POLITIK
Soroti Dominasi Belanja Operasi, Ada Catatan Kritis, Fraksi Demokrat Setujui APBD Sikka 2026
Kebijakan efisiensi anggaran harusnya berdampak langsung bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Maumere, GardaFlores – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Sikka menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sikka, Senin (29/12/2025). Namun persetujuan ini disertai sejumlah catatan kritis terhadap struktur dan arah kebijakan anggaran pemerintah.
Pandangan akhir dibacakan oleh juru bicara Fraksi Demokrat, Piet Christian da Cunha, di ruang sidang DPRD Sikka. Fraksi Demokrat menilai APBD 2026 disusun dalam situasi fiskal yang tidak ringan. Ditandai dengan ruang fiskal yang semakin sempit, meningkatnya belanja wajib dan mengikat, tuntutan pemenuhan prioritas nasional dan daerah. Pun ketidakpastian transfer dari pemerintah pusat.
“Situasi ini menuntut APBD yang realistis, terukur, dan benar-benar berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar memenuhi rutinitas anggaran,” tegas Christian da Cunha.
Berdasarkan hasil pembahasan DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), total pendapatan daerah Kabupaten Sikka Tahun 2026 direncanakan sebesar Rp1,24 triliun. Pendapatan tersebut masih didominasi oleh transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,09 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya berkontribusi sekitar Rp124,13 miliar atau sekitar 10 persen dari total pendapatan.
APBD Sikka 2026 Defisit Rp49,37 Miliar, Belanja Pegawai Masih Dominan
Di sisi belanja, APBD 2026 dirancang sebesar Rp1,289 triliun, dengan belanja operasi mencapai lebih dari Rp1,029 triliun. Belanja modal hanya dialokasikan sekitar Rp44,94 miliar. Dengan struktur tersebut, APBD 2026 mengalami defisit sebesar Rp49,37 miliar yang ditutup melalui pembiayaan netto.
Fraksi Demokrat secara tegas mengkritisi dominasi belanja operasi yang dinilai masih terlalu besar dibandingkan belanja modal. Demokrat menilai bahwa kebijakan efisiensi anggaran belum sepenuhnya diikuti dengan pergeseran belanja ke sektor-sektor produktif yang berdampak langsung bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Piet Christian da Cunha ketika menyampaikan pandangan akhir Fraksi Demokrat, di ruang sidang DPRD Sikka, Senin (29/12/2025). (GARDAFLORES/KAREL PANDU)
“Efisiensi tidak boleh berhenti pada pemotongan angka. Harus disertai perbaikan tata kelola, evaluasi berbasis kinerja, serta penghapusan belanja yang tidak produktif,” tegas fraksi.
Selain itu, Demokrat mengingatkan risiko pengelolaan defisit yang ditutup dengan asumsi SILPA nol. Asumsi tersebut dinilai rawan jika realisasi pendapatan tidak optimal atau terjadi perubahan kebijakan transfer pusat. Pemerintah daerah diminta meningkatkan akurasi proyeksi pendapatan, memperkuat manajemen risiko fiskal, serta menyiapkan langkah penyesuaian jika terjadi kekurangan pendapatan.
Kebijakan pengurangan pagu pendekatan politis DPRD sebesar 25 persen juga mendapat sorotan. Demokrat menilai kebijakan tersebut positif, namun menegaskan bahwa pengurangan anggaran harus disertai indikator kinerja yang jelas dan benar-benar mengarahkan dana publik pada program prioritas masyarakat.
Menyoroti rendahnya kontribusi PAD yang mencerminkan tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat, Demokrat mendorong pemerintah daerah untuk melakukan inovasi PAD secara konkret dan terukur. Pemerintah dapat melakukannya melalui intensifikasi pajak dan retribusi, penguatan BUMD berbasis kinerja, pengembangan sektor unggulan seperti pariwisata, kelautan, pertanian, dan UMKM, serta digitalisasi layanan pendapatan daerah.
Dalam pandangan akhirnya, Fraksi Demokrat menegaskan bahwa APBD harus menunjukkan keberpihakan nyata terhadap layanan dasar, seperti penurunan kemiskinan dan ketimpangan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, percepatan penurunan stunting, penyediaan infrastruktur dasar, serta perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan.
Meski menyampaikan berbagai catatan kritis, Fraksi Demokrat menyatakan menyetujui Ranperda APBD Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, dengan penegasan bahwa seluruh rekomendasi DPRD harus menjadi bagian tidak terpisahkan dalam pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kinerja pemerintah daerah.
“APBD bukan sekadar dokumen angka, melainkan instrumen keadilan sosial. Ukurannya adalah sejauh mana anggaran menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat,” tegas Fraksi Demokrat. (rel)
POLITIK
Dialog Penggusuran di Ende Berujung Deadlock, Bupati Tinggalkan Forum Audiensi Mahasiswa
“Saya minta serahkan dulu tuntutan yang telah kalian baca itu agar bisa dipelajari dan dijawab.”
ENDE, GardaFlores — Audiensi antara Pemerintah Kabupaten Ende dengan mahasiswa dari organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) berakhir tanpa kesepakatan di Kantor Bupati Ende, Kamis (7/5/2026).
Forum yang berlangsung setelah aksi unjuk rasa terkait penggusuran lahan dan penataan aset daerah itu memanas saat kedua pihak berselisih mengenai mekanisme penyampaian tuntutan.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, yang sebelumnya dijadwalkan menghadiri agenda luar daerah usai pelantikan pejabat eselon II, tetap menerima mahasiswa dalam forum audiensi resmi di ruang sidang kantor bupati.
Ketegangan muncul ketika pemerintah meminta salinan dokumen tuntutan mahasiswa untuk dipelajari sebelum memberikan tanggapan resmi.
“Saya minta serahkan dulu tuntutan yang telah kalian baca itu agar bisa dipelajari dan dijawab,” kata Yosef dalam forum audiensi.
Permintaan tersebut ditolak mahasiswa. Perwakilan GMNI dan LMND menilai seluruh poin tuntutan yang dibacakan seharusnya dicatat langsung oleh staf pemerintah sebagai notulen resmi forum.
“Pak Bupati, kami tidak akan menyerahkan format tuntutan ini sebelum tuntutan kami dipenuhi dan mestinya ada staf Pak Bupati yang mencatat,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Situasi semakin tegang ketika dialog berlangsung tanpa titik temu. Mahasiswa beberapa kali meminta bupati tetap berada di kursi audiensi untuk melanjutkan pembahasan. Namun, Yosef akhirnya meninggalkan ruang pertemuan setelah komunikasi antara kedua pihak tidak mencapai kesepakatan.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Ketua Termandat GMNI Ende, Fernando Dela, mahasiswa menyoroti legalitas penggusuran lahan yang dilakukan pemerintah daerah. Mereka menilai proses penertiban aset harus tetap tunduk pada prinsip negara hukum dan perlindungan hak warga.

“Setiap tindakan pemerintah, termasuk penggusuran lahan, wajib dilakukan berdasarkan hukum dan menjunjung prinsip keadilan sosial,” kata Fernando.
GMNI dan LMND menilai pengosongan lahan tidak boleh dilakukan tanpa putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Mereka juga menyoroti dugaan pelanggaran prosedur dalam proses penggusuran serta meminta pemerintah menjalankan program reforma agraria dan menyediakan solusi relokasi bagi warga terdampak.
Mahasiswa turut mendesak penyediaan rumah layak huni bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat penertiban tersebut.
Menanggapi tuntutan itu, Yosef menegaskan langkah pemerintah merupakan bagian dari penertiban aset daerah yang selama bertahun-tahun dikuasai tanpa izin resmi.
“Yang dilakukan itu penertiban aset yang puluhan tahun dikuasai warga. Mereka bangun dan tinggal secara ilegal tanpa izin pemerintah,” ujar Yosef.
Hingga audiensi berakhir, tidak ada kesepakatan bersama yang dicapai antara pemerintah daerah dan mahasiswa. GMNI dan LMND menyatakan akan terus mengawal isu penggusuran dan penataan aset daerah di Kabupaten Ende.»(rel)
POLITIK
Bawaslu Sikka Bangun Konsolidasi Politik, Isu Money Politics dan Hoaks Jadi Sorotan
“Kami melihat ini sebagai langkah positif untuk membangun komunikasi dan menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Sikka.”
MAUMERE, GardaFlores — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sikka memperkuat koordinasi pengawasan demokrasi dengan menyambangi DPD Partai Gelora Kabupaten Sikka di Jalan Sultan Hasanuddin, Beru, Kecamatan Alok Timur, Selasa (12/5/2026). Pertemuan tersebut menyoroti pencegahan politik uang, penyebaran hoaks, dan penguatan mekanisme penyelesaian sengketa pemilu.
Konsolidasi dipimpin Ketua Bawaslu Sikka, Florita Idah Djuang, bersama jajaran komisioner dan staf. Rombongan diterima pengurus DPD Partai Gelora.
Florita mengatakan Partai Gelora menjadi partai politik pertama yang dikunjungi Bawaslu Sikka pada 2026 dalam agenda penguatan komunikasi kelembagaan di luar tahapan pemilu.
Menurutnya, koordinasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antara lembaga pengawas dan partai politik guna menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
“Tujuan utama konsolidasi ini untuk memperkuat koordinasi dan membangun pemahaman bersama terkait pengawasan demokrasi,” ujar Florita.
Dalam pertemuan itu, Bawaslu dan pengurus partai membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pencegahan money politics, penyebaran informasi palsu, hingga mekanisme penyelesaian sengketa pemilu sesuai ketentuan hukum.

Anggota Bawaslu Sikka, Muhajir Latif, menilai praktik politik uang masih menjadi tantangan serius dalam pelaksanaan demokrasi di tingkat lokal.
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini agar tidak merusak kedaulatan pemilih,” katanya.
Sementara itu, anggota Bawaslu lainnya, Yohanes Ariski, menekankan pentingnya edukasi regulasi pemilu kepada masyarakat agar penyelesaian sengketa dilakukan melalui jalur hukum yang tersedia.
Ketua DPD Partai Gelora Sikka, Nasir Thamrin, menyebut pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi penting antara penyelenggara pengawasan pemilu dan peserta politik.
“Kami melihat ini sebagai langkah positif untuk membangun komunikasi dan menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Sikka,” ujarnya.
Sorotan terhadap praktik politik uang juga disampaikan Ketua DPC Gelora Kecamatan Bola, Vinsensius. Ia meminta pengawasan dan penindakan diperkuat karena praktik tersebut dinilai masih terjadi di tengah masyarakat.
Sekretaris DPD Partai Gelora Sikka, Yohanes Kia Nunang, berharap komunikasi antara partai politik dan lembaga pengawas tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi berlanjut dalam kerja sama penguatan demokrasi daerah.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat pengawasan partisipatif dan menjaga iklim demokrasi yang sehat menjelang tahapan politik berikutnya di Kabupaten Sikka.»(rel)
POLITIK
Sikka Dorong Program Gizi Nasional Serap Pangan Lokal dan Libatkan Petani-Nelayan
“Masyarakat lokal harus dilibatkan secara aktif, jangan hanya menjadi penonton.”
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka meminta pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional di daerah itu memprioritaskan penggunaan pangan lokal serta melibatkan petani, nelayan, dan pelaku usaha setempat dalam rantai distribusi.
Arah kebijakan tersebut disampaikan Bupati Sikka saat menerima tim Badan Gizi Nasional (BGN) di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026), dalam pembahasan sinkronisasi program nasional dan kesiapan implementasi di Kabupaten Sikka.
Pertemuan itu memfokuskan pembahasan pada pemetaan wilayah sasaran, distribusi layanan gizi, serta skema penyediaan bahan pangan untuk mendukung program pemerintah pusat di tingkat daerah.
Bupati Sikka menegaskan kebutuhan pangan program sebaiknya dipenuhi dari hasil pertanian dan perikanan lokal guna memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kita punya ikan yang melimpah, jagung, kacang-kacangan, dan sayuran segar. Dengan menggunakan pangan lokal, kita tidak hanya menjamin kesegaran gizi bagi anak-anak, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat kita sendiri,” ujarnya.
Bupati Sikka Dorong Kolaborasi Pemda dan KSP Pintu Air untuk Penuhi Bahan Baku MBG
Menurutnya, keterlibatan sektor lokal penting agar program gizi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kesehatan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Pemerintah daerah juga meminta bahan pangan program tidak didatangkan dari luar wilayah selama komoditas lokal masih mampu memenuhi kebutuhan distribusi.
Selain aspek penyediaan pangan, pembahasan turut mencakup pemetaan ulang titik distribusi menyusul perkembangan wilayah dan perubahan konsentrasi penduduk di sejumlah kecamatan.
Evaluasi distribusi dilakukan terhadap beberapa wilayah, seperti Wolowiro, Moko, Nitakloang, dan Doreng, untuk memastikan cakupan layanan menjangkau seluruh desa sasaran.
Bupati Sikka juga meminta Badan Gizi Nasional membuka ruang lebih besar bagi tenaga kerja dan pengusaha lokal dalam operasional program di lapangan.
“Masyarakat lokal harus dilibatkan secara aktif, jangan hanya menjadi penonton. Saya ingin pengusaha kita yang bergerak agar perputaran uang tetap di Sikka,” katanya.
Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan upaya integrasi program kesehatan dan penguatan ekonomi lokal, terutama di wilayah yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan.»(rel)
-
HUMANIORA11 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA10 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
NASIONAL7 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
OPINI10 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
