PENKES
Peletakan Batu Pertama Pembangunan RKB SMPN Nubaarat, Wabup Sikka Ingatkan Kontraktor Agar Kerja Sesuai Disain dan Jaga Mutu
Maumere, GardaFlores – Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi mengingatkan kontraktor agar bekerja sesuai desain, menjaga mutu, dan menuntaskan pekerjaan tepat waktu.
Wabup Simon mengatakan hal itu dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri Nubaarat, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Sabtu (13/9/2025).
“Saya harap kontraktor bekerja dengan penuh tanggung jawab, sesuai desain, dan selesai tepat waktu,” kata Wabup.
Hingga Awal September, Bulog Maumere Sudah Salurkan 568 Ton Beras Murah
Subandi juga meminta Dinas PKO Sikka, komite sekolah, kepala sekolah, guru, serta tokoh masyarakat untuk mengawasi jalannya pembangunan agar hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan maksimal untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
Mantan anggota DPRD Sikka itu menambahkan, tidak ada sekolah yang lebih unggul dari yang lain. Menurutnya, kualitas sekolah ditentukan oleh peran kepala sekolah, guru, siswa, komite, dan orang tua dalam mengoptimalkan metode pembelajaran.

Kepala Dinas PKO Sikka, Germanus Goleng, S.Sos (kanan), Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supriadi (tengah), Ketua Komite Sekolah SMPN Nubaarat, Ir. Romualdus Henny (kiri). DISKOMINFO SIKKA
“Semua sekolah adalah sekolah unggul, tinggal bagaimana semua pihak berperan maksimal dalam mewujudkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PKO Sikka, Germanus Goleng, S.Sos, menjelaskan pembangunan tiga RKB di SMPN Nubaarat dilakukan karena jumlah rombongan belajar yang cukup besar, mencapai 576 siswa. Ia juga mengapresiasi kerja sama SMPN Nubaarat dengan Google dalam mendukung digitalisasi pembelajaran.
Ketua Komite Sekolah SMPN Nubaarat, Ir. Romualdus Heny, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. “Kami berharap dukungan ini terus berlanjut demi peningkatan kualitas SDM di Kecamatan Kangae, khususnya di SMPN Nubaarat,” ujarnya.»(rel)
PENKES
Setelah 32 Tahun Belajar di Bangunan Darurat, TK di Sikka Akhirnya Miliki Gedung Baru Berkat Donasi Luna Maya
“Hari ini kita menyaksikan bahwa Tuhan menghadirkan orang-orang baik bagi anak-anak Watugong.
MAUMERE, GardaFlores — Setelah lebih dari tiga dekade menyelenggarakan kegiatan belajar di bangunan berdinding bambu dan beratap bocor, TK Sinar Watugong di Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, akhirnya memulai pembangunan gedung sekolah permanen. Pembangunan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Luna Maya pada Rabu (1/7/2026) melalui dukungan Yayasan Luna Maya Nawa Sena.
Sekolah yang berdiri sejak 32 tahun lalu itu selama ini menjalankan proses belajar mengajar dalam keterbatasan. Ketika hujan turun, ruang kelas kerap bocor sehingga aktivitas belajar terganggu. Kondisi tersebut membuat pembangunan gedung permanen menjadi kebutuhan yang telah lama dinantikan guru, orang tua, dan masyarakat Watugong.
Proyek pembangunan dipercayakan kepada Johan Paul Konstruksi dengan masa pekerjaan selama 120 hari kalender, terhitung mulai 1 Juli hingga 28 Oktober 2026.
Kepala TK Sinar Watugong, Maria Bonefacia, mengatakan bantuan tersebut menjadi titik balik bagi sekolah yang selama puluhan tahun bertahan dengan fasilitas yang sangat terbatas.
“Atas nama keluarga besar TK Sinar Watugong, kami mengucapkan selamat datang kepada Luna Maya beserta tim. Sekolah kami masih sangat sederhana. Dindingnya dari bambu dan atapnya bocor saat hujan. Namun di dalam bangunan yang tidak layak ini ada guru-guru yang tidak pernah berhenti mengasihi dan mendidik anak-anak,” kata Maria.
Cafe Literasi di Pesisir Sikka Mulai Buka Akses Belajar Warga Desa
Menurut dia, para guru tidak pernah menuntut fasilitas yang mewah. Yang dibutuhkan adalah ruang belajar yang aman agar anak-anak dapat mengikuti pendidikan usia dini dengan lebih nyaman.
“Kami tidak meminta sekolah yang mewah. Kami hanya ingin anak-anak memiliki ruang belajar yang aman, tidak kehujanan dan tidak kepanasan agar mereka bisa belajar dengan nyaman dan bermimpi setinggi-tingginya,” ujarnya.
Luna Maya mengaku tersentuh setelah melihat langsung kondisi sekolah yang sebelumnya hanya ia ketahui melalui cerita. Ia mengatakan pengalaman bersekolah di sekolah negeri di Bali membuatnya memahami bahwa kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh kemegahan bangunan, melainkan oleh kesempatan belajar yang dimiliki setiap anak.

“Saya sekolah di SD negeri dan TK di desa kecil di Bali. Sekolah saya tidak mewah, tetapi saya masih jauh lebih beruntung dibanding adik-adik di sini karena memiliki ruang kelas, perpustakaan kecil, dan lapangan. Yang membedakan bukan sekolahnya, tetapi semangat untuk belajar,” kata Luna Maya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk terus mendampingi pendidikan anak karena proses belajar tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.
Di hadapan masyarakat Watugong, Luna Maya mengungkapkan pembangunan sekolah tersebut merupakan amanah dari mendiang tantenya, Ineke Erawati, yang meninggal dunia dua pekan lalu di Amerika Serikat.
7.646 Anak di Sikka Tidak Sekolah, Ribuan Masuk Kategori Putus Sekolah dan Belum Pernah Bersekolah
“Sebelum meninggal, tante saya menelepon dan meminta agar sebagian hartanya didonasikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Saat itu saya mengatakan sedang berencana membangun sekolah di Maumere. Hari ini saya memenuhi amanah beliau. Saya berharap bantuan ini menjadi langkah awal bagi masa depan anak-anak di sini,” ujarnya.
Ketua Yayasan Sanpukat, Romo Yulius Heribertus, S.Fil., M.Th., yang akrab disapa Romo Okto, menjelaskan perjuangan menghadirkan gedung sekolah permanen berlangsung bertahun-tahun. Menurut dia, TK Sinar Watugong sempat menumpang di SD Katolik Brai, kemudian berpindah ke rumah kepala sekolah karena belum memiliki bangunan sendiri.
Yayasan akhirnya memperoleh sebidang tanah setelah menerima bantuan Rp40 juta dari Uskup Maumere. Namun pembangunan belum dapat dimulai karena keterbatasan dana hingga akhirnya memperoleh dukungan dari Yayasan Luna Maya Nawa Sena.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa Tuhan menghadirkan orang-orang baik bagi anak-anak Watugong. Kami percaya kehadiran Luna Maya dan para donatur adalah jawaban atas perjuangan panjang masyarakat untuk menghadirkan sekolah yang layak,” kata Romo Okto.
Pembangunan gedung baru dijadwalkan selesai pada akhir Oktober 2026. Jika berjalan sesuai rencana, puluhan anak yang selama ini belajar di ruang kelas darurat akan menempati bangunan permanen untuk tahun ajaran berikutnya, menandai berakhirnya penantian selama 32 tahun akan ruang belajar yang lebih aman dan layak.»(rel)
PENKES
HUT IBI ke-75, Bupati Sikka Ingatkan Bidan Jaga Profesionalisme dan Etika Pelayanan
Ketua IBI Cabang Sikka meminta dukungan Pemerintah Kabupaten agar bidan aktif dapat izin belajar.
MAUMERE, GardaFlores – Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan para bidan di Kabupaten Sikka untuk menjaga profesionalisme dan etika dalam memberikan pelayanan kesehatan. Penegasan itu disampaikan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 di Maumere, Rabu (24/6/2026), di tengah masih adanya tantangan kesehatan ibu dan anak, mulai dari tingginya angka kematian ibu dan bayi hingga kasus stunting.
Menurut Juventus, bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam menyelamatkan nyawa ibu dan bayi sekaligus menciptakan generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.
“Profesi bidan adalah profesi yang mulia karena mendampingi dan menyelamatkan nyawa ibu dan anak. Keselamatan ibu dan bayi menjadi tanggung jawab seorang bidan,” kata Juventus.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sikka akan terus mendukung para bidan dalam menjalankan tugasnya. Namun, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, melainkan juga oleh sikap dan etika profesi.
Pemkab Sikka Tanggung Kekurangan Dana Puskesmas Tuanggeo Setelah DAK Rp8 Miliar Gagal Tersalur
“Etika komunikasi yang baik dapat memberikan ketenangan dan dukungan kepada pasien. Karena itu, bidan harus selalu menjaga sikap dan etika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Peringatan HUT IBI ke-75 mengusung tema One Million More Midwives atau dunia membutuhkan lebih dari satu juta bidan. Tema tersebut menekankan penguatan kepemimpinan bidan dalam pelayanan yang berpusat pada perempuan dan anak serta mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.

Ketua Panitia HUT IBI Kabupaten Sikka, Magdalena Febropnia Martina Dua Lehang. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU
Ketua IBI Cabang Sikka, Martina Pali, mengatakan peringatan HUT ke-75 menjadi momentum bagi para bidan untuk memperkuat profesionalisme dan kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Ia menilai persoalan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Sikka masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian serius. Tingginya angka kematian ibu, kematian bayi, kehamilan berisiko tinggi, dan kasus stunting masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Peran bidan sangat krusial, tidak hanya sebagai sahabat perempuan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan ibu dan bayi serta mencegah stunting,” katanya.
Gedung Baru, Dokter Nihil: Puskesmas Nanga Diresmikan di Tengah Kekosongan Layanan Medis
IBI Kabupaten Sikka saat ini memiliki 876 anggota yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Sebagian besar anggotanya masih berpendidikan Diploma III sehingga organisasi tersebut terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

Ketua IBI Cabang Sikka juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Sikka agar bidan yang masih aktif bertugas dapat memperoleh izin belajar melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Sementara itu, Ketua Panitia HUT IBI Kabupaten Sikka, Magdalena Febropnia Martina Dua Lehang, mengatakan rangkaian kegiatan HUT IBI ke-75 diawali dengan Gerakan Cinta Keluarga untuk mendorong pelayanan keluarga berencana jangka panjang dan lomba cerdas cermat yang diikuti 19 ranting IBI se-Kabupaten Sikka.
Puncak peringatan ditandai dengan jalan sehat bersama masyarakat dan edukasi kesehatan yang kemudian dilanjutkan dengan pelepasan balon oleh Bupati Sikka bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.»(rel)
PENKES
Taekwondo Sikka Kirim 13 Atlit ke Makassar
Pembinaan atlet tetap berjalan dengan dukungan orang tua.
MAUMERE, GardaFlores – Taekwondo Kabupaten Sikka memberangkatkan 13 atlit ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengikuti Makassar Open Tournament Seri III yang berlangsung pada 26–29 Juni 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan atlet usia dini sekaligus ajang pengukuran kemampuan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Kontingen terdiri atas 13 atlet dan tiga official yang akan bertanding pada kategori prakadet A, B, dan C dengan rentang usia 8 hingga 12 tahun. Tim didampingi pelatih Yoseph Suherman serta official Gabriel Rudi Lameng bersama jajaran pelatih lainnya.
Pelatih Taekwondo Sikka sekaligus Koordinator Wasit Nasional Taekwondo Provinsi NTT, Ferdinandus Sixtus Siang, mengatakan keikutsertaan dalam turnamen luar daerah menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet yang telah dilakukan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun.
“Kami hadir bersama atlet dan orang tua untuk persiapan ke Makassar. Ini bukan sekadar bertanding, tapi proses pembinaan agar anak-anak terus berkembang dan tidak jenuh dalam latihan,” kata Ferdinandus di Maumere, Minggu (21/6/2026).
Menurut dia, kompetisi menjadi sarana bagi atlet untuk menguji kemampuan teknik, meningkatkan mental bertanding, serta memperoleh pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemkab Sikka Tanggung Kekurangan Dana Puskesmas Tuanggeo Setelah DAK Rp8 Miliar Gagal Tersalur
“Kami ingin anak-anak bisa mengasah mental dan kemampuan lewat pertandingan. Lawan mereka bukan hanya dari Sikka atau NTT, tapi dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Taekwondo Sikka merupakan salah satu cabang olahraga yang secara konsisten menyumbangkan prestasi bagi Kabupaten Sikka dalam berbagai ajang daerah maupun provinsi. Pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTT, cabang ini tercatat rutin meraih medali emas, perak, maupun perunggu.
Prestasi terbaru ditorehkan pada Kejuaraan Nasional Kadet Junior di Samarinda, Kalimantan Timur, 6–9 Mei 2026. Dalam ajang tersebut, atlet Taekwondo Sikka berhasil meraih medali perunggu pada kategori Grade A tingkat nasional.

Meski pembinaan terus berjalan, keberangkatan kontingen ke Makassar kali ini sepenuhnya ditopang dukungan orang tua atlet. Seluruh kebutuhan perjalanan dan partisipasi ditanggung secara swadaya.
“Ini murni swadaya. Kami sangat berterima kasih kepada orang tua yang tetap mendukung penuh anak-anak mereka untuk bertanding,” kata Ferdinandus.
Ia mengakui dukungan dari pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Sikka, dan KONI selama ini tetap ada. Namun, menurutnya, kebutuhan pembinaan atlet yang berkelanjutan memerlukan dukungan yang lebih memadai agar kesempatan mengikuti kompetisi dapat diakses lebih banyak atlet potensial.
“Kami berharap ada perhatian lebih, terutama pemerataan anggaran untuk cabang olahraga yang berpotensi berprestasi,” ujarnya.
Keberangkatan ke Makassar menjadi agenda kompetisi nasional kedua yang diikuti Taekwondo Sikka sepanjang tahun 2026. Hasil turnamen tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pelatih sekaligus tolok ukur perkembangan atlet muda yang dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan pada tingkat regional maupun nasional.»(rel)
-
NASIONAL9 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA11 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA10 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM11 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI12 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
