PENKES
Tiga Atlet Nasional Shoto Kai Sikka Siap Berlaga di PON 2028
Maumere, GardaFlores — Tiga atlet karate kelas nasional dari perguruan Shoto Kai Kabupaten Sikka, masing-masing Elisabeth Febronensia Rodriquez, Lorenso Daseto Rodriquez, dan Margareth Souchin Tiwa, tengah dipersiapkan untuk mengikuti seleksi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketiga atlet muda tersebut sebelumnya telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional sepanjang tahun 2025.
Elisabeth Raih Medali di Popda dan Kejuaraan Asia
Elisabeth Febronensia Rodriquez menjadi salah satu atlet putri berprestasi yang konsisten mengharumkan nama Sikka. Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) NTT, Elisabeth sukses meraih dua medali emas — masing-masing di kelas kata beregu putri dan kata perorangan putri.
Tak berhenti di situ, ia kembali menorehkan prestasi di Kejurda Forki Piala Gubernur NTT, dengan membawa pulang emas di kelas kata perorangan dan perunggu di kelas komite junior putri -53 kilogram.

Meski gagal tampil di PON Beladiri di Kudus, Jawa Tengah karena belum genap 17 tahun, Elisabeth mengaku tengah fokus mempersiapkan diri menuju Porprov 2026 dengan target medali emas.
“Saya sedang persiapan lebih keras karena lawan-lawan saya di level Asia sangat tangguh dan berpengalaman,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Elisabeth juga mencatat hasil gemilang di Kejuaraan Asia, finis di peringkat 4 besar setelah kalah tipis dari atlet Thailand, serta meraih medali perak di Kejurnas Malang, Jawa Timur.
Lorenso Tempati Peringkat 17 Dunia di Kejuaraan WKF
Sementara itu, Lorenso Daseto Rodriquez tampil impresif dalam sejumlah ajang bergengsi. Usai menjalani training center selama Agustus–September 2025, ia mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Karate WKF di Malaysia.
Dalam ajang tersebut, Lorenso menang telak 8–0 atas atlet India pada laga pembuka, namun kalah 0–5 dari atlet Venezuela di babak kedua. Hasil itu menempatkannya di peringkat 17 dunia.

Sebelumnya, Lorenso menyabet emas di Kejurnas Karate Piala Panglima TNI 2025 di Balikpapan, serta emas di Kejurda Forki NTT yang membawanya lolos ke PON Beladiri di Kudus, Jawa Tengah.
“Target saya tahun depan menjuarai Porprov NTT agar bisa lolos Pra-PON 2027 dan mewakili NTT di PON 2028,” ungkapnya.
Margareth Souchin Tiwa Masuk Peringkat 7 Besar Nasional
Atlet lainnya, Margareth Souchin Tiwa, juga menunjukkan potensi besar. Dalam Kejurda Forki NTT (10–12 Oktober 2025), ia meraih perunggu di kelas kata perorangan putri dan perak di kelas komite -50 kilogram.
Saat tampil di PON Beladiri di Kudus, Margareth berhasil menembus peringkat 7 besar nasional, bersaing dengan puluhan atlet senior dari berbagai provinsi.

“Awalnya saya gugup karena baru pertama turun di level senior, tapi saya bersyukur bisa masuk tujuh besar,” tuturnya.
Margareth kini fokus menyiapkan diri untuk Porprov 2026 dan seleksi PON 2028.
Shoto Kai Sikka Jadi Tumpuan Karate NTT
Dari lima atlet karate NTT yang berlaga di PON Beladiri Kudus, empat di antaranya berasal dari perguruan Shoto Kai NTT, termasuk dua atlet Sikka: Lorenso dan Margareth, yang sama-sama masuk 10 besar nasional.
Pelatih Shoto Kai Sikka, Arie Tiwa mengatakan hasil tersebut menunjukkan bahwa pembinaan karate di Sikka berjalan efektif dan perlu mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun KONI setempat.
“Pencapaian mereka membuktikan bahwa anak-anak Sikka mampu bersaing di level nasional dan dunia bila diberi dukungan serius,” ujar Arie.
Ketiga atlet Shoto Kai Sikka kini tengah fokus menjalani latihan intensif menjelang Porprov 2026, yang menjadi ajang seleksi utama menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.»(rel)
PENKES
Revitalisasi SDK Gehak Capai 46 Persen, Bupati Sikka Minta P2SP Jaga Tenggat
Revitalisasi SDK Gehak dengan anggaran APBN Rp883,85 juta baru mencapai 46 persen pada awal November. Bupati Sikka meminta P2SP mengoptimalkan waktu agar pekerjaan selesai sesuai masa pelaksanaan 120 hari kalender.
MAUMERE, GardaFlores – Pekerjaan revitalisasi SDK Gehak di Desa Koting D, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, baru mencapai 46 persen pada awal November 2026. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, meminta Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) mengoptimalkan waktu pelaksanaan agar seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal.
Permintaan itu disampaikan Juventus saat memantau pekerjaan revitalisasi sekolah tersebut di Dusun Gehak Reta, Senin (2/11/2026).
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu memiliki total anggaran Rp883.852.878 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Pekerjaannya mencakup pembangunan dan perbaikan enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu unit toilet, serta penataan lingkungan sekolah.
Juventus meminta P2SP memperhatikan waktu yang tersisa dan menambah tenaga kerja apabila diperlukan untuk mempercepat pekerjaan.
“Apabila membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk mempercepat proses pengerjaan, bisa ditambahkan,” ujar Juventus.
Astra dan Kemenkes Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Dua Desa Sikka
Berdasarkan laporan P2SP SDK Gehak, progres pekerjaan hingga awal November telah mencapai 46 persen. Pihak pelaksana menyatakan optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Desember 2026.
Selama pekerjaan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di ruang darurat yang telah disediakan. Saat mengunjungi sekolah, Juventus sempat berdialog dengan para siswa yang mengikuti pembelajaran di ruang tersebut.
Kepala SDK Gehak, Katharina Leni, mengatakan sekolah itu memiliki 58 siswa pada 2026. Kegiatan pendidikan didukung 11 tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri atas sembilan guru serta dua tenaga kependidikan yang bertugas sebagai petugas perpustakaan dan operator komputer.
Menurut Katharina, revitalisasi tersebut dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang lebih memadai.»(rel)
PENKES
Astra dan Kemenkes Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Dua Desa Sikka
Kementerian Kesehatan dan PT Astra International Tbk mendukung penguatan layanan kesehatan primer di Desa Tebuk dan Bloro, Kabupaten Sikka. Program ILP diluncurkan pada Senin (2/11/2026).
MAUMERE, GardaFlores – Pelayanan kesehatan primer di Desa Tebuk dan Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, mendapat dukungan melalui Program Penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melibatkan Kementerian Kesehatan RI dan PT Astra International Tbk.
Program tersebut diluncurkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Tebuk dan Desa Bloro, Senin (2/11/2026). Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan Astra dalam rehabilitasi serta penyediaan fasilitas kesehatan di kedua desa tersebut.
Menurut Juventus, penguatan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas dan tenaga medis. Keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan juga diperlukan untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
“Seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan harus menjaga komitmen bersama demi tercapainya pola hidup sehat yang berkelanjutan,” kata Juventus.
26 Kelompok Tani Sikka Terima Alokasi Irpom, Pencairan Dana Baru 70 Persen
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas perhatian terhadap kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Sikka. Ia berharap dukungan tersebut berlanjut, terutama melalui program Dokter Nusantara Sehat dan penataan tenaga medis spesialis pascabencana.
Kepada PT Astra International Tbk, Juventus mengapresiasi kontribusi melalui program CSR Kesehatan Astra yang mencakup rehabilitasi dan penyediaan fasilitas kesehatan di Desa Tebuk dan Bloro.
Menurutnya, penguatan fasilitas di tingkat desa dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga kelompok lanjut usia.
“Dukungan dan kolaborasi seperti ini sangat berharga bagi kami. Pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya sinergi dari seluruh pihak—pemerintah pusat, daerah, pihak swasta, hingga masyarakat di tingkat desa,” ujarnya.
Jalan Tak Cukup Diaspal: Persoalan Lahan Desa Dile Harus Dituntaskan
Juventus juga meminta tenaga kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan secara cepat, ramah, dan maksimal. Ia mengapresiasi peran tenaga kesehatan serta kader Posyandu yang selama ini melayani masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Pemerintah Desa Tebuk dan Desa Bloro bersama tokoh masyarakat juga diharapkan terlibat dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.
Selain bidang kesehatan, dukungan Astra di Kabupaten Sikka juga mencakup kegiatan kewirausahaan dan pertanian, termasuk pengembangan komoditas kakao. Namun, bahan kegiatan yang disampaikan belum merinci bentuk bantuan, kelompok penerima, maupun capaian program di sektor tersebut.
Peluncuran program dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Camat Nita, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, kader Posyandu, serta Pastor Paroki Nita.»(rel)
PENKES
Rp1,6 Miliar untuk Ruang Kelas Darurat Sikka, SDN Nitung Belum Terakomodasi
Pemkab Sikka menyiapkan delapan paket ruang kelas darurat dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar dari alokasi pendidikan Rp1,626 miliar. SDN Nitung dan sejumlah sekolah di wilayah Awa, Palue, belum terakomodasi karena keterbatasan waktu dan kendala mobilisasi material.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka mengalokasikan Rp1.626.812.060 dari Dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk pemulihan infrastruktur pendidikan pascagempa. Namun, program delapan paket ruang kelas darurat (RKD) yang menggunakan sekitar Rp1,4 miliar belum menjangkau sejumlah sekolah yang membutuhkan penanganan, termasuk SDN Nitung dan sekolah-sekolah di wilayah Awa, Kecamatan Palue.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan keterbatasan waktu pengerjaan dan kendala mobilisasi material menjadi alasan sejumlah sekolah belum dapat dimasukkan dalam program tersebut.
“Di Kecamatan Palue sebenarnya tidak hanya lima sekolah. Namun, mengingat pelaksanaan proyek harus selesai dalam tahun anggaran ini dan kondisi wilayah menyulitkan mobilisasi barang, beberapa sekolah tidak bisa diakomodasi,” ujar Patrisius di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).
Transfer TPG Guru Non-ASN Diklaim Tuntas, Guru yang Belum Menerima Diminta Mengadu
Dari total alokasi Rp1.626.812.060 untuk Kabupaten Sikka, sekitar Rp1,4 miliar digunakan untuk pembangunan delapan paket RKD beserta fasilitas mebeler.
Delapan paket tersebut tersebar di SDN Todang, Kecamatan Bola; SDI Iligetang, Kecamatan Alok Timur; SMP Santo Robertho Biket, Kecamatan Waigete; serta lima sekolah lainnya di Kecamatan Palue.
Patrisius menyebut SDN Nitung, yang mengalami kerusakan cukup parah, termasuk sekolah yang belum terakomodasi. Sekolah-sekolah di wilayah Awa juga belum masuk dalam paket yang sedang disiapkan.
Untuk delapan paket yang telah direncanakan, Pemkab Sikka menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada 15 Desember 2026. Namun, penandatanganan kontrak dengan pihak ketiga baru dijadwalkan pada 4 November 2026, dengan masa pengerjaan 45 hari kerja.
Patrisius mengatakan pemilihan lokasi telah mempertimbangkan perhitungan teknis agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tenggat.
“Kami mempertimbangkan lokasi yang secara perhitungan teknis benar-benar bisa dilaksanakan dalam kurun waktu dua bulan ini, yakni November dan Desember. Targetnya, 15 Desember 2026 seluruh pekerjaan harus sudah selesai,” katanya.
Ruang kelas darurat akan menggunakan konstruksi baja ringan, atap seng, dan dinding kasibor. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan ruang kelas beserta fasilitas mebeler.
Pencatatan 19 Jenis Karya Hak Cipta Bakal Gratis Mulai November
Patrisius mengatakan pihaknya meminta kontraktor melaksanakan pekerjaan tanpa uang muka. Pembayaran dilakukan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100 persen.
“Bagi yang tidak siap secara finansial dan komitmen, kami persilakan mundur, karena kami mencari yang benar-benar siap bekerja cepat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sebelumnya menyatakan dana Banpres senilai Rp20 miliar ditargetkan terealisasi hingga akhir Desember 2026. Dalam konferensi pers pada 20 Oktober 2026, pemerintah daerah mencatat realisasi dana tersebut sebesar Rp2.391.729.320,76 atau 11,96 persen.
Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan pengelolaan dana bantuan akan melibatkan aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan, serta Inspektorat untuk melakukan pengawasan.
Dengan jadwal kontrak yang dimulai pada November dan target penyelesaian pada 15 Desember 2026, delapan paket RKD tersebut memiliki waktu pelaksanaan yang terbatas. Sementara itu, SDN Nitung dan sekolah-sekolah di wilayah Awa, Palue, masih belum masuk dalam paket penanganan yang dijelaskan Kepala Dinas PKO.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
