Connect with us

PENKES

SMPN Alok Sikka Kekurangan 11 Kelas dan Air Bersih, Tampung 768 Siswa Sejak 2019

Pihak sekolah berharap percepatan intervensi pemerintah untuk menyesuaikan kapasitas sarana dengan jumlah peserta didik.

Published

on

Kepala SMPN Alok, John Kasmir Bata Seda, mengatakan keterbatasan itu memaksa sebagian siswa belajar di ruang darurat. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — SMP Negeri Alok di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami kekurangan ruang kelas dan belum memiliki akses air bersih mandiri, meski jumlah siswa terus meningkat sejak sekolah itu berdiri pada 2019.

Sekolah negeri tersebut saat ini menampung 768 siswa dalam 25 rombongan belajar, namun hanya didukung 14 ruang kelas permanen. Artinya, terdapat kekurangan sedikitnya 11 ruang kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar secara normal.

Kepala SMPN Alok, John Kasmir Bata Seda, mengatakan keterbatasan itu memaksa sebagian siswa belajar di ruang darurat.

“Kami punya 25 kelas, tapi ruang permanen hanya 14. Selebihnya masih darurat,” ujarnya, Senin (7/4/2026).

Menurut dia, sekolah sempat mendapatkan informasi rencana penambahan tujuh ruang kelas pada 2026. Namun hingga awal April, realisasi pembangunan belum terlihat, sementara jumlah siswa baru terus bertambah setiap tahun.

Pemkab Sikka Tarik Mobil Dinas dan Terapkan WFH Jumat untuk Efisiensi Anggaran

Sebagai sekolah tujuan dari sedikitnya 22 sekolah dasar di wilayah Kecamatan Alok, SMPN Alok menghadapi tekanan kapasitas yang tidak sebanding dengan ketersediaan infrastruktur.

Selain keterbatasan ruang belajar, sekolah juga belum memiliki sumber air bersih permanen seperti sumur bor. Kebutuhan air untuk kegiatan harian dipenuhi dengan membeli air tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hingga tiga hari.

“Kami harus beli air bersih setiap 2–3 hari sekali pakai tangki,” kata John.

Keterbatasan tersebut berdampak pada operasional sekolah, terutama untuk kebutuhan sanitasi dan pemeliharaan lingkungan. Program penghijauan tidak berjalan optimal karena bergantung pada ketersediaan air saat musim hujan.

Fasilitas pengamanan sekolah juga belum memadai. Area sekolah saat ini hanya dibatasi pagar kawat sederhana hasil swadaya, sehingga hewan ternak kerap masuk ke lingkungan sekolah dan mengganggu aktivitas belajar.

Secara kebijakan, pemenuhan ruang kelas dan fasilitas sanitasi merupakan bagian dari standar sarana dan prasarana dalam Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang mensyaratkan lingkungan belajar layak dan sehat bagi peserta didik. Ketersediaan air bersih juga menjadi komponen dasar dalam mendukung layanan pendidikan.

Selisih Data RTLH NTT Tembus 300 Ribu Unit, Program 3 Juta Rumah Berisiko Tidak Tepat Sasaran

Kondisi di SMPN Alok menunjukkan adanya kesenjangan antara peningkatan akses pendidikan—ditandai dengan bertambahnya jumlah siswa—dan kesiapan infrastruktur pendukung di tingkat satuan pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Sikka belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kekurangan ruang kelas maupun penyediaan sumber air bersih di sekolah tersebut, termasuk kepastian realisasi rencana pembangunan ruang kelas baru.

Pihak sekolah berharap adanya percepatan intervensi pemerintah untuk menyesuaikan kapasitas sarana dengan jumlah peserta didik, guna menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar.

Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kualitas layanan pendidikan serta pemenuhan hak dasar siswa terhadap lingkungan belajar yang layak.»(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Empat Pilar di Sekolah: Legislator Soroti Literasi Informasi, Sekolah Sampaikan Keterbatasan Fasilitas - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

HLUN 2026 di Sikka Tekankan Peran Lansia sebagai Penjaga Nilai dan Ketahanan Sosial

Published

on

Bupati Sikka: “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sikka dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para lanjut usia yang telah memberikan pengabdian, kerja keras, keteladanan, dan kasih bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan daerah ini.” FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menempatkan lanjut usia sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan pembentukan karakter generasi muda pada puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kabupaten Sikka di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jumat (29/5/2026).

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengatakan pengalaman hidup para lansia tidak hanya menjadi warisan keluarga, tetapi juga sumber nilai, keteladanan, dan kebijaksanaan sosial di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

“Pengalaman hidup para lansia merupakan sumber kebijaksanaan bagi generasi muda. Doa-doa para opa dan oma juga menjadi kekuatan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” kata Juventus dalam sambutannya.

Peringatan HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dan dilaksanakan serentak secara nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur serta seluruh kabupaten/kota.

Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka memperkuat pesan bahwa lansia tidak boleh diposisikan semata sebagai kelompok penerima bantuan sosial, melainkan sebagai bagian dari modal sosial daerah yang masih memiliki peran dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Operasi Katarak hingga Home Care Warnai Intervensi Lansia di Sikka

Juventus menegaskan penghormatan terhadap lansia harus diwujudkan melalui perhatian nyata, pendampingan, pelayanan kesehatan, serta ruang sosial yang memungkinkan para lanjut usia tetap hidup sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sikka dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para lanjut usia yang telah memberikan pengabdian, kerja keras, keteladanan, dan kasih bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan daerah ini,” ujarnya.

Peringatan HLUN di Kabupaten Sikka tahun ini juga diintegrasikan dengan pelayanan sosial dan kesehatan bagi lansia melalui operasi katarak, pemeriksaan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, bantuan sosial, hingga pelayanan home care di sejumlah wilayah.

Pemerintah daerah menilai pendekatan tersebut penting karena jumlah warga lanjut usia terus meningkat, sementara kebutuhan pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial lansia di daerah masih menjadi tantangan.

Selain itu, perubahan pola hidup masyarakat turut memengaruhi relasi keluarga dan pola pendampingan terhadap warga lanjut usia, terutama di wilayah perkotaan dan daerah dengan tingkat mobilitas kerja tinggi.

Karena itu, Juventus mengajak masyarakat memperkuat budaya menghormati orang tua serta memastikan lansia tetap memperoleh perhatian di lingkungan keluarga maupun komunitas sosial.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dukcapil, Kominfo, Rumah Sakit Santa Elizabeth Lela, organisasi perangkat daerah, relawan, lembaga sosial, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan HLUN 2026 di Kabupaten Sikka.

“Semoga seluruh pelayanan dan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan para lanjut usia di Kabupaten Sikka,” katanya.

Puncak HLUN ke-30 di Kabupaten Sikka turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, pimpinan lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan lansia dari berbagai kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan program pelayanan dan pendampingan lansia akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, terutama pada bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar masyarakat lanjut usia.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Operasi Katarak hingga Home Care Warnai Intervensi Lansia di Sikka

Harapannya ini menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan bagi lansia di Kabupaten Sikka.

Published

on

Program fisioterapi juga diberikan kepada 25 lanjut usia untuk membantu pemulihan kondisi fisik dan menjaga kualitas hidup lansia. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka memperluas intervensi pelayanan kesehatan dan sosial bagi warga lanjut usia melalui rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jumat (29/5/2026).

Tidak hanya bersifat seremonial, peringatan HLUN tahun ini diarahkan pada layanan langsung kepada masyarakat lanjut usia melalui operasi katarak gratis, pemeriksaan mata massal, fisioterapi, pelayanan home care, hingga donor darah.

Ketua Panitia Pelaksana HLUN Kabupaten Sikka, Kristian Amstrong, mengatakan rangkaian pelayanan dimulai sejak 21 Mei 2026 dan menyasar kelompok lansia serta masyarakat rentan di sejumlah wilayah.

“Peringatan HLUN tahun ini kami fokuskan pada pelayanan nyata bagi masyarakat lanjut usia, terutama layanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan lansia,” kata Kristian dalam laporannya.

Salah satu program terbesar dalam rangkaian HLUN tersebut yakni operasi katarak gratis hasil kolaborasi dengan Rumah Sakit Santa Elizabeth Lela. Pelayanan berlangsung selama tiga hari, 21–23 Mei 2026, dan diikuti 2.225 peserta pemeriksaan mata.

Dari jumlah itu, sebanyak 240 orang teridentifikasi menderita katarak dan 209 pasien berhasil menjalani operasi.

Selain operasi katarak, panitia juga menyalurkan 1.775 kacamata gratis, memberikan obat tetes mata kepada 662 warga, serta melakukan pemasangan bola mata palsu kepada satu pasien.

Intervensi pelayanan kesehatan turut diperluas melalui program home care bagi lansia sakit dan terlantar di empat desa, yakni Desa Masabewa, Desa Sumbinga, Desa Puse Selatan, dan Desa Renggarasi. Masing-masing desa menerima layanan bagi 10 lansia.

Menua Sehat Jadi Fokus di Nita, Layanan Lansia Diperkuat hingga Tingkat Desa

Di sektor kemanusiaan, panitia turut memperkuat stok darah melalui aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 43 kantong darah selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Peringatan HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin kualitas hidup warga lanjut usia, terutama di bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar.

Kabupaten Sikka sendiri masih menghadapi tantangan pelayanan lansia, terutama akses kesehatan bagi warga usia lanjut di wilayah pedesaan dan daerah dengan keterbatasan layanan medis spesialis.

Karena itu, pendekatan pelayanan jemput bola seperti operasi kesehatan massal dan home care dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pelayanan publik bagi kelompok rentan.

Kristian mengatakan pemerintah daerah berharap pola pelayanan terintegrasi seperti pada HLUN tahun ini dapat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk rumah sakit, tenaga kesehatan, komunitas sosial, dan pemerintah desa.

“Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti pada momentum tahunan, tetapi menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan bagi lansia di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Rangkaian HLUN ke-30 di Kabupaten Sikka ditutup dengan pelayanan kesehatan terpadu dan kegiatan sosial bagi para lansia di pusat kegiatan peringatan.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Bunda Literasi Sikka Kukuhkan Pokja 2026–2029, Perkuat Gerakan Literasi hingga Desa

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, dipercaya memimpin Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka.

Published

on

“Gerakan literasi dan pengembangan sains membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kita harus saling mendukung, saling menguatkan, dan berjalan bersama untuk menciptakan generasi Sikka yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.” FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, SH, mengukuhkan Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi Kabupaten Sikka Periode 2026–2029 di Aula Frans Seda, Maumere, Jumat (22/5/2026), sebagai langkah memperkuat gerakan literasi, pengembangan sains, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.

Pengukuhan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, pegiat literasi, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dalam satu agenda kolaborasi penguatan budaya membaca hingga tingkat desa.

Dalam sambutannya, Fista Sambuari Kago menegaskan pembangunan budaya literasi tidak dapat berjalan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Gerakan literasi dan pengembangan sains membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kita harus saling mendukung, saling menguatkan, dan berjalan bersama untuk menciptakan generasi Sikka yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing,” katanya.

Menurut dia, Pokja Bunda Literasi memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Ia menekankan bahwa literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta membangun masyarakat yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Sikka Percepat Revitalisasi Pendidikan, Rp14 Miliar Dikucurkan untuk Perbaikan Sekolah Rusak

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemampuan berpikir, memahami informasi, dan membangun peradaban yang maju. Karena itu, saya berharap Pokja Bunda Literasi dapat menjadi motor penggerak literasi hingga ke desa-desa,” ujarnya.

Penguatan gerakan literasi di Kabupaten Sikka dalam beberapa tahun terakhir diarahkan pada pembentukan ekosistem literasi berbasis sekolah, keluarga, dan komunitas. Pemerintah daerah melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga terus memperluas program literasi melalui perpustakaan keliling, wisata literasi dan sains, gerakan membaca di sekolah, hingga transformasi layanan perpustakaan digital.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, yang dipercaya memimpin Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka, mengatakan kepengurusan baru akan memfokuskan kerja pada penguatan budaya membaca dan perluasan akses literasi masyarakat.

“Kami siap bekerja bersama seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan budaya membaca, memperkuat literasi keluarga, literasi sekolah, serta menghadirkan gerakan literasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Disarpus Sikka Integrasikan Literasi dan Sains di SDIT Rabbani, Dorong Pembelajaran Kreatif Sejak Dini

Susunan Pengurus Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka Periode 2026–2029 terdiri dari Ketua Awales Syukur, S.Sos., M.Th, Sekretaris Ny. Erniwati Merinaldis, Bendahara Theresia Avila Fenge, S.Si, Bidang Perencanaan dan Strategi Maria Witensia, S.Sos, Bidang Komunikasi dan Kemitraan Gregorius Cabral Ferreira, Bidang Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Alfridus Y. Sudarso, S.Sos, serta Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Patricia Noviyanti, SE.

Pengukuhan pengurus turut dihadiri unsur Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, pegiat literasi, komunitas pendidikan, dan tamu undangan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan Pokja Bunda Literasi menjadi penggerak kolaborasi lintas sektor untuk memperluas budaya membaca, memperkuat literasi keluarga, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi dan sains di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending