HUMANIORA
Akibat Banjir di Kali Nangagete, Anak-anak di Talibura Libur
Maumere, GardaFlores—Anak-anak SD di beberapa desa di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, seperti Desa Watuomok dan Desa Udek Duen, terpaksa meliburkan diri. Hal itu karena banjir di Kali Nangagete cukup besar dan tidak dapat diseberangi.
Maria Dua Lodan, seorang warga Kampung Wairbou, Desa Watuomok mengatakan, banjir memaksa anak-anak untuk meliburkan diri dari sekolah. “Mereka tidak bisa pergi ke SD Inpres Blawuk karena harus menyeberangi Kali Nangagete yang airnya bisa sangat deras saat banjir,” ujar Maria pada Rabu (29/1/2025).
Baca juga:
Refleksi Filosofis tentang Kepemilikan Tanah dan Keadilan Sosial: Kasus Tanah Nangahale dan Patiahu
Maria menambahkan, risiko yang dihadapi bukan hanya pada anak-anak, tetapi juga orang dewasa. “Kami sudah terbiasa menyeberang, tetapi tetap saja bisa terseret arus jika tidak hati-hati,” jelasnya, sambil menjelaskan bahwa lebar kali tersebut bisa mencapai 50 meter saat banjir.
Warga dari dua desa tersebut, yang berjumlah ratusan kepala keluarga, telah lama meminta pemerintah untuk membangun jembatan gantung melintasi Kali Nangagete. Namun, hingga saat ini, permohonan tersebut belum juga terealisasi. “Kasihan anak-anak, banyak yang tidak tamat sekolah dasar, dan hanya sedikit yang melanjutkan ke SMP atau SMA,” keluh Maria.
Senada dengan Maria, Markus Moro, warga Kampung Wairbou, juga menyoroti pentingnya pembangunan jembatan dan perbaikan jalan. “Kami selalu mengajukan usulan ini saat reses anggota dewan dan dialog dengan calon bupati, tetapi belum ada titik terang,” ungkapnya.
Baca juga:
Lewor Gobang Ungkap Perjuangan Tanah HGU Nangahale Patiahu yang Tak Kunjung Terselesaikan
Markus menambahkan, kondisi ini juga menyulitkan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. “Warga yang sakit atau perempuan yang mau melahirkan kesulitan untuk mencapai Puskesmas Watubaing karena akses transportasi yang terbatas,” tuturnya.
Dengan kondisi yang semakin mendesak, masyarakat berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian dan solusi terhadap masalah infrastruktur yang mereka hadapi, agar anak-anak dapat kembali ke sekolah dan warga tidak kesulitan dalam mendapatkan layanan kesehatan.»
(rel)
HUMANIORA
PAWE Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Takjil di Kota Ende, Pererat Solidaritas Wartawan dan Masyarakat di Bulan Ramadan
Sebagai wujud kepedulian wartawan terhadap masyarakat.
ENDE, GardaFlores — Persatuan Wartawan Ende (PAWE) turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada pengguna jalan di pusat Kota Ende, Jumat (6/3/2026) sore. Aksi sosial yang digelar menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi wujud kepedulian wartawan terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara insan pers dan warga di Kabupaten Ende selama bulan Ramadan.
“Hari ini kami turun ke jalan bukan untuk meliput, melainkan untuk berbagi. Melibatkan keluarga dalam kegiatan ini adalah cara kami menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa wartawan adalah bagian tak terpisahkan dari mereka,” ujar Sekretaris PAWE, Fidelis Dari, di sela-sela kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, sopir angkutan umum, serta pejalan kaki yang melintas di sejumlah titik jalan utama Kota Ende. Aksi berlangsung di tengah arus lalu lintas yang meningkat menjelang waktu berbuka puasa, ketika banyak warga masih berada di perjalanan.
Kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya melibatkan para jurnalis anggota PAWE, tetapi juga diikuti oleh keluarga mereka. Kehadiran anak-anak serta pasangan para wartawan menghadirkan suasana kekeluargaan dalam kegiatan sosial tersebut, sekaligus menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian dan solidaritas kepada generasi muda.
Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengguna jalan tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan langsung oleh para wartawan bersama keluarga mereka.
“Sangat membantu bagi kami yang masih di jalan saat Maghrib tiba. Terima kasih untuk teman-teman wartawan di Ende, semoga berkah untuk semua,” ungkap salah seorang pengendara motor yang melintas.
PAWE berharap kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya menjadi agenda rutin selama Ramadan, tetapi juga memperkuat hubungan antara wartawan dan masyarakat, sekaligus menegaskan peran insan pers sebagai bagian dari kehidupan sosial di Kabupaten Ende.»(elt)
HUMANIORA
Bupati Sikka Sambut Putri Indonesia NTT 2026 Melisa Sonia Folis, Figur Inspiratif yang Siap Angkat Nama Daerah ke Panggung Nasional
Sinergi antara pemerintah daerah dan generasi muda dalam memajukan Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menerima audiensi Putri Indonesia NTT 2026 Melisa Sonia Folis di ruang kerjanya di Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari, Maumere, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap generasi muda berprestasi yang mampu membawa nama daerah ke panggung nasional.
Audiensi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Bupati Sikka menyampaikan apresiasi atas capaian Melisa Sonia Folis yang berhasil meraih gelar Putri Indonesia NTT 2026 dan menjadi salah satu figur muda inspiratif bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Sikka.
“Kehadiran figur muda yang inspiratif sangat penting dalam memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi,” kata Juventus.
Menurutnya, ajang pemilihan Putri Indonesia tidak sekadar menampilkan kecantikan, tetapi juga menuntut kecerdasan, kepribadian, serta kepedulian terhadap berbagai isu sosial dan budaya.
Pemkab Sikka Terima 12 Dokter Internsip, Perkuat Layanan Kesehatan hingga 2027
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat kita. Kami berharap kehadiran Putri Indonesia NTT 2026 dapat ikut mempromosikan potensi pariwisata, budaya, dan kekayaan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Melisa Sonia Folis menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Sikka. Ia menegaskan komitmennya untuk terus membawa nama baik Nusa Tenggara Timur sekaligus memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Pertemuan tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan generasi muda dalam memajukan Kabupaten Sikka, khususnya melalui promosi pariwisata, budaya, serta pengembangan berbagai potensi lokal.
Melisa Sonia Folis lahir di Maumere pada 4 Juli 2000. Ia akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam ajang Puteri Indonesia 2026 tingkat nasional.
Alumni SMAK Frateran Maumere itu menjadi salah satu peserta yang lolos dalam audisi nasional Puteri Indonesia 2026 yang digelar di Graha Mustika Ratu, Jakarta. Melisa mengikuti audisi nasional gelombang pertama dan berhasil melewati proses seleksi hingga ditetapkan sebagai finalis Puteri Indonesia 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Yayasan Puteri Indonesia.
Melisa Sonia Folis dijadwalkan mengikuti malam final Puteri Indonesia 2026 yang akan digelar pada 24 April 2026 di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.»(rel)
HUMANIORA
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Dua Hari Berturut-turut, Kolom Abu Capai 1 Km dan Warga Diminta Jauhi Radius 4 Km
Badan Geologi menegaskan bahwa hingga saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level II (Waspada).
FLORES TIMUR, GardaFlores – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi dalam dua hari berturut-turut pada Selasa (3/3/2026) dan Rabu pagi (4/3/2026). Letusan menghasilkan kolom abu hingga 1 kilometer di atas puncak dan mendorong otoritas mempertahankan status Level II (Waspada) dengan rekomendasi larangan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosep Mboro, mengatakan erupsi pada Selasa terjadi pukul 09.42 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 2.584 meter di atas permukaan laut. Ia menyatakan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta timur laut.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14,8 mm dan durasi ± 50 detik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).
Rabu pagi, gunung yang sama juga tercatat meletus pada pukul 08.39 Wita. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangan di Jakarta menyampaikan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.384 meter di atas permukaan laut. Secara visual, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah utara serta timur laut.
Secara instrumental, aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi sekitar 47 detik.
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Kolom Abu Mencapai 10 Kilometer
Badan Geologi menegaskan bahwa hingga saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level II (Waspada). Otoritas merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung, termasuk pengunjung atau wisatawan, tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Pelintas Jalan Negara Maumere-Larantuka juga diimbau berhati-hati dan tetap waspada.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah daerah diminta aktif menyampaikan perkembangan resmi kepada warga guna mencegah disinformasi.
Selain potensi hujan abu, warga diminta mewaspadai ancaman banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut dianjurkan untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus berkoordinasi dengan BPBD Nusa Tenggara Timur dan pemangku kepentingan setempat untuk memantau perkembangan aktivitas gunung serta memastikan langkah mitigasi berjalan sesuai prosedur. Otoritas menyatakan akan terus memperbarui informasi secara berkala sesuai hasil pemantauan lapangan dan analisis kegempaan.»(bert)
-
HUMANIORA9 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA7 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA6 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM7 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI8 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
-
HUMANIORA11 months agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
