Connect with us

HUMANIORA

Luncurkan Program Beasiswa “1 RTM 1 Sarjana” untuk Percepat Penurunan Angka Kemiskinan

Published

on

Maumere, GardaFlores – Dalam upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Sikka meluncurkan program inovatif bertajuk “1 Rumah Tangga Miskin, 1 Sarjana”. Program ini (1 RTM 1 Sarjana) diharapkan dapat memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu di daerah tersebut.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago (JPYK), mengumumkan peluncuran program tersebut dalam Rapat Koordinasi yang diadakan di Aula Bapperida Kabupaten Sikka, Selasa (15/7/ 2025).

Dalam rapat ini, Bupati JPYK menegaskan pentingnya kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Sikka untuk menyukseskan program beasiswa ini.

Baca juga:
Puskesmas Nanga Mulai Dibangun, Bupati JPYK Berharap Dikerjakan Serius  

“Program ini bukan sekadar beasiswa. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa dari tiap rumah tangga miskin lahir satu sarjana yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi komunitasnya,” jelas JPYK.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya riset dan inovasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat sebagai landasan dari kolaborasi ini. Menurutnya, pemkab telah menempatkan riset sebagai dasar arah pembangunan di Sikka, dan penegasan ini terdapat dalam dokumen RPJMD.

“Kita tidak bisa membangun hanya dengan asumsi. Pembangunan harus dimulai dari riset yang terarah. Oleh karena itu, terbentuknya Forum Riset dan Inovasi Daerah akan menjadi wadah sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya,” tuturnya.

JPYK juga mengungkapkan harapannya agar mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya lulus dengan gelar, tetapi juga kembali mengabdi dan berkontribusi kepada kampung halaman mereka. “Kita ingin melahirkan sarjana yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya.

Baca juga:
Bupati Sikka Buka Kejuaraan Bola Voli Teka Iku Cup

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Asisten 3 yang juga Kepala Bapperida Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa menjelaskan rencana teknis pelaksanaan program beasiswa. Ia menekankan pentingnya kesepahaman dalam mekanisme seleksi, kriteria penerima manfaat, serta sistem pendampingan bagi mahasiswa.

“Kami ingin perguruan tinggi terlibat aktif dalam proses seleksi dan pemantauan. Mahasiswa penerima beasiswa juga akan diarahkan untuk berpartisipasi dalam program-program pembangunan yang berbasis riset,” pungkas Margaretha.

Dengan berjalannya program 1 RTM 1 Sarjana, diharapkan angka kemiskinan di Kabupaten Sikka dapat berkurang dan masyarakat memperoleh kesempatan yang lebih baik melalui pendidikan tinggi.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending