Connect with us

EKONOMI

Tidak Berjualan di Pasar Bobou, Satpol PP Ngada Tertibkan Para Pedagang  

Sejumlah pedagang mengaku terpaksa kembali berjualan di lokasi-lokasi terlarang karena minimnya pembeli di pasar yang telah direlokasi.

Published

on

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngada menggelar operasi penertiban terhadap para pedagang pada sejumlah titik di Kota Bajawa, Kamis (29/1/2026). FOTO: GARDAFLORES/AGUS SATU

Bajawa, GardaFlores — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngada menggelar operasi penertiban terhadap para pedagang pada sejumlah titik di Kota Bajawa, Kamis (29/1/2026).

Penertiban ini dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi dan UMKM itu menyasar pedagang yang berjualan di emperan toko, bahu jalan, kawasan perlimaan Langganan, hingga depan terminal Kota Bajawa.

Operasi penertiban ini sebagai upaya untuk mendukung kebijakan relokasi pasar dari Pasar Inpres ke Pasar Bobou yang telah berjalan hampir dua tahun.

Sejumlah pedagang mengaku terpaksa kembali berjualan di lokasi-lokasi terlarang karena minimnya pembeli di pasar yang telah direlokasi tersebut.

Om Ondosh, pedagang ikan yang berjualan menggunakan mobil pickup di kawasan perlimaan Langganan, menilai Pasar Bobou tidak strategis secara ekonomi.

“Di Bobou memang ada tempat, tapi pembeli sepi. Jam tujuh atau delapan malam di sini masih ada orang beli, terutama anak sekolah. Kalau di Bobou, jam lima sore saja sudah hampir tidak ada orang,” ujarnya.

Hujan, Angin, dan Pohon Tumbang: PLN Bajawa Siaga 24 Jam, Listrik Dipulihkan di Tengah Cuaca Ekstrem

Keluhan serupa datang dari pedagang perabot rumah tangga Ulin, yang menilai penertiban tidak disertai solusi nyata bagi pedagang terdampak.

“Kalau mau ditertibkan, seharusnya semua diperlakukan sama. Kami ditegur, yang lain tidak. Akhirnya pedagang merasa tidak adil,” katanya.

Pantauan GardaFlores, sekitar 10 personel Satpol PP melakukan penertiban secara persuasif. Meski tidak berujung kericuhan, penyitaan barang dagangan memicu ketidakpuasan sebagian pedagang yang merasa hanya menjadi objek penegakan aturan, tanpa kepastian tempat usaha yang layak dan ramai pembeli.

Kepala Satpol PP Kabupaten Ngada, Yohanes Andreas Bake Meo, SSTP, M.Si, menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan tugas penegakan peraturan daerah dan peraturan bupati.

Kepala Satpol PP Kabupaten Ngada, Yohanes Andreas Bake Meo, SSTP, M.Si. FOTO: GARDAFLORES/AGUS SATU

“Penertiban ini sudah berjalan hampir dua tahun sejak kebijakan relokasi pasar. Tugas kami menjaga ketenteraman dan ketertiban umum dengan keterbatasan personel dan sarana,” jelasnya.

Ia mengakui adanya penyitaan barang dagangan, yang menurutnya diamankan di Kantor Satpol PP. Namun, Andreas menekankan bahwa persoalan UMKM tidak bisa diselesaikan dengan penertiban semata.

“Keberadaan dan keberlangsungan UMKM harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kami menertibkan, tapi solusi ekonominya harus dibahas bersama,” ujarnya.

Pasca penertiban, Satpol PP melaporkan kepada pimpinan daerah dan menggelar rapat lintas OPD yang melibatkan Disperindag, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perhubungan, Bagian Perekonomian, Bagian Kesra, dan Dinas Keuangan.

Rapat lanjutan bersama pedagang UMKM dijadwalkan pada Jumat (30/1/2026) untuk mencari solusi atas dampak relokasi pasar.

Meski kawasan perlimaan Langganan dan emperan pertokoan tampak lebih tertib pascapenertiban, persoalan mendasar tetap mengemuka: tanpa evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan relokasi Pasar Bobou—terutama dari sisi akses, jam operasional, dan daya tarik pembeli—penertiban berpotensi hanya menjadi solusi jangka pendek yang berulang, sementara pedagang kecil terus berada pada posisi paling dirugikan.»(gus)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EKONOMI

Kuota Diskon Tiket Kapal PELNI Tersisa Sekitar 4 Persen, Sudah Dimanfaatkan 660 Ribu Penumpang

Jumlah penumpang untuk periode keberangkatan 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 telah mencapai 690.905 orang.

Published

on

"Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Kuota penerima manfaat telah terserap sekitar 96 persen dan hanya menyisakan sekitar 4 persen." FOTO: DOK PT PELNI

JAKARTA, GardaFlores — Program diskon 30 persen tiket kapal PT PELNI (Persero) hampir mencapai batas kuota. Hingga 21 Juli 2026, sebanyak 660.654 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau sekitar 96 persen dari total kuota 693.690 penerima.

Dengan sisa kuota sekitar empat persen, program stimulus ekonomi itu berpotensi berakhir lebih cepat apabila seluruh kuota terserap sebelum masa berlakunya berakhir pada 15 Agustus 2026.

Kepala Cabang PELNI Maumere Imbau Calon Penumpang Segera Beli Tiket, Kuota Diskon Nasional Tersisa 4 Persen

Berdasarkan data PT PELNI, jumlah penumpang untuk periode keberangkatan 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 telah mencapai 690.905 orang. Dari seluruh perjalanan tersebut, lima tujuan yang paling banyak dipilih penumpang adalah Makassar, Tanjung Priok, Ambon, Bau-Bau, dan Surabaya.

Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero), Ditto Pappilanda, mengatakan tingginya pemanfaatan program menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap layanan transportasi laut selama periode libur sekolah.

“Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Kuota penerima manfaat telah terserap sekitar 96 persen dan hanya menyisakan sekitar 4 persen. Masyarakat yang masih berencana bepergian dengan kapal PELNI diimbau segera memesan tiket melalui kanal resmi sebelum kuota habis,” katanya.

Program tersebut memberikan potongan harga 30 persen untuk tarif dasar tiket kelas ekonomi di seluruh trayek kapal penumpang PELNI. Diskon tidak berlaku untuk komponen biaya asuransi dan pas pelabuhan.

PELNI menyatakan tetap mengoperasikan seluruh armadanya untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan pelayanan.

Saat ini PT PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas pelayaran dengan singgah di 75 pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis, 17 kapal rede, delapan trayek tol laut, dan satu trayek kapal ternak untuk mendukung konektivitas nasional, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

Kepala Cabang PELNI Maumere Imbau Calon Penumpang Segera Beli Tiket, Kuota Diskon Nasional Tersisa 4 Persen

Program tersebut berlaku hingga 15 Agustus 2026 atau sampai kuota nasional habis.

Published

on

Kepala Cabang PT PELNI Maumere, Edwin Kurniansyah, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap program stimulus ekonomi berupa potongan tarif tiket membuat kuota penerima manfaat hampir seluruhnya terserap. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — PT PELNI Cabang Maumere mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan menggunakan kapal penumpang agar segera membeli tiket. Imbauan tersebut disampaikan karena kuota nasional program diskon tarif tiket kapal PELNI tinggal sekitar 4 persen.

Kepala Cabang PT PELNI Maumere, Edwin Kurniansyah, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap program stimulus ekonomi berupa potongan tarif tiket membuat kuota penerima manfaat hampir seluruhnya terserap.

“Kami mengimbau masyarakat yang sudah memiliki rencana bepergian untuk segera membeli tiket melalui kanal resmi penjualan tiket PT PELNI. Jangan menunggu hingga mendekati jadwal keberangkatan karena kuota diskon secara nasional tinggal sekitar 4 persen,” kata Edwin.

Ia menjelaskan, program diskon berlaku secara nasional sehingga sisa kuota terus berkurang seiring meningkatnya pembelian tiket di berbagai daerah.

PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen, Sasar 693 Ribu Penumpang saat Libur Sekolah

Selain mengingatkan masyarakat agar segera memesan tiket, Edwin juga meminta calon penumpang menggunakan kanal penjualan resmi PT PELNI untuk menghindari penipuan maupun praktik percaloan.

Menurutnya, pembelian melalui kanal resmi juga memastikan penumpang memperoleh tarif sesuai ketentuan yang berlaku.

Program diskon tiket kapal PELNI merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah yang memberikan potongan harga 30 persen untuk tarif dasar tiket kelas ekonomi. Program tersebut berlaku hingga 15 Agustus 2026 atau sampai kuota nasional habis.

Berdasarkan data PT PELNI hingga 21 Juli 2026, sebanyak 660.654 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau sekitar 96 persen dari total kuota 693.690 penerima, sehingga sisa kuota kini tinggal sekitar 4 persen.»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

Empat Truk Operasional Koperasi Merah Putih Tiba di Sikka, Belum Diserahkan karena Gerai Belum Siap

Dari 149 desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka, baru empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun.

Published

on

Empat truk tersebut ditempatkan di empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun, yakni di Kelurahan Wuring, Kelurahan Kota Uneng, Desa Madawat, dan Kelurahan Kota Baru. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Empat unit truk Hino untuk operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sikka telah tiba. Namun, kendaraan tersebut belum dapat diserahkan kepada pengurus koperasi karena pemerintah masih menunggu kesiapan gerai dan kelengkapan seluruh paket sarana operasional.

Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., mengatakan setiap gerai KDKMP akan menerima satu unit truk Hino, satu unit mobil pikap, dan dua unit sepeda motor roda tiga. Penyerahan seluruh kendaraan dilakukan secara bersamaan setelah seluruh fasilitas pendukung dinyatakan siap.

“Penyerahan kendaraan dilakukan setelah seluruh paket kendaraan sudah lengkap dan fasilitas gerai koperasi siap digunakan,” kata Denny di Maumere, Jumat (17/7/2026).

Saat ini empat truk tersebut ditempatkan di empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun, yakni di Kelurahan Wuring, Kelurahan Kota Uneng, Desa Madawat, dan Kelurahan Kota Baru.

Kodim 1603/Sikka Awasi Revitalisasi SMA-SMK, Temuan Ketidaksesuaian Spesifikasi Dilaporkan ke Pemerintah Pusat

Selama menunggu proses serah terima, kendaraan masih berada di bawah pengawasan Kodim 1603/Sikka dan belum dioperasikan oleh pengurus koperasi.

Menurut Denny, personel Babinsa melakukan pemeriksaan rutin, termasuk menghidupkan mesin kendaraan setiap hari untuk menjaga kondisi kendaraan tetap siap digunakan.

Ia mengatakan penundaan penyerahan bertujuan memastikan seluruh aset operasional diterima secara bersamaan dan siap dimanfaatkan ketika koperasi mulai beroperasi.

Proses serah terima nantinya dilakukan oleh Kodim 1603/Sikka dengan disaksikan pemerintah desa atau kelurahan sebelum aset menjadi tanggung jawab pengurus koperasi.

Denny menjelaskan, dari 149 desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka, baru empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun. Sebanyak 21 gerai masih dalam tahap pembangunan, sedangkan lokasi lainnya masih menunggu tahapan berikutnya.

Menurutnya, ketersediaan lahan masih menjadi salah satu kendala pembangunan gerai koperasi.

“Idealnya setiap desa dan kelurahan memiliki lahan sendiri. Kalau lahannya sudah tersedia, disurvei, lalu diverifikasi oleh pemerintah pusat. Setelah dinyatakan bersih dan memenuhi syarat, pembangunan fisik baru bisa dimulai,” ujarnya.

Penyelesaian gerai koperasi menjadi salah satu tahapan yang menentukan pemanfaatan kendaraan operasional yang telah tersedia untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending