Connect with us

PENKES

Wakil Ketua DPRD Ngada Apresiasi PIP Versi Daerah, Bukti Komitmen Pendidikan di Tengah Efisiensi Anggaran 2026

Setiap siswa SD menerima bantuan sebesar Rp450.000, sementara siswa SLTP menerima Rp750.000.

Published

on

Wakil Ketua DPRD Ngada Yosef Filius David Jawa memberikan bantuan PIP versi daerah kepada siswa di pelataran Kantor Camat Bajawa. FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

Ngada, GardaFlores – Komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada dalam menjaga sektor pendidikan di tengah tekanan efisiensi anggaran tahun 2026 mendapat apresiasi dari legislatif. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Yosef Filius David Jawa, menilai kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) versi daerah sebagai langkah berani dan strategis untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat kegiatan penyerahan bantuan PIP versi daerah di pelataran Kantor Camat Bajawa, Kamis (26/2/2026). Acara itu dihadiri para siswa penerima manfaat, orang tua murid, serta para guru.

Menurut David Jawa, kebijakan ini mencerminkan keberpihakan nyata pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda, meskipun kondisi fiskal sedang tidak mudah akibat kebijakan efisiensi anggaran secara nasional.

“Saya harus menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pemerintah. Walaupun di tengah kondisi finansial yang tidak menentu dan efisiensi anggaran yang sangat menyulitkan, pemerintah daerah mampu merancang dan mewujudkan kebijakan versi daerah ini,” ujarnya.

Raymundus Bena Genjot SDM dari Riung, 236 Siswa Terima Beasiswa PIP Daerah 2026

Program PIP versi daerah ini menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang belum menerima PIP dari pemerintah pusat. Total penerima bantuan mencapai 2.707 siswa yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Ngada. Setiap siswa SD menerima bantuan sebesar Rp450.000, sementara siswa SLTP menerima Rp750.000.

David Jawa menegaskan, kebijakan tersebut menjadi bukti konkret bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama daerah. Selain memperluas akses pendidikan, program ini juga dinilai mampu meringankan beban ekonomi keluarga, khususnya di tengah tantangan biaya hidup yang terus meningkat.

Rasa syukur juga disampaikan para siswa penerima manfaat. Perwakilan siswa, Alvaro Gabriel Jago, mengungkapkan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah merancang PIP versi daerah. Kami dan orang tua merasa sangat terbantu. Semoga bantuan ini dapat terus berlangsung pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Sejumlah orang tua murid turut mengapresiasi sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Mereka berharap ke depan program serupa juga dapat menyasar siswa berprestasi sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas belajar.

DPRD Ngada Desak Pemerintah Pusat Bangun Sekolah Rakyat: Jalan Penyelamat Anak Miskin dari Putus Sekolah

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Ngada, Yohanes Watu Ngebu, mengingatkan para siswa agar memanfaatkan bantuan tersebut secara tepat sasaran demi mendukung kebutuhan pendidikan.

“Bantuan ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap masa depan generasi muda. Gunakanlah untuk kepentingan pendidikan, dan jadikan momen ini sebagai dorongan untuk menjadi pembelajar yang baik, yang siap belajar seumur hidup demi meraih cita-cita,” ujarnya.

Usai penyerahan bantuan, agenda dilanjutkan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Aula Kecamatan Bajawa. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut diserahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris almarhum Benediktus Joseph Ago, perangkat RT Kelurahan Susu, sebagai bagian dari penguatan perlindungan sosial bagi aparatur tingkat bawah.

Momentum ini menegaskan strategi Pemerintah Kabupaten Ngada dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus memastikan kesinambungan pembangunan daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di tengah keterbatasan fiskal, pendidikan dan jaminan sosial tetap ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan manusia di Ngada.»(gus)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Dorong Ketahanan Pangan dan Swasembada, Pemkab Ngada Serahkan Irigasi OPLAH ke P3A Soafuti di Bajawa - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

Ketua BEM FIKES UNIPA: Keberhasilan Bukan Banyaknya Kegiatan

Ketua BEM FIKES UNIPA periode 2026/2027, Fibrian Charolin Nona Charli, menegaskan keberhasilan organisasi bukan diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari manfaat yang dirasakan mahasiswa.

Published

on

Pelantikan pengurus BEM FIKES Universitas Nusa Nipa periode 2026/2027 di Aula Nusa Nipa, Maumere, Jumat (23/10/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nusa Nipa (UNIPA), Fibrian Charolin Nona Charli, menegaskan keberhasilan organisasi mahasiswa harus diukur dari manfaat kegiatan bagi mahasiswa, bukan dari banyaknya program yang dijalankan.

“Keberhasilan BEM tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa banyak mahasiswa yang merasa didengar dan merasakan manfaatnya,” ujarnya setelah pelantikan pengurus BEM FIKES UNIPA periode 2026/2027 di Aula Nusa Nipa, Jumat (23/10/2026).

Fibrian bersama Wakil Ketua David Dapa Wulon, Sekretaris Maria Sintia Bela, dan seluruh pengurus dilantik oleh Dekan FIKES UNIPA, Maria Yulita Meo, S.Kep., Ns., M.Kep.

Dekan FEB UNIPA: Organisasi Mahasiswa Bukan Sekadar Jabatan

Fibrian mengajak pengurus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, kritik sebagai bahan evaluasi, dan tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang. Ia menegaskan BEM harus menjadi ruang pengabdian dan pelaksanaan program nyata, bukan sekadar tempat mencari jabatan atau menyampaikan janji.

Kepengurusan periode 2026/2027 mengusung tiga pilar, yakni holistik, kolaboratif, dan responsif. Ketiganya menjadi landasan organisasi dalam mengembangkan pelayanan dan kegiatan kemahasiswaan.

Dalam sambutannya, Maria Yulita Meo meminta pengurus baru menjadikan tema pelantikan, “Mengabdi dengan Empati, Menginspirasi dengan Aksi”, sebagai dasar dalam menyusun program kerja dan mengambil keputusan.

Bupati Sikka: Gong Waning Harus Terus Dimainkan, Bukan Sekadar Simbol Budaya

Ia menekankan pentingnya integritas, semangat melayani, serta komunikasi yang baik antara pengurus BEM, pimpinan fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Maria juga meminta pengurus baru melanjutkan capaian kepengurusan sebelumnya, memperbaiki kekurangan, dan menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan mahasiswa. Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus demisioner atas kontribusi mereka selama menjalankan organisasi.

Pelantikan tersebut dihadiri para wakil dekan, pimpinan program studi S1 Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners beserta sekretaris, dosen, tenaga kependidikan, pengurus BEM UNIPA, pengurus BEM demisioner, serta mahasiswa FIKES.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Dekan FEB UNIPA: Organisasi Mahasiswa Bukan Sekadar Jabatan

Dekan FEB Universitas Nusa Nipa, Immanuel Wellem, menegaskan organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Pesan itu disampaikan saat pelantikan pengurus BEM FEB dan tiga HMPS periode 2026–2027.

Published

on

Pelantikan pengurus BEM FEB dan HMPS Akuntansi, Manajemen, serta Kewirausahaan Universitas Nusa Nipa periode 2026–2027 di Auditorium Nusa Nipa, Jumat (23/10/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Nipa, Dr. Immanuel Wellem, S.E., M.M., meminta pengurus organisasi mahasiswa mengutamakan integritas, kerja sama, dan program yang bermanfaat bagi mahasiswa serta masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Immanuel saat melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi, Manajemen, serta Kewirausahaan periode 2026–2027 di Auditorium Nusa Nipa, Jumat (23/10/2026).

“Organisasi kemahasiswaan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan tinggi. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan akademik yang baik, tetapi juga harus mampu mengembangkan karakter, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama,” ujarnya.

Immanuel menegaskan, jabatan dalam organisasi mahasiswa merupakan amanah yang harus dijalankan melalui kerja nyata. Ia meminta pengurus membangun kerja sama, berani menyampaikan gagasan, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan secara kolektif.

Bupati Sikka: Gong Waning Harus Terus Dimainkan, Bukan Sekadar Simbol Budaya

“Jadikan organisasi sebagai tempat untuk bertumbuh, bukan sekadar tempat memperoleh jabatan atau menjalankan kegiatan rutin,” tegasnya.

Ia juga meminta pengurus baru melanjutkan hal-hal positif dari kepengurusan sebelumnya dan meningkatkan kualitas organisasi. Program kerja, menurut dia, perlu disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua BEM FEB demisioner, Maria Natalia, menyebut masa kepengurusannya memberikan pengalaman tentang tanggung jawab, kebersamaan, dan pengabdian. Ia menilai kepemimpinan tidak cukup hanya dengan mengambil keputusan dan menjalankan program, tetapi juga membutuhkan kesediaan mendengarkan, keberanian menghadapi tantangan, dan kerendahan hati untuk mengakui kekurangan.

Ketua BEM FEB terpilih, Yoelistia Wihelmina, menyatakan komitmennya membangun organisasi yang progresif, berintegritas, dan inklusif. Ia menekankan bahwa pelaksanaan visi BEM membutuhkan keterlibatan pengurus HMPS dan mahasiswa, serta dukungan pimpinan fakultas.

Dana Bantuan Presiden Rp20 Miliar di Sikka Baru Terserap 11,96 Persen

“Visi ini tidak akan berarti apa-apa apabila hanya diperjuangkan oleh Ketua BEM dan pengurus BEM saja. Visi ini membutuhkan keterlibatan seluruh pengurus HMPS dan mahasiswa, serta dukungan pimpinan fakultas dan civitas akademika,” ungkap Yoelistia.

Dalam kepengurusan periode 2026–2027, Yoelistia Wihelmina dilantik sebagai Ketua BEM FEB, Valentina Susanti Sute sebagai Wakil Ketua, serta Odilia Kontansia Weri dan Veronika Yuliana Tobi sebagai sekretaris. BEM FEB juga didukung sembilan divisi layanan kemahasiswaan.

Sementara itu, HMPS Akuntansi dipimpin Magdalena Chantania Nanga, HMPS Manajemen dipimpin Anamarian Ellyria D’Nisa, dan HMPS Kewirausahaan dipimpin Alexandra Arista Meo.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II tentang bahaya judi online, perundungan, dan narkoba saat apel bendera di sekolah tersebut, Senin (19/10/2026).

Published

on

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menyampaikan pesan kesadaran hukum kepada siswa SMA John Paul II, Senin (19/10/2026). FOTO; GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II di Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, agar menjauhi judi online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta pelajar menggunakan internet dan media sosial secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Bambang saat memimpin apel bendera di SMA John Paul II, Senin (19/10/2026) 07.15 Wita.

Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah

Dalam arahannya, Bambang meminta siswa memahami aturan hukum dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan sebelum mengambil keputusan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya judi online yang menawarkan keuntungan cepat, tetapi dapat merugikan pemain dan keluarganya.

Kapolres juga menekankan kedisiplinan, ketekunan belajar, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Ia mengajak siswa menghindari perilaku yang dapat mengganggu lingkungan sekolah maupun merugikan masa depan mereka.

“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berprestasi, disiplin, dan taat hukum. Manfaatkan waktu untuk belajar dan mengembangkan potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Bambang kepada para siswa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, dan Kaurmintu Aipda Ridwan.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending