SOSBUD
Etika Jadi Ukuran Peradaban Nusantara, Bukan Sekadar Kemajuan Teknologi
Jika etika Nusantara dibawa ke ruang digital, teknologi dapat menjadi sarana pendidikan, pelestarian budaya, dan penguatan solidaritas sosial.
Jakarta,GardaFlores — Peradaban Nusantara tidak pernah semata-mata diukur dari kemajuan fisik seperti teknologi, gedung tinggi, atau pertumbuhan ekonomi. Dalam pandangan kebudayaan Nusantara, ukuran utama peradaban justru terletak pada kualitas etika: bagaimana manusia mengatur diri, memperlakukan sesama, menjaga alam, serta mewariskan kehidupan yang berkelanjutan kepada generasi berikutnya.
Hal ini disampaikan oleh Brigjen Purn. MJP Hutagaol, Selasa (16/12/2025) melalui rilisnya kepada GardaFlores.com di Maumere.
Menurutnya, Pandangan tersebut tertuang dalam sebuah artikel ilmiah–kultural berjudul Etika Peradaban Nusantara: Budi, Budaya, dan Putaran Zaman, yang membahas kembali makna peradaban dengan merujuk pada berbagai tradisi budaya di Nusantara, mulai dari Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis–Makassar, Dayak, Bali, Sunda, Papua, hingga tradisi Tionghoa Nusantara.
Tulisan tersebut menegaskan bahwa peradaban Nusantara berkembang sebagai sistem nilai yang menekankan keseimbangan antara manusia, alam, dan tata sosial. Budaya dipahami bukan sekadar kesenian atau adat, melainkan sebagai sistem pengetahuan hidup yang berfungsi menjaga agar kemajuan tidak berubah menjadi kehancuran.
Budaya sebagai Penjaga Etika Sosial
Dalam berbagai tradisi lokal, budaya berperan sebagai perangkat etika sosial dan ekologis. Konsep seperti pamali di Jawa dan Sunda, awig-awig di Bali, Dalihan Na Tolu di Batak, adat basandi syarak di Minangkabau, serta pasang ri Kajang di Sulawesi Selatan, atau muro di Lembata, NTT menunjukkan bagaimana nilai budaya mengatur hubungan antarmanusia sekaligus membatasi eksploitasi alam.
Ketika budaya melemah, tulisan tersebut mencatat, hukum formal sering kali kehilangan daya karena tidak ditopang oleh kesadaran etis masyarakat. Akibatnya, konflik sosial dan kerusakan lingkungan semakin sulit dikendalikan.
Menghormati Keragaman Melalui Spiritualitas dan Kebersamaan dengan Alam
Relasi Manusia dan Alam sebagai Amanah
Artikel ini juga menyoroti kuatnya prinsip amanah dalam relasi manusia dan alam di Nusantara. Alam dipandang sebagai titipan, bukan milik mutlak. Prinsip ini tercermin dalam larangan adat menebang hutan tertentu, pembatasan musim tangkap laut, serta pengkeramatan gunung dan mata air di berbagai daerah.
Dalam tradisi Bugis–Makassar dikenal konsep siri’ na pacce yang menekankan kehormatan dan empati, termasuk terhadap lingkungan. Di Papua, tanah dipandang sebagai “ibu” yang memberi kehidupan, sementara di Kalimantan hutan dipahami sebagai ruang hidup bersama manusia dan makhluk lain.

Brigjen Purn. MJP Hutagaol. (DokPri)
Budi sebagai Inti Etika Nusantara
Konsep Budi dipaparkan sebagai inti etika Nusantara. Budi dimaknai sebagai kesadaran moral yang menyatukan akal, rasa, dan kehendak baik. Nilai ini hadir dalam berbagai bentuk di setiap daerah, meskipun dengan istilah berbeda.
Budi berfungsi sebagai kompas moral bagi individu, masyarakat, dan pemimpin. Ketika nilai ini melemah, hukum masih ada, tetapi kehilangan ruh keadilan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab rapuhnya peradaban modern.
Putaran Zaman dan Refleksi Etis
Tulisan tersebut juga membahas gagasan putaran zaman yang dikenal luas dalam tradisi Nusantara. Konsep Cokro Manggilingan di Jawa, siklus kala–yuga di Bali, serta berbagai naskah dan tradisi lisan di Sulawesi, Sumatra, dan Papua menggambarkan sejarah sebagai gerak berulang yang dipengaruhi perilaku manusia.
Teks yang dikenal sebagai ramalan Jayabaya ditempatkan sebagai refleksi etis, bukan nubuat supranatural. Pesan utamanya dinilai sejalan dengan kebudayaan lain di Nusantara, yakni peringatan bahwa kemerosotan moral akan membawa krisis, sementara pemulihan etika akan mengembalikan keseimbangan.
Kesadaran Spiritual: Mengintegrasikan Roh, Jiwa, dan Tubuh untuk Kehidupan Lebih Bermakna
Tantangan Peradaban Digital
Memasuki era digital, artikel ini mencatat munculnya tantangan etika baru. Percepatan teknologi informasi mengubah cara manusia berinteraksi, tetapi juga memicu dangkalnya relasi sosial, maraknya ujaran kebencian, dan keterputusan dari akar budaya.
Tanpa nilai budi, teknologi dinilai berpotensi mempercepat krisis etika. Namun sebaliknya, jika etika Nusantara dibawa ke ruang digital, teknologi dapat menjadi sarana pendidikan, pelestarian budaya, dan penguatan solidaritas sosial.
Kearifan Lokal dan Ketahanan Bencana
Indonesia yang berada di wilayah Cincin Api Pasifik disebut memiliki tradisi panjang dalam menghadapi bencana alam. Kearifan lokal seperti rumah panggung, tata ruang adat, dan larangan membuka hutan tertentu, penangkapan ikan di zona tertentu, dipandang sebagai bentuk mitigasi bencana berbasis budaya.
Pengalaman negara lain seperti Jepang menunjukkan bahwa ketahanan peradaban justru lahir dari perpaduan antara teknologi modern dan disiplin budaya yang kuat.
Menjaga Api Peradaban
Artikel tersebut menutup dengan seruan untuk kembali menempatkan etika sebagai fondasi peradaban. Kembali kepada budi dipahami bukan sebagai langkah mundur, melainkan upaya membawa kebijaksanaan Nusantara ke masa depan.
Dengan menjaga budaya sebagai ilmu kehidupan, merawat alam sebagai titipan, dan memahami putaran zaman sebagai peringatan etis, peradaban Nusantara dinilai memiliki peluang untuk tetap berakar, berdaulat, dan berkelanjutan di tengah perubahan global.»(rel)
SOSBUD
Keluhan Warga Saat Live TikTok Bupati Sikka, Dua Hari Kemudian Lampu Jalan SDI Misir Dipasang
Keluhan warga mengenai minimnya penerangan jalan di sekitar SDI Misir ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Sikka. Dua hari setelah disampaikan dalam live TikTok Bupati Juventus Prima Yoris Kago, lampu jalan dipasang Dinas Perhubungan pada Senin (14/9/2026).
MAUMERE, GardaFlores — Keluhan warga mengenai minimnya penerangan jalan di sekitar SDI Misir, wilayah lingkar luar Kota Maumere, ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Sikka melalui pemasangan lampu jalan pada Senin (14/9/2026) pagi.
Keluhan tersebut disampaikan warga saat Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melakukan siaran langsung melalui akun TikTok miliknya pada Sabtu (12/9/2026) malam.
Dalam siaran langsung itu, warga meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan di sekitar SDI Misir yang minim penerangan. Warga menyampaikan bahwa kondisi jalan yang gelap pada malam hari menyulitkan masyarakat yang melintas dan menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan.
Bupati Juventus kemudian menginstruksikan Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka untuk menindaklanjuti permintaan tersebut dengan memasang lampu penerangan di titik yang dikeluhkan warga.
Dua hari kemudian, petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka turun ke kawasan SDI Misir dan melakukan pemasangan lampu jalan.
Alfons dan Ignasius Klarifikasi Pemberitaan Kerusakan Fasilitas Air Napugera
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan pemerintah daerah harus responsif terhadap persoalan yang disampaikan masyarakat.
“Ini bentuk komitmen pemerintah untuk mendengar dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kalau memang itu kebutuhan warga dan berkaitan dengan kepentingan serta keamanan masyarakat, kita akan berupaya menindaklanjutinya secepat mungkin,” kata Bupati Sikka.
Menurut Juventus, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, menjadi informasi bagi pemerintah untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga.
Ia juga meminta perangkat daerah tidak menunda penanganan terhadap persoalan yang memungkinkan untuk segera diselesaikan.
Pemasangan lampu jalan di sekitar SDI Misir dilakukan setelah warga menyampaikan keluhan dalam siaran langsung TikTok Bupati Sikka. Jarak antara penyampaian keluhan pada Sabtu malam dan pemasangan lampu pada Senin pagi berlangsung sekitar dua hari.»(rel)
SOSBUD
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 1603/Sikka Tanam Bakau di Pesisir Reroroja
Kodim 1603/Sikka bersama Lanal Maumere, Basarnas, Persit dan masyarakat menanam bakau di pesisir Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Kodim 1603/Sikka menggelar penanaman pohon bakau di kawasan pesisir Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Rabu (9/9/2026), dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
Kegiatan tersebut melibatkan personel Kodim 1603/Sikka, Lanal Maumere, Basarnas, Persit KCK Cabang XIV Dim 1603/Sikka serta masyarakat setempat.
Penanaman dipimpin Kasdim 1603/Sikka Mayor Cba Dominggus Melianus Atamani. Kegiatan itu mengusung tema HUT ke-81 TNI Tahun 2026, yakni “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.”
Kasdim 1603/Sikka Mayor Cba Dominggus Melianus Atamani mengatakan, kegiatan penanaman bakau merupakan bagian dari pengabdian TNI melalui aksi yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat.
Polwan Tetap Bertugas di Tengah Gempa Susulan dan Kekhawatiran Keluarga
“Melalui kegiatan penanaman bakau ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengabdian TNI. Hutan bakau memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir dari abrasi serta mempertahankan keseimbangan ekosistem,” ujar Dominggus.
Ia mengatakan, keberadaan hutan bakau perlu dijaga secara bersama, termasuk oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pesisir.
Menurutnya, bibit bakau yang telah ditanam perlu dirawat agar dapat tumbuh dan berkembang sehingga fungsi ekologisnya dapat terjaga.
Penanaman bakau tersebut menjadi salah satu kegiatan Kodim 1603/Sikka dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI yang diperingati pada 5 Oktober 2026.»(rel)
SOSBUD
Kebakaran Lahan Dekati Bandara Frans Seda, TNI-Polri Dikerahkan
Kebakaran puluhan hektare lahan kering terjadi di sekitar Bandara Frans Seda Maumere. Api meluas hingga mendekati kawasan bandara dan ditangani petugas gabungan.
MAUMERE, GardaFlores — Kebakaran lahan kering terjadi di sekitar Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (8/9/2026). Kobaran api yang membakar puluhan hektare lahan bergerak mendekati kawasan bandara sehingga petugas mengerahkan kendaraan pemadam untuk mencegah api mencapai fasilitas vital tersebut.
Api mulai terlihat sekitar pukul 08.00 WITA dari kawasan kebun milik warga yang berjarak sekitar satu kilometer dari bandara. Kobaran kemudian meluas hingga mendekati kawasan fasilitas bandara.
Petugas Bandara Frans Seda mengerahkan kendaraan pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan. TNI dan Polri kemudian turut dikerahkan ke lokasi, bersama kendaraan pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Sikka.
Sekitar pukul 14.36 WITA, sebagian area yang terbakar berhasil dikendalikan. Namun, proses pemadaman masih dilanjutkan karena sejumlah titik api dan bara masih ditemukan.
Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi
Sedikitnya 30 personel Kodim 1603/Sikka dan sekitar 35 personel Polres Sikka dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut.
Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana mengatakan kebakaran melanda areal lahan kering yang cukup luas dan telah mendekati bangunan serta fasilitas vital Bandara Frans Seda.

“Pemadaman dilakukan untuk menyelamatkan fasilitas negara dari amukan api,” kata Denny.
Hingga proses pemadaman berlangsung, penyebab kebakaran belum diketahui. Dugaan mengenai kelalaian maupun kesengajaan juga belum dapat dipastikan.
Denny mengatakan penyelidikan mengenai sumber api dan kemungkinan adanya unsur kesengajaan merupakan kewenangan pihak kepolisian.
Bandara Frans Seda menjadi salah satu fasilitas transportasi yang digunakan dalam mendukung mobilitas dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka dan wilayah Flores.
Karena itu, penanganan kebakaran dilakukan untuk mencegah api mencapai fasilitas bandara dan mengantisipasi dampak terhadap aktivitas di kawasan tersebut.
Hingga Selasa sore, petugas masih melakukan pemadaman dan pemantauan terhadap titik-titik bara untuk mencegah munculnya kembali kobaran api. (rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Saat Kalender Berganti, Nurani Seharusnya Bergerak - Garda Flores %