Connect with us

SOSBUD

PMI Pusat Serahkan 20 Ribu Buku dan 50 Ribu Pulpen untuk Siswa Ngada, Respons Cepat atas Isu Sosial Anak

Dampaknya luar biasa bagi anak-anak kita.

Published

on

Ketua PMI NTT Yosef Nae Soi (kanan), ketika menyerahkan bantuan dari PMI berupa buku dan alat tulis kepada Bupati Ngada Raymundus Bena (tengah), Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu (kiri). FOTO: HUMAS PEMKAB NGADA

Maumere, GardaFlores – Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat menunjukkan komitmen nyata terhadap pendidikan dan isu sosial di Nusa Tenggara Timur dengan menyerahkan 20.000 buku tulis dan 50.000 pulpen kepada Pemerintah Kabupaten Ngada, Jumat (20/2) sore.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh pengurus PMI Pusat, Yosef A. Nae Soi, kepada Bupati Ngada, Raymundus Bena, didampingi Wakil Bupati Bernadinus Dhei Ngebu serta jajaran Pemda Ngada di Aula Rumah Jabatan Bupati.

Dalam sambutannya, Raymundus Bena menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian PMI terhadap anak-anak Ngada. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut akan segera didistribusikan kepada siswa-siswi yang membutuhkan, terutama di wilayah yang akses dan kondisi ekonominya masih terbatas.

“Bantuan ini mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya luar biasa bagi anak-anak kita. Buku dan pulpen adalah alat dasar untuk membangun masa depan mereka. Kami pastikan akan digunakan secara tepat dan dibagikan saat kunjungan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Ngada Bergerak dari Desa: Menteri PPPA RI Tegaskan Perlindungan Perempuan dan Anak Bukan Sekadar Slogan

Sementara itu, Yosef A. Nae Soi menjelaskan bahwa kunjungannya ke Ngada merupakan mandat langsung dari Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, untuk melihat secara dekat kondisi sosial di NTT, khususnya di Kabupaten Ngada.

Kunjungan ini juga berlangsung di tengah perhatian publik terhadap kasus bunuh diri anak yang sempat mencuat di Ngada beberapa waktu lalu. Yosef menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi refleksi kritis bagi semua pihak—baik masyarakat maupun negara—untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan dan masa depan generasi muda.

“Karena isu yang berkembang berkaitan dengan buku tulis, maka PMI berinisiatif memberi dukungan konkret. Tujuan utama saya datang adalah menyerahkan bantuan buku, sekaligus bersilaturahmi dengan Bupati, Wakil Bupati, jajaran pemerintah, dan masyarakat Ngada,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Yosef juga melakukan panggilan video dengan Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla. Dalam komunikasi itu, Bupati Ngada menyampaikan langsung apresiasi atas dukungan dan kepedulian PMI terhadap pendidikan dan kondisi sosial anak-anak di Ngada.

Langkah cepat PMI ini diharapkan menjadi energi baru bagi dunia pendidikan di Ngada, sekaligus menjadi simbol bahwa solidaritas dan kepedulian sosial tetap hidup di tengah tantangan yang dihadapi daerah.»(gus)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Ramadan Bangkitkan UMKM Bajawa - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SOSBUD

Kemensos RI Apresiasi Ngada atas Program Pelayanan Lansia pada HLUN 2026

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia butuh kesiapan pemerintah daerah untuk membangun sistem pelayanan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Published

on

Perwakilan Direktorat Jenderal Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Nur Muhammad Gufron: “Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam memperkuat pelayanan dan pemberdayaan lanjut usia. Sinergi pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan lansia.” “Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam memperkuat pelayanan dan pemberdayaan lanjut usia. Sinergi pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan lansia.” FOTO: Prokopim-Ngada

BAJAWA, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Ngada menerima penghargaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia atas dukungan dan keterlibatannya dalam memperkuat pelayanan sosial dan kesehatan bagi lanjut usia pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026.

Piagam penghargaan diserahkan Perwakilan Direktorat Jenderal Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Nur Muhammad Gufron, kepada Wakil Bupati Ngada dalam rangkaian puncak peringatan HLUN di Taman Kartini Bajawa, Rabu (3/6/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada dalam mendukung program pelayanan, pemberdayaan, dan perlindungan sosial bagi masyarakat lanjut usia.

