POLITIK
Fraksi NasDem Minta Pemkab Sikka Lebih Serius Kelola APBD
Maumere, GardaFlores – Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sikka meminta pemerintah daerah perlu bekerja lebih serius dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Permintaan tersebut disampai juru bicara Fraksi NasDem, Heriawan ketika membacakan Pemandangan Umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD Sikka, Rabu (27/8/2025).
Fraksi NasDem mengapresiasi langkah pemerintah dalam melakukan penyesuaian APBD sesuai amanat regulasi, namun menegaskan bahwa pembangunan selalu diiringi tantangan, ketidaktercapaian, serta persoalan yang harus segera dibenahi.
Bupati Sikka Sampaikan Pidato Pengantar Perubahan KUA-PPAS 2025
Fraksi NasDem juga mencermati realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 22 Agustus 2025 yang baru mencapai Rp67,26 miliar atau 59,16 persen, sementara target justru dinaikkan 1,09 persen.
“OPD pengelola PAD harus melakukan terobosan dan inovasi agar target tercapai,” tegas Heriawan.
Selain itu, Fraksi menyoroti penurunan target pajak daerah sebesar Rp5,50 miliar (12,61%) akibat lemahnya validasi data objek pajak. Bapenda diminta segera melakukan validasi lapangan, khususnya terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
NasDem juga meminta penjelasan pemerintah terkait penurunan dana transfer sebesar Rp21,07 miliar, serta menyoroti rendahnya realisasi Dana Bagi Hasil (19,08%) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik (7,64%).
Fraksi NasDem menilai perubahan belanja harus memperhitungkan kemampuan keuangan daerah dengan mendahulukan belanja wajib dan mengikat. NasDem mendukung adanya jaring pengaman sosial, namun mempertanyakan implementasi nyata kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Mosalaki Nuakota Tegaskan Tadeus Ngga’a Tidak Sah Sebagai Kopokasa
“Pemangkasan pada komponen belanja, baik belanja operasi, pegawai, hibah, bansos, hingga belanja modal, kontradiktif dengan tujuan peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan,” kata Heriawan.
Terkait pembiayaan, Fraksi mempertanyakan penurunan proyeksi SiLPA sebesar 61,72 persen atau Rp70,53 miliar. NasDem meminta klarifikasi apakah angka itu bersumber dari SiLPA riil tahun 2024 atau sekadar proyeksi.
Temuan Lapangan Fraksi
Pada kesempatan itu, Heriawan mengungkap sejumlah temuan fraksi dari kunjungan kerja anggota Fraksi NasDem. Antara lain soal kedisplinan guru, validasi data, infrastruktur jalan, dan fasilitas kesehatan.
Perihal kedisiplinan guru, fraksi menemukan, di SMPN 4 Koja Gete banyak guru dilaporkan tidak masuk mengajar secara rutin.
Kebohongan Berita dan Kerusakan Citra Jurnalisme di Tengah Rendahnya Pemahaman
Soal validasi data, fraksi menemukan perbedaan data antar-dinas. Hal ini berdampak pada ketidakadilan penerimaan bantuan.
Mengenai infrastruktur jalan, fraksi menemukan pembukaan akses jalan Riit – Mahebora – Tilang dihentikan. Karena itu fraksi mendesak agar pemerintah melanjutkan pembukaan akses jalan tersebut.
Sementara soal Fasilitas kesehatan, fraksi menemukan kekurangan sarana dasar seperti freezer dan listrik tenaga surya di Puskesmas Teluk dan Koja Gete.
APBD Harus Jadi Instrumen Kesejahteraan, Bukan Sekadar Dokumen Administrasi
Di akhir pemandangan umum, fraksi NasDem meminta agar perubahan KUA-PPAS 2025 harus diarahkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Fraksi NasDem juga menyatakan siap mengikuti pembahasan lebih lanjut dalam sidang DPRD berikutnya.»(rel)
POLITIK
Ketua DPRD Sikka Desak Pemkab Percepat Koordinasi Program Sekolah Rakyat
Maumere, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, S.Fil, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka agar segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat terkait pelaksanaan program Sekolah Rakyat di daerah.
Desakan tersebut disampaikan Sumandi kepada wartawan, Selasa (13/1/2026). Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara, termasuk melalui kehadiran program-program nasional di daerah.
“Pemerintah daerah harus memastikan program nasional seperti Sekolah Rakyat dapat diimplementasikan di daerah melalui koordinasi yang baik dengan pemerintah provinsi dan pusat,” ujar Sumandi.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat dirancang untuk menyasar masyarakat miskin ekstrem yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan yang layak. Karena itu, DPRD mendorong Pemkab Sikka agar tidak menunggu, melainkan bersikap proaktif memperjuangkan kehadiran program tersebut.
DPRD berharap, dengan langkah koordinasi yang cepat dan terencana, program Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan di Kabupaten Sikka sehingga memberi harapan baru bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.»(rel)
POLITIK
Bupati Sikka Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Peran Motor Perubahan
Bupati Sikka meminta para pejabat menghilangkan ego sektoral dan memperkuat sinergi demi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Maumere, GardaFlores – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, melantik dan mengambil sumpah 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka. Pelantikan berlangsung di Aula Egon Lantai III Kantor Bupati Sikka, Rabu (31/12/2025).
Pelantikan ditandai dengan pembacaan naskah pelantikan oleh Bupati Sikka serta penandatanganan pakta integritas dan kontrak kinerja sebagai komitmen mewujudkan pemerintahan yang profesional, bersih, dan akuntabel.
Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain Paulus Bangkur sebagai Kepala Dinas Perikanan, Gratiana A. Herianje sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Mauritius Minggo sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Konstantia Tupa Arankoja sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Selain itu, Lukas Lawe dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Margaretha Movaldes da Maga Bapa sebagai Kepala Dinas PUPR, Ambrosius Peter sebagai Kepala Bapperida, Very Awales Syukur sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dan Evensius Edomeko sebagai Kepala Dinas Kominfo.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, melantik dan mengambil sumpah 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka, Rabu (31/12/2025). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU
Pejabat lainnya yakni Lambertus Sol Keytimu sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Poling Wairhaming sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Germanus Goleng sebagai Inspektur Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Yohanes Emil Satriawan sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Rudolfus Ali sebagai Asisten Administrasi Umum, Valerianus Samador sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi UMKM, serta Verdinando Lepe sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Mutasi dan pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan BKPSDMD Nomor 800.1.3.3/192/2025.
Dalam sambutannya, Bupati Juventus menegaskan bahwa pejabat pimpinan tinggi pratama harus menjadi motor penggerak perubahan di masing-masing perangkat daerah. Ia meminta para pejabat menghilangkan ego sektoral dan memperkuat sinergi demi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Masih menurut Juventus, pelantikan tersebut merupakan penugasan strategis untuk menerjemahkan visi dan misi pemerintah daerah ke dalam program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia juga menyoroti isu yang menjadi prioritas daerah seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, serta dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Merah Putih.
Pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Sikka, Sekretaris Daerah, Wakil Ketua DPRD Sikka Herlindis Donatha da Rato, unsur Forkopimda, para kepala OPD, serta undangan lainnya.»(rel)
POLITIK
Fraksi Gerindra Kritik Kesiapan Pemerintah Sikka Jalankan RPJMD 2024–2029
Pemerintah daerah diminta tidak terjebak pada program seremonial.
Maumere, GardaFlores – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sikka menyoroti kesiapan pemerintah daerah dalam menjalankan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sikka Tahun 2024–2029. Sorotan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Sikka, Senin (29/12/2025).
Melalui juru bicara Fabianus Toa, Fraksi Gerindra menilai bahwa meskipun RPJMD telah disahkan setelah melalui pembahasan yang panjang dan kompleks, keberhasilan dokumen tersebut sangat bergantung pada keseriusan dan kapasitas pemerintah dalam tahap pelaksanaan.
Fraksi Gerindra secara tegas meminta Bupati Sikka segera melakukan penataan perangkat daerah. Penempatan pejabat yang tidak tepat dinilai berpotensi menghambat eksekusi program dan kegiatan yang telah dirancang dalam RPJMD. Bahkan, fraksi ini mendorong penerapan skema empat hari kerja dengan satu hari Work from Home (WFH) sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja birokrasi.
Fraksi PDI Perjuangan Soroti Rendahnya Kemandirian Fiskal Sikka dalam Ranperda APBD 2026
Selain persoalan birokrasi, Fraksi Gerindra juga mengkritisi arah prioritas pembangunan daerah. Pemerintah daerah diminta tidak terjebak pada program seremonial, melainkan memfokuskan anggaran pada program prioritas dan kegiatan produktif yang memiliki daya ungkit nyata terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sikka.
Fraksi Gerindra menegaskan bahwa pengesahan RPJMD tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif semata. Pemerintah daerah didesak menjalankan seluruh program dan kegiatan secara konsisten, terukur, dan bertanggung jawab, agar RPJMD benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Dalam pandangannya, Fraksi Gerindra juga menilai sektor pertanian dan kelautan yang belum mendapat perhatian maksimal, padahal kedua sektor tersebut merupakan tulang punggung ekonomi daerah dengan jumlah pelaku terbesar serta potensi daya ungkit ekonomi yang signifikan. Karena itu, pemerintah daerah didesak menjadikan pertanian dan kelautan sebagai prioritas unggulan, bukan sekadar pelengkap kebijakan pembangunan.
Sorotan tajam juga diarahkan pada sektor kesehatan. Fraksi Gerindra mengingatkan pemerintah daerah agar segera mengambil langkah antisipatif terkait krisis tenaga dokter spesialis di RSUD TC Hillers Maumere. Kondisi berkurangnya tenaga dokter akibat pensiun, mutasi, dan tugas belajar dinilai berpotensi mengganggu layanan kesehatan publik jika tidak segera direspons dengan kebijakan yang konkret.
Fraksi Gerindra menegaskan, keberhasilan RPJMD 2024–2029 akan menjadi ukuran nyata kinerja pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah diminta tidak mengabaikan kritik politik yang disampaikan DPRD sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.»(rel)
-
HUMANIORA7 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA6 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUKRIM5 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
HUMANIORA4 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
GARDAPLUS6 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai (Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka)
-
HUMANIORA9 months agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
