Connect with us

HUMANIORA

Perkuat Pembelajaran Berbasis Digital, 486 Guru Ikuti Bimtek Pemanfaatan Chromebook

Published

on

Maumere, GardaFlores – Sebanyak 486 guru mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Chromebook untuk memperkuat pembelajaran berbasis digital di jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sikka.

Kegiatan ini dilaksanakan di Sikka Convention Center, Maumere, mulai tanggal 3 hingga 5 Juni 2025.

Dari total 486 peserta, tercatat sebanyak 336 orang merupakan kepala sekolah dari berbagai satuan pendidikan, sedangkan 150 lainnya adalah guru SD.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago (JPYK). Hadir pula Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Very Awales; Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, M. Mustari Ipir; serta narasumber dari Google for Education Indonesia, Arija Rose Wanodya dan Ahmad Fikri Dzulfikar.

Baca juga:
Kursus Wasit Futsal Level 2 Nasional 2025 Digelar di Sikka

Dalam sambutannya, Bupati Sikka menegaskan bahwa digitalisasi sekolah tidak hanya tentang perangkat keras maupun koneksi internet, melainkan bertujuan menciptakan pembelajaran yang bermakna dan memberdayakan siswa agar menjadi pembelajar mandiri, kreatif, serta berdaya saing.

“Kepada Dinas Pendidikan, saya minta agar terus melakukan pendampingan, evaluasi, dan penguatan kebijakan di satuan pendidikan. Inovasi digital harus terus tumbuh di sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Sikka yang kita cintai ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Juventus mengajak seluruh kepala sekolah dan guru untuk memanfaatkan momen Bimtek ini sebagai penguatan literasi digital dan adopsi strategi pembelajaran yang lebih modern serta efektif. Ia berharap, dalam waktu dekat, setiap kecamatan di Kabupaten Sikka dapat memiliki sekolah yang siap menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) melalui kerja sama dengan Google for Education Indonesia.

Baca juga:
Reuni Akbar, Alumni GMNI Maumere Gelar Jalan Sehat

“Investasi dalam transformasi digital pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan, inovatif, dan berdaya saing di pasar global,” tambahnya.

Sementara itu, M. Mustari Ipir menjelaskan bahwa tujuan utama Bimtek ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat penggunaan Chromebook, sekaligus membekali guru dengan keterampilan mengoptimalkan Google Workspace for Education melalui akun belajar.id. “Bimtek ini dilaksanakan selama tiga hari, dimulai hari ini hingga 5 Juni 2025, di Aula Sikka Convention Center Maumere,” terang Mustari.

Narasumber dari Google for Education Indonesia, Arija Rose Wanodya, menyampaikan materi tentang cara memanfaatkan fitur-fitur Chromebook dalam proses belajar-mengajar, sedangkan Ahmad Fikri Dzulfikar menjelaskan strategi transformasi digital yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah dasar.

Narasumber dari Google for Education Indonesia, Arija Rose Wanodya, menyampaikan materi tentang cara memanfaatkan fitur-fitur Chromebook dalam proses belajar-mengajar di hadapan 486 peserta termasuk satuan pendidikan dan guru tingkat Sekolah Dasar.

“Dengan akun belajar.id, guru dapat mengakses berbagai aplikasi Google yang mendukung kolaborasi, penilaian, dan pengelolaan materi ajar secara lebih efisien,” jelas Dzulfikar.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Very Awales, turut mendorong sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kominfo agar implementasi teknologi di sekolah dapat berjalan lancar.

“Kami siap mendukung penyediaan infrastruktur dan jaringannya. Selain itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar program digitalisasi di sekolah manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Bimbingan Teknis ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kepala sekolah dan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran, sejalan dengan visi Kabupaten Sikka menuju Smart Education. Dengan berakhirnya acara pada 5 Juni 2025, panitia akan melakukan evaluasi dan tindak lanjut berupa pendampingan lebih lanjut di masing-masing sekolah.»

(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kerjasama dengan HIMPSI, Unipa Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Gen Z - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending