HUMANIORA
Dump Truck Muat Pasir Terbalik di Sikka, Petani Tewas Tertimpa Saat Kendaraan Mundur di Tanjakan
Saat kejadian terdapat tiga orang di dalam kendaraan.
MAUMERE, GardaFlores — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dump truck bermuatan pasir terjadi di ruas jalan Ipir–Krado, Dusun Krado, Desa Ipir, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban diketahui berinisial R (48), seorang petani asal Dusun Pomat, Desa Hokor, Kecamatan Bola, yang meninggal dunia setelah tertimpa bagian pintu depan sebelah kiri dump truck yang terbalik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan bermula saat dump truck Fuso tanpa nomor polisi yang dikemudikan PN (45), warga Dusun Hokok, Desa Wolonwalu, melintas dari arah Ipir menuju Krado dengan membawa muatan pasir sekitar 4 meter kubik.
Muatan tersebut rencananya akan diantar kepada seorang warga bernama Kani.
Saat melintasi jalan rabat beton yang menanjak di lokasi kejadian, kendaraan diduga mengalami patah as roda belakang sebelah kiri sehingga tidak dapat dikendalikan dan bergerak mundur meskipun mesin masih dalam keadaan menyala.
Pengemudi sempat berupaya menghentikan kendaraan, namun sistem pengereman diduga tidak berfungsi.
Untuk menghindari kecelakaan yang lebih fatal, pengemudi mencoba mengarahkan kendaraan ke arah tebing, namun dump truck justru terbalik ke sisi kiri dan melintang menutup badan jalan.
Teriakan Minta Tolong di Laut Malam Maulo’o, Nelayan Sikka Ditemukan Tewas Tenggelam
Saat kejadian terdapat tiga orang di dalam kendaraan. Dua buruh yang berada di bagian belakang, yakni YR (25) dan YY (52), berhasil melompat keluar dan tidak mengalami luka.
Sementara korban yang berada di bagian depan bersama pengemudi sempat berusaha melompat keluar meskipun telah diperingatkan oleh pengemudi agar tidak melompat. Namun korban tidak berhasil menyelamatkan diri dan tertimpa kendaraan saat dump truck terbalik.
Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Usai kejadian, pengemudi langsung menuju Polsek Bola untuk melaporkan peristiwa tersebut. Petugas dari Polsek Bola bersama Unit Laka Lantas Polres Sikka kemudian mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga mencatat identitas korban dan saksi serta mengevakuasi korban ke Puskesmas Bola dengan bantuan warga setempat.
Saat ini jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka di Dusun Pomat, Desa Hokor, Kecamatan Bola.
Berdasarkan hasil awal penyelidikan, kecelakaan diduga dipicu oleh patahnya as roda belakang sebelah kiri kendaraan serta tidak berfungsinya sistem pengereman saat kendaraan berada di tanjakan.
Peristiwa ini menambah catatan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sikka dan menjadi pengingat pentingnya kelayakan kendaraan serta pemeriksaan teknis secara berkala, sejalan dengan kebijakan nasional keselamatan transportasi jalan yang menekankan aspek kelaikan kendaraan dan perlindungan pengguna jalan.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
