Connect with us

HUMANIORA

Kapolres Sikka Gandeng Tokoh Masyarakat Cari Solusi Bijak Tangani Peredaran Moke

Published

on

Kasi Humas Polres Sikka IPTU Leonardus Tunga menyambangi Alex Longginus dalam upaya mencari solusi penanganan peredaran minuman keras lokal (moke) di Kabupaten Sikka. (IST)

Maumere, GardaFlores — Upaya penanganan peredaran minuman keras lokal (moke) di Kabupaten Sikka kini ditempuh dengan cara yang lebih bijak dan humanis. Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, S.I.K, melalui Kasi Humas Polres Sikka, IPTU Leonardus Tunga, turun langsung menyambangi sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menggali aspirasi serta mencari solusi terbaik bagi pengendalian moke tanpa mematikan nilai budayanya.

Dialog hangat ini berlangsung selama dua hari, 11–12 November 2025, di kediaman para tokoh di Maumere dan sekitarnya. Dalam pertemuan itu, Kapolres Bambang ingin menegaskan bahwa langkah Polri bukan semata penegakan hukum, melainkan upaya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan perlindungan masyarakat.

“Kami ingin mencari jalan tengah, bagaimana tradisi tetap dihormati, namun dampak negatif dari penyalahgunaan moke bisa diminimalisir,” ujar AKBP Bambang, Kamis(13/11/2025) di Maumere.

Kasi Humas Polres Sikka, IPTU Leonardus Tunga ketika bertemu Sekretaris Uskup Maumere RD. Yakobus Donisius Migo. (IST)

“Misi kami adalah perlindungan masyarakat, bukan mematikan rezeki. Kami dukung sopi atau moke jadi produk budaya unggulan NTT yang berizin dan aman,” tambahnya.

Sejalan dengan Arahan Kapolda NTT

Pernyataan tersebut sejalan dengan penegasan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., yang menyebut bahwa kehadiran Polri tidak bertujuan mematikan tradisi, melainkan mengawal legalitas dan keamanan produk lokal agar tidak merugikan masyarakat.

“Moke adalah warisan budaya yang patut dijaga, namun peredarannya harus dikendalikan agar tidak menjadi ancaman bagi masa depan anak-anak kita,” tutur Kapolda NTT.

Penyitaan Moke di Maumere, Polisi: Penertiban Sesuai Aturan

Kapolda juga menegaskan lima poin penting kebijakan Polri terhadap moke dan sopi lokal, di antaranya:

Polri tidak melarang budaya, tetapi mengawal proses legalisasi sopi/moke bersama pemerintah daerah.

Penindakan hanya dilakukan terhadap oplosan berbahaya dan peredaran ilegal.

Kepolisian berpihak pada rakyat, memastikan produksi tradisional yang dibina Pemda mendapat perlindungan hukum.

Upaya pengendalian dilakukan untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif alkohol.

Polri hadir sebagai penjaga budaya, bukan lawan tradisi.

Kasi Humas Polres Sikka IPTU Leonardus Tunga temui Ketua MUI Sikka Mohammad Ihsan Wahab. (IST)

Suara Para Tokoh: Dukung Penertiban, Tolak Pemutusan Tradisi

Sejumlah tokoh masyarakat yang ditemui Kapolres Sikka antara lain Alexander Longginus, Sekretaris Uskup Maumere RD. Yakobus Donisius Migo, Ketua MUI Sikka Mohammad Ihsan Wahab, serta para tokoh pemuda dan adat.

Mereka sepakat bahwa moke memiliki nilai budaya yang tinggi dan menjadi bagian penting dari berbagai upacara adat dan kegiatan sosial masyarakat. Namun, mereka juga mengakui bahwa konsumsi berlebihan dan peredaran ilegal telah menimbulkan berbagai persoalan sosial, mulai dari kekerasan, kecelakaan lalu lintas, hingga gangguan kesehatan.

“Kami mendukung penertiban terhadap warga yang mengonsumsi moke berlebihan karena berdampak pada keamanan dan ketertiban. Tetapi untuk penertiban hingga ke tempat produksi (kuwu), perlu dipertimbangkan kembali,” ujar salah satu tokoh adat.

Petani Moke Maumere di Persimpangan Identitas dan Regulasi

Para tokoh juga mendorong pemerintah daerah agar segera menerbitkan peraturan daerah (Perda) yang mengatur pengendalian, distribusi, dan produksi moke secara berkelanjutan, disertai sosialisasi massif kepada masyarakat.

Kasi Humas Polres Sikka IPTU Leonardus Tunga temui beberapa Kepala OPD Kabupaten Sikka. (IST)

Dalam diskusi, Polres Sikka juga mengusulkan berbagai alternatif pemanfaatan moke agar bernilai ekonomi tanpa merusak citra budaya lokal, seperti dijadikan bahan dasar cuka, gula, atau minuman fermentasi rendah alkohol.

Gagasan kolaboratif antara Polri dan para tokoh ini diharapkan menjadi langkah awal menuju solusi bijak dan berkelanjutan dalam mengelola warisan budaya sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat Polri bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga mitra dalam menjaga harmoni sosial dan budaya di NTT,” tutup Kapolres Bambang.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Buruh Distribusi Barang Tewas Usai Terjatuh dari Mobil Box di Jalur Trans Maumere–Larantuka

Jenazah korban telah dimakamkan keluarga pada Senin (11/5/2026).

Published

on

Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas pada perusahaan distribusi PT Citra Niaga dan saat kejadian sedang menjalankan aktivitas pengantaran barang di wilayah Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang buruh distribusi barang berinisial K.D. (37), warga Wailiti, Kabupaten Sikka, meninggal dunia setelah terjatuh dari atas mobil box yang sedang melintas di Jalan Negara Trans Maumere–Larantuka, wilayah Bolawolon, Kecamatan Kangae, Sabtu (9/5/2026).

Korban mengalami cedera berat di bagian kepala dan sempat menjalani perawatan intensif di RSUD TC Hillers Maumere sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.

Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonard Tunga mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WITA setelah kendaraan box bernomor polisi L 9084 UG menyelesaikan aktivitas bongkar muat di kawasan Bolawolon dan bergerak menuju Kota Maumere.

Menurut kepolisian, korban berada di atas kendaraan saat mobil melaju dari arah timur. Dalam perjalanan, korban terjatuh ke badan jalan dan mengalami luka serius.

“Korban yang berada di atas kendaraan tiba-tiba terjatuh ke badan jalan hingga mengalami luka serius di bagian kepala,” kata Leonard, Selasa (11/5/2026).

Kecelakaan Tunggal di Trans Maumere-Magepanda, Pengemudi Pick Up Tewas Setelah Kendaraan Masuk Jurang

Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas pada perusahaan distribusi PT Citra Niaga dan saat kejadian sedang menjalankan aktivitas pengantaran barang di wilayah Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae.

Polisi menduga insiden tersebut berkaitan dengan kelalaian dalam operasional kendaraan. Dugaan itu didasarkan pada hasil pemeriksaan awal di lokasi yang menunjukkan kondisi jalan relatif baik, dengan jalur lurus, permukaan aspal mulus, cuaca cerah, dan lalu lintas yang tidak padat saat kejadian berlangsung.

Satuan Lalu Lintas Polres Sikka telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan, meminta visum medis korban, serta memeriksa pengemudi kendaraan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini turut menyoroti aspek keselamatan kerja dalam aktivitas distribusi barang, terutama terkait keamanan pekerja saat berada di atas kendaraan operasional.

Jenazah korban telah dimakamkan keluarga pada Senin (11/5/2026).»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria di Wairkoja Sikka Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Gantung Diri

Diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia.

Published

on

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026). FOTO: IST

SIKKA, GardaFlores — Seorang pria berinisial YF (39) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kloang Lagot, RT 010/RW 005, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga merupakan kasus gantung diri.

Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sebelum dilaporkan ke aparat setempat. Lokasi kejadian kemudian langsung diamankan untuk kepentingan pemeriksaan awal.

Kasihumas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga mengatakan kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi.

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026).

Dari keterangan awal yang dihimpun, korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.

Polres Sikka menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban, termasuk menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait peristiwa tersebut sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

Menurut keterangan, HKN adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa.

Published

on

HKN pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang pelajar perempuan berinisial HKN (13) ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026) dini hari. Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga di Maumere, Rabu.

HKN, menurut keterangan, adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa. Ia pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga.

Sebelum ditemukan, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian karena korban tidak kembali ke rumah sejak sekitar pukul 18.00 WITA.

Menurut keterangan saksi, pencarian dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga area kebun. Karena kondisi malam semakin larut, pencarian sempat dihentikan sebelum kembali dilanjutkan.

Dalam pencarian lanjutan itu, saksi menemukan korban di lokasi kejadian lalu memanggil warga lain, termasuk PP (35), untuk memastikan kondisi korban.

Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh ML (39) ke Polsek Kewapante.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mendokumentasikan kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi.

Polisi menyatakan telah menerima laporan resmi, mengidentifikasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.

Keluarga korban disebut menolak pemeriksaan visum luar maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

Hingga Rabu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.

Polres Sikka juga mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending