Connect with us

HUMANIORA

7 Sekolah di Kabupaten Sikka Terima Program MBG Perdana

Published

on

Maumere, GardaFlores—Sebanyak 7 Sekolah di Kabupaten Sikka menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana yang diluncurkan Senin (17/2/2025).  Kegiatan peluncuran ini dilaksanakan dalam empat sesi mulai pukul 08.30 hingga pukul 14.00 Wita.

Penyaluran MBG di Kabupaten Sikka, dilaksanakan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Satker Kabupaten Sikka secara bertahap dan bekerja sama dengan Yayasan Inang Anselmia Constansia sebagai Dapur Mitra BGN (Dapur Sehat Wairumbia) yang akan menyalurkan Makan Bergizi Gratis bagi 2.973 Peserta Didik di wiayah Kabupaten Sikka.

Baca juga:
Pembagian Jasa Pelayanan Covid-19 Dinilai Tidak Transparan

Hari pertama penyaluran MBG, pihak Yayasan Inang Anselmia Constansia menyediakan menu berupa nasi, daging ayam, sayur (buncis dan wortel), tahu dan buah.

Adapun urutan peluncuran Program MBG terbagi dalam 4 sesi yakni:

Sesi pertama, pada pukul 08.45 wita dilakukan pendistribusian makanan dari Dapur Sehat Wairumbia (Yayasan Inang Anselmia Constansia), Jln. Don Juan, RT.002 / RW.004, Kelurahan Kota Uneng menuju SDI Kota Uneng dan SDI Sinde Kabor menggunakan 2 Mobil Box, dengan nomor polisi B 9263 PQP dan EB 8628 BK.

Baca juga:
Dandim 1603 Sikka dan Kapolres Sikka Pantau Program MBG di Sekolah

Siswa-siswi penerima MBG yakni, SD Inpres Kota Uneng sebanyak 301 Siswa-siswi yang terdiri dari 145 laki-laki dan 156 perempuan. Namun berdasarkan absensi siswa yang hadir sebanyak 276 Orang.

Selanjutnya diikuti oleh SD Inpres Sinde Kabor, Jln. El Tari, Kelurahan Kota Uneng, sebanyak 246 Siswa yang terdiri dari 131 laki-laki dan 115 perempuan. Namun berdasarkan absensi siswa yang hadir sebanyak 226 Orang.

Sesi kedua, pada pukul 12.15 wita dilakukan pendistribusian makanan menuju SMP Frateran Maumere menggunakan Mobil Box Plat Nomor EB 8628 BK, dengan jumlah siswa penerima sebanyak 984 orang yang terdiri dari 507 laki-laki dan 477 perempuan. Namun berdasarkan absensi siswa yang hadir sebanyak 928 Orang.

Sesi Ketiga, pada pukul 13.25 wita dilakukan pendistribusian makanan menuju SMA Frateran Maumere menggunakan Mobil Box Plat Nomor EB 8628 BK, dengan jumlah siswa penerima sebanyak 647 orang yang terdiri dari 306 laki – laki dan 341 perempuan. Namun karena ada kendala dalam persiapan dan penyajian oleh pihak dapur, hanya terealisasi sebanyak 370 orang.

Baca juga:
Formula Pembagian Insentif untuk Jasa Pelayanan Covid-19 Disepakati, Maret 2025 Dibayar

Sesi ke empat, pada pukul 14.05 wita dilakukan pendistribusian makanan menuju SMK Santa Mathilda Maumere menggunakan Mobil Box Plat Nomor EB 8628 BK, dengan penerima sebanyak 511 orang yang terdiri dari 152 laki-laki dan 359 perempuan.»

(rel)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

BMKG Perbarui Kekuatan Gempa Talaud Jadi M6,4, Tidak Berpotensi Tsunami

Pusat gempa berada di laut pada jarak sekitar 40 kilometer arah tenggara Melonguane, Kepulauan Talaud, dengan kedalaman 31 kilometer.

Published

on

Ini lokasi gempa bumi yang mengguncang wilayah Pantai Timur Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. FOTO: BMKG

Talaud, GardaFlores – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi kekuatan gempa bumi yang mengguncang wilayah Pantai Timur Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. Gempa yang sebelumnya dilaporkan berkekuatan Magnitudo 7,1 dikoreksi menjadi Magnitudo 6,4.

Gempa terjadi pada pukul 21.58.25 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat gempa berada di laut pada jarak sekitar 40 kilometer arah tenggara Melonguane, Kepulauan Talaud, dengan kedalaman 31 kilometer.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal).

Rumah Warga Wolomarang Terbakar, Dua Korban Luka Bakar Dirawat di RSUD TC Hillers

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan pascagempa.

Guncangan gempa dirasakan paling kuat di wilayah Kepulauan Talaud dengan intensitas IV–V MMI, di mana getaran dirasakan oleh hampir seluruh warga. Sejumlah barang di dalam rumah dilaporkan bergoyang, bahkan terpelanting.

Getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah lain, antara lain Tobelo dan Kepulauan Sitaro dengan intensitas III–IV MMI, Morotai dengan III MMI, serta Ternate, Minahasa Utara, Manado, dan Bitung pada skala II–III MMI.

Hingga pukul 22.20 WIB, BMKG mencatat adanya satu gempa susulan dengan magnitudo 4,6.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi kebencanaan diharapkan hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG.»(*/bert)

Continue Reading

HUMANIORA

Warga Pruda Tewas Tenggelam di Pantai Tanjung Pruda, Sikka

Bermula ketika korban bersama lima kerabat dan keluarganya tiba di Pantai Tanjung Pruda sekitar pukul 17.00 WITA untuk memancing.

Published

on

Warga Pruda Tewas Tenggelam di Pantai Tanjung Pruda. ILUSTRASI: IST

Maumere, GardaFlores – Seorang warga Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Pantai Tanjung Pruda, Dusun Paukloor, Jumat (9/1/2026) sore.

Korban berinisial Y.B.B. (24), seorang petani asal Dusun Pruda, ditemukan tidak bernyawa setelah terseret arus laut saat memancing di pesisir pantai sekitar pukul 18.00 WITA.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama lima kerabat dan keluarganya tiba di Pantai Tanjung Pruda sekitar pukul 17.00 WITA. Setibanya di lokasi, mereka berpencar untuk mencari titik memancing masing-masing. Korban diketahui berdiri di atas batu karang di tepi pantai sebelum turun untuk berpindah tempat.

Saat turun dari batu karang, korban diduga terseret arus laut yang cukup kuat. Korban sempat berteriak meminta pertolongan kepada kakaknya, namun upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan karena para saksi tidak memiliki kemampuan berenang. Pencarian awal di sekitar lokasi tidak membuahkan hasil.

TMMD 2026 Digelar di Waiblama, Anggaran Rp 1,5 Miliar Sudah Disetujui Pemkab dan DPRD Sikka

Dua orang saksi kemudian kembali ke kampung dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun Paukloor. Informasi itu diteruskan ke Kepolisian Sektor Waigete melalui Kanit Intelkam sekitar pukul 20.21 WITA untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Sekitar pukul 21.05 WITA, korban akhirnya ditemukan di pesisir pantai tidak jauh dari lokasi awal memancing dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah orang tuanya, Elias Edu, di Dusun Pruda, Desa Pruda.

Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Akses menuju lokasi kejadian dilaporkan cukup sulit karena harus melewati dua alur sungai tanpa jembatan. Proses pencarian juga sempat terkendala cuaca hujan yang mengguyur wilayah tersebut.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Natawulu, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan oleh kepolisian.

Published

on

Petugas dari Polsek Nita dan Polres Sikka mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP, (kiri). Korban dievakuasi ke Puskesmas Nita untuk dilakukan tindakan lanjutan, (kanan). FOTO: IST

Maumere, GardaFlores — Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun ditemukan meninggal dunia pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.40 Wita di Dusun Natawulu, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Korban berinisial MGH, pelajar kelas V sekolah dasar, ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon jeruk yang berada di belakang rumahnya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh nenek korban yang baru pulang dari gereja. Karena korban tidak menjawab saat dipanggil, saksi melakukan pencarian dan menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat desa dan kepolisian.

Hukuman Kerja Sosial Resmi Berlaku di 2026

Petugas dari Polsek Nita dan Polres Sikka mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan saksi-saksi.

Hasil pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan Puskesmas Nita tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan oleh kepolisian.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending