SOSBUD
Brimob Bangun Kembali Harapan Warga, Jembatan Rusak di Desa Dobo Kini Bisa Dilalui Anak Sekolah
Syukur ada kepedulian dari Brimob, sekarang jembatan ini sudah bisa digunakan kembali.
Maumere, GardaFlores — Setelah berbulan-bulan hanya menjadi rangka besi yang menggantung di atas sungai deras, jembatan penghubung antara Kampung Ledagoba, Desa Dobo, Kecamatan Mego, dan Kampung Ritagete, Desa Nangablo, Kecamatan Nita, akhirnya kembali bisa dilalui. Personel Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor turun langsung memperbaiki jembatan tersebut pada Kamis (5/2/2026), membuka kembali akses vital yang selama ini menjadi satu-satunya jalur bagi anak-anak sekolah, guru, dan warga desa.
Dipimpin Danki 1 Kompi 1 Yon B Pelopor, Iptu I Wayan Sukadana, sebanyak 16 personel Brimob bersama warga bahu-membahu membersihkan pohon tumbang yang memutuskan besi sling jembatan, menyambung kembali kabel penahan, serta mengencangkan seluruh struktur agar aman digunakan. Mereka juga mengumpulkan dan memasang papan serta balok kayu sebagai alas jembatan, sehingga lintasan yang sebelumnya nyaris mustahil dilewati kini kembali layak dipijak.

Sebanyak 16 personel Brimob bersama warga bahu-membahu membersihkan pohon tumbang yang memutuskan besi sling jembatan, menyambung kembali kabel penahan, serta mengencangkan seluruh struktur agar aman digunakan. FOTO: IST
Sebelum diperbaiki, jembatan sepanjang 30 meter itu hanya menyisakan kerangka besi dan kabel seling. Setiap hari para siswa harus menyeberang dengan berpegangan pada kawat baja dan berpijak di sisa-sisa kayu lapuk demi bisa sampai ke sekolah. Risiko jatuh ke sungai deras menjadi bayang-bayang yang terus menghantui, tak hanya bagi pelajar, tetapi juga para guru yang mengabdi di SDI Ledagoba dan warga yang menuju kebun mereka.
Penjabat Kepala Desa Dobo, Mikaela Ermida, menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun pada 2016 itu rusak parah sejak Agustus 2025 akibat cuaca ekstrem, hujan terus-menerus, terik matahari, hingga akhirnya angin kencang merobohkan pohon yang memutus kawat seling. “Sudah hampir setahun jembatan ini rusak parah, dan dari Pemkab Sikka belum ada yang datang meninjau. Syukur ada kepedulian dari Brimob, sekarang jembatan ini sudah bisa digunakan kembali,” ujarnya dengan penuh haru.

Jembatan gantung sebagai akses vital yang selama ini menjadi satu-satunya jalur bagi anak-anak sekolah, guru, dan warga desa. FOTO: IST
Apresiasi juga datang dari Ketua BPD Desa Nangablo, Beni Jong, yang menegaskan betapa pentingnya jembatan ini sebagai akses utama anak-anak dari jenjang SD hingga SMA, serta jalur ekonomi warga yang berkebun di sekitar wilayah tersebut. Ketua BPD Dobo, Marianus, menambahkan bahwa masyarakat setempat turut bergotong royong dengan menyumbangkan dua batang pohon jati untuk dijadikan papan dan balok alas jembatan, menegaskan kuatnya semangat swadaya di tengah keterbatasan.
Dengan kerja cepat dan kolaborasi antara aparat dan warga, jembatan yang sempat memutus denyut kehidupan dua desa kini kembali menjadi jalur harapan, memastikan anak-anak bisa melangkah ke sekolah tanpa rasa takut, dan warga dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman.»(rel)
SOSBUD
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue menyalurkan bantuan kepada keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa. Bantuan mencakup perlengkapan ibu dan bayi.
MAUMERE, GardaFlores—Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue membantu keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (8/10/2026).
Bantuan diserahkan langsung di lokasi pengungsian. Selain kebutuhan sehari-hari, petugas juga membawa sejumlah perlengkapan bayi karena istri Philipus Pitu sedang hamil dan diperkirakan segera melahirkan.
Perlengkapan yang diberikan antara lain kasur atau spon, tempat tidur bayi, pakaian bayi, dot, ember bak mandi, perlak, loyor, kaos kaki dan sarung tangan bayi. Bantuan juga mencakup bedak, sampo, sabun dan minyak telon untuk kebutuhan perawatan bayi.
Bhabinkamtibmas juga melihat langsung kondisi warga di lokasi dan mencatat kebutuhan yang masih diperlukan. Warga diingatkan tetap waspada terhadap gempa susulan dan kemungkinan kebakaran serta segera melaporkan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
Perempuan di Rumah Pengungsi Rokotenda Diduga Diserang Orang Tak Dikenal
“Kondisi seperti ini membutuhkan kepedulian dan kebersamaan. Warga diharapkan tetap saling membantu dan segera melaporkan apabila ada situasi yang dapat mengganggu keamanan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Akses menuju Posko Pengungsian Wuwuwa masih menghadapi kendala karena sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat gempa.
Kebakaran yang menimpa keluarga Philipus Pitu terjadi di tenda atau posko pengungsian yang mereka tempati. Informasi awal menyebut api diduga berasal dari lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Namun, penyebab kebakaran masih perlu diperiksa lebih lanjut.
Penyaluran bantuan dimulai sekitar pukul 12.00 WITA dan berakhir pukul 16.00 WITA.»(rel)
SOSBUD
Batas Tanah 2.526 Meter Persegi di Palue Disepakati, Tak Ada Keberatan
Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka mengukur bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Desa Maluriwu, Palue. Para tetangga batas mengakui dan menyepakati batas bidang tanah tanpa keberatan.
MAUMERE, GardaFlores — Batas bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, disepakati para pihak dalam pengukuran yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, Senin (5/10/2026).
Bidang tanah yang berada di lingkungan SMAK St. Benediktus itu menjadi objek pengukuran dalam proses pendaftaran hak atas tanah. Muhammad Syafiuddin dari Kementerian Agama Kabupaten Sikka tercatat sebagai pemohon.
Pengukuran berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 WITA. Sebelum pengukuran, pemohon menunjukkan batas bidang tanah yang dikuasainya, sementara para tetangga batas hadir untuk memberikan pengakuan atas batas tersebut.

Setelah pemeriksaan lapangan, petugas memasang tanda batas pada titik-titik sudut bidang tanah dan melakukan pengukuran koordinat serta luas menggunakan peralatan ukur.
HUT Ke-81 TNI di Maumere, Amanat Panglima Tekankan Implementasi Nilai PRIMA
Hasilnya, sisi utara berbatasan dengan jalan dan Kantor Camat Palue. Sisi selatan berbatasan dengan Petrus Pasa. Sisi timur berbatasan dengan Kantor Camat Palue dan Nicolaus Niku, sedangkan sisi barat berbatasan dengan Wendelina Ndad dan SDN Uwa I.
Tidak ada keberatan dari para tetangga batas terhadap hasil penetapan tersebut. Batas yang ditunjukkan pemohon disetujui dan diakui para pihak yang hadir.
Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Batas Tanah dan ditandatangani para pihak sebagai bagian dari proses pendaftaran hak atas tanah.
Empat Penyelam Hilang di Perairan Pangabatang, Seluruhnya Ditemukan Selamat
Kepala SMAK St. Benediktus Antonius Cawa, S.Pd., Gr., Kasi Pemerintahan Desa Maluriwu Agustinus Ngasu, staf Kecamatan Palue Benyamin Cawa dan Maria Desi Ratna Sina, serta pihak yang berbatasan dengan bidang tanah turut hadir dalam proses tersebut.
Setelah pengukuran dan penetapan batas selesai, Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka melanjutkan tahapan administrasi pendaftaran hak atas tanah sesuai ketentuan yang berlaku.»(rel)
SOSBUD
Posko Pengungsian di Wuwuwawa Palue Terbakar, Sejumlah Barang Keluarga Rusak
Posko pengungsian di Kampung Wuwuwawa, Palue, Sikka, terbakar Sabtu sore. Api merusak sejumlah barang milik keluarga Philipus Pitu, sementara penyebab kebakaran masih perlu dipastikan.
MAUMERE, GardaFlores — Sebuah posko pengungsian di Kampung Wuwuwawa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, terbakar pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka dalam peristiwa tersebut.
Posko itu milik Philipus Pitu (40), warga Dusun Awamale. Saat kebakaran terjadi, Philipus sedang mengantar anggota keluarganya mengurus pengaktifan Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Uwa, Kecamatan Palue.
Ia mengetahui kebakaran setelah mendapat kabar dari keluarganya yang berada di Kampung Wuwuwawa. Philipus kemudian kembali ke lokasi untuk melihat kondisi posko.
Warga sekitar langsung bergotong royong memadamkan api. Aliran listrik diputus sebelum warga menyiram bagian tenda yang terbakar dengan air hingga api berhasil dipadamkan.
Informasi awal menyebut kebakaran diduga berkaitan dengan lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Lampu tersebut diduga membuat suhu di dalam tenda meningkat. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Kebakaran menghanguskan atau merusak sejumlah barang milik keluarga Philipus, antara lain kasur, pakaian keluarga, pakaian bayi, peralatan dapur, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.
Setelah kehilangan posko dan sejumlah barang, keluarga Philipus membutuhkan tenda atau tempat tinggal sementara, kasur, serta pakaian bayi. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian karena istri Philipus diperkirakan melahirkan seorang anak mereka pada Oktober 2026.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Saat Negara Absen: Ibu Gendong Balita dan Anak Sekolah di Sikka Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Bambu - Garda Flores %