Perwakilan Direktorat Jenderal Lanjut Usia Kemensos RI, Nur Muhammad Gufron, mengatakan pemerintah daerah dinilai aktif membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses layanan bagi lansia di Kabupaten Ngada.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam memperkuat pelayanan dan pemberdayaan lanjut usia. Sinergi pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan lansia,” ujar Gufron.

Selain menerima penghargaan, Pemerintah Kabupaten Ngada bersama Kementerian Sosial RI juga memperluas rangkaian pelayanan sosial dan kesehatan bagi lansia selama momentum HLUN 2026.

Sejumlah layanan yang diperkenalkan kepada masyarakat meliputi operasi katarak gratis, fisioterapi lansia, bantuan alat bantu dan aksesibilitas, pelayanan administrasi kependudukan, bantuan kewirausahaan, hingga pemeriksaan kesehatan terpadu.

Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkab Ngada Tekankan Ketahanan Sosial di Tengah Disrupsi Global

Wakil Bupati Ngada mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan yang berpihak pada kelompok lanjut usia, terutama dalam akses pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan para lansia,” katanya.

Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk lanjut usia membutuhkan kesiapan pemerintah daerah dalam membangun sistem pelayanan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Peringatan HLUN ke-30 di Ngada juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran publik bahwa lansia bukan sekadar kelompok penerima bantuan, tetapi bagian penting dari struktur sosial yang tetap memiliki peran dalam keluarga dan masyarakat.

Pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia dijadwalkan berlanjut pada Kamis (4/6/2026) di Taman Kartini Bajawa dengan melibatkan tenaga medis dan sejumlah instansi pelayanan publik.

Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan akan melanjutkan kerja sama dengan Kementerian Sosial RI dan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan pelayanan sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi lanjut usia di daerah itu.»(gus)

Continue Reading

SOSBUD

Menua Sehat Jadi Fokus di Nita, Layanan Lansia Diperkuat hingga Tingkat Desa

Seiring meningkatnya kebutuhan pendampingan kesehatan dan kualitas hidup lansia di tingkat masyarakat.

Published

on

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dipusatkan di halaman Puskesmas Nita, Jumat (29/5/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Penguatan layanan kesehatan bagi warga lanjut usia mulai menjadi perhatian di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, seiring meningkatnya kebutuhan pendampingan kesehatan dan kualitas hidup lansia di tingkat masyarakat.

Komitmen tersebut diperlihatkan melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dipusatkan di halaman Puskesmas Nita, Jumat (29/5/2026), dengan melibatkan pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan puluhan lansia dari sejumlah wilayah di Kecamatan Nita.

Kegiatan tidak hanya berfokus pada perayaan seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan layanan kesehatan preventif dan edukasi pola hidup sehat bagi warga usia lanjut melalui pemeriksaan kesehatan, senam lansia, penyuluhan, dan pendampingan kesehatan dasar.

Camat Nita Fransiskus Herpianus Nong Lalang mengatakan keberadaan lansia harus dipandang sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat, bukan kelompok usia yang terpinggirkan.

“Semua yang hadir di sini karena bapak mama semua. Sudah banyak berbuat untuk keluarga dan masyarakat. Sebagai generasi muda, kami harus menyiapkan diri untuk menyongsong masa lansia,” ujarnya.

Pemkab Sikka Siapkan 376 ASN Masuk Masa Pengabdian Penuh, Wabup Tekankan Integritas Birokrasi

Ia meminta masyarakat dan keluarga lebih aktif mendukung kesehatan lansia dengan memastikan pemeriksaan kesehatan rutin melalui Posyandu maupun Puskesmas.

“Bapak mama jangan lupa ke Posyandu dan Puskesmas agar terus menjaga kesehatan dan tetap semangat menjalani hidup,” katanya.

Menurut dia, peningkatan usia harapan hidup harus diikuti kesiapan layanan kesehatan dan perhatian sosial agar lansia tetap sehat, aktif, dan mandiri di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Sikka, Narto, menilai penghormatan terhadap lansia tidak cukup diwujudkan dalam seremoni tahunan, tetapi harus tercermin dalam perhatian keluarga dan kebijakan pelayanan publik yang berpihak pada warga usia lanjut.

“Momentum ini menjadi kesempatan untuk menghargai orang tua kita yang sudah banyak berbuat untuk keluarga dan masyarakat pada umumnya. Jangan lupa menghargai orang tua,” ujarnya.

Camat Nita Fransiskus Herpianus Nong Lalang (kedua kanan) mengatakan keberadaan lansia harus dipandang sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat, bukan kelompok usia yang terpinggirkan. FOTO: IST

Ketua Panitia Hari Lansia, Maria Yeane Mangsino, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental lansia agar tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.

“Melalui kegiatan ini, para lansia diharapkan dapat hidup sehat, produktif, bahagia, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaya,” katanya.

Puskesmas Nita menilai tantangan kesehatan lansia di tingkat wilayah semakin kompleks, terutama terkait penyakit degeneratif, keterbatasan akses layanan kesehatan, dan rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin.

Karena itu, penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas hingga tingkat desa mulai diperkenalkan sebagai langkah memperluas pendampingan terhadap warga lanjut usia di Kecamatan Nita.

Pemerintah kecamatan bersama tenaga kesehatan memastikan edukasi dan pelayanan kesehatan lansia akan terus diperkuat melalui Posyandu, kunjungan kesehatan, serta keterlibatan keluarga sebagai garda utama pendampingan warga usia lanjut.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Iduladha di Sikka, 400 Paket Daging Kurban Dibagikan untuk Kaum Duafa dan Warga Sekitar

Hewan kurban yang disalurkan jajaran kepolisian di wilayah NTT pada Iduladha tahun ini mencapai 148 ekor.

Published

on

Proses penyembelihan dilakukan di samping mushala Mapolres Sikka dengan melibatkan personel kepolisian. Setelah dipotong dan dikemas di area bekas lapangan tenis Mapolres Sikka, daging kurban kemudian disalurkan ke sejumlah wilayah penerima manfaat, termasuk Kelurahan Kabor dan Kelurahan Kota Baru. Ketua Panitia Kurban Polres Sikka AKP Susanto. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Momentum Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Sikka diwarnai pembagian 400 paket daging kurban kepada kaum duafa, anak yatim piatu, dan warga sekitar Kota Maumere, Rabu (27/5/2026).

Paket kurban tersebut berasal dari penyembelihan lima ekor sapi dan satu ekor kambing yang dilakukan di lingkungan Mapolres Sikka sebagai bagian dari perayaan Iduladha tahun ini.

Ketua Panitia Kurban Polres Sikka AKP Susanto mengatakan pembagian daging diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok sosial.

“Tahun ini Polres Sikka menyembelih lima ekor sapi dan satu ekor kambing. Dagingnya kami kemas menjadi 400 paket untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Susanto.

Menurut dia, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Melki Laka Lena Gunakan Momentum Kurban di Sikka untuk Perkuat Pesan Toleransi dan Ketahanan Pangan NTT

“Melalui kurban ini kami ingin menumbuhkan rasa empati, keikhlasan, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Proses penyembelihan dilakukan di samping mushala Mapolres Sikka dengan melibatkan personel kepolisian. Setelah dipotong dan dikemas di area bekas lapangan tenis Mapolres Sikka, daging kurban kemudian disalurkan ke sejumlah wilayah penerima manfaat, termasuk Kelurahan Kabor dan Kelurahan Kota Baru.

Untuk memastikan keamanan konsumsi, seluruh hewan kurban terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Dinas Pertanian Kabupaten Sikka bersama tim Program Studi Peternakan Universitas Nusa Nipa Maumere sebelum dan sesudah penyembelihan.

Krisis Pisang Lokal di Sikka Buka Peluang Pedagang Lintas Pulau, Harga Tembus Rp150 Ribu per Tandan

Data Polda Nusa Tenggara Timur mencatat total hewan kurban yang disalurkan jajaran kepolisian di wilayah NTT pada Iduladha tahun ini mencapai 148 ekor, terdiri dari 91 ekor sapi dan 57 ekor kambing.

Sementara itu, total hewan kurban yang disembelih di Kabupaten Sikka pada Iduladha 1447 Hijriah mencapai 309 ekor, terdiri dari 214 ekor sapi dan 99 ekor kambing yang tersebar di masjid, lembaga keagamaan, dan sejumlah instansi.

Perayaan Iduladha tahun ini di Sikka tidak hanya menjadi momentum ibadah umat Muslim, tetapi juga memperkuat nilai berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat lintas komunitas.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending