Connect with us

PENKES

Gerlita Sikka Didokumentasikan APKASI: Inovasi Kemanusiaan Jadi Inspirasi Nasional

Published

on

Maumere, GardaFlores — Kabupaten Sikka kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) pada Senin (3/11/2025) melakukan audiensi dan pendokumentasian terhadap Gerakan Peduli Kesehatan Jiwa (Gerlita) — sebuah inovasi kemanusiaan yang tumbuh dari kepedulian terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Bertempat di Aula Rokatenda, Kantor Bupati Sikka, kegiatan ini menjadi bagian dari program APKASI dalam mendokumentasikan Best Practices dari 25 kabupaten di Indonesia.

Kepala Divisi Program APKASI, Syaifudin, menyebut Gerlita sebagai salah satu inovasi paling inspiratif karena berhasil menggabungkan pendekatan sosial dan medis secara terpadu.

“Penanganan sosial terhadap ODGJ di banyak daerah belum seintensif di Sikka. Gerlita punya pola koordinasi yang kuat — melibatkan pemerintah, relawan, PMO (Pendamping Minum Obat), hingga rumah aman. Inilah model kolaborasi yang patut ditiru oleh daerah lain,” ujar Syaifudin.

Ia menambahkan, dokumentasi ini dilakukan agar pemerintah pusat dapat melihat langsung inovasi daerah yang membawa dampak nyata bagi kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Bupati Juventus: Gerlita Lahir dari Keprihatinan dan Cinta Kemanusiaan

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago menyambut baik langkah APKASI tersebut. Menurutnya, Gerlita lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi para penyintas ODGJ yang kerap terpinggirkan.

“Masalah ODGJ bukan semata isu kesehatan, tapi persoalan kemanusiaan. Gerlita adalah bentuk kepedulian kita semua agar mereka bisa hidup dengan martabat dan mendapatkan hak yang sama,” tegas Bupati Juventus.

Ia berharap keberhasilan Gerlita bisa menjadi model bagi seluruh puskesmas di Sikka, bahkan di daerah lain di Indonesia.

“Yang paling tinggi dalam kehidupan adalah kemanusiaan. Semoga semangat ini bisa diterapkan di semua puskesmas, dan proses dokumentasi APKASI berjalan lancar,” tambahnya.

Inovasi dari Daerah untuk Masyarakat

Kepala Bapperida Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes DM Bapa, ST., M.Eng, menjelaskan bahwa Gerlita merupakan hasil nyata dari dorongan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk membangun budaya inovasi dalam menyelesaikan persoalan sosial dan pelayanan publik.

“Kami mendorong setiap OPD dan masyarakat untuk berinovasi mencari solusi atas tantangan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Berkat semangat inovatif ini, Kabupaten Sikka berhasil masuk dalam kategori Kabupaten Inovatif berdasarkan penilaian Indeks Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri tahun 2024.

Dari Kantor ke Lapangan: Menyapa Gerlita di Akar Rumput

Selain berdialog dengan Bupati dan jajaran pemerintah daerah, tim APKASI juga melakukan pertemuan dengan Dinas Kesehatan, Bapperida, dan Yayasan PAPHA (Payung Perjuangan Humanis) Indonesia, mitra yang aktif mendampingi masyarakat dalam isu kesehatan jiwa.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Camat Kangae, Kepala UPT Puskesmas Waipare, serta para inovator Gerlita di Desa Langir — lokasi penerapan langsung program. Di sana, warga, tenaga medis, dan relawan bekerja bersama memulihkan martabat dan kehidupan para penyintas gangguan jiwa.

Dari Sikka untuk Indonesia

Pendokumentasian Gerlita oleh APKASI bukan sekadar penghargaan, melainkan pengakuan atas semangat kemanusiaan dari daerah. Inovasi ini diharapkan menjadi inspirasi nasional dalam membangun sistem kesehatan jiwa yang berlandaskan empati, kolaborasi, dan kepedulian.

Dari Maumere, sebuah pesan sederhana tapi kuat menggema: inovasi terbaik selalu lahir dari hati yang peduli.»(rel)

PENKES

Wagub NTT Bekali 435 Lulusan Unipa Maumere dengan 13 Kunci Hadapi Dunia Kerja

“Kalian tidak boleh mudah putus asa saat menghadapi kegagalan. Harus bangkit dan mencoba lagi.”

Published

on

Johni memaparkan 13 kunci keberhasilan yang dinilai penting diterapkan para lulusan, yakni disiplin, percaya diri, tekad dan komitmen, belajar dan bekerja keras, membangun jaringan, kreatif, inovatif, komunikatif, tidak mudah menyerah, berani menyampaikan gagasan, mampu bekerja sama, menjaga kesehatan, serta menghormati sesama dan memiliki empati. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menghadiri wisuda sarjana Universitas Nusa Nipa di Maumere, Sabtu (9/5/2026), sekaligus memperkenalkan 13 kunci keberhasilan kepada 435 lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja.

Sebanyak 435 lulusan dari berbagai program studi menyelesaikan pendidikan tinggi dan mengikuti prosesi pelepasan di kampus Universitas Nusa Nipa. Acara dihadiri wisudawan, orang tua, dosen, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa gelar sarjana tidak cukup menjadi modal utama untuk bersaing di dunia profesional. Menurut dia, lulusan perguruan tinggi juga harus memiliki kemampuan nonakademik atau soft skill.

“Ijazah adalah bukti hard skill, namun di dunia kerja yang kompetitif, Anda membutuhkan soft skill untuk mencapai puncak sukses,” kata Johni.

Ia menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia sebagai tantangan yang harus dihadapi sarjana baru. Karena itu, ia meminta para lulusan memperkuat kemampuan adaptasi dan daya saing.

Ketua Yayasan UNIPA Dorong 435 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Johni memaparkan 13 kunci keberhasilan yang dinilai penting diterapkan para lulusan, yakni disiplin, percaya diri, tekad dan komitmen, belajar dan bekerja keras, membangun jaringan, kreatif, inovatif, komunikatif, tidak mudah menyerah, berani menyampaikan gagasan, mampu bekerja sama, menjaga kesehatan, serta menghormati sesama dan memiliki empati.

“Kalian tidak boleh mudah putus asa saat menghadapi kegagalan. Harus bangkit dan mencoba lagi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan membangun karakter yang menghargai orang lain dalam kehidupan sosial maupun profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Johni turut membagikan pengalaman pribadinya saat meraih medali emas pada SEA Games 1983 dan tampil pada Olimpiade Los Angeles 1984. Menurut dia, pencapaian tersebut diperoleh melalui disiplin dan kerja keras yang konsisten.

Pemerintah Provinsi NTT berharap lulusan Universitas Nusa Nipa mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.

Hingga prosesi wisuda berakhir, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Para lulusan selanjutnya akan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Ketua Yayasan UNIPA Dorong 435 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

“You not only have to get a job, but you must create a job.”

Published

on

Sabinus Nabu: “Opsi ini membuat angka partisipasi pendidikan tinggi bukan sekadar angka, tetapi menjadi upaya mengubah nasib keluarga-keluarga sederhana melalui pendidikan.” FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Universitas Nusa Nipa, Sabinus Nabu, mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk membangun usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja usai menyelesaikan pendidikan tinggi.

Pesan itu disampaikan Sabinus Nabu saat memberikan sambutan pada prosesi wisuda 435 sarjana Universitas Nusa Nipa di Maumere, Sabtu (9/5/2026). Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, civitas akademika, orang tua wisudawan, dan tamu undangan.

“You not only have to get a job, but you must create a job,” kata Sabinus di hadapan para lulusan.

Menurut dia, lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga semangat kewirausahaan untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ia mendorong alumni mengambil bagian dalam pengembangan program koperasi merah putih yang tengah diperkenalkan pemerintah di desa-desa.

Dalam sambutannya, Sabinus menegaskan kehadiran Universitas Nusa Nipa selama ini berkontribusi terhadap peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut kampus tersebut sejak awal menerapkan prinsip keberpihakan kepada masyarakat miskin dan kelompok terpinggirkan melalui semangat option for the poor.

“Opsi ini membuat angka partisipasi pendidikan tinggi bukan sekadar angka, tetapi menjadi upaya mengubah nasib keluarga-keluarga sederhana melalui pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah alumni Universitas Nusa Nipa kini bekerja sebagai tenaga profesional di luar negeri, antara lain di Jerman, Jepang, dan Dubai. Selain itu, alumni UNIPA disebut telah menempati berbagai posisi di sektor pendidikan maupun dunia kerja profesional.

Mahasiswa IFTK Ledalero Rancang Website Perpustakaan Frans Seda, Literasi Digital Sikka Diperkuat

Menurut Sabinus, capaian tersebut menunjukkan pendidikan tinggi membuka peluang peningkatan kualitas hidup dan mobilitas sosial masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Sabinus memperkenalkan arah pengembangan Universitas Nusa Nipa melalui Rencana Induk Pengembangan Universitas 2025–2045. Kampus tersebut menargetkan menjadi komunitas ilmiah dan komunitas wirausaha yang kompeten serta berdaya saing nasional dan internasional pada 2030.

Ia mengungkapkan capaian akreditasi institusi dan program studi terus meningkat menuju predikat unggul. Salah satu capaian terbaru adalah Program Studi S1 Manajemen yang memperoleh akreditasi Unggul dari LAM-EMBA.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras badan penyelenggara dan pengelola universitas dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berkualitas,” katanya.

Sabinus turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, LLDIKTI Wilayah XV, lembaga keagamaan, orang tua mahasiswa, dan mitra yang mendukung pengembangan Universitas Nusa Nipa.

Prosesi wisuda berakhir dengan pelepasan 435 lulusan dari berbagai program studi. Universitas Nusa Nipa selanjutnya melanjutkan penguatan mutu akademik dan pengembangan program kewirausahaan sebagai bagian dari target pengembangan institusi menuju 2030.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Fista Sambuari Kago Ingatkan Bahaya Media Sosial bagi Anak di Sikka

“Penggunaan tanpa pengawasan berpotensi membawa dampak negatif bagi perkembangan anak.”

Published

on

Ibu Bupati Sikka, Fista Sambuari Kago: “Keseimbangan antara teknologi, budaya membaca, dan proses belajar harus dijaga agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter." FOTO: IST

MAUMERE, GarudaFlores — Fista Sambuari Kago mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan telepon genggam dan media sosial pada anak di tengah meningkatnya penetrasi teknologi digital di lingkungan pendidikan dan keluarga.

Pesan itu disampaikan saat kunjungan literasi dan sains di SDK Lela 1, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Jumat (8/5/2026).

Di hadapan siswa, guru, dan orang tua, Ibu Bupati Sikka, Fista menegaskan bahwa teknologi digital memiliki dua sisi. Seperti handphone dapat mendukung proses belajar dan memperluas akses informasi. Namun di sisi lain, penggunaan tanpa pengawasan berpotensi membawa dampak negatif bagi perkembangan anak.

“Handphone bisa menjadi sarana belajar dan mencari informasi. Tetapi tanpa pendampingan, anak-anak rentan terpapar konten negatif dan kecanduan media sosial,” ujarnya.

Ia menyoroti kecenderungan meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan anak yang mulai memengaruhi budaya membaca serta konsentrasi belajar. Karena itu, menurutnya, penguatan literasi digital perlu menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.

Fista juga menyinggung langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital, termasuk melalui pengaturan akses media sosial bagi pengguna usia dini.

“Kebijakan ini bukan melarang anak menggunakan handphone, tetapi memastikan penggunaannya lebih aman, sehat, dan sesuai usia,” katanya.

TK Panti Rini Juara SDK Bhaktyarsa Cup 2026, Dominasi Turnamen Futsal Usia Dini di Maumere

Menurut dia, anak-anak perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, memahami etika bermedia digital, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Selain itu, ia meminta orang tua dan guru mengambil peran lebih aktif dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital, mulai dari membatasi durasi penggunaan, mengawasi aplikasi yang diakses, hingga mengarahkan anak pada aktivitas positif seperti membaca dan kegiatan kreatif.

“Keseimbangan antara teknologi, budaya membaca, dan proses belajar harus dijaga agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Lela, Kons Saru, mengapresiasi kegiatan literasi dan edukasi digital tersebut karena dinilai relevan dengan tantangan perkembangan teknologi saat ini.

Menurutnya, laju perkembangan teknologi menuntut keterlibatan serius dari orang tua dan tenaga pendidik agar anak-anak tidak salah memanfaatkan teknologi digital.

“Ini penting untuk meningkatkan minat baca sekaligus membangun pemahaman anak tentang penggunaan teknologi secara bijak,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa SDK Lela 1. Selain edukasi literasi digital, para siswa juga mengikuti berbagai aktivitas literasi dan sains yang dirancang untuk mendorong kreativitas serta kemampuan belajar anak.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending