Connect with us

HUMANIORA

Wabup Subandi Minta Para Siswa SMPK St Antonius Junjung Tinggi Budaya dan Budi Pekerti

Published

on

Maumere, GardaFlores – Wakil Bupati (Wabup) Sikka, Simon Subandi Supriyadi meminta para siswa SMPK St. Antonius Boganatar agar tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjunjung tinggi budaya dan budi pekerti.

Permintaan itu disampaikan Wabup Subandi ketika memberi sambutan pada perayaan HUT ke-25 SMPK St. Antonius Boganatar, Kecamatan Talibura, Selasa (20/5/2025).

“Kalian adalah generasi emas harapan daerah. Di tangan kalian masa depan Sikka dipertaruhkan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bangun karakter yang kuat, jujur, cinta tanah air, dan peduli sesama,” pesannya.

Baca juga:
Wabup Sikka Lepas 38 Calon Haji, Serahkan Bantuan Transportasi Rp 200 Juta

Ia juga mendorong para siswa untuk berani bermimpi besar dan menciptakan inovasi. “Buktikan bahwa anak-anak SMPK St. Antonius Boganatar adalah generasi yang cerdas, tangguh, berakhlak, dan siap memimpin dunia,” katanya.

Dalam sambutannya itu, Wabup Simon juga mengucapkan terima kasih kepada para pendiri, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh pihak yang berjasa mendirikan sekolah tersebut.

“Menghadirkan pendidikan bermutu bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen daerah—orang tua, pendidik, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan,” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa kualitas pendidikan sangat menentukan daya saing bangsa di tengah perubahan global, kemajuan teknologi, perubahan iklim, krisis kemanusiaan, dan ketidakpastian dunia. Karena itu, menurutnya, pembangunan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter harus menjadi prioritas utama.

Baca juga:
PMKRI Maumere Audiensi dengan Kapolres Sikka, Soroti Kasus Malpraktik dan Kekerasan Seksual

“Kita sadar bahwa sumber daya alam kita terbatas. Maka, kekuatan kita adalah sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.

Simon Subandi juga menegaskan pentingnya nilai-nilai luhur dalam pendidikan. Ia mengajak semua pihak untuk terus menjadikan filosofi Ki Hadjar Dewantara sebagai landasan pendidikan: “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”

Momentum perayaan ulang tahun ini, lanjutnya, merupakan saat yang tepat untuk merayakan keberhasilan sekolah dalam mencetak generasi unggul. Ia menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah berdedikasi mendidik siswa-siswi dengan ilmu dan budi pekerti.

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending