EKONOMI
TMMD ke-127 di Werang Resmi Dibuka 10 Februari 2026, Kodim 1603/Sikka Fokus Bangun Jalan Baru 4,4 Kilometer dan Jembatan Penghubung Antar Desa
Pelaksanaan TMMD ke-127 di Kabupaten Sikka membuka keterisolasian wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, kelancaran distribusi hasil pertanian, peningkatan akses pendidikan, serta penguatan konektivitas antarwilayah.
Maumere, GardaFlores – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 resmi akan digelar di Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, mulai 10 Februari hingga 10 Maret 2026. Program strategis yang dilaksanakan Kodim 1603/Sikka ini menjadi salah satu proyek pembangunan infrastruktur desa terbesar di wilayah tersebut, dengan fokus utama pada pembukaan jalan baru sepanjang 4.400 meter untuk membuka akses ekonomi dan pendidikan masyarakat.
Kasdim 1603/Sikka, Mayor Infanteri Dominggus M. A, pada Senin (2/2/2026) di Maumere menjelaskan bahwa TMMD ke-127 merupakan hasil kajian teknis dan rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Sikka. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa, khususnya di wilayah yang selama ini masih terisolasi secara akses transportasi.
Dominggus menegaskan bahwa kegiatan pra-TMMD sudah mulai berjalan dan saat ini sedang difokuskan untuk mempercepat pekerjaan awal. Dengan sistem kerja pra-TMMD, sebagian besar pekerjaan fisik dapat diselesaikan sebelum pembukaan resmi, sehingga pada saat TMMD dimulai secara formal, pekerjaan tinggal tahap penyempurnaan.
Kodim 1603/Sikka Gelar Rakornis Matangkan Persiapan TMMD Ke-127 TA 2026
Dalam pelaksanaan TMMD ke-127 ini, Kodim 1603/Sikka menargetkan pembukaan ruas jalan baru sepanjang 4,4 kilometer yang akan menghubungkan Desa Werang dengan Desa Tua Bao di Kecamatan Waiblama. Jalan tersebut diproyeksikan menjadi jalur vital untuk aktivitas pertanian, distribusi hasil bumi, mobilitas warga, serta akses layanan pendidikan dan kesehatan.
“Dengan target waktu 30 hari, kami pastikan seluruh pekerjaan TMMD bisa tercapai sesuai rencana,” kata Dominggus.
Selain pembangunan jalan, TMMD ke-127 juga menyasar pembangunan dan rehabilitasi jembatan gantung yang sangat penting bagi mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah. Kodim 1603/Sikka telah melakukan survei di dua lokasi, yaitu Nebe di Kecamatan Talibura dan Desa Korobera di Kecamatan Paga.
Jembatan gantung tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses masyarakat untuk menyeberang, terutama saat musim hujan dan debit sungai meningkat. Dominggus menjelaskan, apabila anggaran TMMD memungkinkan, maka pembangunan jembatan gantung baru akan dilanjutkan, khususnya di wilayah yang belum memiliki infrastruktur penghubung yang layak.
Namun jika dana terbatas, prioritas akan diberikan pada perbaikan jembatan gantung di Desa Korobera yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon saat angin kencang.
TMMD 2026 Digelar di Waiblama, Anggaran Rp 1,5 Miliar Sudah Disetujui Pemkab dan DPRD Sikka
“Jika dikerjakan oleh TNI AD, kami akan melakukan pengukuran teknis panjang dan lebar jembatan, lalu menyesuaikannya dengan anggaran yang tersedia, sehingga hasilnya tetap aman dan fungsional,” jelas Dominggus.
Untuk memastikan seluruh rencana berjalan sesuai kondisi riil di lapangan, Dandim 1603/Sikka dijadwalkan turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan fisik sebelum seluruh pekerjaan TMMD dilaksanakan secara penuh.
Pelaksanaan TMMD ke-127 di Kabupaten Sikka ini diharapkan tidak hanya membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa, kelancaran distribusi hasil pertanian, peningkatan akses pendidikan, serta penguatan konektivitas antarwilayah di Flores bagian timur.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, program ini menjadi salah satu tonggak penting dalam percepatan pembangunan pedesaan di Kabupaten Sikka tahun 2026.»(rel)
EKONOMI
KNMP Lowolabo Dibangun dengan Anggaran Rp4,72 Miliar, Masa Kerja 120 Hari
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Lowolabo, Kecamatan Paga. Proyek senilai Rp4,72 miliar itu memiliki masa pengerjaan 120 hari.
MAUMERE, GardaFlores — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lowolabo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, dimulai melalui peletakan batu pertama oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Rabu (14/10/2026). Proyek senilai Rp4,72 miliar itu dikerjakan PT Arum Daya Sentausa dengan masa pengerjaan 120 hari.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung kegiatan perikanan melalui penyediaan infrastruktur di kawasan pesisir.
Juventus mengatakan Lowolabo merupakan satu dari delapan desa di Kabupaten Sikka yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan KNMP. Penetapan lokasi, menurut dia, didasarkan pada hasil penilaian yang mempertimbangkan ketersediaan data dan potensi sektor perikanan.
Ketersediaan lahan menjadi salah satu kendala pembangunan KNMP di Kabupaten Sikka. Juventus menyebut lokasi di Lowolabo tersedia dan berdekatan dengan Koperasi Merah Putih, yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program.
Bupati meminta pelaksana melibatkan masyarakat setempat, termasuk dalam penyediaan material, serta menjaga kualitas pekerjaan.
“Semua pihak harus terlibat untuk mendukung pelaksanaannya sehingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini lancar dan berjalan baik,” kata Juventus.
Nilai kontrak pembangunan KNMP Lowolabo tercatat sebesar Rp4.723.090.147,59 dengan masa pengerjaan 120 hari. Fasilitas yang dibangun diharapkan mendukung aktivitas perikanan dan penanganan hasil tangkapan, meski rincian jenis fasilitas dalam proyek Lowolabo belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.
Peletakan batu pertama turut dihadiri Camat Paga, Penjabat Kepala Desa Lowolabo, perwakilan perangkat daerah, wakil sah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan KNMP Kabupaten Sikka, konsultan pengawas, dan tokoh masyarakat.»(rel)
EKONOMI
Sejumlah Titik KNMP di Sikka Terkendala Kawasan TWA
Sejumlah titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sikka perlu ditinjau ulang karena berada dalam kawasan Taman Wisata Alam. Sementara itu, proyek KNMP di Nangahure mulai dibangun dengan anggaran Rp3,21 miliar.
MAUMERE, GardaFlores — Sejumlah titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menghadapi persoalan lokasi karena berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA). Pemerintah Kabupaten Sikka sedang mengupayakan peninjauan ulang setelah menerima surat dari Kementerian Kehutanan.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan persoalan itu saat peletakan batu pertama pembangunan KNMP di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Selasa (13/10/2026).
“Kita punya delapan titik ini, tetapi ada beberapa titik yang jadi masalah karena masih masuk dalam kawasan TWA. Ada surat dari Kementerian Kehutanan untuk kemudian ditinjau ulang titiknya. Ini yang sedang kita upayakan,” kata Juventus.
Proyek KNMP Wuring Rp3,2 Miliar Terlambat, Tahap Ini Fokus Fondasi
Ia belum merinci jumlah titik yang terdampak, lokasi masing-masing titik, maupun keputusan yang akan diambil setelah peninjauan. Belum ada penjelasan apakah lokasi tersebut akan tetap dipertahankan atau dialihkan.
Sementara persoalan lokasi itu masih ditangani, pembangunan KNMP di Nangahure telah dimulai. Proyek tersebut dikerjakan PT Arum Daya Sentausa dengan nilai anggaran Rp3.214.500.000 dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
Menurut Juventus, pembangunan KNMP diarahkan untuk mendukung usaha nelayan melalui penyediaan fasilitas perikanan, antara lain tambatan perahu, pabrik es, penerangan, serta sarana penanganan dan pemasaran ikan. Pemerintah juga menyiapkan dukungan off-taker, yakni pihak yang menyerap hasil produksi nelayan.
Juventus mengatakan proses menuju pembangunan di Nangahure sempat menghadapi sejumlah kendala dan dinamika di tengah masyarakat. Ia menyebut komunikasi dengan masyarakat setempat turut dibantu oleh sejumlah pihak, termasuk Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh rincian resmi mengenai titik-titik KNMP yang harus ditinjau ulang akibat persoalan kawasan TWA maupun jadwal penyelesaian peninjauan tersebut. Kepastian itu diperlukan untuk mengetahui kelanjutan pembangunan pada titik-titik yang terdampak.»(rel)
EKONOMI
Proyek KNMP Wuring Rp3,2 Miliar Terlambat, Tahap Ini Fokus Fondasi
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Nangahure, Wuring, senilai Rp3,21 miliar mengalami keterlambatan. Pekerjaan tahap ini berfokus pada fondasi, sedangkan bangunan fasilitas akan dilanjutkan oleh direktorat terkait di KKP.
MAUMERE, GardaFlores — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, mengalami keterlambatan dari jadwal kontrak awal. Proyek senilai Rp3.214.500.000 yang dikerjakan PT Arum Daya Sentausa itu ditargetkan rampung pada Desember 2026, tetapi pekerjaan pada tahap ini masih berfokus pada fondasi.
Peletakan batu pertama proyek tersebut dilakukan pada Selasa (13/10/2026). Wakil Sah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan KNMP Kabupaten Sikka, Amrita Wahyu, mengatakan kontraktor telah menyatakan kesanggupan untuk mempercepat pekerjaan.
Meski demikian, Amrita tidak merinci tingkat keterlambatan maupun progres fisik pekerjaan saat peletakan batu pertama.
Menurut dia, pekerjaan pada tahap ini mencakup pembangunan fondasi. Pembangunan bangunan fasilitas akan dilanjutkan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pembagian tahapan tersebut membuat penyelesaian fondasi dan kelanjutan pembangunan fasilitas menjadi dua hal yang perlu dipantau untuk memastikan sarana KNMP dapat digunakan oleh nelayan.
Di Nangahure, fasilitas yang direncanakan meliputi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, kios perbekalan, sarana air bersih dan sumur bor, penerangan jalan kawasan, jalan lingkungan, serta saluran drainase.
Bupati Sikka: Jangan Sukses Habiskan Anggaran, tetapi Gagal Hadirkan Perubahan
Amrita mengatakan pembangunan KNMP merupakan program KKP untuk mendukung kegiatan produksi perikanan melalui penyediaan infrastruktur bagi nelayan. Kabupaten Sikka pada 2026 mendapat alokasi pembangunan di delapan lokasi.
Ia meminta kontraktor mempercepat pekerjaan dengan tetap menjaga mutu konstruksi dan transparansi pelaksanaan. Namun, jadwal rinci penyelesaian fondasi dan dimulainya pembangunan fasilitas lanjutan belum disampaikan.
Dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026, progres proyek di Nangahure menjadi perhatian, terutama karena pekerjaan tahap ini belum mencakup seluruh fasilitas yang direncanakan untuk mendukung kegiatan nelayan di Wuring.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: TMMD ke-127 Tembus Isolasi Waiblama: Kodim 1603/Sikka Buka Jalan 4,4 Km Penggerak Ekonomi Desa - Garda Flores %