Connect with us

HUMANIORA

Teriakan Minta Tolong di Laut Malam Maulo’o, Nelayan Sikka Ditemukan Tewas Tenggelam

Di lokasi kejadian, warga menemukan sampan dayung milik korban dalam keadaan tenggelam.

Published

on

Setelah pemeriksaan medis di Puskesmas Paga, petugas menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan tersebut. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang nelayan berinisial SR (44) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat memancing di perairan Maulo’o, wilayah Ulu Meti, Desa Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Sabtu (14/3/2026) malam. Sebelumnya, teriakan meminta pertolongan sempat terdengar dari arah laut oleh dua nelayan yang melintas di sekitar lokasi.

Korban sebelumnya berpamitan kepada ibunya sekitar pukul 17.00 Wita untuk pergi memancing menggunakan sampan dayung berbahan fiber berwarna putih-biru. Ia menuju perairan Maulo’o yang berjarak sekitar setengah mil dari bibir pantai.

Sekitar pukul 19.00 Wita, dua nelayan yang melintas di sekitar lokasi mengaku mendengar suara seseorang berteriak meminta pertolongan dari arah laut. Namun, mereka tidak melihat siapa pun di sekitar lokasi kejadian.

Merasa khawatir, kedua nelayan tersebut segera kembali ke pantai dan memberitahukan warga lain. Informasi itu kemudian memicu warga setempat untuk mendatangi lokasi dan melakukan pencarian.

Di lokasi kejadian, warga menemukan sampan dayung milik korban dalam keadaan tenggelam. Salah seorang warga yang juga merupakan adik korban kemudian menyelam di sekitar lokasi dan menemukan tubuh korban di dasar laut dalam kondisi tidak bernyawa.

68 Desa Nelayan Sikka Siap Naik Kelas, Menteri KKP Siapkan Hub Perikanan Terpadu

Korban selanjutnya dievakuasi ke bibir pantai sebelum dibawa ke Puskesmas Paga. Namun hasil pemeriksaan medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

Personel dari Polsek Paga yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pendataan terhadap korban dan para saksi serta membantu proses evakuasi.

Kepolisian menyebut perairan Maulo’o dikenal memiliki arus laut yang kuat dan kerap disertai gelombang tinggi. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban jatuh dari sampannya saat memancing.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban rencananya dimakamkan pada Minggu (15/3/2026).

Polres Sikka mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut serta mematuhi informasi keselamatan pelayaran guna mencegah kecelakaan di laut. Imbauan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat perlindungan dan keselamatan nelayan tradisional di wilayah pesisir Indonesia, khususnya pada perairan dengan arus kuat dan gelombang tinggi.»(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Dump Truck Muat Pasir Terbalik di Sikka, Petani Tewas Tertimpa Saat Kendaraan Mundur di Tanjakan - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Pascagempa Flores, RSUD Late Bajawa Aktifkan Poli Orthopaedi dan Traumatologi

RSUD Late Bajawa mengaktifkan layanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi untuk melayani masyarakat, termasuk warga yang masih membutuhkan penanganan kesehatan setelah gempa Flores 15 Agustus 2026.

Published

on

RSUD Late Bajawa di Kabupaten Ngada mengaktifkan layanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi untuk melayani masyarakat, termasuk warga yang masih membutuhkan penanganan kesehatan setelah gempa Flores.

NGADA, GardaFlores RSUD Late Bajawa mengaktifkan layanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi untuk melayani masyarakat yang membutuhkan penanganan gangguan tulang dan cedera, termasuk warga terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.

Anggota DPRD Kabupaten Ngada, Aty Watungadha, menyambut dibukanya layanan tersebut. Ia mengatakan keberadaan Poli Orthopaedi dan Traumatologi membantu masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan setelah gempa.

“Kami merasa bersyukur karena RSUD Late Bajawa sudah aktif dengan pelayanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi. Layanan ini sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang terdampak gempa 15 Agustus dan sampai sekarang masih membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Aty.

Fista Sambangi Tiga Puskesmas, Dorong Dukungan bagi Nakes Pascagempa

Menurut Aty, pemulihan warga pascagempa tidak hanya berkaitan dengan perbaikan rumah dan infrastruktur, tetapi juga penanganan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

“Pemulihan pascagempa bukan hanya memperbaiki rumah dan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan,” katanya.

Hari ke-15 Pascagempa, Lusia dan Eman Salurkan Bantuan dan Tiga Jamban untuk Warga Kringa

Ia berharap layanan Orthopaedi dan Traumatologi di RSUD Late Bajawa dapat terus diperkuat sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

“Ini merupakan langkah yang baik. Kita berharap pelayanan di RSUD Late Bajawa semakin lengkap dan berkualitas sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya setelah gempa, dapat tertangani dengan baik,” pungkasnya.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Fista Sambangi Tiga Puskesmas, Dorong Dukungan bagi Nakes Pascagempa

Fista Sambuari Kago mengunjungi tiga puskesmas di Kabupaten Sikka dan menyerahkan bantuan kepada tenaga kesehatan yang tetap melayani masyarakat pascagempa.

Published

on

Ketua TP PKK Kabupaten Sikka Fista Sambuari Kago menyerahkan bantuan dan berdialog dengan tenaga kesehatan saat mengunjungi Puskesmas Waipare, Waigete, dan Nita, Selasa (1/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago, mengunjungi tiga puskesmas di Kabupaten Sikka dan menyerahkan bantuan kepada tenaga kesehatan yang tetap bertugas melayani masyarakat pascagempa, Selasa (1/9/2026).

Tiga puskesmas yang dikunjungi yakni Puskesmas Waipare, Puskesmas Waigete, dan Puskesmas Nita.

Dalam kunjungan itu, Fista menyampaikan terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang tetap menjalankan pelayanan di tengah situasi pascagempa.

Hari ke-15 Pascagempa, Lusia dan Eman Salurkan Bantuan dan Tiga Jamban untuk Warga Kringa

“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu tenaga kesehatan yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi. Dalam situasi bencana seperti ini, kehadiran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat. Tetap semangat dan terus memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Fista.

Menurut Fista, tenaga kesehatan menghadapi tuntutan pelayanan yang tetap harus berjalan ketika masyarakat terdampak bencana membutuhkan pertolongan medis.

Ia meminta para tenaga kesehatan tetap menjaga semangat dalam menjalankan tugas.

“Jangan pernah lelah untuk melayani. Tetaplah memberikan pelayanan dengan hati, dengan penuh tanggung jawab, karena masyarakat sangat membutuhkan Bapak dan Ibu sekalian,” tegasnya.

Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan

Selain menyerahkan bantuan, Fista juga mendengar langsung kondisi dan kebutuhan yang disampaikan para tenaga kesehatan di tiga puskesmas tersebut.

Fista, yang juga Ketua Dekranasda dan Bunda Literasi Kabupaten Sikka, meminta jajaran kesehatan saling mendukung dan menjaga komunikasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Semangat pengabdian harus tetap dijaga. Kita saling mendukung agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” katanya.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Hari ke-15 Pascagempa, Lusia dan Eman Salurkan Bantuan dan Tiga Jamban untuk Warga Kringa

Pada hari ke-15 pascagempa, Lusia Adinda Lebu Raya bersama Emanuel Kolfidus menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan tiga unit jamban kepada warga Dusun Boganatar dan Dusun Kringa, Kecamatan Talibura.

Published

on

Lusia Adinda Lebu Raya bersama Emanuel Kolfidus menyalurkan bantuan pangan, obat-obatan, perlengkapan bayi, kebutuhan perempuan, dan tiga unit jamban kepada warga Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Senin (31/8/2026).

MAUMERE, GardaFlores Memasuki hari ke-15 pascagempa bumi, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Lusia Adinda Lebu Raya bersama Emanuel Kolfidus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Senin (31/8/2026).

Lusia dan Emanuel didampingi Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka Tesa Nurak serta Pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Talibura Martha Lewar.

Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan

Bantuan diserahkan kepada warga Dusun Boganatar dan Dusun Kringa berupa beras, telur ayam, obat-obatan, perlengkapan bayi, dan kebutuhan perempuan.

Selain bantuan kebutuhan pokok, warga juga menerima tiga unit jamban untuk memenuhi kebutuhan sanitasi selama masa pemulihan pascagempa.

Penyaluran bantuan mencakup kebutuhan pangan, kesehatan, bayi, perempuan, dan sanitasi bagi warga di dua dusun terdampak gempa.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending