Connect with us

PENKES

Pemkab Sikka Perkuat Gerakan Literasi, DISARPUS Gandeng TBM Dorong Akses Baca dan Sains Masyarakat

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi menjadi faktor penting akses literasi masyarakat.

Published

on

Kepala DISARPUS Kabupaten Sikka, Very Awales (tengah), temui Ketua Forum TBM Kabupaten Sikka, Greg C Ferreira (kiri), di TBM Caelian Perumnas Maumere, Senin (16/3/2026). FOTO: IST

MAUMER, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) memperkuat gerakan literasi berbasis masyarakat dengan menggandeng komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) guna memperluas akses baca dan pengembangan literasi serta sains di daerah.

Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan Kepala DISARPUS Kabupaten Sikka, Very Awales, dengan Ketua Forum TBM Kabupaten Sikka, Greg C Ferreira, di TBM Caelian Perumnas Maumere, Senin (16/3/2026).

Pertemuan membahas penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi dalam mendorong peningkatan minat baca masyarakat serta pengembangan taman bacaan di wilayah Kabupaten Sikka.

Dalam pertemuan itu, Very Awales didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan bersama sejumlah staf DISARPUS.

Very Awales mengatakan, sejak dipercaya memimpin DISARPUS Sikka sekitar dua bulan terakhir, dirinya telah menyiapkan agenda untuk mengunjungi seluruh TBM di Kabupaten Sikka sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi berbasis masyarakat.

“Saya baru dua bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka. Dalam minggu ini saya sudah mengagendakan untuk mulai mengunjungi TBM-TBM yang ada di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

52 Siswa MIS Muhammadiyah Wuring Ikuti Wisata Literasi, Perpustakaan Sikka Jadi Ruang Belajar Baru

Ia menegaskan, koordinasi dengan Forum TBM Kabupaten Sikka menjadi langkah awal sebelum melakukan kunjungan ke seluruh TBM di daerah tersebut.

“Secara etika saya merasa perlu bertemu Ketua Forum TBM untuk berkoordinasi sekaligus memohon izin sebelum mengunjungi TBM lainnya di Kabupaten Sikka,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum TBM Kabupaten Sikka, Greg C Ferreira, menyambut langkah tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi di daerah.

Menurut Greg, kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi menjadi faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus meningkatkan budaya membaca.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peluang kerja sama program literasi, antara lain kegiatan edukasi masyarakat, pengembangan taman bacaan, literasi digital, serta penguatan literasi sains bagi generasi muda di Kabupaten Sikka.

Keterlibatan komunitas dalam pengembangan literasi dinilai menjadi elemen penting dalam memperluas jangkauan layanan perpustakaan hingga ke tingkat masyarakat.

Penguatan gerakan literasi di daerah sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional yang menempatkan literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui penguatan perpustakaan dan taman bacaan masyarakat sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat di tingkat komunitas.»(rel)

PENKES

Kader Magepanda Terima Sosialisasi 6 Standar Layanan Posyandu, Fokus Perluas Jangkauan Warga

“Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga pusat edukasi kesehatan dan literasi keluarga.”

Published

on

Ny. Fista Sambuari Kago: Posyandu kini tidak lagi terbatas pada layanan ibu hamil dan balita, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang menjangkau seluruh kelompok usia melalui pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, memperkenalkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu kepada para kader di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional 2026. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat hingga tingkat desa.

Sosialisasi tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, yang menempatkan Posyandu sebagai pusat layanan masyarakat berbasis integrasi lintas sektor.

Ny. Fista mengatakan Posyandu kini tidak lagi terbatas pada layanan ibu hamil dan balita, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang menjangkau seluruh kelompok usia melalui pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP).

“Posyandu tidak hanya melayani ibu dan balita, tetapi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia,” ujarnya.

Ia menjelaskan enam SPM Posyandu meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, usia produktif, lanjut usia, serta penanganan masalah kesehatan berbasis masyarakat.

Kelompok Rentan di Sikka Terima Kursi Roda, Nutrisi, hingga Bantuan Pendidikan

Menurut dia, penerapan standar tersebut penting untuk memperkuat langkah promotif dan preventif, termasuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sikka.

Forum itu dihadiri Camat Magepanda, Kepala Puskesmas Magepanda, Ketua TP PKK Kecamatan Magepanda, serta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Sikka. Peserta berasal dari kader Posyandu Desa Leguwoda, Done, Reroroja, dan Wodamude.

Selain pemaparan materi, panitia juga menyalurkan bantuan sembako kepada kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Ny. Fista menilai kader Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi garda terdepan dalam mendampingi warga, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak hingga edukasi kesehatan keluarga.

“Kader Posyandu memiliki peran penting dalam keberhasilan program pemerintah di bidang kesehatan. Dedikasi mereka patut diapresiasi,” katanya.

Ia menambahkan, peringatan Hari Posyandu Nasional harus menjadi momentum peningkatan kualitas layanan agar Posyandu semakin aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga pusat edukasi kesehatan dan literasi keluarga,” ujarnya.

Rangkaian sosialisasi ditutup dengan penguatan komitmen kader untuk menerapkan enam standar layanan tersebut di wilayah masing-masing sebagai langkah lanjutan peningkatan pelayanan dasar masyarakat.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Gebyar SMK Ngada 2026 Tampilkan Karya Siswa, Pendidikan Vokasi Didorong Siapkan Tenaga Terampil

Mulai dari pameran karya, demonstrasi keterampilan teknis, pertunjukan seni, hingga berbagai perlombaan.

Published

on

Bernadinus Dhey Ngebu: “Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. SMK memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang terampil, berkarakter, dan siap bersaing.” FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

BAJAWA, GardaFlores — Gebyar SMK Kabupaten Ngada Tahun 2026 mulai berlangsung di Taman Kartini, Bajawa, Rabu (29/4/2026), sebagai ajang bagi siswa sekolah menengah kejuruan menampilkan kreativitas, inovasi, dan kompetensi yang telah dipelajari di bangku pendidikan vokasi.

Pembukaan program tersebut dilakukan Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu yang menegaskan pentingnya pendidikan kejuruan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. SMK memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang terampil, berkarakter, dan siap bersaing,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan vokasi perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, dan sektor industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Pemkab Ngada Kukuhkan Forum Anak 2026–2027, Perkuat Peran Anak dalam Agenda Kabupaten Layak Anak

Ia juga menekankan bahwa penguatan karakter, kedisiplinan, serta jiwa kewirausahaan menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang mandiri dan produktif.

Gebyar SMK 2026 menghadirkan berbagai penampilan dan unjuk kemampuan siswa, mulai dari pameran karya, demonstrasi keterampilan teknis, pertunjukan seni, hingga perlombaan yang melibatkan pelajar dari sejumlah SMK di Kabupaten Ngada.

Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang promosi hasil belajar siswa kepada masyarakat dan dunia kerja, sekaligus menunjukkan kapasitas sekolah vokasi di daerah.

Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan kejuruan melalui kebijakan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan daya saing lulusan.

Rangkaian Gebyar SMK 2026 masih berlanjut dengan sejumlah agenda lanjutan. Dari forum ini diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan berkontribusi bagi pembangunan Ngada.»(gus)

Continue Reading

PENKES

Sekolah di Sikka Diminta Jadi Ruang Aman, Isu Kesehatan Mental Remaja Jadi Sorotan

“Remaja perlu didampingi agar mampu mengenali diri, mengelola emosi, dan membangun relasi yang sehat.”

Published

on

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko: “Kita tidak bisa menutup mata. Banyak persoalan di lingkungan pendidikan berakar dari kondisi mental dan emosional yang tidak sehat. Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang nyaman agar benar-benar berfungsi sebagai ruang belajar.” FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Isu kesehatan mental remaja kembali menjadi perhatian di Kabupaten Sikka. Sekolah diminta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas tekanan agar proses belajar berjalan efektif serta mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, saat membuka Edukasi dan Deklarasi Kesehatan Mental Remaja di SMP Negeri Kewapante, Rabu (29/4/2026). Program tersebut dijalankan bersama Yayasan Payung Perjuangan (PAPHA) Indonesia.

“Kita tidak bisa menutup mata. Banyak persoalan di lingkungan pendidikan berakar dari kondisi mental dan emosional yang tidak sehat. Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang nyaman agar benar-benar berfungsi sebagai ruang belajar,” ujar Patrisius.

Ia menilai tantangan remaja saat ini semakin kompleks, terutama akibat perkembangan digital dan dinamika pergaulan. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga perlu memberi perhatian pada kesejahteraan psikologis peserta didik.

Menurutnya, lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan, perundungan, dan tekanan sosial menjadi faktor penting bagi tumbuh kembang siswa.

Kesadaran Masyarakat Sikka Terhadap Kesehatan Jiwa Masih Rendah

Kepala SMP Negeri Kewapante, Alexius Dewa, mengatakan persoalan tersebut juga tercermin dalam rapor pendidikan sekolah. Berdasarkan hasil Asesmen Nasional Berbasis Kompetensi (ANBK), terjadi penurunan pada aspek literasi dan iklim keamanan sekolah, dari kategori hijau menjadi kuning.

“Ini menjadi alarm bagi kami. Karena itu, kami berkomitmen melakukan pembenahan, salah satunya melalui program ini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan Yayasan PAPHA Indonesia yang dinilai membantu meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya kesehatan mental.

Perwakilan Direktur PAPHA Indonesia, Emilianus Soge, menilai masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap tekanan sosial maupun pengaruh digital.

Direktur Papha: Perlu Penanganan yang Efektif untuk ODDP

“Kesehatan mental adalah fondasi. Remaja perlu didampingi agar mampu mengenali diri, mengelola emosi, dan membangun relasi yang sehat,” ujarnya.

Hari pertama ditutup dengan pembacaan deklarasi komitmen menjaga kesehatan mental seluruh warga sekolah oleh pengurus OSIS yang diikuti peserta. Rangkaian program berlanjut pada hari berikutnya melalui lomba pidato, pembuatan konten edukasi, dan cerdas cermat bertema kesehatan mental remaja.

Program ini turut melibatkan pengawas pembina, narasumber, dosen psikologi Universitas Nusa Nipa Maumere, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kewapante dan Waipare.

Saat ini sekolah bersama para mitra pendidikan mulai memperkuat langkah pencegahan dan edukasi agar lingkungan belajar di Sikka semakin sehat secara mental dan siswa dapat berkembang optimal.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending