Connect with us

POLITIK

Pemkab Sikka Akselerasi Keterbukaan Informasi, KI NTT Ingatkan Risiko Sengketa

“PPID adalah etalase utama badan publik. Kalau tidak dikelola dengan baik, wajah keterbukaan pemerintah juga ikut buruk.”

Published

on

Komisi Informasi Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan sosialisasi dan advokasi keterbukaan informasi publik yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Sikka, Kamis (9/4/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka mulai mengakselerasi pembenahan tata kelola keterbukaan informasi publik dengan melibatkan Komisi Informasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul evaluasi atas belum optimalnya layanan informasi di tingkat perangkat daerah.

Langkah tersebut ditandai melalui kegiatan sosialisasi dan advokasi keterbukaan informasi publik yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Sikka, Kamis (9/4/2026), sebagai bagian dari penguatan implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Komisioner Komisi Informasi NTT, E. R. Ratna Megasari, menyampaikan bahwa capaian keterbukaan badan publik kerap terhambat oleh kelemahan pada sistem pelayanan informasi dan administrasi pendukung, termasuk dalam pengisian instrumen evaluasi keterbukaan.

“Sering kali badan publik sebenarnya sudah bekerja dengan baik, tetapi pengisian instrumen penilaian tidak maksimal. Akibatnya, nilai keterbukaan menjadi rendah,” ujar Ratna.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik menuntut sistem layanan yang terstruktur, responsif, dan berbasis regulasi, bukan sekadar publikasi kegiatan institusi.

APBD Sikka Terserap Gaji P3K, Prioritas Infrastruktur Dipersoalkan di Tengah Keterbatasan Fiskal

Ratna juga mengingatkan bahwa kelalaian dalam memenuhi permohonan informasi masyarakat dalam batas waktu yang ditetapkan berpotensi menimbulkan sengketa informasi. Dalam kondisi tersebut, Komisi Informasi memiliki kewenangan untuk melakukan mediasi hingga ajudikasi.

Selain aspek pelayanan, Komisi Informasi menyoroti belum optimalnya fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang menjadi simpul utama layanan informasi publik.

“PPID adalah etalase utama badan publik. Kalau tidak dikelola dengan baik, wajah keterbukaan pemerintah juga ikut buruk,” kata Ratna.

Ia menekankan perlunya penguatan kelembagaan PPID melalui dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta alokasi anggaran yang memadai.

SMPN Alok Sikka Kekurangan 11 Kelas dan Air Bersih, Tampung 768 Siswa Sejak 2019

Dalam skema penilaian keterbukaan informasi, predikat “informatif” berada pada rentang nilai 90–100, dengan nilai maksimal sebagai standar capaian ideal.

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menyatakan kegiatan ini menjadi pijakan awal untuk menyelaraskan pemahaman perangkat daerah terkait kewajiban keterbukaan informasi publik.

“Ini pertemuan pertama yang sangat penting bagi kami untuk memahami peran Komisi Informasi dan mendorong keterbukaan di semua badan publik,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pimpinan OPD meningkatkan komitmen dalam membangun sistem layanan informasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Keterbukaan informasi publik menjadi salah satu indikator utama akuntabilitas pemerintahan daerah. Selain berpengaruh pada penilaian kinerja, kepatuhan terhadap standar layanan informasi juga menjadi faktor penting dalam mencegah sengketa hukum serta memperkuat kepercayaan publik.

Pemkab Sikka bersama Komisi Informasi NTT akan melanjutkan pendampingan teknis, mencakup penguatan fungsi PPID, penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK), serta peningkatan kepatuhan pelaporan keterbukaan informasi secara berkala.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Kantor Bupati Sikka Rusak Berat, Aktivitas Pemerintahan Dipindah ke Posko BPBD

Kantor Bupati Sikka mengalami kerusakan berat akibat gempa. Aktivitas pemerintahan dan koordinasi penanganan bencana dipindahkan ke Pos Tanggap Darurat BPBD Sikka.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi, dan Plt. Sekretaris Daerah Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa menjalankan aktivitas pemerintahan dan koordinasi penanganan bencana dari posko tersebut.

MAUMERE, GardaFlores — Kantor Bupati Sikka mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, (15/8/2026). Aktivitas pemerintahan dan koordinasi penanganan bencana Kabupaten Sikka kemudian dipindahkan ke Pos Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Sikka.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi, dan Plt. Sekretaris Daerah Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa menjalankan aktivitas pemerintahan dan koordinasi penanganan bencana dari posko tersebut.

Dari Pos Tanggap Darurat BPBD, pemerintah daerah melakukan koordinasi terkait penanganan wilayah terdampak, distribusi bantuan, kebutuhan pengungsi, serta pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

Bupati Juventus mengatakan kerusakan kantor tidak menghentikan aktivitas pemerintahan.

“Kantor Bupati memang mengalami kerusakan berat. Tetapi pemerintahan tidak boleh berhenti. Kita harus tetap bekerja, melayani masyarakat dan memastikan seluruh penanganan bencana berjalan dengan baik. Untuk sementara, kami berkantor dan melakukan koordinasi dari Pos Tanggap Darurat BPBD,” kata Juventus.

Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tetap bekerja bersama masyarakat selama penanganan bencana.

Istri Bupati Sikka Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Lela

“Kita sedang menghadapi situasi yang tidak mudah. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah harus hadir bersama masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa sendiri menghadapi bencana ini,” tegasnya.

Pemkab Sikka mengerahkan perangkat daerah bersama BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam penanganan dampak gempa.

Koordinasi dari posko juga digunakan untuk menghimpun laporan dari wilayah terdampak sebagai bahan pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

Pemkab Sikka mengimbau masyarakat mengacu pada informasi resmi pemerintah dan tidak menyebarkan informasi kebencanaan yang belum terverifikasi.

Aktivitas pemerintahan dan penanganan bencana Kabupaten Sikka selanjutnya dipusatkan sementara di Pos Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

POLITIK

Fraksi Garda Solidaritas Setujui KUA-PPAS Sikka 2027, Minta APBD Fokus pada Rakyat

Fraksi Garda Solidaritas DPRD Sikka menyetujui KUA-PPAS 2027, tetapi meminta pemerintah memastikan APBD berorientasi pada pelayanan publik, pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

Published

on

Fraksi meminta Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan APBD 2027 tidak hanya memenuhi prosedur penganggaran, tetapi memberikan manfaat yang dapat diukur bagi masyarakat. “APBD bukan sekadar angka-angka dalam dokumen perencanaan. APBD adalah uang rakyat yang harus dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” demikian sikap fraksi. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Fraksi Garda Solidaritas DPRD Kabupaten Sikka menyetujui Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Sikka Tahun Anggaran 2027. Persetujuan itu disertai sejumlah catatan mengenai pengelolaan pendapatan, belanja, pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Sikap tersebut disampaikan Christian B. Gama Putra dalam pendapat akhir Fraksi Garda Solidaritas di ruang sidang utama DPRD Sikka, Kamis, 13 Agustus 2026.

Fraksi meminta Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan APBD 2027 tidak hanya memenuhi prosedur penganggaran, tetapi memberikan manfaat yang dapat diukur bagi masyarakat. “APBD bukan sekadar angka-angka dalam dokumen perencanaan. APBD adalah uang rakyat yang harus dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” demikian sikap fraksi.

Dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Fraksi Garda Solidaritas meminta pemerintah memperluas basis pendapatan tanpa menambah beban masyarakat. Upaya peningkatan PAD didorong melalui pembenahan sistem pemungutan, digitalisasi pelayanan, penertiban objek pajak dan retribusi serta optimalisasi aset daerah.

Fraksi juga meminta setiap belanja pemerintah memiliki indikator kinerja dan hasil yang jelas. Program yang dinilai tidak produktif perlu dievaluasi, sementara pelayanan dasar dan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas.

APBD Sikka 2027 Defisit Rp58,8 Miliar, Pemda Diminta Selektif Kelola Anggaran

Di bidang pendidikan, pemerintah diminta memperhatikan pemerataan sarana dan prasarana, dukungan terhadap tenaga pendidik, pendidikan anak usia dini serta kesenjangan akses antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

Untuk sektor kesehatan, perhatian diarahkan pada ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, fasilitas rumah sakit dan puskesmas, termasuk pelayanan di wilayah terpencil dan kepulauan. Fraksi juga meminta penguatan program pencegahan stunting serta pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Fraksi Garda Solidaritas turut menyoroti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, air bersih dan sanitasi. Pemerintah diminta menetapkan prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan dan pemerataan wilayah serta memperketat pengawasan kualitas pekerjaan.

Sektor pertanian, peternakan, perikanan dan usaha kecil juga diminta mendapat dukungan melalui sarana produksi, akses permodalan, penguatan kelembagaan, pengolahan hasil dan perluasan akses pasar.

Dalam penanganan kemiskinan, fraksi meminta pemerintah menggunakan data yang akurat agar bantuan sosial tepat sasaran. Selain bantuan, program pemberdayaan ekonomi dinilai perlu diperkuat agar masyarakat miskin memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Fraksi Perindo Soroti APBD Sikka 2027, Minta Anggaran Fokus pada Kebutuhan Rakyat

Fraksi juga mengingatkan pemerintah agar belanja aparatur tetap efisien sehingga tidak mengurangi ruang fiskal untuk pelayanan publik dan pembangunan. Transparansi, akuntabilitas dan pencegahan korupsi diminta diterapkan dalam seluruh tahapan pengelolaan APBD.

Meskipun menyetujui KUA-PPAS APBD Sikka 2027, Fraksi Garda Solidaritas menegaskan persetujuan tersebut bukan cek kosong. Fraksi menyatakan akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran setelah APBD ditetapkan.

Seluruh masukan fraksi diminta menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam penyusunan RKA-SKPD dan RAPBD Sikka 2027. Fraksi menilai pelaksanaan anggaran menjadi tahap penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.»(rel)

Continue Reading

POLITIK

Fraksi Perindo Soroti APBD Sikka 2027, Minta Anggaran Fokus pada Kebutuhan Rakyat

Fraksi Perindo menyetujui KUA-PPAS APBD Sikka 2027 dengan catatan. Pemerintah diminta memperketat belanja, mengoptimalkan PAD dan aset daerah, serta memperkuat pelayanan publik.

Published

on

Pandangan Fraksi Perindo disampaikan Marthen Luter Adji dalam rapat DPRD Sikka, Kamis malam, 13 Agustus 2026. Fraksi mencatat pendapatan dan belanja daerah dalam rancangan KUA-PPAS 2027 masing-masing sekitar Rp1,15 triliun. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Sikka menyoroti struktur Rancangan KUA dan PPAS APBD Sikka 2027 yang dinilai memiliki ruang fiskal terbatas. Fraksi meminta pemerintah memastikan belanja daerah tidak hanya mengejar serapan, tetapi menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Pandangan Fraksi Perindo disampaikan Marthen Luter Adji dalam rapat DPRD Sikka, Kamis malam, 13 Agustus 2026. Fraksi mencatat pendapatan dan belanja daerah dalam rancangan KUA-PPAS 2027 masing-masing sekitar Rp1,15 triliun.

Dalam rancangan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan sekitar Rp123,44 miliar. Sementara belanja pegawai mencapai sekitar Rp677,80 miliar dan belanja modal sekitar Rp40,87 miliar.

“Yang kita minta bukan sekadar tertib administrasi anggaran, tetapi kejujuran dalam merencanakan uang rakyat,” kata Marthen.

Fraksi Perindo mempertanyakan sejumlah alokasi anggaran di tengah keterbatasan fiskal, salah satunya rencana renovasi Gelora Samador senilai sekitar Rp12 miliar. Fraksi menyatakan mendukung keberadaan fasilitas olahraga tersebut, tetapi meminta pemerintah mempertimbangkan kembali skala dan tahapan renovasinya.

Menurut fraksi, renovasi dapat dilakukan bertahap dengan memprioritaskan bagian yang paling mendesak. Pemerintah juga diminta mempertimbangkan kebutuhan lain seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, penguatan PAD dan pelayanan publik.

PDI Perjuangan Soroti APBD Sikka 2027, Minta Anggaran Fokus pada Ekonomi Rakyat

Fraksi Perindo juga meminta pemerintah mengoptimalkan aset daerah untuk meningkatkan PAD. Sejumlah aset, termasuk pabrik es yang rusak serta fasilitas SPBU yang tidak beroperasi, disebut perlu dipetakan berdasarkan kondisi, status, nilai ekonomi, biaya pemulihan dan potensi penerimaannya.

Selain aset, Fraksi Perindo meminta pembenahan sistem pajak dan retribusi, pengelolaan parkir dan pasar, serta pembaruan basis data pajak. Menurut fraksi, peningkatan PAD harus didukung data yang akurat dan sistem penagihan yang efektif.

Dalam rancangan APBD 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen, tingkat kemiskinan 10,76 persen, Indeks Pembangunan Manusia 73,73, tingkat pengangguran terbuka 2,47 persen, dan Gini Ratio 0,323.

Fraksi Perindo meminta target tersebut diterjemahkan ke dalam program yang memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, koperasi, pariwisata, ekonomi kreatif, hilirisasi produk lokal dan digitalisasi ekonomi.

Fraksi juga menyoroti besarnya belanja pegawai. Pemenuhan hak ASN, PPPK, dan PPPK paruh waktu disebut tetap harus sesuai ketentuan, tetapi perlu diikuti produktivitas dan peningkatan pelayanan publik.

132 UMKM Ikuti Sosialisasi KUR di Ngada, Bank NTT Diminta Pastikan Akses Kredit Transparan

Pemerintah diminta memetakan tugas, fungsi, kompetensi dan beban kerja aparatur. Penugasan aparatur dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan dan peningkatan PAD, termasuk pendataan serta penagihan pajak, pengelolaan parkir, pelayanan administrasi, pendampingan UMKM dan koperasi, serta sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Dalam bidang pelayanan kesehatan, Fraksi Perindo meminta pemerintah memperbaiki kualitas pelayanan rumah sakit. Fraksi juga mendorong optimalisasi fasilitas yang tersedia, penyediaan rumah singgah bagi keluarga pasien dari wilayah jauh, serta peningkatan perhatian terhadap pelayanan kesehatan jiwa.

Fraksi Perindo selanjutnya mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Fraksi meminta tidak ada rekayasa kebutuhan, penggelembungan anggaran, kegiatan yang tidak prioritas, maupun belanja tanpa dasar kebutuhan yang jelas.

Meskipun menyampaikan sejumlah catatan, Fraksi Perindo menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan KUA dan PPAS APBD Sikka 2027 untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Fraksi meminta pemerintah mempertajam prioritas anggaran, meningkatkan PAD, mengoptimalkan aset daerah, memperbaiki pelayanan publik, menata aparatur, memperkuat ekonomi lokal, dan memperketat penyusunan RKA.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending