Connect with us

PENKES

Empat Pilar di Sekolah: Legislator Soroti Literasi Informasi, Sekolah Sampaikan Keterbatasan Fasilitas

Empat Pilar oleh MPR RI diarahkan untuk memperkuat kohesi sosial di tengah transformasi digital dan dinamika informasi.

Published

on

Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada siswa SMP Negeri 1 Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu (8/4/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores – Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada siswa SMP Negeri 1 Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu (8/4/2026), dengan penekanan pada penguatan literasi informasi dan karakter pelajar di tengah meningkatnya arus konten digital.

Kegiatan yang dihadiri ratusan siswa itu juga diikuti Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, serta sejumlah anggota DPRD setempat. Sosialisasi Empat Pilar—meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan agenda berkelanjutan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dalam penguatan wawasan kebangsaan.

Dalam paparannya, Melchias Markus Mekeng menyoroti perubahan lanskap tantangan persatuan yang tidak lagi terbatas pada perbedaan sosial-budaya, tetapi juga dipengaruhi penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang digital.

“Perbedaan itu kekuatan, tetapi juga bisa menjadi celah perpecahan jika tidak disikapi dengan bijak. Jangan sampai adik-adik mudah terprovokasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, nilai Empat Pilar perlu diinternalisasi dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menyikapi informasi di media sosial.

SMPN Alok Sikka Kekurangan 11 Kelas dan Air Bersih, Tampung 768 Siswa Sejak 2019

Di sisi lain, pihak sekolah menyampaikan keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran yang masih dihadapi. Kondisi tersebut menjadi catatan dalam forum, mengingat penguatan pendidikan karakter dinilai membutuhkan dukungan lingkungan belajar yang memadai.

Menanggapi hal itu, Simon Subandi Supriadi menyatakan pemerintah daerah mendorong agar nilai kebangsaan tidak berhenti pada tataran materi sosialisasi, tetapi diterapkan dalam praktik keseharian siswa.

“Belajar yang baik, tetapi juga pahami nilai yang disampaikan. Ini penting untuk masa depan kalian dan bangsa,” katanya.

Sejumlah anggota legislatif daerah, termasuk Gorgonius Nago Bapa dan Maria Angelorum Mayestati, turut mencatat aspirasi sekolah terkait kebutuhan fasilitas sebagai bahan pembahasan dalam proses penganggaran daerah.

Secara nasional, program sosialisasi Empat Pilar oleh MPR RI diarahkan untuk memperkuat kohesi sosial di tengah transformasi digital dan dinamika informasi. Namun, efektivitasnya di daerah kerap berkaitan dengan dukungan infrastruktur pendidikan dan kesinambungan program pembinaan di tingkat sekolah.

Kegiatan di SMPN 1 Maumere berlangsung dalam satu sesi penyampaian materi dan dialog. Hingga kegiatan berakhir, belum disampaikan komitmen anggaran atau jadwal tindak lanjut terkait kebutuhan fasilitas sekolah, dan aspirasi yang dihimpun akan dibahas lebih lanjut dalam forum legislatif dan pemerintah daerah.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

HLUN 2026 di Sikka Tekankan Peran Lansia sebagai Penjaga Nilai dan Ketahanan Sosial

Published

on

Bupati Sikka: “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sikka dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para lanjut usia yang telah memberikan pengabdian, kerja keras, keteladanan, dan kasih bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan daerah ini.” FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menempatkan lanjut usia sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan pembentukan karakter generasi muda pada puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kabupaten Sikka di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jumat (29/5/2026).

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengatakan pengalaman hidup para lansia tidak hanya menjadi warisan keluarga, tetapi juga sumber nilai, keteladanan, dan kebijaksanaan sosial di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

“Pengalaman hidup para lansia merupakan sumber kebijaksanaan bagi generasi muda. Doa-doa para opa dan oma juga menjadi kekuatan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” kata Juventus dalam sambutannya.

Peringatan HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dan dilaksanakan serentak secara nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur serta seluruh kabupaten/kota.

Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka memperkuat pesan bahwa lansia tidak boleh diposisikan semata sebagai kelompok penerima bantuan sosial, melainkan sebagai bagian dari modal sosial daerah yang masih memiliki peran dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Operasi Katarak hingga Home Care Warnai Intervensi Lansia di Sikka

Juventus menegaskan penghormatan terhadap lansia harus diwujudkan melalui perhatian nyata, pendampingan, pelayanan kesehatan, serta ruang sosial yang memungkinkan para lanjut usia tetap hidup sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sikka dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para lanjut usia yang telah memberikan pengabdian, kerja keras, keteladanan, dan kasih bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan daerah ini,” ujarnya.

Peringatan HLUN di Kabupaten Sikka tahun ini juga diintegrasikan dengan pelayanan sosial dan kesehatan bagi lansia melalui operasi katarak, pemeriksaan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, bantuan sosial, hingga pelayanan home care di sejumlah wilayah.

Pemerintah daerah menilai pendekatan tersebut penting karena jumlah warga lanjut usia terus meningkat, sementara kebutuhan pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial lansia di daerah masih menjadi tantangan.

Selain itu, perubahan pola hidup masyarakat turut memengaruhi relasi keluarga dan pola pendampingan terhadap warga lanjut usia, terutama di wilayah perkotaan dan daerah dengan tingkat mobilitas kerja tinggi.

Karena itu, Juventus mengajak masyarakat memperkuat budaya menghormati orang tua serta memastikan lansia tetap memperoleh perhatian di lingkungan keluarga maupun komunitas sosial.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dukcapil, Kominfo, Rumah Sakit Santa Elizabeth Lela, organisasi perangkat daerah, relawan, lembaga sosial, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan HLUN 2026 di Kabupaten Sikka.

“Semoga seluruh pelayanan dan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan para lanjut usia di Kabupaten Sikka,” katanya.

Puncak HLUN ke-30 di Kabupaten Sikka turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, pimpinan lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan lansia dari berbagai kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan program pelayanan dan pendampingan lansia akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, terutama pada bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar masyarakat lanjut usia.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Operasi Katarak hingga Home Care Warnai Intervensi Lansia di Sikka

Harapannya ini menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan bagi lansia di Kabupaten Sikka.

Published

on

Program fisioterapi juga diberikan kepada 25 lanjut usia untuk membantu pemulihan kondisi fisik dan menjaga kualitas hidup lansia. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka memperluas intervensi pelayanan kesehatan dan sosial bagi warga lanjut usia melalui rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jumat (29/5/2026).

Tidak hanya bersifat seremonial, peringatan HLUN tahun ini diarahkan pada layanan langsung kepada masyarakat lanjut usia melalui operasi katarak gratis, pemeriksaan mata massal, fisioterapi, pelayanan home care, hingga donor darah.

Ketua Panitia Pelaksana HLUN Kabupaten Sikka, Kristian Amstrong, mengatakan rangkaian pelayanan dimulai sejak 21 Mei 2026 dan menyasar kelompok lansia serta masyarakat rentan di sejumlah wilayah.

“Peringatan HLUN tahun ini kami fokuskan pada pelayanan nyata bagi masyarakat lanjut usia, terutama layanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan lansia,” kata Kristian dalam laporannya.

Salah satu program terbesar dalam rangkaian HLUN tersebut yakni operasi katarak gratis hasil kolaborasi dengan Rumah Sakit Santa Elizabeth Lela. Pelayanan berlangsung selama tiga hari, 21–23 Mei 2026, dan diikuti 2.225 peserta pemeriksaan mata.

Dari jumlah itu, sebanyak 240 orang teridentifikasi menderita katarak dan 209 pasien berhasil menjalani operasi.

Selain operasi katarak, panitia juga menyalurkan 1.775 kacamata gratis, memberikan obat tetes mata kepada 662 warga, serta melakukan pemasangan bola mata palsu kepada satu pasien.

Intervensi pelayanan kesehatan turut diperluas melalui program home care bagi lansia sakit dan terlantar di empat desa, yakni Desa Masabewa, Desa Sumbinga, Desa Puse Selatan, dan Desa Renggarasi. Masing-masing desa menerima layanan bagi 10 lansia.

Menua Sehat Jadi Fokus di Nita, Layanan Lansia Diperkuat hingga Tingkat Desa

Di sektor kemanusiaan, panitia turut memperkuat stok darah melalui aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 43 kantong darah selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Peringatan HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin kualitas hidup warga lanjut usia, terutama di bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar.

Kabupaten Sikka sendiri masih menghadapi tantangan pelayanan lansia, terutama akses kesehatan bagi warga usia lanjut di wilayah pedesaan dan daerah dengan keterbatasan layanan medis spesialis.

Karena itu, pendekatan pelayanan jemput bola seperti operasi kesehatan massal dan home care dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pelayanan publik bagi kelompok rentan.

Kristian mengatakan pemerintah daerah berharap pola pelayanan terintegrasi seperti pada HLUN tahun ini dapat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk rumah sakit, tenaga kesehatan, komunitas sosial, dan pemerintah desa.

“Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti pada momentum tahunan, tetapi menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan bagi lansia di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Rangkaian HLUN ke-30 di Kabupaten Sikka ditutup dengan pelayanan kesehatan terpadu dan kegiatan sosial bagi para lansia di pusat kegiatan peringatan.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Bunda Literasi Sikka Kukuhkan Pokja 2026–2029, Perkuat Gerakan Literasi hingga Desa

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, dipercaya memimpin Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka.

Published

on

“Gerakan literasi dan pengembangan sains membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kita harus saling mendukung, saling menguatkan, dan berjalan bersama untuk menciptakan generasi Sikka yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.” FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, SH, mengukuhkan Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi Kabupaten Sikka Periode 2026–2029 di Aula Frans Seda, Maumere, Jumat (22/5/2026), sebagai langkah memperkuat gerakan literasi, pengembangan sains, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.

Pengukuhan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, pegiat literasi, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dalam satu agenda kolaborasi penguatan budaya membaca hingga tingkat desa.

Dalam sambutannya, Fista Sambuari Kago menegaskan pembangunan budaya literasi tidak dapat berjalan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Gerakan literasi dan pengembangan sains membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kita harus saling mendukung, saling menguatkan, dan berjalan bersama untuk menciptakan generasi Sikka yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing,” katanya.

Menurut dia, Pokja Bunda Literasi memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Ia menekankan bahwa literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta membangun masyarakat yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Sikka Percepat Revitalisasi Pendidikan, Rp14 Miliar Dikucurkan untuk Perbaikan Sekolah Rusak

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemampuan berpikir, memahami informasi, dan membangun peradaban yang maju. Karena itu, saya berharap Pokja Bunda Literasi dapat menjadi motor penggerak literasi hingga ke desa-desa,” ujarnya.

Penguatan gerakan literasi di Kabupaten Sikka dalam beberapa tahun terakhir diarahkan pada pembentukan ekosistem literasi berbasis sekolah, keluarga, dan komunitas. Pemerintah daerah melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga terus memperluas program literasi melalui perpustakaan keliling, wisata literasi dan sains, gerakan membaca di sekolah, hingga transformasi layanan perpustakaan digital.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, yang dipercaya memimpin Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka, mengatakan kepengurusan baru akan memfokuskan kerja pada penguatan budaya membaca dan perluasan akses literasi masyarakat.

“Kami siap bekerja bersama seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan budaya membaca, memperkuat literasi keluarga, literasi sekolah, serta menghadirkan gerakan literasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Disarpus Sikka Integrasikan Literasi dan Sains di SDIT Rabbani, Dorong Pembelajaran Kreatif Sejak Dini

Susunan Pengurus Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka Periode 2026–2029 terdiri dari Ketua Awales Syukur, S.Sos., M.Th, Sekretaris Ny. Erniwati Merinaldis, Bendahara Theresia Avila Fenge, S.Si, Bidang Perencanaan dan Strategi Maria Witensia, S.Sos, Bidang Komunikasi dan Kemitraan Gregorius Cabral Ferreira, Bidang Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Alfridus Y. Sudarso, S.Sos, serta Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Patricia Noviyanti, SE.

Pengukuhan pengurus turut dihadiri unsur Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, pegiat literasi, komunitas pendidikan, dan tamu undangan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan Pokja Bunda Literasi menjadi penggerak kolaborasi lintas sektor untuk memperluas budaya membaca, memperkuat literasi keluarga, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi dan sains di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending