Connect with us

POLITIK

APBD Harus Jadi Instrumen Kesejahteraan, Bukan Sekadar Dokumen Administrasi

Published

on

Maumere, GardaFlores – Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Sikka memberikan pernyataan tegas terhadap pidato pengantar Bupati Sikka mengenai Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Perubahan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2025. Mereka menyatakan, APBD harus menjadi instrumen kesejahteraan rakyat, bukan sekadar dokumen administratif.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Fraksi PDIP, Alfonsus Ambrosius ketika membacakan Pemandangan umum di ruang sidang DPRD Kabupaten Sikka, Rabu (27/8/2025).

“Politik anggaran wajib berpihak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi,” tegas  Alfonsus Ambrosius.

Kebohongan Berita dan Kerusakan Citra Jurnalisme di Tengah Rendahnya Pemahaman

Juru bicara fraksi yang akrab disapa Oni ini mengatakan, fraksinya mencatat target pendapatan daerah tahun 2025 sebesar Rp1,318 triliun dengan realisasi hingga 20 Agustus baru mencapai Rp710,94 miliar atau 53,90 persen. Karena itu, fraksinya mempertanyakan strategi pemerintah untuk mengejar target di sisa waktu tiga bulan.

Selain itu, penurunan target pajak daerah sebesar Rp5,50 miliar (12,61 persen) juga menjadi sorotan. Fraksi menilai potensi pajak dari sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata masih cukup besar sehingga perlu optimalisasi basis data wajib pajak.

Dari sisi belanja, Fraksi menyoroti pemangkasan belanja daerah dari Rp1,435 triliun menjadi Rp1,345 triliun atau turun 6,29 persen. Realisasi per 22 Agustus baru 47,39 persen. Pemangkasan belanja modal ini disebut berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Retribusi dan Dana Transfer

Terkait retribusi, meskipun target naik Rp4,70 miliar (7,01 persen), realisasi per 20 Agustus baru mencapai 59,59 persen. Fraksi menilai persoalan klasik seperti lemahnya pemungutan, minim pengawasan, dan kurangnya inovasi masih terjadi.

Mosalaki Nuakota Tegaskan Tadeus Ngga’a Tidak Sah Sebagai Kopokasa

Sementara itu, dana transfer dari pusat mengalami penurunan Rp21,07 miliar dari target awal Rp1,207 triliun dengan realisasi 53,71 persen. Fraksi menekankan pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dana Alokasi Khusus dan Pembiayaan

Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tercatat baru 7,64 persen dari target Rp52,34 miliar. Fraksi meminta langkah konkret agar penyerapan tidak kembali menjadi SILPA pada akhir tahun.

Fraksi juga menyoroti penurunan proyeksi SILPA yang dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan dan disiplin fiskal pada siklus anggaran sebelumnya.

Mengakhiri pemandangan umum fraksinya, Oni menghimbau pemerintah, legislatif, dan masyarakat agar bersatu dalam “Barisan Gotong Royong” demi keadilan sosial di Kabupaten Sikka.

Walau menyampaikan pernyataan tegas, Fraksi PDIP menyatakan siap membahas lebih lanjut rancangan perubahan KUA-PPAS 2025 dalam sidang-sidang DPRD berikutnya.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Helena Bupu, 27 Tahun, Bawa Gagasan Baru untuk Desa Bopoma

Helena Bupu, 27 tahun, maju dalam pemilihan Kepala Desa Bopoma, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, dengan menawarkan gagasan pemerintahan desa yang transparan, inklusif, dan melibatkan masyarakat.

Published

on

Helena Bupu, calon Kepala Desa Bopoma, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada. FOTO: GARDAFLORES/ROBY

BAJAWA, GardaFlores — Helena Bupu, S.Tr.T., 27 tahun, maju dalam pemilihan Kepala Desa Bopoma, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, dengan menawarkan gagasan pemerintahan desa yang harmonis, inklusif, transparan, dan tetap berpijak pada budaya lokal.

Helena Bupu mengatakan dirinya maju dalam pemilihan Kepala Desa Bopoma karena merasa memiliki tanggung jawab sebagai bagian dari generasi muda untuk ikut menentukan pembangunan desa.

“Saya adalah bagian dari generasi muda Bopoma. Karena itu, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan desa,” ujar Helena.

Menurut Helena, pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak perencanaan hingga pengawasan.

Ketika Tuhan Dipercaya, tetapi Nilai-Nya Tidak Dihidupi

Ia mengatakan, usia muda tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pengalaman orang tua dan tokoh masyarakat. Karena itu, jika mendapat kepercayaan masyarakat, ia ingin menggabungkan energi generasi muda dengan pengalaman berbagai kelompok di desa.

“Saya datang dengan semangat untuk membangun Bopoma secara bersama-sama. Saya tidak datang dengan janji bahwa saya mampu menyelesaikan semuanya seorang diri,” katanya.

Helena mengatakan ruang partisipasi perlu dibuka bagi tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, petani, pelaku usaha, pemuda, perempuan, kelompok rentan, dan warga lainnya.

Dalam gagasannya, transparansi menjadi salah satu prinsip penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Menurut Helena, masyarakat berhak mengetahui bagaimana program direncanakan, anggaran digunakan, dan hasil pembangunan dicapai.

Maya Klarifikasi Tuduhan Lurah Wolomarang Usir Pengungsi

“Transparansi bukan berarti pemerintah harus takut dikritik. Justru dengan keterbukaan, pemerintah dan masyarakat dapat saling mengawasi, saling memperbaiki dan bersama-sama menjaga pembangunan desa,” ujarnya.

Helena juga mendorong keterlibatan pemuda dan perempuan dalam pembangunan. Menurutnya, perempuan tidak semestinya hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi perlu mendapat ruang untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengambilan keputusan.

“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat menjadi penggerak pembangunan,” katanya.

Untuk sektor ekonomi, Helena menyebut pertanian, peternakan, usaha rumah tangga, kerajinan, dan perdagangan sebagai potensi yang perlu dikembangkan. Ia menilai penguatan ekonomi masyarakat membutuhkan pelatihan, pendampingan, akses pemasaran, serta jejaring kerja sama, bukan hanya bantuan.

DPC PDIP Ende Sesalkan Kontak Fisik Ketua DPRD dengan Sekretaris Fraksi Hanura

“Bukan hanya memberi ikan, tetapi membantu masyarakat memiliki kemampuan untuk menangkap dan mengelola hasilnya,” ungkap Helena.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial, Helena juga menekankan pentingnya menjaga nilai budaya lokal. Ia menyebut adat, gotong royong, sopan santun, penghormatan kepada orang tua, dan kebersamaan sebagai nilai yang tetap perlu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bopoma.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang membawa masyarakat maju tanpa membuat masyarakat lupa dari mana mereka berasal,” katanya.

Helena juga menaruh perhatian pada persaudaraan masyarakat selama proses pemilihan kepala desa. Ia mengatakan perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi dan tidak boleh menjadi alasan untuk membedakan warga.

Kebakaran Lahan Dekati Bandara Frans Seda, TNI-Polri Dikerahkan

Jika nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat, ia berkomitmen menjalankan pemerintahan tanpa membedakan warga berdasarkan pilihan politik.

“Setelah pemilihan selesai, tidak boleh ada lagi istilah ‘pendukung saya’ dan ‘bukan pendukung saya’. Yang ada adalah masyarakat Desa Bopoma,” tegasnya.

Helena mengatakan dirinya tidak menjanjikan perubahan dalam waktu singkat. Ia memilih mendorong pembangunan yang dilakukan bersama masyarakat dan disesuaikan dengan kemampuan desa.

“Saya tidak bermimpi mengubah Bopoma dalam satu malam. Saya hanya ingin memulai sesuatu yang baik, mengerjakannya bersama masyarakat dan memastikan setiap langkah pembangunan memiliki manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.»(tim/rel)

Continue Reading

POLITIK

DPC PDIP Ende Sesalkan Kontak Fisik Ketua DPRD dengan Sekretaris Fraksi Hanura

DPC PDIP Ende menyatakan penyesalan atas insiden kontak fisik Fransiskus Taso dan Hironimus Irwan Kila Pelo saat rapat Banggar DPRD Ende.

Published

on

Ketua DPC PDIP Ende Yosep Benediktus Badeoda, (kiri). Insiden: Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso dan Sekretaris Fraksi Hanura Hironimus Irwan Kila Pelo terlibat insiden kontak fisik saat rapat Banggar DPRD Ende, (kanan).

ENDE, GardaFlores — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende menyatakan penyesalan atas insiden kontak fisik yang melibatkan Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso dengan Sekretaris Fraksi Hanura Hironimus Irwan Kila Pelo saat rapat Badan Anggaran (Banggar), Selasa (1/9/2026).

Sikap tersebut disampaikan DPC PDIP Ende melalui pernyataan tertulis pada Senin (7/9/2026). Partai menegaskan tidak membenarkan kekerasan sebagai cara menyelesaikan perbedaan pendapat.

“DPC PDIP Kabupaten Ende menyayangkan dan prihatin atas terjadinya insiden tersebut, terlebih peristiwa itu terjadi di dalam ruang sidang DPRD yang merupakan lembaga terhormat dan tempat menjalankan fungsi demokrasi serta menyampaikan aspirasi rakyat,” demikian pernyataan DPC PDIP Ende.

Bahas Anggaran Bencana, Rapat Banggar DPRD Ende Berakhir di Polisi

DPC PDIP Ende juga telah meminta klarifikasi dari Fransiskus Taso. Dalam klarifikasi tersebut, Fransiskus mengakui melakukan pemukulan, tetapi menyebut tindakan itu sebagai respons spontan dalam situasi yang dipersepsikannya sebagai upaya pembelaan diri.

“Kader partai kami mengakui tindakan pemukulan dimaksud sebagai upaya pembelaan diri,” kata pimpinan DPC PDIP Ende.

Ketua DPC PDIP Ende Yosep Benediktus Badeoda mengatakan partai telah menegur Fransiskus dan meminta persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kita menyesali kejadian itu dan telah menegur kader yang bersangkutan dan meminta persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya, Rabu (9/9/2026) malam.

Pejabat Sikka Laporkan Akun Palsu yang Catut Nama dan Fotonya

DPC PDIP Ende menyatakan akan melakukan kajian internal sesuai AD/ART dan mekanisme organisasi apabila ditemukan pelanggaran disiplin atau kode etik. Partai juga menghormati proses hukum yang ditempuh Hironimus.

Sebelumnya, Hironimus melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia menyatakan dipukul saat masih duduk dalam rapat Banggar dan mengalami kacamata pecah serta luka dan bengkak pada bagian wajah.

Sementara Fransiskus dalam klarifikasinya menyebut kontak fisik terjadi secara spontan setelah rapat diskors dan terjadi perbedaan pendapat dengan Hironimus. Ia menyatakan menyesali kejadian tersebut dan menegaskan tidak merencanakan tindakan itu.

DPC PDIP Ende menyerahkan penyelesaian perkara kepada mekanisme hukum dan menyatakan proses internal partai akan berjalan sesuai ketentuan organisasi.»(rel)

Continue Reading

POLITIK

Tiga Nama Raih Nilai Tertinggi dalam Seleksi Sekda Sikka

Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, Johanes Putu Botha, dan Paulus Prasetya meraih nilai tertinggi dalam rangkaian seleksi Sekda Kabupaten Sikka.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan hasil penilaian seleksi Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka.

MAUMERE, GardaFlores — Tiga pejabat memperoleh nilai tertinggi dalam rangkaian seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka. Mereka adalah Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, Johanes Brekmans Christoforus Putu Botha, dan Paulus Prasetya.

Ketiganya menempati posisi teratas berdasarkan tiga indikator penilaian, yakni manajemen talenta, rekam jejak, dan wawancara akhir.

Margaretha Movaldes Da Maga Bapa saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda Sikka. Johanes Brekmans Christoforus Putu Botha menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sikka, sedangkan Paulus Prasetya merupakan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Sikka.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan penilaian dalam proses seleksi dilakukan melalui tiga indikator tersebut.

Pejabat Sikka Laporkan Akun Palsu yang Catut Nama dan Fotonya

“Jadi tahapan proses penilaian itu nilai dari manajemen talenta, rekam jejak, dan juga wawancara akhir,” kata Juventus, Senin (7/9/2026), di Maumere.

Menurut Juventus, hasil akumulasi dari ketiga indikator menempatkan tiga pejabat tersebut sebagai peraih nilai tertinggi.

“Dari ketiga tahapan atau indikator itu nilai tertingginya Ibu Femmy Bapa, Pak Putu Botha, dan Pak Paul Prasetya,” ujar Juventus.

Hasil penilaian tersebut membuat tiga nama itu berada di posisi teratas dalam proses seleksi Sekda Sikka. Namun, perolehan nilai tertinggi belum berarti penetapan sebagai Sekda, karena pengisian jabatan tetap mengikuti mekanisme dan tahapan seleksi yang berlaku.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending