipa.

Prosesi wisuda berakhir dengan pelepasan 435 lulusan dari berbagai program studi. Universitas Nusa Nipa selanjutnya melanjutkan penguatan mutu akademik dan pengembangan program kewirausahaan sebagai bagian dari target pengembangan institusi menuju 2030.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending