Connect with us

SOSBUD

Melki Laka Lena Gunakan Momentum Kurban di Sikka untuk Perkuat Pesan Toleransi dan Ketahanan Pangan NTT

Penyerahan bantuan sapi kurban di Masjid Jami Darussalam Waioti, Maumere.

Published

on

Bantuan satu ekor sapi kurban untuk umat Muslim di Kabupaten Sikka diserahkan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mewakili gubernur menjelang Iduladha 1447 Hijriah. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, memanfaatkan momentum penyerahan hewan kurban di Masjid Jami Darussalam Waioti, Kabupaten Sikka, Selasa (26/5/2026), untuk menegaskan dua agenda strategis daerah: menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan lokal.

Bantuan satu ekor sapi kurban untuk umat Muslim di Kabupaten Sikka diserahkan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mewakili gubernur menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

Dalam sambutan tertulisnya, Melki menempatkan Iduladha tidak hanya sebagai peristiwa keagamaan, tetapi juga sebagai refleksi sosial di tengah tantangan ekonomi dan ketahanan pangan yang dihadapi wilayah kepulauan seperti NTT.

“Makna kurban hari ini jauh lebih dalam dari sekadar menyembelih hewan, yaitu tentang melepaskan ego, mengalahkan sifat serakah, dan mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri,” kata Juventus saat membacakan sambutan gubernur.

Krisis Pisang Lokal di Sikka Buka Peluang Pedagang Lintas Pulau, Harga Tembus Rp150 Ribu per Tandan

Pesan tersebut muncul di tengah upaya Pemerintah Provinsi NTT memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi daerah melalui penguatan solidaritas masyarakat serta pengembangan sektor pangan dan peternakan.

Melki menilai semangat berbagi dalam Iduladha harus diterjemahkan menjadi gerakan sosial yang menjangkau masyarakat rentan, termasuk keluarga prasejahtera, warga di wilayah terpencil, korban bencana, dan masyarakat terdampak gagal panen.

Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta memastikan distribusi hewan kurban tepat sasaran sekaligus menjaga standar kesehatan dan kebersihan lingkungan saat proses penyembelihan berlangsung.

“Pastikan juga kebersihan dan kesehatan lingkungan tetap terjaga setelah proses penyembelihan. Jangan sampai semangat berbagi justru menimbulkan persoalan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, gubernur juga menggunakan momentum tersebut untuk memperkuat narasi toleransi antarumat beragama yang selama ini menjadi identitas sosial NTT. Ia menilai tradisi gotong royong lintas agama merupakan modal sosial penting dalam menjaga stabilitas daerah.

Melki mengapresiasi budaya saling membantu antarumat beragama yang masih hidup di berbagai wilayah NTT, termasuk keterlibatan masyarakat non-Muslim dalam pelaksanaan kurban dan partisipasi umat Muslim dalam kegiatan sosial-keagamaan agama lain.

Menjelang Iduladha, Sikka Kirim 12 Sapi Kurban dan 35 Kuda ke Sulawesi Selatan

“Tradisi inilah yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda,” katanya.

Selain isu sosial, gubernur turut menyoroti sektor peternakan sebagai salah satu fondasi ekonomi daerah. Menurut dia, NTT memiliki potensi besar dalam pengembangan ternak sapi, kambing, dan babi yang dapat menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTT saat ini mulai memperkuat pengembangan peternakan melalui peningkatan produktivitas peternak, distribusi ternak antarpulau, serta perluasan akses pasar menuju daerah-daerah dengan kebutuhan hewan kurban yang tinggi.

Penyerahan bantuan sapi kurban di Masjid Jami Darussalam Waioti turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus masjid setempat.

Momentum Iduladha di Sikka tahun ini tidak hanya menjadi simbol ibadah kurban, tetapi juga digunakan pemerintah daerah untuk memperkuat pesan tentang solidaritas sosial, toleransi antarumat beragama, dan pentingnya membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Nusa Tenggara Timur.»(rel)

SOSBUD

Bupati Sikka: NYD III Jadi Momentum Menyiapkan Orang Muda Katolik sebagai Generasi Penentu Bangsa dan Gereja

“Semoga semua pengalaman baik selama berada di Kabupaten Sikka menjadi kenangan indah.”

Published

on

"Kita harus menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana; tidak hanya kritis, tetapi tetap rendah hati; serta tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat." FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengajak Orang Muda Katolik (OMK) memanfaatkan Nusra Youth Day (NYD) III sebagai ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan iman. Menurutnya, kaum muda bukan sekadar generasi penerus, tetapi generasi yang akan menentukan arah masa depan Gereja dan bangsa Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan pada pembukaan NYD III di Gelora Samador, Maumere, Kamis (2/7/2026). Pertemuan yang diikuti ratusan delegasi OMK dari sembilan keuskupan di Region Nusa Tenggara itu dinilai menjadi momentum penting mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan sosial, perkembangan teknologi, dan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

“Masa depan Gereja dan bangsa tidak sedang dipersiapkan pada masa yang akan datang, tetapi sedang dibentuk hari ini melalui tangan, pikiran, hati, dan karakter generasi muda,” kata Juventus.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sikka, Juventus menyampaikan rasa syukur karena Sikka dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan NYD III. Ia menilai kehadiran para uskup, imam, dan orang muda Katolik dari berbagai daerah membawa dampak positif bagi kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat.

Ia juga mengajak peserta menghadirkan nilai-nilai Injil melalui tindakan nyata, seperti melayani sesama, membela kebenaran, peduli kepada kelompok yang lemah, dan menjadi pembawa damai di tengah kehidupan masyarakat.

“Iman yang sejati selalu melahirkan karya nyata bagi kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Juventus, panggilan orang muda tidak berhenti dalam kegiatan Gereja, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan, dunia usaha, ruang digital, birokrasi, maupun politik.

NYD III Resmi Dibuka di Maumere, Satukan 837 Delegasi OMK dari Nusa Tenggara dan Bali

Dalam sambutannya, ia juga mengulas peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kondisi tersebut hanya akan menjadi keuntungan apabila generasi muda memiliki pendidikan yang baik, keterampilan yang memadai, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta dibekali karakter dan moralitas yang kuat.

“Kita harus menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana; tidak hanya kritis, tetapi tetap rendah hati; serta tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kaum muda memperkuat iman, karakter, nilai, dan moral agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Juventus berharap NYD III menjadi ruang untuk memperkuat iman, membangun karakter, mempererat persaudaraan lintas keuskupan, memperluas jejaring pelayanan, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di kalangan orang muda Katolik.

Ia juga mengajak para peserta menjadi pelopor toleransi, perdamaian, kepedulian sosial, dan pembangunan di tengah masyarakat.

“Semoga semua pengalaman baik selama berada di Kabupaten Sikka menjadi kenangan indah yang dibawa pulang ke daerah masing-masing,” ujarnya.

NYD III berlangsung hingga Minggu (5/7/2026) dengan rangkaian kegiatan pembinaan iman, seminar, dialog, ziarah kreatif, dan pertunjukan seni budaya yang melibatkan orang muda Katolik dari seluruh wilayah Nusa Tenggara dan Bali.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

NYD III Resmi Dibuka di Maumere, Satukan 837 Delegasi OMK dari Nusa Tenggara dan Bali

Dihadiri lima uskup, sekitar 150 imam, 837 delegasi resmi OMK, serta ribuan umat memadati Gelora Samador.

Published

on

Pembukaan NYD III diawali dengan parade budaya dari Lapangan Kota Baru menuju Gelora Samador da Cunha. Delegasi dari sembilan keuskupan menampilkan identitas budaya daerah masing-masing sebelum mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Nusra Youth Day (NYD) III resmi dibuka di Gelora Samador da Cunha, Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis (2/7/2026) malam. Pertemuan yang diikuti 837 delegasi resmi Orang Muda Katolik (OMK) dari sembilan keuskupan di Nusa Tenggara dan Bali itu menjadi ruang pembinaan iman, kepemimpinan, dan persaudaraan lintas keuskupan hingga 5 Juli 2026.

Mengusung tema “Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja”, NYD III menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari seminar bersama para uskup, dialog, ziarah kreatif, hingga pertunjukan seni dan budaya. Forum tersebut diharapkan memperkuat peran orang muda Katolik dalam kehidupan Gereja sekaligus mendorong keterlibatan mereka menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

Pembukaan NYD III diawali dengan parade budaya dari Lapangan Kota Baru menuju Gelora Samador da Cunha. Delegasi dari sembilan keuskupan menampilkan identitas budaya daerah masing-masing sebelum mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu.

Panitia mencatat pembukaan NYD III dihadiri lima uskup, sekitar 150 imam, 837 delegasi resmi OMK, serta ribuan umat yang memadati Gelora Samador da Cunha.

Ribuan Umat Hadiri Ziarah Jubelium Keuskupan Maumere di Sanctuarium Wisung Fatima Lela

Dalam homilinya, Mgr. Edwaldus mengajak kaum muda Katolik membangun budaya bermedia sosial yang bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, perkembangan media sosial membuat batas antara informasi yang benar dan keliru semakin kabur sehingga generasi muda perlu memperkuat kemampuan literasi digital.

“Kita hidup pada masa ketika fakta objektif sering kali kalah oleh emosi, sentimen, dan keyakinan pribadi. Informasi lebih mudah diterima karena sesuai dengan perasaan, bukan karena kebenarannya,” katanya.

Ia mengatakan setiap orang kini dapat memproduksi dan menyebarkan informasi tanpa melalui proses penyuntingan maupun verifikasi jurnalistik. Karena itu, ia mengingatkan OMK agar memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

“Posting yang penting, bukan yang penting posting,” ujar Edwaldus.

Selain tantangan di ruang digital, Uskup Maumere juga mengingatkan bahaya krisis kepedulian yang ditandai menguatnya sikap individualisme dan menurunnya kepekaan terhadap sesama.

Menurutnya, orang muda Katolik dipanggil untuk menghadirkan solidaritas nyata melalui penghormatan terhadap martabat manusia, memperjuangkan keadilan, serta memulai perubahan dari komunitas basis Gereja.

THS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste

“Kepedulian harus diwujudkan dalam solidaritas nyata. Orang muda dipanggil menjadi pribadi yang menghormati martabat manusia, memperjuangkan keadilan, dan memulai gerakan itu dari komunitas-komunitas basis Gereja,” katanya.

Mgr. Edwaldus kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan kisah Yesus membangkitkan anak muda di Naim. Menurutnya, peristiwa itu mengajarkan pentingnya belas kasih, kuasa Sabda Allah yang membangkitkan kehidupan, dan kesaksian iman yang diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Antusiasme penyelenggaraan NYD III juga mendapat sambutan masyarakat. Warga Kelurahan Kabor, Yohanes de Flores, berharap pertemuan orang muda Katolik itu mampu melahirkan generasi yang tidak hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta keberanian memperjuangkan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan hak-hak kelompok yang terpinggirkan.

“Iman yang sejati bukan hanya dirayakan di altar, tetapi diwujudkan dalam keberpihakan kepada sesama yang lemah dan membutuhkan,” ujarnya.

NYD III akan berlangsung hingga Minggu (5/7/2026) dengan rangkaian pembinaan iman, dialog, seminar, ziarah, dan pertunjukan seni budaya yang melibatkan orang muda Katolik dari seluruh wilayah Nusa Tenggara dan Bali.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Keluarga MTR Tuntut Pengembalian Mahar, Sengketa Pertunangan di Sikka Masuk Tahap Klarifikasi

“Kalau memang menuntut mahar dikembalikan, maka selesaikan juga seluruh persoalan keuangan…..”

Published

on

"Kami datang untuk mengambil kembali barang-barang yang telah kami serahkan. Karena VL tidak lagi menerima MTR sebagai calon suami, maka mahar harus dikembalikan," kata Evensius, ayah MTR. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Sengketa pertunangan antara VL dan MTR di Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, memasuki babak baru setelah keluarga MTR menuntut pengembalian mahar yang diberikan saat prosesi pertunangan. Di sisi lain, keluarga VL meminta penyelesaian terlebih dahulu atas klaim kerugian ratusan juta rupiah yang menurut mereka terjadi selama masa pertunangan.

Persoalan tersebut mencuat pada Senin (15/6/2026) ketika keluarga besar MTR mendatangi Kantor Desa Nitakloang untuk meminta kejelasan penyelesaian hubungan kedua pasangan yang batal melangsungkan pernikahan. Setelah tidak bertemu keluarga VL di kantor desa, rombongan kemudian mendatangi kediaman keluarga VL untuk menyampaikan tuntutan yang sama.

Ayah MTR, Evensius Asterius, mengatakan keluarga meminta pengembalian mahar karena rencana pernikahan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 tidak lagi dilanjutkan.

“Kami datang untuk mengambil kembali barang-barang yang telah kami serahkan. Karena VL tidak lagi menerima MTR sebagai calon suami, maka mahar harus dikembalikan,” kata Evensius.

Menurut keluarga MTR, pengembalian mahar menjadi konsekuensi dari batalnya rencana pernikahan yang telah disepakati kedua keluarga.

Namun keluarga VL menyatakan persoalan tersebut tidak dapat dipisahkan dari berbagai klaim yang selama ini disampaikan pihak perempuan terkait penggunaan uang dan bantuan keuangan selama masa pertunangan.

Ayah VL, Laurensius Mitan Todang, menegaskan keluarganya tidak menolak penyelesaian berdasarkan mekanisme adat yang berlaku di Sikka. Meski demikian, ia meminta seluruh persoalan yang menjadi keberatan pihaknya turut dibahas secara menyeluruh.

“Kalau memang menuntut mahar dikembalikan, maka selesaikan juga seluruh persoalan keuangan yang menurut pengakuan anak kami telah digunakan selama masa pertunangan,” ujarnya.

Perempuan di Sikka Klaim Rugi Rp324 Juta, Nama Disebut Digunakan untuk Menjamin Utang Tunangan

Sebelumnya, VL mengaku mengalami kerugian hingga Rp324,45 juta selama menjalin hubungan dan masa pertunangan dengan MTR. Dana tersebut, menurut pengakuannya, digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran utang, biaya pendidikan, kebutuhan sehari-hari, hingga pengeluaran lain yang dikaitkan dengan MTR.

VL juga mengaku mengetahui bahwa cincin pertunangan yang diterimanya pernah digadaikan. Ia menuding cincin tersebut bahkan sempat diganti dengan cincin imitasi tanpa sepengetahuannya.

Menanggapi tuduhan tersebut, MTR mengakui cincin pertunangan pernah digadaikan. Namun ia membantah melakukan tindakan itu secara sepihak dan menyatakan langkah tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama.

MTR juga membantah tuduhan bahwa seluruh dana yang disebut mencapai ratusan juta rupiah digunakan atau dikuasainya secara pribadi. Menurut dia, sejumlah transaksi dilakukan menggunakan nama VL dan tidak seluruhnya berkaitan dengan dirinya.

Perbedaan keterangan kedua pihak membuat sengketa berkembang tidak hanya pada persoalan pengembalian mahar, tetapi juga menyangkut klaim penggunaan dana selama masa pertunangan.

Situasi di Desa Nitakloang sempat mendapat perhatian aparat kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan selama proses penyampaian tuntutan berlangsung.

Sebelumnya, upaya mediasi telah dilakukan melalui Pemerintah Desa Nitakloang dan lembaga adat. Namun pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan sehingga masing-masing pihak mempertahankan posisinya.

Hingga Senin malam, belum tercapai penyelesaian antara kedua keluarga. Opsi penyelesaian melalui mekanisme adat maupun jalur hukum masih terbuka, sementara kepolisian telah meminta keterangan dari para pihak terkait klaim yang disampaikan dalam sengketa tersebut.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending