Connect with us

HUMANIORA

Pater Dr. Sefri: Membangun Karakter Harus Dimulai dari Budaya Lokal

Published

on

Maumere, GardaFlores – Membangun karakter anak dan remaja harus dimulai dari akar budaya lokal, bukan dengan mengadopsi nilai-nilai asing.

Hal ini dikemukakan oleh Pater Dr. Sefri, dosen STFK Ledalero, saat menjadi pembicara dalam bedah buku “Merefleksi Diri dan Menatap Masa Depan” karya Niko Salo di SMPK St. Antonius Boganatar, Kecamatan Talibura, Selasa (20/5/2025).

Dalam paparannya, Pater Sefri menyoroti pentingnya pendidikan karakter yang berakar pada kearifan lokal di tengah krisis identitas generasi muda saat ini. Ia menceritakan pengalamannya saat menjadi pembimbing rohani di Malang selama studi doktoral, di mana banyak remaja yang ia dampingi mengaku pernah mencoba bunuh diri.

Baca juga:
Wabup Subandi Minta Para Siswa SMPK St Antonius Junjung Tinggi Budaya dan Budi Pekerti

“Dari seribu peserta retret, sekitar 100 yang berkonsultasi dengan saya. Tiga perempat di antaranya mengaku pernah mencoba bunuh diri. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki tempat yang aman untuk mencurahkan isi hati,” ungkapnya.

Ia menyayangkan pola komunikasi di dalam keluarga yang semakin renggang akibat kesibukan orang tua dan ketergantungan pada gawai. Anak-anak pun cenderung mencari pelarian, termasuk ke media sosial, yang justru memperparah kondisi psikologis mereka.

Pater Sefri menekankan bahwa Tuhan adalah tempat paling tepat untuk mencurahkan isi hati. “Persoalan anak muda bukan butuh solusi cepat, tetapi pendengar yang tulus. Tuhan adalah tempat untuk menangis, mengadu, bahkan marah. Di situlah karakter dibentuk,” ujarnya.

Ia juga mengkritik mentalitas instan yang tumbuh di era digital. Menurutnya, banyak siswa dan mahasiswa kini tidak lagi menghargai proses karena terlalu mengandalkan teknologi seperti ChatGPT dan Google.

Baca juga:
SMPK Antonius Gelar Bedah Buku “Merefleksi Diri dan Menatap Masa Depan”, Upaya Bangkitkan Literasi dan Kesadaran Pendidikan

“Proseslah yang membentuk karakter, bukan hasil. Ketika tugas kuliah bisa diselesaikan hanya dengan satu klik, maka kita kehilangan pelajaran tentang kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab,” tegasnya.

Terkait buku karya Niko Salo, Pater Sefri menilai buku tersebut memberikan kontribusi besar dalam mengangkat nilai-nilai pendidikan karakter yang berakar dari budaya lokal. Ia menyebut contoh alumnus SPMK St. Antonius, Pater Candra, yang menulis tentang budaya Gren Maghe di Tana Ai, dan berhasil menerbitkannya dalam jurnal ilmiah.

“Budaya kita sangat kaya, dan di dalamnya terkandung nilai-nilai sosial, moral, dan spiritual yang dapat membentuk karakter anak bangsa. Jangan hanya adopsi dari luar, karena sering kali yang dari luar pun diambil dari tempat lain,” kata Pater Sefri.

Baca juga:
Wabup Sikka Lepas 38 Calon Haji, Serahkan Bantuan Transportasi Rp 200 Juta

Ia mendorong Dinas Pendidikan untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal yang tidak hanya menekankan seni pertunjukan seperti tari, tetapi juga pemahaman filosofis dan simbolik dari budaya daerah, termasuk dalam tenun adat.

Menutup penyampaiannya, Pater Sefri mengajak para guru untuk menjadi teladan dalam mendidik karakter anak. Ia mengkritik guru yang lebih sibuk membuat konten hiburan di media sosial daripada menjalankan fungsi pendidikan.

“Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Kalau guru sibuk goyang TikTok untuk cari ‘like’, jangan heran jika siswa tumbuh dengan mentalitas instan. Maka, mari kembali ke nilai-nilai budaya kita untuk membangun karakter yang kokoh,” pungkasnya.»

(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback:  Zikir di Candi Prambanan Jadi Sorotan, Pengelola Ingatkan Fungsi Cagar Budaya - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

PAWE Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Takjil di Kota Ende, Pererat Solidaritas Wartawan dan Masyarakat di Bulan Ramadan

Sebagai wujud kepedulian wartawan terhadap masyarakat.

Published

on

Pewarta Persatuan Wartawan Ende (PAWE) membagikan ratusan paket takjil kepada pengendara roda dua, sopir angkutan umum, serta pejalan kaki yang melintas di sejumlah titik jalan utama Kota Ende, Jumat (6/3/2026) sore. FOTO: GARDAFLORES/ELTON

ENDE, GardaFlores — Persatuan Wartawan Ende (PAWE) turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada pengguna jalan di pusat Kota Ende, Jumat (6/3/2026) sore. Aksi sosial yang digelar menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi wujud kepedulian wartawan terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara insan pers dan warga di Kabupaten Ende selama bulan Ramadan.

“Hari ini kami turun ke jalan bukan untuk meliput, melainkan untuk berbagi. Melibatkan keluarga dalam kegiatan ini adalah cara kami menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa wartawan adalah bagian tak terpisahkan dari mereka,” ujar Sekretaris PAWE, Fidelis Dari, di sela-sela kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, sopir angkutan umum, serta pejalan kaki yang melintas di sejumlah titik jalan utama Kota Ende. Aksi berlangsung di tengah arus lalu lintas yang meningkat menjelang waktu berbuka puasa, ketika banyak warga masih berada di perjalanan.

Jelang Hari Pers Nasional, PAWE Ende Turun ke Rumah Warga Miskin, Pers Hadir dengan Empati dan Aksi Nyata

Kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya melibatkan para jurnalis anggota PAWE, tetapi juga diikuti oleh keluarga mereka. Kehadiran anak-anak serta pasangan para wartawan menghadirkan suasana kekeluargaan dalam kegiatan sosial tersebut, sekaligus menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian dan solidaritas kepada generasi muda.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengguna jalan tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan langsung oleh para wartawan bersama keluarga mereka.

“Sangat membantu bagi kami yang masih di jalan saat Maghrib tiba. Terima kasih untuk teman-teman wartawan di Ende, semoga berkah untuk semua,” ungkap salah seorang pengendara motor yang melintas.

PAWE berharap kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya menjadi agenda rutin selama Ramadan, tetapi juga memperkuat hubungan antara wartawan dan masyarakat, sekaligus menegaskan peran insan pers sebagai bagian dari kehidupan sosial di Kabupaten Ende.»(elt)

Continue Reading

HUMANIORA

Bupati Sikka Sambut Putri Indonesia NTT 2026 Melisa Sonia Folis, Figur Inspiratif yang Siap Angkat Nama Daerah ke Panggung Nasional

Sinergi antara pemerintah daerah dan generasi muda dalam memajukan Kabupaten Sikka.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melakukan swafoto bersama Putri Indonesia NTT 2026 Melisa Sonia Folis, Kamis (5/3/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menerima audiensi Putri Indonesia NTT 2026 Melisa Sonia Folis di ruang kerjanya di Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari, Maumere, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap generasi muda berprestasi yang mampu membawa nama daerah ke panggung nasional.

Audiensi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Bupati Sikka menyampaikan apresiasi atas capaian Melisa Sonia Folis yang berhasil meraih gelar Putri Indonesia NTT 2026 dan menjadi salah satu figur muda inspiratif bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Sikka.

“Kehadiran figur muda yang inspiratif sangat penting dalam memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi,” kata Juventus.

Menurutnya, ajang pemilihan Putri Indonesia tidak sekadar menampilkan kecantikan, tetapi juga menuntut kecerdasan, kepribadian, serta kepedulian terhadap berbagai isu sosial dan budaya.

Pemkab Sikka Terima 12 Dokter Internsip, Perkuat Layanan Kesehatan hingga 2027

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat kita. Kami berharap kehadiran Putri Indonesia NTT 2026 dapat ikut mempromosikan potensi pariwisata, budaya, dan kekayaan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Melisa Sonia Folis menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Sikka. Ia menegaskan komitmennya untuk terus membawa nama baik Nusa Tenggara Timur sekaligus memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Pertemuan tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan generasi muda dalam memajukan Kabupaten Sikka, khususnya melalui promosi pariwisata, budaya, serta pengembangan berbagai potensi lokal.

Melisa Sonia Folis lahir di Maumere pada 4 Juli 2000. Ia akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam ajang Puteri Indonesia 2026 tingkat nasional.

Meratus dan Gasing Gerakkan Revolusi Numerasi SD di Sikka, Integrasikan Budaya Lokal dalam Pembelajaran Matematika

Alumni SMAK Frateran Maumere itu menjadi salah satu peserta yang lolos dalam audisi nasional Puteri Indonesia 2026 yang digelar di Graha Mustika Ratu, Jakarta. Melisa mengikuti audisi nasional gelombang pertama dan berhasil melewati proses seleksi hingga ditetapkan sebagai finalis Puteri Indonesia 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Yayasan Puteri Indonesia.

Melisa Sonia Folis dijadwalkan mengikuti malam final Puteri Indonesia 2026 yang akan digelar pada 24 April 2026 di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Dua Hari Berturut-turut, Kolom Abu Capai 1 Km dan Warga Diminta Jauhi Radius 4 Km

Badan Geologi menegaskan bahwa hingga saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level II (Waspada).

Published

on

Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, meletus dua hari berturut-turut, Selasa-Rabu (3-4/3/2026). FOTO: IST

FLORES TIMUR, GardaFlores – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi dalam dua hari berturut-turut pada Selasa (3/3/2026) dan Rabu pagi (4/3/2026). Letusan menghasilkan kolom abu hingga 1 kilometer di atas puncak dan mendorong otoritas mempertahankan status Level II (Waspada) dengan rekomendasi larangan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosep Mboro, mengatakan erupsi pada Selasa terjadi pukul 09.42 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 2.584 meter di atas permukaan laut. Ia menyatakan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta timur laut.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14,8 mm dan durasi ± 50 detik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).

Rabu pagi, gunung yang sama juga tercatat meletus pada pukul 08.39 Wita. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangan di Jakarta menyampaikan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.384 meter di atas permukaan laut. Secara visual, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah utara serta timur laut.

Secara instrumental, aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi sekitar 47 detik.

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Kolom Abu Mencapai 10 Kilometer

Badan Geologi menegaskan bahwa hingga saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level II (Waspada). Otoritas merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung, termasuk pengunjung atau wisatawan, tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Pelintas Jalan Negara Maumere-Larantuka juga diimbau berhati-hati dan tetap waspada.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah daerah diminta aktif menyampaikan perkembangan resmi kepada warga guna mencegah disinformasi.

Selain potensi hujan abu, warga diminta mewaspadai ancaman banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut dianjurkan untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus berkoordinasi dengan BPBD Nusa Tenggara Timur dan pemangku kepentingan setempat untuk memantau perkembangan aktivitas gunung serta memastikan langkah mitigasi berjalan sesuai prosedur. Otoritas menyatakan akan terus memperbarui informasi secara berkala sesuai hasil pemantauan lapangan dan analisis kegempaan.»(bert)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending