HUMANIORA
Enam Pemuda Sikka Lolos Seleksi Nasional Prajurit TNI AL 2026, Siap Ikuti Pendidikan Militer
Para calon siswa dijadwalkan ke Surabaya untuk mengikuti pendidikan militer dasar mulai Senin (16/3/2026).
MAUMERE, GardaFlores — Enam pemuda asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dinyatakan lolos seleksi penerimaan prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Angkatan XLVI Gelombang I Tahun 2026.
Pengumuman hasil akhir disampaikan panitia pusat pada Sabtu (14/3/2026) di Pangkalan Utama TNI AL V Malang, Jawa Timur, setelah para peserta menyelesaikan seluruh tahapan seleksi tingkat pusat.
Para peserta yang merupakan calon siswa kiriman Sub Panda Sikka tersebut terdiri atas dua calon Bintara dan empat calon Tamtama. Mereka dinyatakan lulus setelah melewati rangkaian seleksi berjenjang yang berlangsung sekitar dua bulan.
Proses seleksi diawali dari penyaringan awal di Sub Panda Maumere, kemudian dilanjutkan pada tahap seleksi tingkat daerah di Panda NTT yang berpusat di Kupang. Selanjutnya para peserta mengikuti tahapan seleksi tingkat pusat yang digelar di Malang.
Dalam setiap tahapan seleksi, para peserta menjalani sejumlah pemeriksaan ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan jasmani, hingga psikotes.
Lanal Maumere Buka Pendaftaran Calon Tamtama Gelombang I 2025
Selain itu, peserta juga mengikuti sidang penentuan akhir atau pantukhir pusat yang menjadi tahap terakhir dalam proses rekrutmen prajurit TNI AL.
Panitia seleksi menyatakan keenam peserta asal Sikka tersebut memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam proses penerimaan prajurit TNI AL tahun ini.
Setelah pengumuman kelulusan, para calon siswa dijadwalkan menuju Surabaya untuk mengikuti pendidikan militer dasar yang dijadwalkan mulai pada Senin (16/3/2026).
Kelulusan enam pemuda tersebut menambah daftar putra daerah Kabupaten Sikka yang berhasil menembus seleksi prajurit TNI AL di tingkat nasional.
Hingga berita ini dipublikasikan, identitas lengkap enam pemuda asal Sikka yang dinyatakan lolos seleksi tersebut belum diperoleh redaksi. Media ini masih berupaya mengonfirmasi data peserta kepada panitia seleksi maupun satuan TNI AL yang menangani proses rekrutmen di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Secara nasional, rekrutmen prajurit TNI menjadi bagian dari kebijakan penguatan sumber daya manusia pertahanan negara yang terus membuka kesempatan bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk bergabung dalam sistem pertahanan nasional melalui jalur pendidikan militer resmi.»(rel)
HUMANIORA
PELNI Gratiskan Ongkos Kirim Bantuan Gempa NTT, Jangan Biarkan Korban Menunggu
PELNI membebaskan biaya angkut bantuan kemanusiaan menuju wilayah terdampak gempa NTT melalui kapal reguler. Bantuan dapat berupa makanan, air minum, tenda, obat-obatan, selimut, hingga kebutuhan bayi.
JAKARTA, GardaFlores — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) membuka fasilitas pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa biaya angkut bagi masyarakat dan lembaga yang ingin menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kebijakan tersebut menjadi salah satu jalur distribusi logistik untuk mempercepat pengiriman bantuan dari berbagai daerah menuju wilayah terdampak melalui kapal-kapal PELNI yang melayani trayek reguler.
Dengan fasilitas ini, lembaga, komunitas, organisasi, dan instansi dapat mengirimkan berbagai kebutuhan dasar tanpa terbebani biaya pengangkutan laut.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut sekaligus Ketua Tim Posko Bantuan PELNI untuk NTT, Hana Suhardi, mengatakan fasilitas tersebut merupakan bentuk kontribusi PELNI untuk membantu mempercepat distribusi bantuan.
“PELNI membuka akses pengiriman bantuan secara gratis agar bantuan dapat disalurkan dengan lebih mudah. Kami siap memanfaatkan jaringan pelayaran PELNI untuk membantu mempercepat distribusi logistik kemanusiaan ke wilayah terdampak,” ujar Hana.
Bantuan yang dapat dikirim antara lain makanan, air minum dalam kemasan, tenda, terpal, selimut, alas tidur, perlengkapan penerangan, obat-obatan dan peralatan medis, popok, pembalut, susu, serta makanan bayi.
KM Tidar Jadi Pengiriman Awal
Pengiriman bantuan tahap awal dilakukan melalui KM Tidar yang dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada Minggu (16/8/2026) pukul 22.00 WIB.
Selanjutnya, bantuan dapat diangkut menggunakan kapal-kapal PELNI lainnya sesuai jadwal dan trayek masing-masing.
Untuk Maumere, Cabang PELNI Maumere menjadi salah satu titik penerimaan bantuan dari berbagai daerah yang dilayani kapal PELNI dengan tujuan Maumere.
Kepala Cabang PELNI Maumere Edwin Kurniansyah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait agar bantuan yang tiba dapat diteruskan kepada masyarakat terdampak.
“Untuk PELNI Maumere sendiri tentu akan fokus sebagai cabang bongkar penerima bantuan dari berbagai daerah yang disinggahi kapal PELNI dengan tujuan Maumere seperti KM Tidar, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu dan KM Sirimau,” kata Edwin.
Dua Korban Gempa Palue Luka Berat, Dievakuasi ke RS TC Hillers Maumere
Menurut Edwin, bantuan yang diterima dari berbagai daerah nantinya akan diserahkan kepada BPBD untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
“Kami telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Nantinya barang yang diterima dari berbagai daerah akan kami serahkan kepada BPBD untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Gratis Angkut, Tetap Ada Ketentuan
Pembebasan biaya pengangkutan tidak berarti pengiriman dapat dilakukan tanpa prosedur.
Pengirim wajib melampirkan surat pengantar resmi dari lembaga, komunitas, atau instansi serta packing list yang mencantumkan jenis dan jumlah barang.
Bantuan juga harus dikemas secara aman menggunakan kardus, karung, atau peti yang kuat. Barang yang mudah pecah wajib diberi tanda “FRAGILE” atau keterangan penanganan lainnya.
PELNI juga melarang pengiriman barang berbahaya, termasuk bahan yang mudah meledak atau terbakar, cairan maupun bahan berbahaya, bahan kimia beracun, serta barang lain yang berpotensi mengancam keselamatan pelayaran, awak kapal, penumpang, dan muatan lainnya.
814 Warga Masih Mengungsi, 228 Rumah Rusak: Sikka Belum Pulih dari Guncangan Gempa
Pengiriman mengikuti trayek dan pelabuhan yang dilalui kapal PELNI. Karena itu, bantuan tidak dapat dikirim secara bebas ke semua titik terdampak, tetapi harus menyesuaikan rute kapal yang tersedia.
Jangan Biarkan Bantuan Berhenti di Gudang
Fasilitas pengiriman gratis PELNI membuka jalur bagi solidaritas dari berbagai daerah untuk bergerak menjadi bantuan nyata bagi masyarakat NTT yang terdampak gempa.
Dalam situasi bencana, tersedianya bantuan belum cukup. Bantuan harus dikirim, diterima, dan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Karena itu, pembebasan biaya angkut dapat dimanfaatkan masyarakat, organisasi, komunitas, dan lembaga untuk mengirimkan bantuan melalui jalur laut tanpa terbebani ongkos pengangkutan.
NTT tidak hanya membutuhkan simpati. Masyarakat terdampak membutuhkan makanan, air, perlengkapan tempat tinggal, kebutuhan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya yang dapat segera digunakan.
Informasi mengenai pengiriman bantuan dan jadwal kapal dapat diperoleh melalui kantor cabang PELNI terdekat, Contact Center PELNI 021-162, atau WhatsApp resmi PELNI 0811-1621-162.
Bantuan yang sudah terkumpul jangan dibiarkan tertahan. Saatnya bantuan bergerak menuju warga yang membutuhkan.»(rel)
HUMANIORA
Dua Korban Gempa Palue Luka Berat, Dievakuasi ke RS TC Hillers Maumere
Dua warga Palue mengalami luka berat setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Keduanya dievakuasi menggunakan speedboat Polairud menuju RS TC Hillers Maumere untuk mendapat penanganan medis.
MAUMERE, GardaFlores — Dua warga Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, yang mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa bumi harus dievakuasi ke Maumere untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Evakuasi dilakukan Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana bersama Aipda Polikarpus Talla, Ba Kanit Patroli Polairud Polres Sikka. Keduanya bergerak membantu proses evakuasi di tengah kondisi pascagempa yang masih membutuhkan penanganan cepat.
Korban pertama, Jermison Karmelius Ngaji, mengalami luka terbuka pada punggung kaki kiri setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah tetangganya di wilayah Nitung Lea.
Sementara korban kedua, Pignateli Meti, dilaporkan mengalami kondisi serius. Ia mengalami pembesaran pada bagian perut dan muntah darah setelah tertimpa reruntuhan bangunan di rumahnya di Dusun Nara, Desa Tuanggeo.
814 Warga Masih Mengungsi, 228 Rumah Rusak: Sikka Belum Pulih dari Guncangan Gempa
Melihat kondisi kedua korban yang membutuhkan penanganan medis segera, petugas langsung melakukan evakuasi. Keduanya dirujuk ke Rumah Sakit TC Hillers Maumere menggunakan speedboat milik Satuan Polairud Maumere.
Evakuasi melalui jalur laut menjadi pilihan penting mengingat kondisi geografis Palue sebagai wilayah kepulauan dan keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan dengan kemampuan penanganan lebih lengkap.
Kecepatan membawa korban keluar dari wilayah terdampak menjadi faktor penting dalam situasi darurat, terutama bagi pasien dengan luka berat yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan lanjutan.
Penanganan korban luka menjadi salah satu prioritas dalam respons pascagempa di Palue. Aparat bersama unsur terkait terus berupaya memastikan warga terdampak, terutama mereka yang mengalami kondisi serius, segera mendapatkan pertolongan medis.»(rel)
HUMANIORA
814 Warga Masih Mengungsi, 228 Rumah Rusak: Sikka Belum Pulih dari Guncangan Gempa
Dua hari pascagempa Flores, sebanyak 814 warga masih mengungsi di Sikka. BPBD mencatat 228 rumah dan 60 fasilitas umum rusak serta 24 warga terdampak, termasuk empat korban meninggal dunia.
MAUMERE, GardaFlores — Dua hari setelah gempa bumi mengguncang Pulau Flores, Kabupaten Sikka masih berada dalam fase penanganan darurat. Hingga Minggu (16/8/2026) malam, sebanyak 814 warga masih bertahan di pengungsian, 228 rumah rusak, 60 fasilitas umum terdampak, dan 24 warga tercatat sebagai korban.
Data tersebut menunjukkan dampak gempa 15 Agustus 2026 masih dirasakan masyarakat dan proses penanganan belum selesai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka terus memperbarui data dampak bencana. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD melakukan asesmen bersama pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Kepala BPBD Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa atau Femy Bapa, mengatakan jumlah pengungsi di Gelora Samador Maumere turun dari 1.264 orang pada hari pertama menjadi 814 orang pada hari kedua.
Namun, penurunan tersebut tidak serta-merta menunjukkan situasi telah kembali aman.
Sebagian warga meninggalkan pusat pengungsian dan memilih kembali ke rumah keluarga atau berpindah ke lokasi yang dianggap lebih aman.
“Penurunan jumlah pengungsi ini disebabkan sebagian warga telah meninggalkan pusat pengungsian dan kembali ke rumah keluarga atau tempat yang dianggap lebih aman,” jelas Femy dalam konferensi pers di Kantor BPBD Sikka, Minggu malam.
814 Pengungsi, Kelompok Rentan Masih Bertahan
Dari 814 warga yang masih berada di Gelora Samador, sebanyak 380 laki-laki dan 434 perempuan.
Di antara mereka terdapat kelompok rentan, yakni 31 bayi, 55 balita, 145 anak-anak, tiga ibu hamil, 28 lansia, dan satu penyandang disabilitas.
Pengungsi juga tersebar di sejumlah lokasi lain.
14 Ton Bantuan Presiden Tiba di Sikka, Negara Hadir—Kini Jangan Sampai Bantuan Berhenti di Posko
BPBD mencatat 150 warga berada di samping Gereja Wolomarang, Kecamatan Alok Barat. Sebanyak lima orang berada di Dusun Kangae, 10 orang di Dusun Nitung, Kecamatan Kangae, dan enam orang di Dusun Wololuma, Kecamatan Doreng.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan pengungsi di Sikka tidak hanya terpusat pada satu lokasi.
Palue Jadi Titik Kerusakan Rumah Terberat
Dari 228 rumah yang tercatat rusak, 141 unit berada di Kecamatan Palue.
Angka tersebut menjadikan Palue sebagai wilayah dengan jumlah kerusakan rumah terbanyak berdasarkan data sementara BPBD Sikka.
Kerusakan juga tercatat di Bola sebanyak 24 rumah, Tanawawo 15 rumah, Paga 14 rumah, Alok Barat 12 rumah, Nita 10 rumah, Doreng tujuh rumah, Lela tiga rumah, serta masing-masing satu rumah di Alok Timur dan Koting.
Selain permukiman warga, gempa berdampak pada 60 fasilitas umum.
Kerusakan tersebut meliputi sembilan bangunan pemerintah, 10 fasilitas kesehatan, 11 fasilitas pendidikan, 10 ruas jalan, dan 10 rumah ibadah.
Kerusakan fasilitas publik berpotensi memengaruhi pelayanan dasar dan aktivitas masyarakat selama masa pemulihan.
Empat Warga Meninggal, Delapan Luka Berat
BPBD Sikka mencatat 24 warga terdampak sebagai korban gempa.
Rinciannya, empat orang meninggal dunia, delapan luka berat, enam luka ringan, dan enam lainnya masuk kategori korban terdampak lainnya.
Data tersebut masih bersifat sementara karena proses verifikasi dan asesmen di lapangan terus berlangsung.
BPBD bersama unsur terkait masih melakukan penanganan korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta perlindungan bagi warga yang mengungsi.
Bantuan Berdatangan, Distribusi Jadi Tantangan Berikutnya
Di tengah situasi darurat, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan ke Sikka.
Bantuan antara lain berasal dari Presiden Republik Indonesia, BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat, hingga masyarakat umum.
Namun, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan bantuan tiba di Sikka. Distribusi harus mampu menjangkau warga terdampak, termasuk mereka yang berada di luar pusat pengungsian.
6,3 Ton Bantuan TNI AD Mendarat di Maumere, Respons Pascagempa Sikka Makin Diperkuat
BPBD memastikan bantuan yang masuk dikoordinasikan dan disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Bantuan yang masuk terus kami koordinasikan dan distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami memastikan penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujar Femy.
Data Belum Final, Warga Diminta Tetap Waspada
BPBD menegaskan seluruh angka tersebut masih merupakan data sementara.
Verifikasi mengenai kerusakan rumah, korban, pengungsi, serta kebutuhan masyarakat masih dilakukan. Karena itu, angka dapat berubah mengikuti hasil asesmen terbaru.
Masyarakat diminta tidak panik, tetapi juga tidak menganggap situasi telah sepenuhnya normal hanya karena jumlah pengungsi di satu lokasi menurun.
Warga juga diminta tetap waspada, mengikuti informasi resmi pemerintah dan petugas di lapangan, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
“Yang paling penting saat ini adalah keselamatan masyarakat. Kami terus bekerja bersama seluruh unsur untuk memastikan penanganan, pendataan, dan distribusi bantuan berjalan dengan baik,” tegas Femy.
Dua hari pascagempa, Sikka masih berada dalam fase penanganan darurat. Sebanyak 814 warga masih mengungsi, 228 rumah rusak, 60 fasilitas umum terdampak, dan korban masih tercatat.
Di balik angka-angka tersebut terdapat warga yang kehilangan rasa aman, tempat tinggal, dan kepastian mengenai kapan kondisi akan kembali normal.
BPBD Sikka memastikan pemutakhiran data dan penanganan dampak gempa terus dilakukan hingga seluruh wilayah terdampak terpetakan dan kebutuhan masyarakat dapat ditangani.»(rel)
-
NASIONAL10 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: AMPI Sikka Tuntaskan Plt Ketua Kecamatan, Konsolidasi Pemuda Dipacu Menuju Musda - Garda Flores %
Pingback: 1.190 Calon Prajurit TNI AL Digembleng di Kodiklatal, Perkuat Fondasi Kekuatan Pertahanan Laut Indonesia 2026 - Garda Flores %