HUMANIORA
Oknum Petugas KSP Pintu Air Diduga Lakukan Penipuan, Jano Himbau Anggota Lapor ke Kantor Pusat
Maumere, GardaFlores—Seorang petugas Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pintu Air Cabang Koting di Kabupaten Sikka, berinisial M, diduga memanfaatkan jabatannya untuk memeras sejumlah warga dengan modus pengajuan pinjaman atas nama anggota koperasi.
Fransiskus Xaverius Soi Sabe mengatakan, M datang ke rumahnya dan membujuk istrinya, Maria Magdalena Fernandez untuk mengajukan pinjaman di KSP Pintu Air. Padahal saat itu Maria belum menjadi anggota dan tidak memiliki uang sebagai saham dalam koperasi itu.
Baca juga:
Banjir Rob Rendam Puluhan Rumah di Kampung Garam, Warga Minta Talud Segera Dibangun
“Dia (M) bilang cukup pakai KTP dan Kartu Keluarga, uang bisa dicairkan. Bahkan dia sendiri yang cari uang untuk dijadikan saham awal istri saya,” kata Fransiskus di Kampung Bajawa, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kamis (1/5/2025).
Setelah pinjaman sebesar Rp25 juta dicairkan oleh petugas resmi di kantor koperasi, M langsung membawa Maria ke ruangannya dan mengambil seluruh uang tersebut. Menurut Fransiskus, M berdalih bahwa sebagian uang akan digunakan untuk membayar saham dan bunga yang sudah ia pinjamkan sebelumnya.
“Sisa uang katanya dimasukkan ke tabungan, tapi kami tidak pernah terima buku tabungan maupun bukti lainnya,” tambahnya.
Tidak hanya itu, M juga memaksa agar Fransiskus dan anak-anaknya menjadi anggota koperasi dan diwajibkan mengajukan pinjaman serupa, masing-masing sebesar Rp25 juta. Namun, uang pinjaman tersebut juga harus dibagi dua dengan M. Ia menjanjikan bahwa cicilan hanya Rp200 ribu per bulan, sisanya akan ia tanggung.
Faktanya, Fransiskus tidak pernah menerima bukti pembayaran. Belakangan, pihak koperasi (petugas lain) datang ke rumahnya untuk menagih pembayaran atas nama seluruh keluarganya. Ketika dijelaskan bahwa uang telah diambil oleh M, para petugas koperasi mengaku tidak mengetahui perihal tersebut.
Baca juga:
Festival Ketenagakerjaan Sikka Sambut May Day 2025, Fokus Kurangi Pengangguran dan Perkuat Hubungan Industrial
“Istri saya dipaksa pinjam, uangnya langsung diambil. Sekarang kami yang ditagih,” ujar Fransiskus.
Maria Magdalena Fernandez juga membenarkan bahwa M datang berkali-kali ke rumahnya untuk membujuknya melakukan pinjaman tanpa syarat keanggotaan resmi.
Kasus serupa dialami oleh beberapa warga lain di lingkungan yang sama, antara lain Fulgensius Andreson Soi Sabe, Daniel Adolronal Soi Sabe bersama istrinya Sisilia Nona Fanti, serta Herlina Woli Nama. Mereka mengaku sebagian dana pinjaman mereka juga diambil oleh M.
Sementara itu, Pimpinan pusat KSP Pintu Air Jakobus Jano ketika dikonfirmasi mengatakan, anggota yang merasa dirugikan semestinya melapor ke kantor pusat, sehingga bisa diselesaikan dan dicari jalan keluar. Jika anggota hanya bisa berteriak dari jauh tentu saja tidak bisa didengar.
Jano berharap para nasabah yang merasa dirugikan oleh stafnya di tingkat cabang agar melaporkan langsung kepada pimpinan pusat.
“Untuk menyampaikan hal yang benar mengapa harus takut? Mengapa harus sampaikan melalui media. Semestinya datang langsung melaporkan ke kantor pusat,“ tegas Jano.»
(rel)
HUMANIORA
Pria di Wairkoja Sikka Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Gantung Diri
Diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia.
SIKKA, GardaFlores — Seorang pria berinisial YF (39) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kloang Lagot, RT 010/RW 005, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga merupakan kasus gantung diri.
Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sebelum dilaporkan ke aparat setempat. Lokasi kejadian kemudian langsung diamankan untuk kepentingan pemeriksaan awal.
Kasihumas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga mengatakan kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi.
Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP
“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026).
Dari keterangan awal yang dihimpun, korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Polres Sikka menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban, termasuk menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait peristiwa tersebut sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan.»(rel)
HUMANIORA
Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP
Menurut keterangan, HKN adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang pelajar perempuan berinisial HKN (13) ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026) dini hari. Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga di Maumere, Rabu.
HKN, menurut keterangan, adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa. Ia pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga.
Sebelum ditemukan, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian karena korban tidak kembali ke rumah sejak sekitar pukul 18.00 WITA.
Menurut keterangan saksi, pencarian dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga area kebun. Karena kondisi malam semakin larut, pencarian sempat dihentikan sebelum kembali dilanjutkan.
Dalam pencarian lanjutan itu, saksi menemukan korban di lokasi kejadian lalu memanggil warga lain, termasuk PP (35), untuk memastikan kondisi korban.
Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh ML (39) ke Polsek Kewapante.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mendokumentasikan kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi.
Polisi menyatakan telah menerima laporan resmi, mengidentifikasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.
Keluarga korban disebut menolak pemeriksaan visum luar maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.
Hingga Rabu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.
Polres Sikka juga mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat.»(rel)
HUMANIORA
Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi di Pantai Nangamerah, Alami Luka Serius
Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.
Korban berinisial NN (61), seorang petani, diserang saat berada di laut dan sempat digigit sebelum berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah.
Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga, mengatakan korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 18.00 WITA untuk mandi di laut. Sekitar satu jam kemudian, korban kembali dalam kondisi terluka.
“Korban pulang sekitar pukul 19.00 WITA dengan kondisi mengalami luka akibat gigitan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan keterangan saksi sekaligus istri korban, Bernadeta Bona (47), serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan.
Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan medis awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka gigitan yang memerlukan penanganan lanjutan, sehingga korban dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan layanan lebih lengkap.
Laporan kejadian diterima Kepolisian Sub Sektor Nebe. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi, melakukan pendataan korban, serta memeriksa saksi, antara lain Bernadeta Bona (47), Petrus Amerson (21), dan Rodesta Nurak (19).
Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama. Korban juga diketahui baru pertama kali beraktivitas mandi di area tersebut.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya.
Aparat kepolisian bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi guna mencegah insiden serupa.»(rel)
-
HUMANIORA11 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA9 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
NASIONAL7 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
OPINI10 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
