Connect with us

POLITIK

Tok! APBD Sikka 2026 Disahkan

Kendati defisit sebesar Rp49.378.743.000.

Published

on

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dalam Rapat Paripurna DPRD Sikka di Maumere, Senin (29/12/2025). (GARDAFLORES/KAREL PANDU)

Maumere, GardaFlores – Pemerintah Kabupaten Sikka bersama DPRD Sikka resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. APBD ini ditetapkan dalam kondisi defisit sebesar Rp49.378.743.000, dengan belanja pegawai masih menjadi komponen terbesar dalam struktur anggaran.

Pengesahan APBD Sikka 2026 dilakukan dalam Rapat Paripurna XII Masa Sidang I Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar di Ruang Sidang Utama Lepo Kula Babong, Senin (29/12/2025), dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa, SE, didampingi Wakil Ketua DPRD Herlindis Donatha da Rato.

Soroti Dominasi Belanja Operasi, Ada Catatan Kritis, Fraksi Demokrat Setujui APBD Sikka 2026

APBD Sikka 2026 Disahkan Jelang Tutup Tahun

DPRD Kabupaten Sikka secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2026 menjadi Peraturan Daerah, hanya dua hari menjelang akhir tahun 2025. Dalam rapat yang sama, DPRD juga menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026, menutup Masa Sidang I, serta membuka Masa Sidang II Tahun Sidang 2025/2026.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan bahwa RAPBD Sikka 2026 telah disesuaikan dengan hasil evaluasi Pemerintah Provinsi NTT dan hasil pembahasan bersama DPRD Sikka. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD yang telah menyetujui APBD 2026.

Pendapatan Rp1,24 Triliun, Belanja Rp1,28 Triliun

Dalam APBD Sikka 2026, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp1.240.085.000.000, sementara Belanja Daerah mencapai Rp1.289.463.743.000. Dari selisih tersebut, APBD Sikka 2026 mengalami defisit Rp49.378.743.000.

Dugaan Pelanggaran Hukum Pengadaan PJU, Fraksi Nurani Sejahtera Desak Pemkab Sikka Lakukan Evaluasi

Penerimaan Pembiayaan Daerah direncanakan sebesar Rp 78.779.162.664, yang bersumber dari Perkiraan SiLPA Tahun 2025. Perkiraan SiLPA akan disesuaikan kembali berdasarkaan nilai SiLPA riil hasil audit BPK RI Perwakilan Provinsi NTT terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka Tahun 2025. Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah direncanakan sebesar Rp 29.400.419.664, yang direncanakan untuk membiayai pembayaran cicilan pokok utang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 29.400.419.664.

Selisih antara anggaran Penerimaan Pembiayaan dengan anggaran Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp 49.378.743.000, merupakan nilai pembiayaan netto yang digunakan untuk membiayai defisit APBD.

Pendapatan Daerah tahun 2026 yang direncanakan sebesar Rp 1.240.085.000.000 terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dianggarkan sebesar Rp 124.134.620.314, Pendapatan Transfer, dianggarkan sebesar Rp 1.099.383.767.086, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dianggarkan sebesar Rp 16.566.612.600.

PAD dari sumber Pajak Daerah dianggarkan sebesar Rp 41.507.644.427,47, Retribusi Daerah dianggarkan sebesar Rp 68.919.328.645,53, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dianggarkan sebesar Rp 2.635.916.846, dan  Lain-Lain PAD yang Sah dianggarkan sebesar Rp 11.071.730.395.

Pendapatan Transfer diperoleh dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dianggarkan sebesar Rp 1.062.607.604.000, dan Pendapatan Transfer Antar Daerah dianggarkan sebesar Rp 36.776.163.086 yang bersumber dari pendapatan Bagi Hasil Pajak Daerah Provinsi.

Belanja Daerah yang direncanakan sebesar Rp 1.289.463.743.000 terdiri dari Belanja Operasi dianggarkan Rp 1.029.801.878.808,44, Belanja Modal dianggarkan Rp 44.943.387.882,81, Belanja Tidak Terduga dianggarkan sebesar Rp 1.024.758.978,75, dan Belanja Transfer dianggarkan sebesar Rp 213.693.717.330.

Belanja Operasi: Belanja Pegawai dianggarkan sebesar Rp 683.584.965.150,35, Belanja Barang dan Jasa dianggarkan sebesar Rp 296.427.342.855,09, Belanja Bunga dianggarkan sebesar Rp 7.176.001.445, Belanja Hibah dianggarkan sebesar Rp 37.923.569.358, dan Belanja Bantuan Sosial Rp 4.690.000.000.

Belanja Modal: Belanja Modal Tanah sebesar Rp 775.000.000, Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp 8.842.266.228, Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp 21.667.452.466,81, Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi sebesar Rp 9.270.652.860, dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya sebesar Rp 4.388.016.328.

Belanja Transfer: Belanja Bagi Hasil dianggarkan sebesar Rp 4.950.000.000, dan Belanja Bantuan Keuangan dianggarkan sebesar Rp 208.743.717.330.»(rel)

 

POLITIK

Dialog Penggusuran di Ende Berujung Deadlock, Bupati Tinggalkan Forum Audiensi Mahasiswa

“Saya minta serahkan dulu tuntutan yang telah kalian baca itu agar bisa dipelajari dan dijawab.”

Published

on

Situasi semakin tegang ketika dialog berlangsung tanpa titik temu. Mahasiswa beberapa kali meminta bupati tetap berada di kursi audiensi untuk melanjutkan pembahasan. Namun, Yosef akhirnya meninggalkan ruang pertemuan setelah komunikasi antara kedua pihak tidak mencapai kesepakatan. FOTO: IST

ENDE, GardaFlores — Audiensi antara Pemerintah Kabupaten Ende dengan mahasiswa dari organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) berakhir tanpa kesepakatan di Kantor Bupati Ende, Kamis (7/5/2026).

Forum yang berlangsung setelah aksi unjuk rasa terkait penggusuran lahan dan penataan aset daerah itu memanas saat kedua pihak berselisih mengenai mekanisme penyampaian tuntutan.

Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, yang sebelumnya dijadwalkan menghadiri agenda luar daerah usai pelantikan pejabat eselon II, tetap menerima mahasiswa dalam forum audiensi resmi di ruang sidang kantor bupati.

Ketegangan muncul ketika pemerintah meminta salinan dokumen tuntutan mahasiswa untuk dipelajari sebelum memberikan tanggapan resmi.

“Saya minta serahkan dulu tuntutan yang telah kalian baca itu agar bisa dipelajari dan dijawab,” kata Yosef dalam forum audiensi.

Permintaan tersebut ditolak mahasiswa. Perwakilan GMNI dan LMND menilai seluruh poin tuntutan yang dibacakan seharusnya dicatat langsung oleh staf pemerintah sebagai notulen resmi forum.

Penggusuran Ende Diprotes, Padma: Dugaan Pelanggaran HAM

“Pak Bupati, kami tidak akan menyerahkan format tuntutan ini sebelum tuntutan kami dipenuhi dan mestinya ada staf Pak Bupati yang mencatat,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Situasi semakin tegang ketika dialog berlangsung tanpa titik temu. Mahasiswa beberapa kali meminta bupati tetap berada di kursi audiensi untuk melanjutkan pembahasan. Namun, Yosef akhirnya meninggalkan ruang pertemuan setelah komunikasi antara kedua pihak tidak mencapai kesepakatan.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Ketua Termandat GMNI Ende, Fernando Dela, mahasiswa menyoroti legalitas penggusuran lahan yang dilakukan pemerintah daerah. Mereka menilai proses penertiban aset harus tetap tunduk pada prinsip negara hukum dan perlindungan hak warga.

“Setiap tindakan pemerintah, termasuk penggusuran lahan, wajib dilakukan berdasarkan hukum dan menjunjung prinsip keadilan sosial,” kata Fernando.

GMNI dan LMND menilai pengosongan lahan tidak boleh dilakukan tanpa putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Mereka juga menyoroti dugaan pelanggaran prosedur dalam proses penggusuran serta meminta pemerintah menjalankan program reforma agraria dan menyediakan solusi relokasi bagi warga terdampak.

Mahasiswa turut mendesak penyediaan rumah layak huni bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat penertiban tersebut.

Menanggapi tuntutan itu, Yosef menegaskan langkah pemerintah merupakan bagian dari penertiban aset daerah yang selama bertahun-tahun dikuasai tanpa izin resmi.

“Yang dilakukan itu penertiban aset yang puluhan tahun dikuasai warga. Mereka bangun dan tinggal secara ilegal tanpa izin pemerintah,” ujar Yosef.

Hingga audiensi berakhir, tidak ada kesepakatan bersama yang dicapai antara pemerintah daerah dan mahasiswa. GMNI dan LMND menyatakan akan terus mengawal isu penggusuran dan penataan aset daerah di Kabupaten Ende.»(rel)

Continue Reading

POLITIK

Bawaslu Sikka Bangun Konsolidasi Politik, Isu Money Politics dan Hoaks Jadi Sorotan

“Kami melihat ini sebagai langkah positif untuk membangun komunikasi dan menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Sikka.”

Published

on

Partai Gelora menjadi partai politik pertama yang dikunjungi Bawaslu Sikka pada 2026 dalam agenda penguatan komunikasi kelembagaan di luar tahapan pemilu. Ketua DPD Partai Gelora Sikka, Nasir Thamrin (kiri), Konsolidasi dipimpin Ketua Bawaslu Sikka, Florita Idah Djuang (kanan). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sikka memperkuat koordinasi pengawasan demokrasi dengan menyambangi DPD Partai Gelora Kabupaten Sikka di Jalan Sultan Hasanuddin, Beru, Kecamatan Alok Timur, Selasa (12/5/2026). Pertemuan tersebut menyoroti pencegahan politik uang, penyebaran hoaks, dan penguatan mekanisme penyelesaian sengketa pemilu.

Konsolidasi dipimpin Ketua Bawaslu Sikka, Florita Idah Djuang, bersama jajaran komisioner dan staf. Rombongan diterima pengurus DPD Partai Gelora.

Florita mengatakan Partai Gelora menjadi partai politik pertama yang dikunjungi Bawaslu Sikka pada 2026 dalam agenda penguatan komunikasi kelembagaan di luar tahapan pemilu.

Menurutnya, koordinasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antara lembaga pengawas dan partai politik guna menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

“Tujuan utama konsolidasi ini untuk memperkuat koordinasi dan membangun pemahaman bersama terkait pengawasan demokrasi,” ujar Florita.

Dalam pertemuan itu, Bawaslu dan pengurus partai membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pencegahan money politics, penyebaran informasi palsu, hingga mekanisme penyelesaian sengketa pemilu sesuai ketentuan hukum.

Anggota Bawaslu Sikka, Muhajir Latif, menilai praktik politik uang masih menjadi tantangan serius dalam pelaksanaan demokrasi di tingkat lokal.

KPU Sikka Sinkronkan Data Parpol, Kunjungi DPD Partai Gelora Tindak Lanjuti PKPU Verifikasi Peserta Pemilu

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini agar tidak merusak kedaulatan pemilih,” katanya.

Sementara itu, anggota Bawaslu lainnya, Yohanes Ariski, menekankan pentingnya edukasi regulasi pemilu kepada masyarakat agar penyelesaian sengketa dilakukan melalui jalur hukum yang tersedia.

Ketua DPD Partai Gelora Sikka, Nasir Thamrin, menyebut pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi penting antara penyelenggara pengawasan pemilu dan peserta politik.

“Kami melihat ini sebagai langkah positif untuk membangun komunikasi dan menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Sorotan terhadap praktik politik uang juga disampaikan Ketua DPC Gelora Kecamatan Bola, Vinsensius. Ia meminta pengawasan dan penindakan diperkuat karena praktik tersebut dinilai masih terjadi di tengah masyarakat.

Sekretaris DPD Partai Gelora Sikka, Yohanes Kia Nunang, berharap komunikasi antara partai politik dan lembaga pengawas tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi berlanjut dalam kerja sama penguatan demokrasi daerah.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat pengawasan partisipatif dan menjaga iklim demokrasi yang sehat menjelang tahapan politik berikutnya di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

POLITIK

Sikka Dorong Program Gizi Nasional Serap Pangan Lokal dan Libatkan Petani-Nelayan

“Masyarakat lokal harus dilibatkan secara aktif, jangan hanya menjadi penonton.”

Published

on

Bupati Sikka menegaskan kebutuhan pangan program sebaiknya dipenuhi dari hasil pertanian dan perikanan lokal guna memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka meminta pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional di daerah itu memprioritaskan penggunaan pangan lokal serta melibatkan petani, nelayan, dan pelaku usaha setempat dalam rantai distribusi.

Arah kebijakan tersebut disampaikan Bupati Sikka saat menerima tim Badan Gizi Nasional (BGN) di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026), dalam pembahasan sinkronisasi program nasional dan kesiapan implementasi di Kabupaten Sikka.

Pertemuan itu memfokuskan pembahasan pada pemetaan wilayah sasaran, distribusi layanan gizi, serta skema penyediaan bahan pangan untuk mendukung program pemerintah pusat di tingkat daerah.

Bupati Sikka menegaskan kebutuhan pangan program sebaiknya dipenuhi dari hasil pertanian dan perikanan lokal guna memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kita punya ikan yang melimpah, jagung, kacang-kacangan, dan sayuran segar. Dengan menggunakan pangan lokal, kita tidak hanya menjamin kesegaran gizi bagi anak-anak, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat kita sendiri,” ujarnya.

Bupati Sikka Dorong Kolaborasi Pemda dan KSP Pintu Air untuk Penuhi Bahan Baku MBG

Menurutnya, keterlibatan sektor lokal penting agar program gizi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kesehatan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Pemerintah daerah juga meminta bahan pangan program tidak didatangkan dari luar wilayah selama komoditas lokal masih mampu memenuhi kebutuhan distribusi.

Selain aspek penyediaan pangan, pembahasan turut mencakup pemetaan ulang titik distribusi menyusul perkembangan wilayah dan perubahan konsentrasi penduduk di sejumlah kecamatan.

Evaluasi distribusi dilakukan terhadap beberapa wilayah, seperti Wolowiro, Moko, Nitakloang, dan Doreng, untuk memastikan cakupan layanan menjangkau seluruh desa sasaran.

Bupati Sikka juga meminta Badan Gizi Nasional membuka ruang lebih besar bagi tenaga kerja dan pengusaha lokal dalam operasional program di lapangan.

“Masyarakat lokal harus dilibatkan secara aktif, jangan hanya menjadi penonton. Saya ingin pengusaha kita yang bergerak agar perputaran uang tetap di Sikka,” katanya.

Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan upaya integrasi program kesehatan dan penguatan ekonomi lokal, terutama di wilayah yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending