Connect with us

HUMANIORA

Bupati Sikka Ingatkan ASN Harus Jadi Contoh Bagi Wajib Pajak

Published

on

Maumere, GardaFlores – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago (JPYK) mengingatkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) agar taat membayar pajak sebagai contoh bagi warga Kabupaten Sikka. ASN, kata JPYK, bukan hanya pelayan masyarakat, tetapi juga harus menjadi teladan dalam menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang baik.

Hal itu diingatkan Bupati JPYK dalam arahannya pada Apel Kekuatan ASN   di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (4/8/2025).

“Sebagai wajib pajak, baik itu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pajak kendaraan bermotor, seluruh ASN harus taat bayar pajak tepat waktu. Kita harus memberi contoh kepada masyarakat,” tegasnya.

Turut hadir dalam apel tersebut, Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supriadi, Sekretaris Daerah Adrianus F. Parera, SE., M.Si, para staf ahli Bupati, Asisten Sekda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pejabat struktural, pejabat fungsional, serta seluruh staf ASN dari berbagai instansi.

Baca juga:
Anggota DPRD Sikka Desak Kadis Perindagkop Fokus Benahi Pasar Alok Sebelum Relokasi

Pada kesempatan itu, JPYK juga secara khusus meminta kepada seluruh ASN agar segera mengecek status kepemilikan kendaraan pribadi masing-masing, termasuk memastikan pembayaran pajaknya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi internal terhadap ASN yang belum memenuhi kewajiban perpajakan, termasuk PBB atas rumah tempat tinggal yang terdaftar atas nama ASN dan keluarganya.

“Jangan sampai ASN punya kendaraan tapi tidak bayar pajak, rumah pribadi tapi tidak bayar PBB. Ini tidak boleh terjadi. Pemerintah harus mulai dari dirinya sendiri,” tandasnya.

Selain persoalan pajak, JPYK juga menyinggung disiplin kerja ASN yang menurutnya harus terus diperbaiki, terutama dalam hal kehadiran, etos kerja, pelayanan publik, dan penggunaan waktu kerja yang efektif. Ia mengingatkan agar para pimpinan unit kerja melakukan pengawasan ketat terhadap staf masing-masing.

Baca juga:
Meningkatkan Ekonomi Pariwisata untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

“Saya minta kepala OPD dan semua pimpinan unit kerja serius membina dan mengawasi ASN di bawahnya. Disiplin adalah cerminan kualitas pelayanan. Jangan sampai masyarakat datang ke kantor tetapi tidak dilayani karena petugas tidak berada di tempat,” ujarnya.

Persiapan HUT RI ke-80

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, JPYK juga menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah untuk bersinergi dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT RI, termasuk kerja bakti massal, pemasangan bendera merah putih, umbul-umbul, serta partisipasi dalam lomba dan upacara peringatan 17 Agustus.

Baca juga:
Zulkifli Hasan: Rakyat Indonesia Jangan Dilatih Jadi Dhuafa

“Ini momentum penting bagi kita sebagai bangsa. ASN harus menjadi motor penggerak dalam menyemarakkan HUT RI ke-80. Tunjukkan semangat nasionalisme dalam tindakan nyata, bukan sekadar seremoni,” pungkasnya.

Apel kekuatan ASN ini juga menjadi ajang konsolidasi awal bulan bagi seluruh perangkat daerah, guna menyatukan gerak langkah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending