PENKES
Hadiri Wisuda Politeknik Christo Re, Bupati JPYK: Keterampilan dan Karakter Harus Beriringan
Maumere, GardaFlores – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago (JPYK) menghadiri acara wisuda angkatan kedua Politeknik Christo Re di Maumere, Sabtu (24/5/2025). Di hadapan para wisudawan, Bupati JPYK mengatakan, keterampilan dan karakter harus berjalan beriringan agar generasi muda benar-benar siap terjun ke dunia kerja.
“Skill tanpa karakter tidak ada apa-apanya. Karakter tanpa skill juga tidak cukup. Keduanya harus berjalan beriringan agar generasi muda benar-benar siap terjun ke dunia kerja,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan, pendidikan vokasi merupakan jawaban tepat terhadap kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif dan praktis.
Baca juga:
SMPK Antonius Gelar Bedah Buku “Merefleksi Diri dan Menatap Masa Depan”, Upaya Bangkitkan Literasi dan Kesadaran Pendidikan
Menurut JPYK, keunggulan pendidikan vokasi terletak pada pendekatan praktik dan lapangan yang intens, sehingga mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pengalaman kerja nyata.
“Selama kuliah, lebih banyak praktik. Itulah kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujarnya.
Acara wisuda ini mengusung tema “Character First” dan meluluskan 33 mahasiswa dari dua program studi, yakni Teknologi Mesin – Pemeliharaan Mesin Otomotif dan Ekowisata.
Rapat senat terbuka dalam rangka wisuda tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Christo Re, RD. Yakobus Donisius, S.Fil., M.Th., Lic.Th.Com.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Anggota DPD RI Angelinus Wake Kako, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT Samuel Halundaka (mewakili Gubernur NTT), Rektor Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere Dr. Geri Gobang, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stef Sumandi, Vikjen Keuskupan Maumere, serta para orang tua dan wali wisudawan.
Baca juga:
Pater Dr. Sefri: Membangun Karakter Harus Dimulai dari Budaya Lokal
Sementara itu, Direktur Politeknik Christo Re, RD. Yakobus Donisius dalam pidatonya menyatakan bahwa tema “Character First” bukan sekadar slogan, melainkan filosofi pendidikan yang diusung kampus tersebut.
“Kami ingin membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, keadilan, dan tanggung jawab—baik terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama, maupun lingkungan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Politeknik Christo Re hadir sebagai alternatif strategis bagi generasi muda yang ingin langsung terjun ke dunia usaha dan dunia kerja dengan bekal keterampilan dan karakter yang kuat.»
(rel)
PENKES
TMMD Kodim 1603/Sikka Bangun Harapan Anak Sikka, PAUD St. Theresia Kini Berwajah Baru
Anak-anak PAUD kini akan belajar di ruang yang lebih sehat, terang, dan nyaman.
Maumere, GardaFlores – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membangun masa depan generasi muda kembali terlihat nyata melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Kabupaten Sikka. Satuan Tugas TMMD dari Kodim 1603/Sikka saat ini terus mempercepat renovasi PAUD St. Theresia, Desa Werang, Kecamatan Waiblama, dengan tahapan terbaru berupa pemasangan lantai keramik pada Selasa (17/2/2026).
Pemasangan keramik ini menjadi tonggak penting setelah sebelumnya dilakukan pembongkaran lantai lama yang rusak dan tidak rata. Dengan lantai baru yang lebih kuat, bersih, dan aman, ruang belajar anak-anak kini disiapkan agar semakin layak dan ramah bagi tumbuh kembang mereka.
Komandan Kodim 1603/Sikka sekaligus Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Denny Riesta Permana, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi daerah.
Sekolah Roboh Diterjang Cuaca Ekstrem, Waka Polda NTT Turun Langsung ke Gaikiu
“Melalui TMMD, kami tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga ikut menyiapkan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Lebih dari sekadar memperindah ruangan, lantai keramik yang baru dipasang juga meningkatkan standar kebersihan dan keselamatan. Anak-anak PAUD kini akan belajar di ruang yang lebih sehat, terang, dan nyaman—sebuah lingkungan yang mendorong semangat belajar sejak usia dini.
Di tengah proses pengerjaan, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga terus terasa kuat. Kehadiran Satgas TMMD bukan hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dan masyarakat. Diharapkan, dalam waktu dekat, PAUD St. Theresia dapat kembali digunakan secara optimal dan menjadi pusat tumbuhnya harapan baru bagi anak-anak Maumere dan sekitarnya.»(rel)
PENKES
Sekolah Roboh Diterjang Cuaca Ekstrem, Waka Polda NTT Turun Langsung ke Gaikiu
Pendidikan Anak Sikka Tidak Boleh Terhenti.
Maumere, GardaFlores – Negara kembali diuji saat cuaca ekstrem merobohkan bangunan SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu di Desa Bu Utara, Kecamatan Tana Wawo, Kabupaten Sikka. Di tengah keterpurukan itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., hadir langsung di lokasi, Senin (16/2/2026), membawa pesan bahwa pendidikan anak-anak Flores tidak boleh dikorbankan oleh bencana.
Sekolah tersebut ambruk setelah digempur hujan deras dan angin kencang pada 22–25 Januari 2026. Runtuhnya bangunan memaksa proses belajar mengajar berjalan dalam situasi darurat dan serba terbatas.
Kunjungan Waka Polda NTT ini dikonfirmasi Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Sikka IPTU Leonardus Tunga. Dalam kunjungan yang berlangsung dari pukul 07.53 hingga 08.46 WITA itu, Brigjen Baskoro didampingi jajaran Polres Sikka dan disambut secara adat dengan sapaan Jiwo Jawo oleh tokoh masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu, Maria Astinoli, S.Pd, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem telah menghancurkan ruang belajar dan mengganggu kelangsungan pendidikan para siswa. Anak-anak terpaksa belajar tanpa fasilitas yang memadai, sementara guru berjuang menjaga semangat belajar di tengah keterbatasan.
Menanggapi kondisi itu, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan dan masa depan generasi muda.
“Polri turut merasakan duka atas musibah ini. Kehadiran kami untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dan memberikan dukungan nyata kepada sekolah,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian konkret, Polda NTT menyerahkan bantuan berupa 100 tas berisi buku dan alat tulis, dua unit tenda Polri untuk ruang belajar darurat, empat papan tulis lengkap dengan perlengkapannya, serta 100 unit meja dan kursi yang akan segera menyusul.
Selain menyerahkan bantuan, Waka Polda NTT juga meninjau langsung puing-puing bangunan sekolah untuk melihat tingkat kerusakan secara menyeluruh dan memastikan kebutuhan pemulihan dapat segera dipetakan.
Sebanyak 52 siswa SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu bersama siswa SDN Gaikiu, unsur pemerintah kecamatan, BPBD Sikka, tokoh masyarakat, dan para guru turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa pemulihan pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal percepatan rehabilitasi sarana pendidikan di wilayah terdampak, sekaligus memastikan anak-anak di pedalaman Sikka tidak kehilangan haknya untuk belajar hanya karena bencana alam.
Usai kegiatan, rombongan Waka Polda NTT melanjutkan perjalanan kembali ke Maumere untuk agenda berikutnya.»(rel)
PENKES
Tekan AKI dan AKB di Ende, Wabup Domi Mere Dorong Transformasi Layanan Kesehatan dan Penguatan Kompetensi Bidan
Fondasi terwujudnya visi “Ende Baru” yang sehat dan sejahtera.
Ende, GardaFlores – Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, M.Kes, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ende dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui transformasi layanan kesehatan serta peningkatan kompetensi bidan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) III Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Ende yang digelar di Ruang Garuda, Kantor Bupati Ende, Sabtu (14/2/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Domi Mere itu mengajak seluruh bidan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Ende.
“Di tangan para bidan, harapan keluarga dan masa depan generasi bangsa dipertaruhkan melalui dedikasi dan profesionalisme,” ujarnya.
Menurutnya, profesi bidan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ende berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan layanan kesehatan dasar, serta pembenahan sistem rujukan.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. Bidan dituntut tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga responsif terhadap inovasi pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong sinergi antara organisasi profesi, fasilitas kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi terwujudnya visi “Ende Baru” yang sehat dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Ende, Marieta K.S. Bai, S.Si.T., M.Kes, menyampaikan bahwa Muscab III menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus pemilihan pengurus baru untuk periode mendatang.
Ia menjelaskan, Muscab bertujuan mempertegas arah kebijakan organisasi melalui rekomendasi strategis serta peningkatan sumber daya manusia (SDM), sehingga mampu memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kebidanan yang aman dan bermartabat di Kabupaten Ende.
“IBI berkomitmen memperluas akses dan mutu pelayanan kebidanan yang aman dan bermartabat serta mewujudkan organisasi IBI yang solid,” ujarnya.
Muscab III IBI Cabang Ende turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Pengurus IBI Provinsi NTT, Ketua Program Studi Kesehatan Kabupaten Ende, serta pimpinan organisasi kesehatan dan klinik setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan bahwa penguatan organisasi profesi menjadi bagian integral dalam pembinaan sistem kesehatan di tingkat kabupaten dan kecamatan.
Dengan dorongan transformasi layanan kesehatan serta penguatan kompetensi bidan, Pemerintah Kabupaten Ende berharap angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan pada tahun 2026 dan seterusnya.»(elt)
-
HUMANIORA8 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA7 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUKRIM7 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
HUMANIORA5 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
OPINI7 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
-
HUMANIORA10 months agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
