Connect with us

HUMANIORA

Dari Sikka ke Istana Negara: Kisah Perjalanan Paulus Gregorius Afrizal Menjadi Paskibraka Nasional

Published

on

Paulus Gregorius Afrizal, anggota Paskibraka Nasional tiba bersama ibu dan adiknya di Bandara Frans Seda, Sabtu (23/8/2025).

Maumere, GardaFlores – Sorot mata Paulus Gregorius Afrizal tampak berbinar ketika kakinya menjejak landasan Bandara Frans Seda, Sabtu (23/8/2025). Putra Kabupaten Sikka itu baru saja pulang dari Jakarta, setelah menunaikan tugas bersejarah: mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Afrizal, siswa SMAK Frater Maumere, menjadi salah satu dari 76 putra-putri terbaik bangsa yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2025. Baginya, perjalanan menuju Istana Negara bukan sekadar cerita tentang latihan fisik, tetapi juga tentang perjuangan panjang, ketekunan, dan doa dari banyak orang.

Rangga, Petani Magepanda Menemukan “Emas Merah” di Sawahnya

Dari Seleksi Sekolah ke Jakarta

Perjalanan Afrizal dimulai dari seleksi tingkat sekolah. Di tengah puluhan kandidat lain, ia menonjol bukan hanya karena postur tubuh, tetapi juga pengetahuan kebangsaan serta karakternya yang dinilai matang. Dari sekolah, langkahnya berlanjut ke seleksi kabupaten, lalu ke tingkat provinsi.

“Seleksi itu bukan main-main. Mereka harus mengisi aplikasi transparansi, tes wawasan kebangsaan, hingga cek kesehatan berlapis. Afrizal lolos karena memenuhi semua kriteria,” ujar Regina M. Manbait, S.Sos, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT yang turut mengantar Afrizal pulang ke Maumere.

Pada Mei 2025, Afrizal bersama puluhan kandidat dari seluruh NTT mengikuti seleksi ketat yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dari proses itu, hanya tiga pasang terbaik yang dikirim ke Jakarta. Afrizal menjadi salah satunya.

Tana Ai Menanti 25 Tahun, Perguruan Tinggi Kini di Ambang Kenyataan

Ujian dan Dukungan

Tak semua berjalan mulus. Menjelang keberangkatan ke Jakarta, Afrizal sempat tertahan karena ada satu item pemeriksaan kesehatan yang belum terpenuhi. Namun berkat koordinasi pemerintah kabupaten, provinsi, dan dukungan keluarganya, hal itu segera diselesaikan.

Ibu  Afrizal, dengan suara bergetar, mengungkapkan rasa harunya. “Kami tidak pernah membayangkan anak kami bisa sampai di Istana Negara. Sejak kecil dia tekun, disiplin, dan punya cita-cita besar. Kami hanya bisa mendoakan, selebihnya Tuhan yang menuntun langkahnya,” ujar sang ibu.

Ia menambahkan bahwa setiap proses seleksi adalah ujian kesabaran. Kadang Afrizal pulang latihan dalam keadaan sangat lelah, tapi dia tidak pernah mengeluh. “Kami sebagai orang tua hanya bisa memberikan dukungan, menyiapkan makanannya, mendoakannya, dan memeluknya saat ia butuh semangat. Saat melihatnya di televisi mengibarkan bendera, air mata kami jatuh tanpa sadar,” ucap ibunya penuh haru.

Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi, menilai keberhasilan Afrizal adalah cerminan nyata gotong royong.

“Keberhasilan ini bukan hanya milik Afrizal dan keluarganya, tetapi juga milik kita semua di Kabupaten Sikka. Semua pihak ikut terlibat, dan inilah nilai Pancasila yang sesungguhnya,” katanya.

Menjadi Inspirasi Generasi Muda Sikka

Afrizal kini kembali ke tanah kelahirannya. Ketika menyambut kedatangannya, Bupati Sikka Juventus Yoris Prima Kago menyebut Afrizal sebagai simbol harapan dan motivasi bagi generasi muda Sikka.

“Keberhasilan ini adalah bukti bahwa anak-anak Sikka mampu bersaing di level nasional. Afrizal bukan hanya mengibarkan bendera di Istana Negara, tetapi juga mengibarkan semangat kebangsaan di dada kita semua,” ujarnya.

Bagi Afrizal sendiri, pengalaman menjadi Paskibraka Nasional adalah panggilan jiwa. Ia mengaku akan terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Bendera merah putih yang saya kibarkan di Istana adalah amanah. Saya ingin menjaga semangat itu dalam belajar, dalam berteman, dan dalam cita-cita saya ke depan,” katanya singkat.

Jejak Baru dari Maumere

Kini, langkah Afrizal menorehkan sejarah baru bagi Kabupaten Sikka. Dari lorong-lorong kecil di Maumere, ia berhasil melangkah hingga ke halaman Istana Negara. Kisahnya menjadi bukti bahwa anak dari daerah terpencil pun bisa berdiri sejajar dengan putra-putri terbaik bangsa.

Afrizal bukan hanya mengangkat bendera, tetapi juga mengangkat harapan Sikka untuk terus melahirkan generasi muda yang berkarakter, berdaya juang, dan setia pada Pancasila.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

16 Tim Ikuti Witihama Futsal Cup 1 di Jakarta, Final 1 November

Witihama Futsal Cup 1 diikuti 16 tim dari berbagai desa di Kecamatan Witihama, Flores Timur. Turnamen berlangsung di Cengkareng, Jakarta Barat, dengan partai final dijadwalkan pada 1 November 2026.

Published

on

Witihama Futsal Cup 1 mempertemukan 16 tim diaspora Kecamatan Witihama di Lapangan Futsal Sekolah Lamaholot, Cengkareng, Jakarta Barat.

JAKARTA, GardaFlores – Sebanyak 16 tim dari berbagai desa di Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, mengikuti Witihama Futsal Cup 1 di Lapangan Futsal Sekolah Lamaholot, Cengkareng, Jakarta Barat. Turnamen diaspora tersebut telah memasuki rangkaian pertandingan sejak 25 Oktober 2026 dan dijadwalkan mencapai partai final pada Minggu (1/11/2026).

Ketua Panitia Witihama Futsal Cup 1, Imran Kopong Bahi, mengatakan turnamen perdana yang digagas organisasi diaspora Witihama Taan Tou itu mendapat sambutan dari warga Witihama yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Menurut Imran, keterlibatan 16 tim menunjukkan besarnya partisipasi warga dari berbagai desa di Kecamatan Witihama.

“Ini membuktikan bahwa semua warga memiliki semangat yang sama untuk merajut persatuan dan persaudaraan,” ujarnya.

KM Lawit Membentur Dermaga Ippi, 379 Penumpang Batal Berangkat dari Ende

Enam belas tim tersebut adalah Naga Darat Lamablawa A dan B, Pusaka Pledo A dan B, Watoone A dan B, Lamaleka A dan B, Siap Lewo Weran, Sipo Oringbele, Sesado Sandosi, BLL Balaweling-Loga-Lewopulo, Nusa Gersang Tuwagetobi, Pamri Riangduli, Pesawat Watololong, serta Pengurus Witihama Taan Tou.

Ketua Umum Witihama Taan Tou, Kompol S. Aba Wahid Key, menyebut turnamen tersebut sebagai langkah awal organisasi yang baru terbentuk pada akhir Agustus 2026.

“Ini langkah awal yang bagus bagi Witihama Taan Tou sebagai organisasi yang baru terbentuk pada akhir Agustus lalu,” katanya di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Wahid Key, futsal menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan warga dari berbagai desa dan generasi yang kini tinggal di Jabodetabek. Melalui kegiatan tersebut, hubungan antarwarga di perantauan diharapkan tetap terjaga.

Dalam rangkaian kegiatan turnamen, panitia juga menampilkan tarian tradisional masyarakat Pulau Adonara, yakni Hedung dan Soka.

Pertandingan berlangsung melalui babak penyisihan grup yang dimulai pada 25 Oktober, kemudian berlanjut ke fase gugur. Partai final dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026.

Witihama Taan Tou merupakan organisasi diaspora asal Kecamatan Witihama yang menghimpun warga Witihama di wilayah Jabodetabek.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Wabup Sikka: Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Tindakan Nyata

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi meminta generasi muda menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata. Pesan tersebut disampaikan saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Maumere, Rabu (28/10/2026).

Published

on

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Maumere, Rabu (28/10/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi meminta generasi muda di Kabupaten Sikka menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata, mulai dari menjaga persatuan dan budaya lokal hingga terlibat dalam pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan Simon saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari, Maumere, Rabu (28/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

“Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan jiwa dan pedoman tindakan bagi pemuda-pemudi di Kabupaten Sikka,” tegas Simon dalam amanatnya.

Rp1,6 Miliar untuk Ruang Kelas Darurat Sikka, SDN Nitung Belum Terakomodasi

Ia menjelaskan, sikap patriotik perlu diwujudkan melalui upaya menjaga persatuan, merawat keberagaman, melestarikan budaya lokal Nian Tana Sikka, dan berkontribusi dalam pembangunan.

Sementara itu, sikap gigih menuntut pemuda terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan berinovasi di tengah perkembangan teknologi digital serta persaingan ekonomi. Adapun sikap berempati, menurut Simon, perlu terlihat dalam kepedulian terhadap sesama dan lingkungan serta upaya mencari solusi atas persoalan masyarakat.

Simon juga menekankan pentingnya peran keluarga, lembaga pendidikan, tokoh pemuda, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda. Ia secara khusus mengingatkan pemuda agar menjauhi narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, serta penyebaran berita bohong atau hoaks.

Transfer TPG Guru Non-ASN Diklaim Tuntas, Guru yang Belum Menerima Diminta Mengadu

Ia mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk pendidikan, ekonomi kreatif, kebudayaan, kegiatan sosial, dan lingkungan hidup. Semangat gotong royong dan toleransi yang diwariskan para leluhur Sikka juga diminta terus dijaga.

Pada akhir amanatnya, Simon menyampaikan apresiasi kepada panitia, organisasi kepemudaan, dan peserta upacara. Ia turut memberikan penghargaan kepada Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Maumere yang mengoordinasikan jalannya upacara serta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang menjalankan tugas dalam peringatan tersebut.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending