Connect with us

EKONOMI

Dari Maumere untuk Indonesia: Gloria Regency Raih Juara BTN Housingpreneur 2026

Etwar Atuna: Saya bangga. Inovasi dari Nian Tana bisa berdiri sejajar dan menjadi inspirasi di tingkat nasional.

Published

on

Nixon L. P. Napitupulu, Direktur Utama BTN (kiri), Fahri Hamzah, Komisaris BTN (kanan) dan Etwar Atuna (tengah), dalam anugerah BTN Housingpreneur 2026 di Jakarta, Sabtu (31/1/2026). FOTO: IST

Maumere, GardaFlores — Inovasi hunian berkelanjutan dari Maumere, Flores, menembus panggung nasional. Etwar Atuna, melalui PT Maumere Putra Development, sukses meraih Juara Inspiring Residential Development dalam ajang BTN Housingpreneur 2026 kategori Commercial Residential, berkat pengembangan Perumahan Gloria Regency di Waturia, Maumere.

Penghargaan tersebut diumumkan pada puncak BTN Expo 2026 di Jakarta, Sabtu (31/1/2026), setelah Etwar bersaing dengan puluhan inovator terpilih dari seluruh Indonesia dalam ajang yang digagas PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

BTN Housingpreneur merupakan program strategis BTN untuk menjaring inovasi nyata di sektor perumahan nasional. Dari lebih dari 8.000 pendaftar, hanya 58 inovator terbaik yang lolos kurasi ketat dan menampilkan karyanya dalam showcase BTN Expo 2026.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menegaskan bahwa BTN Housingpreneur bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang kolaborasi untuk solusi perumahan yang aplikatif dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Dari Maumere untuk Indonesia: Model Hunian Berkelanjutan yang Masuk Akal,” Etwar Atuna Juara Inspiring Residential Development dalam ajang BTN Housingpreneur 2026 kategori Commercial Residential, Jakarta (31/1/2026). FOTO: IST

“Kami mendorong inovasi yang benar-benar menjawab persoalan struktural perumahan—dari keterjangkauan harga, efisiensi energi, hingga keberlanjutan lingkungan. Bukan sekadar konsep, tapi siap di-scale up,” ujar Setiyo.

Di tengah dominasi inovasi teknologi properti (proptech) dan material ramah lingkungan, Gloria Regency tampil menonjol karena pendekatannya yang membumi. Perumahan ini mengusung desain minimalis modern dengan arsitektur adaptif iklim tropis dan pesisir, serta memanfaatkan material lokal teruji.

Tak berhenti pada desain, Gloria Regency menerapkan teknologi ramah lingkungan yang benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kawasan ini dilengkapi lampu jalan tenaga surya, CCTV di area publik, serta meteran air digital yang dapat dikontrol melalui pemindaian kode dari ponsel. Ruang terbuka hijau juga disediakan untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni.

Mendes Yandri Ajak Bupati Optimalkan Potensi Desa sebagai Penggerak Ekonomi Nasional

“Inovasi kami bukan gimmick. Efisiensi energi dan air benar-benar terasa. Rumah jadi lebih hemat, lebih sehat, dan nilainya terus meningkat,” kata Etwar.

Dari sisi keterjangkauan, Gloria Regency menyasar masyarakat lokal. Rumah tipe 36 ditawarkan mulai Rp185 juta per unit, dengan skema tunai maupun kredit. Proses pembiayaan dipermudah melalui kerja sama langsung dengan Bank BTN.

Tak hanya hunian, kawasan ini juga tengah dikembangkan dengan fasilitas pendukung seperti mini waterboom, kolam pemancingan, dan area bermain anak, menjadikannya kawasan residensial terpadu.

Karya Etwar dalam ajang BTN Housingpreneur 2026 mengusung tema “Dari Maumere untuk Indonesia: Model Hunian Berkelanjutan yang Masuk Akal.” Tema ini dinilai selaras dengan visi BTN dalam mendorong solusi perumahan yang inklusif, berkelanjutan, dan realistis untuk diterapkan di berbagai daerah.

“Saya bangga. Inovasi dari Nian Tana bisa berdiri sejajar dan menjadi inspirasi di tingkat nasional,” ujar Etwar.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa inovasi perumahan tidak harus lahir dari kota besar. Dari Maumere, sebuah model hunian berkelanjutan kini siap menjadi rujukan nasional.»(bert)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EKONOMI

KNMP Lowolabo Dibangun dengan Anggaran Rp4,72 Miliar, Masa Kerja 120 Hari

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Lowolabo, Kecamatan Paga. Proyek senilai Rp4,72 miliar itu memiliki masa pengerjaan 120 hari.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Lowolabo, Kecamatan Paga, Rabu (14/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lowolabo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, dimulai melalui peletakan batu pertama oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Rabu (14/10/2026). Proyek senilai Rp4,72 miliar itu dikerjakan PT Arum Daya Sentausa dengan masa pengerjaan 120 hari.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung kegiatan perikanan melalui penyediaan infrastruktur di kawasan pesisir.

Juventus mengatakan Lowolabo merupakan satu dari delapan desa di Kabupaten Sikka yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan KNMP. Penetapan lokasi, menurut dia, didasarkan pada hasil penilaian yang mempertimbangkan ketersediaan data dan potensi sektor perikanan.

Ketersediaan lahan menjadi salah satu kendala pembangunan KNMP di Kabupaten Sikka. Juventus menyebut lokasi di Lowolabo tersedia dan berdekatan dengan Koperasi Merah Putih, yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program.

Sejumlah Titik KNMP di Sikka Terkendala Kawasan TWA

Bupati meminta pelaksana melibatkan masyarakat setempat, termasuk dalam penyediaan material, serta menjaga kualitas pekerjaan.

“Semua pihak harus terlibat untuk mendukung pelaksanaannya sehingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini lancar dan berjalan baik,” kata Juventus.

Nilai kontrak pembangunan KNMP Lowolabo tercatat sebesar Rp4.723.090.147,59 dengan masa pengerjaan 120 hari. Fasilitas yang dibangun diharapkan mendukung aktivitas perikanan dan penanganan hasil tangkapan, meski rincian jenis fasilitas dalam proyek Lowolabo belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.

Peletakan batu pertama turut dihadiri Camat Paga, Penjabat Kepala Desa Lowolabo, perwakilan perangkat daerah, wakil sah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan KNMP Kabupaten Sikka, konsultan pengawas, dan tokoh masyarakat.»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

Sejumlah Titik KNMP di Sikka Terkendala Kawasan TWA

Sejumlah titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sikka perlu ditinjau ulang karena berada dalam kawasan Taman Wisata Alam. Sementara itu, proyek KNMP di Nangahure mulai dibangun dengan anggaran Rp3,21 miliar.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago saat peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Nangahure, Selasa (13/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Sejumlah titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menghadapi persoalan lokasi karena berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA). Pemerintah Kabupaten Sikka sedang mengupayakan peninjauan ulang setelah menerima surat dari Kementerian Kehutanan.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan persoalan itu saat peletakan batu pertama pembangunan KNMP di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Selasa (13/10/2026).

“Kita punya delapan titik ini, tetapi ada beberapa titik yang jadi masalah karena masih masuk dalam kawasan TWA. Ada surat dari Kementerian Kehutanan untuk kemudian ditinjau ulang titiknya. Ini yang sedang kita upayakan,” kata Juventus.

Proyek KNMP Wuring Rp3,2 Miliar Terlambat, Tahap Ini Fokus Fondasi

Ia belum merinci jumlah titik yang terdampak, lokasi masing-masing titik, maupun keputusan yang akan diambil setelah peninjauan. Belum ada penjelasan apakah lokasi tersebut akan tetap dipertahankan atau dialihkan.

Sementara persoalan lokasi itu masih ditangani, pembangunan KNMP di Nangahure telah dimulai. Proyek tersebut dikerjakan PT Arum Daya Sentausa dengan nilai anggaran Rp3.214.500.000 dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.

Menurut Juventus, pembangunan KNMP diarahkan untuk mendukung usaha nelayan melalui penyediaan fasilitas perikanan, antara lain tambatan perahu, pabrik es, penerangan, serta sarana penanganan dan pemasaran ikan. Pemerintah juga menyiapkan dukungan off-taker, yakni pihak yang menyerap hasil produksi nelayan.

PLTS Mulai Dibangun di Desa Lidi, Palue

Juventus mengatakan proses menuju pembangunan di Nangahure sempat menghadapi sejumlah kendala dan dinamika di tengah masyarakat. Ia menyebut komunikasi dengan masyarakat setempat turut dibantu oleh sejumlah pihak, termasuk Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh rincian resmi mengenai titik-titik KNMP yang harus ditinjau ulang akibat persoalan kawasan TWA maupun jadwal penyelesaian peninjauan tersebut. Kepastian itu diperlukan untuk mengetahui kelanjutan pembangunan pada titik-titik yang terdampak.»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

Proyek KNMP Wuring Rp3,2 Miliar Terlambat, Tahap Ini Fokus Fondasi

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Nangahure, Wuring, senilai Rp3,21 miliar mengalami keterlambatan. Pekerjaan tahap ini berfokus pada fondasi, sedangkan bangunan fasilitas akan dilanjutkan oleh direktorat terkait di KKP.

Published

on

Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Nangahure, Wuring, Kabupaten Sikka, Selasa (13/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, mengalami keterlambatan dari jadwal kontrak awal. Proyek senilai Rp3.214.500.000 yang dikerjakan PT Arum Daya Sentausa itu ditargetkan rampung pada Desember 2026, tetapi pekerjaan pada tahap ini masih berfokus pada fondasi.

Peletakan batu pertama proyek tersebut dilakukan pada Selasa (13/10/2026). Wakil Sah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan KNMP Kabupaten Sikka, Amrita Wahyu, mengatakan kontraktor telah menyatakan kesanggupan untuk mempercepat pekerjaan.

Meski demikian, Amrita tidak merinci tingkat keterlambatan maupun progres fisik pekerjaan saat peletakan batu pertama.

PLTS Mulai Dibangun di Desa Lidi, Palue

Menurut dia, pekerjaan pada tahap ini mencakup pembangunan fondasi. Pembangunan bangunan fasilitas akan dilanjutkan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pembagian tahapan tersebut membuat penyelesaian fondasi dan kelanjutan pembangunan fasilitas menjadi dua hal yang perlu dipantau untuk memastikan sarana KNMP dapat digunakan oleh nelayan.

Di Nangahure, fasilitas yang direncanakan meliputi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, kios perbekalan, sarana air bersih dan sumur bor, penerangan jalan kawasan, jalan lingkungan, serta saluran drainase.

Bupati Sikka: Jangan Sukses Habiskan Anggaran, tetapi Gagal Hadirkan Perubahan

Amrita mengatakan pembangunan KNMP merupakan program KKP untuk mendukung kegiatan produksi perikanan melalui penyediaan infrastruktur bagi nelayan. Kabupaten Sikka pada 2026 mendapat alokasi pembangunan di delapan lokasi.

Ia meminta kontraktor mempercepat pekerjaan dengan tetap menjaga mutu konstruksi dan transparansi pelaksanaan. Namun, jadwal rinci penyelesaian fondasi dan dimulainya pembangunan fasilitas lanjutan belum disampaikan.

Dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026, progres proyek di Nangahure menjadi perhatian, terutama karena pekerjaan tahap ini belum mencakup seluruh fasilitas yang direncanakan untuk mendukung kegiatan nelayan di Wuring.»(rel)

Continue Reading

Trending