Connect with us

EKONOMI

Groundbreaking Serentak Jembatan Garuda Dimulai, Program 6.900 Jembatan Diuji di Lapangan

TNI Angkatan Darat sebagai pelaksana utama di lapangan.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan sejumlah pimpinan lembaga dan OPD terkait, hadir dalam groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda di Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Senin (30/3/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah memulai groundbreaking Jembatan Garuda secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, Senin (30/3/2026), sebagai bagian dari program ambisius pembangunan sekitar 6.900 jembatan pada 2026. Namun sejak hari pertama pelaksanaan, program ini langsung menghadapi ujian di lapangan: kepercayaan publik.

Di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, peletakan batu pertama dilakukan di Dusun Blawuk B, Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, mencakup RT 008/RW 003 dan RT 007/RW 002. Jembatan gantung perintis tersebut dirancang untuk menghubungkan wilayah dusun yang selama ini terisolasi aksesnya.

Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai bagian dari percepatan pembangunan wilayah terpencil, dengan melibatkan TNI Angkatan Darat sebagai pelaksana utama di lapangan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, mengatakan pembangunan di wilayahnya saat ini baru mencakup satu unit jembatan dengan pendanaan dari pemerintah pusat.

“Baru satu jembatan yang dikerjakan oleh TNI. Pemerintah kabupaten juga telah mengusulkan delapan jembatan gantung tambahan,” ujarnya.

Puluhan Tahun Terisolasi, Anak Sekolah di Sikka Kehilangan Hak Pendidikan karena Jembatan Tak Dibangun

Secara nasional, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan pemerintah menargetkan pembangunan 6.900 jembatan pada 2026, terutama untuk wilayah terpencil dan daerah terdampak bencana.

Groundbreaking Jembatan Garuda oleh Komandan Kodim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana di Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka , Senin (30/3/2026). FOTO: IST

Target tersebut melanjutkan program sebelumnya, di mana Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan 218 jembatan pada 9 Maret 2026. Ratusan jembatan itu terdiri dari jenis Bailey, Armco, dan jembatan gantung/perintis yang dibangun dalam waktu sekitar 2,5 bulan oleh satuan tugas TNI.

Meski angka pembangunan menunjukkan skala besar, pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan persoalan tidak berhenti pada tahap pembangunan awal. Sejumlah proyek infrastruktur serupa sebelumnya dilaporkan tidak berlanjut hingga tahap operasional akibat kendala anggaran, teknis, maupun koordinasi lintas lembaga.

Di tingkat warga, keraguan muncul terhadap pola pembangunan yang dinilai berulang: dimulai secara serentak, namun tidak selalu berakhir dengan infrastruktur yang berfungsi.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar peletakan batu pertama, tetapi jembatan yang benar-benar bisa digunakan,” kata Moat Fransu, warga setempat.

Brimob Bangun Kembali Harapan Warga, Jembatan Rusak di Desa Dobo Kini Bisa Dilalui Anak Sekolah

Bagi masyarakat desa, keberadaan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan mendesak yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan ekonomi. Anak-anak masih harus menyeberangi sungai tanpa jembatan layak, sementara distribusi hasil pertanian terhambat akibat keterbatasan akses transportasi.

Groundbreaking Jembatan Garuda kini menjadi titik awal sekaligus pengujian terhadap efektivitas program nasional tersebut. Skala pembangunan yang besar akan ditentukan oleh satu hal mendasar: apakah jembatan benar-benar selesai, berfungsi, dan terpelihara.

Publik, khususnya di wilayah terpencil, tidak lagi menunggu seremoni. Yang ditunggu adalah hasil.»(rel)

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Groundbreaking Jembatan Garuda Sikka, Putus 12 Tahun Isolasi Akses Pendidikan dan Ekonomi Talibura - Garda Flores %

  2. Pingback: TNI AD Groundbreaking Jembatan Gantung Garuda di Sikka, Akses Tiga Dusun Terisolasi Dibuka - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EKONOMI

BPJN NTT Ukur Ruas Karica-Lidi di Palue, Temukan Jalan Rusak Berat dan Akses Sempit

Pengukuran BPJN NTT di ruas Pelabuhan Karica-Lidi, Palue, Sikka, menemukan sejumlah bagian jalan rusak berat. Tim juga mencatat akses sempit, tikungan tajam, lereng rawan longsor dan sekitar 500 meter pekerjaan yang belum dikerjakan.

Published

on

Tim BPJN NTT melakukan pengukuran dan pendataan kondisi ruas jalan Pelabuhan Karica-Lidi, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Minggu (27/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Kondisi ruas jalan Pelabuhan Karica-Lidi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, menjadi perhatian tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT. Saat melakukan pengukuran pada Minggu (27/9/2026), tim menemukan sejumlah bagian jalan dalam kondisi rusak berat serta beberapa titik dengan akses yang sempit.

Pengukuran yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu mencakup kondisi fisik jalan, lebar badan jalan, batas ruas dan titik-titik yang membutuhkan perhatian. Tim menggunakan Total Station, GPS/GNSS, meteran pita dan rol meter.

Ruas yang diukur memiliki panjang sekitar 3,9 kilometer dengan lebar badan jalan rata-rata sekitar 5 meter. Pada sejumlah bagian, permukaan jalan mengalami kerusakan berat.

Tim juga menemukan titik-titik kritis berupa tikungan tajam dan lereng yang rawan longsor. Kondisi akses yang sempit menjadi persoalan lain yang ditemukan di lapangan dan perlu diperhitungkan dalam rencana penanganan ruas tersebut.

Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Selain kondisi fisik jalan, terdapat kekurangan pekerjaan pada ruas sepanjang sekitar 500 meter yang belum dikerjakan.

Sementara itu, pada ruas Karica-Lidi dengan panjang keseluruhan sekitar 4,1 kilometer, tidak ditemukan bekas bahu jalan pada bagian ruas yang diamati.

Temuan tersebut menjadi bagian dari data lapangan yang perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti pihak teknis dalam tahapan perencanaan maupun penanganan jalan.

Secara keseluruhan, panjang jaringan jalan yang menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Palue tercatat sekitar 14,3 kilometer berdasarkan data yang dihimpun dalam kegiatan tersebut.

Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

Pengukuran di lapangan mendapat pengawalan dan monitoring personel Polsubsektor Palue-Polsek Nelle. Masyarakat tetap dapat menggunakan jalan secara bergantian selama proses pengukuran berlangsung.

Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 12.00 WITA setelah seluruh data lapangan diperiksa dan peralatan dikumpulkan.

Hasil pengukuran selanjutnya menjadi bahan perencanaan penanganan ruas jalan, khususnya pada bagian yang mengalami kerusakan berat, memiliki akses sempit, tikungan tajam dan berada di kawasan dengan potensi longsor.»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

HIMBARA Salurkan Lebih dari 30 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Ngada

HIMBARA menyalurkan lebih dari 30 ton bantuan logistik melalui BRI Cabang Bajawa kepada Yasukda untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada.

Published

on

Penyerahan lebih dari 30 ton bantuan logistik HIMBARA melalui BRI Cabang Bajawa kepada Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda), Kamis (24/9/2026).

BAJAWA, GardaFlores — Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) menyalurkan lebih dari 30 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada melalui BRI Cabang Bajawa.

Bantuan berupa beras, minyak goreng, gula, mi instan, telur dan kebutuhan pokok lainnya itu diserahkan kepada Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) di Aula Yasukda, Kamis (24/9/2026). Yasukda selanjutnya akan mendistribusikan bantuan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Wakil Bupati Ngada Berny Dhey Ngebu meminta masyarakat menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur dan tidak merusak atau membuang bantuan karena jumlah yang diterima tidak sesuai harapan.

“Saya berharap masyarakat Ngada harus bersyukur atas bantuan tersebut, karena kepedulian ini tumbuh dari rasa cinta terhadap kita di Ngada,” ujar Berny.

DPRD Ngada Pertanyakan Rp81 Miliar, Serapan Sejumlah OPD Masih Rendah

“Saya tidak mau ada masyarakat Ngada yang kemudian tidak puas dengan pemberian sumbangan, lalu dibuat rusak, dibuang, dibakar, kemudian diposting di media sosial hanya karena merasa bantuannya sedikit,” tegasnya.

Berny mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.

“Kita harus sadar bahwa para pelaku sumbangan berpikir bukan hanya satu atau dua orang saja di Ngada, tetapi semua warga di daratan Flores yang terdampak,” katanya.

Ketua Yasukda RD. Sil Betul menyampaikan terima kasih kepada HIMBARA, khususnya BRI Cabang Bajawa, yang mempercayakan penyaluran bantuan kepada Yasukda.

“Yasukda menyampaikan terima kasih kepada HIMBARA melalui BRI Bajawa yang telah mempercayakan kami untuk mendistribusikan bantuan ini kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Perwakilan HIMBARA melalui BRI Cabang Bajawa menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bank-bank milik negara terhadap masyarakat terdampak gempa di Flores. Total bantuan mencapai lebih dari 30 ton dan didominasi kebutuhan pokok.

Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilus Juji mengapresiasi kepedulian BRI dan HIMBARA terhadap masyarakat terdampak bencana.

Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka

“Sudah selayaknya BRI hadir dan peduli terhadap masyarakat yang terkena bencana. BRI sudah berusia 131 tahun, artinya BRI sudah berakar dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Anggota DPRD Ngada Saint Songkares mengatakan bantuan tersebut berawal dari inisiatif kepedulian Ketua Komisi XI DPR RI dari Partai Golkar yang kemudian diwujudkan melalui skema CSR dan disalurkan melalui BRI kepada Yasukda.

“Kami merasa tidak sendiri. Hal ini terbukti dari kehadiran semua pihak saat ini di Aula Yasukda,” katanya.

Bantuan lebih dari 30 ton tersebut selanjutnya menjadi tanggung jawab Yasukda untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.»(tim/rel)

Continue Reading

EKONOMI

81 Tahun Tanpa Listrik, 302 Rumah di Semparong Ditargetkan Teraliri Listrik Desember 2026

Pembangunan PLTS berkapasitas 186,9 kWp di Desa Semparong, Sikka, resmi dimulai. Sebanyak 302 rumah dan fasilitas umum ditargetkan teraliri listrik pada Desember 2026.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTS di Desa Semparong, Kecamatan Alok, Selasa (22/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Semparong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, resmi dimulai setelah Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melakukan peletakan batu pertama, Selasa (22/9/2026).

Pembangunan PLTS tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026. Jika sesuai target, sebanyak 302 rumah, termasuk fasilitas umum di Desa Semparong, diperkirakan sudah dapat menikmati aliran listrik pada akhir tahun ini.

Koordinator PT Arca Energi, Budi, mengatakan PLTS dibangun di atas lahan berukuran 40 x 50 meter yang merupakan sumbangan sukarela masyarakat Desa Semparong.

PLTS tersebut memiliki kapasitas 186,9 kWp. Setiap rumah nantinya dapat memperoleh sambungan listrik dengan daya hingga 1.200 watt.

Koleksi Buku Alm. Sosimus Mitang Dihibahkan untuk Masyarakat Sikka

“Jumlah rumah di Semparong sebanyak 302 rumah, sudah termasuk fasilitas umum. Diperkirakan Desember 2026 seluruh masyarakat Semparong sudah bisa menikmati listrik,” ujar Budi.

Pembangunan PLTS ini menjadi bagian dari upaya membuka akses listrik bagi masyarakat Desa Semparong yang selama puluhan tahun belum menikmati layanan listrik.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menegaskan akses listrik merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat. Menurutnya, kehadiran listrik akan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai aktivitas dan mendorong kemajuan desa.

Selama belum tersedia listrik, aktivitas masyarakat Semparong berlangsung dengan berbagai keterbatasan. Dengan pembangunan PLTS, listrik diharapkan mendukung aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

80 Warga Sikka Masih Tempuh 1 Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih

Pembangunan PLTS juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui penyediaan lahan secara sukarela. Lahan tersebut digunakan sebagai lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.

Peletakan batu pertama oleh Bupati Sikka menjadi penanda dimulainya pembangunan PLTS di Desa Semparong. Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, sebanyak 302 rumah dan fasilitas umum di desa tersebut diproyeksikan sudah memperoleh akses listrik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Alok, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Plt. Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Pj. Kepala Desa Semparong, serta Koordinator PT Arca Energi.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending