PENKES
42 Siswa SMP Kelimutu Ende Ikuti Retret Pengenalan Diri
Sekolah Tegaskan Pendidikan Spiritual dan Toleransi.
Ende, GardaFlores — Sebanyak 42 siswa-siswi Katolik kelas IX SMP Swasta Kelimutu Ende mengikuti retret selama tiga hari, 16–18 Februari 2026, di Rumah Ret-Ret Nabi Ellia. Kegiatan ini didampingi empat guru dan menjadi bagian dari pembinaan karakter dan spiritualitas menjelang kelulusan.
Retret mengusung tema “Mengenal dan Menerima Diri (Who I’m)” dengan fokus pada proses pengenalan jati diri, penerimaan keunikan pribadi, serta pertumbuhan rohani dan emosional remaja Katolik. Program ini berada di bawah tanggung jawab Florentina B. Dhajo, S.Ag.
Ketua Yayasan SMP Kelimutu Ende, Sudrasman Arifin Nuh, dalam rilis tertulis yang diterima media ini, Rabu (25/2/2026), menyampaikan bahwa kegiatan retret dipandu oleh Andreas Nono, O.Carm., S.Fil., M.Th., yang akrab disapa Pater Nono.
Dalam refleksinya, Pater Nono mengapresiasi keterlibatan aktif para peserta selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“Peserta retret ini luar biasa. Mereka menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh sukacita,” ujarnya.
Raymundus Bena Genjot SDM dari Riung, 236 Siswa Terima Beasiswa PIP Daerah 2026
Ia menambahkan bahwa tingkat kehadiran peserta mencapai 100 persen tanpa kendala kesehatan maupun alasan lainnya.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya terhadap siswa-siswi SMP Kelimutu,” katanya.
Menurutnya, para peserta juga komunikatif dan terbuka, terutama dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang menjadi ruang refleksi mendalam.
“Mereka asyik, punya rasa ingin tahu, serta menunjukkan keberanian dan kemauan untuk berubah dan berkembang ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Melalui retret ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman rohani, tetapi juga dibekali nilai refleksi diri, tanggung jawab pribadi, dan semangat pembaruan yang diharapkan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun Gereja.
Sebagai bagian dari pembinaan iman yang inklusif, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan rohani bagi siswa Muslim berupa muhasabah pada 14 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti lima siswa kelas VII hingga IX dengan pendampingan lima guru di bawah tanggung jawab Yerty Herawaty. Materi muhasabah disampaikan oleh Mahmud, S.Ag., dan Anhar Haji, S.T.
Tangis di Tepi Kali Watuwogat: Remaja 14 Tahun yang Sempat Hilang Ditemukan Tak Bernyawa
Dalam suasana khidmat dan reflektif, para siswa Muslim diajak melakukan permenungan diri, memperdalam iman, serta menumbuhkan sikap syukur dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan retret bagi siswa Katolik dan muhasabah bagi siswa Muslim menegaskan komitmen SMP Kelimutu Ende dalam membina peserta didik secara utuh. Sekolah tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga pertumbuhan spiritual dan penguatan nilai toleransi serta kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Ende.»(elt)
PENKES
Brigjen TNI Hari Rahardjanto Tinjau Renovasi PAUD TMMD di Sikka, 60 Paket Gizi Anak Disalurkan
Harapannya anak-anak di Desa Werang dapat belajar dalam lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman.
MAUMERE, GardaFlores — Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI Angkatan Darat meninjau langsung progres renovasi PAUD St. Theresia di Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Kamis (5/3/2026). Renovasi fasilitas pendidikan tersebut merupakan salah satu sasaran dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 1603/Sikka pada Tahun Anggaran 2026.
Peninjauan dipimpin Pasahli Tingkat II Bidang Ekonomi Brigjen TNI Hari Rahardjanto bersama rombongan. Dalam kesempatan itu, tim juga menyerahkan 60 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak-anak PAUD St. Theresia sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak usia dini.
Kegiatan tersebut turut didampingi Kasdim 1603/Sikka Mayor Cba Dominggus M. Atamani, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka Margareta Movaldes da Maga, S.T., M.Eng., Pasi Teritorial Kodim 1603/Sikka Kapten Inf Amran Tiwa, Dan SSK TMMD, Camat Waiblama, Ketua BPD Desa Werang, serta Penjabat Kepala Desa Werang.
Kedatangan Tim Wasev disambut hangat oleh para guru dan anak-anak PAUD St. Theresia. Suasana penuh keakraban terlihat ketika anak-anak menyapa rombongan dengan antusias.
Tim Wasev Mabes TNI AD Tinjau Proyek Air Bersih TMMD ke-127 di Sikka, Infrastruktur Desa Dipacu
Brigjen TNI Hari Rahardjanto mengatakan bahwa pembangunan sarana pendidikan melalui program TMMD merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.
“Melalui program TMMD, TNI tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian pada dunia pendidikan dan kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ketersediaan fasilitas pendidikan yang layak akan memberikan dampak positif terhadap proses belajar anak-anak serta mendukung tumbuhnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Selain itu, Brigjen Hari juga mengapresiasi sinergi antara personel Satgas TMMD Kodim 1603/Sikka, pemerintah daerah, dan masyarakat yang terus bekerja sama dalam menyukseskan berbagai program pembangunan di Desa Werang.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan renovasi PAUD St. Theresia dapat segera rampung sehingga anak-anak di Desa Werang dapat belajar dalam lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.»(rel)
PENKES
Pemkab Sikka Terima 12 Dokter Internsip, Perkuat Layanan Kesehatan hingga 2027
Kehadiran mereka menjadi tambahan signifikan di tengah tantangan keterbatasan tenaga medis yang selama ini dihadapi Kabupaten Sikka.
Maumere, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka resmi menerima 12 dokter internsip untuk memperkuat layanan kesehatan daerah melalui Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) hingga Februari 2027. Tambahan tenaga medis ini diharapkan menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.
“Kehadiran para dokter internsip ini bukan hanya bagian dari program nasional, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat Sikka untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih berkualitas,” tegas Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, saat menerima para dokter di Ruang Rokatenda, Lantai II Kantor Bupati Sikka, Rabu (4/3/2026).
Pemerintah Sikka Terima Dokter UGM, Publik Menunggu Bukti Nyata Perbaikan Layanan Kesehatan
Penerimaan tersebut turut disaksikan Direktur RSUD TC Hillers Maumere dr. Atanasius Paulus Konstan Lameng, Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Marietha L. D. Weni, serta dua dokter pendamping. Kedua belas dokter muda itu akan bertugas selama satu tahun dengan sistem rotasi di RSUD TC Hillers Maumere, Puskesmas Kopeta, dan Puskesmas Beru. Skema penempatan bergilir tersebut dirancang untuk memperkuat pelayanan di rumah sakit rujukan maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Para dokter internsip berasal dari sembilan perguruan tinggi kedokteran di Indonesia, antara lain Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Riau. Kehadiran mereka menjadi tambahan signifikan di tengah tantangan keterbatasan tenaga medis yang selama ini dihadapi Kabupaten Sikka.
Plt Kadis Kesehatan Sikka Beberkan Sulitnya Rekrut Dokter dan Minimnya Fasilitas Kesehatan
Bupati Juventus juga mengingatkan para dokter internsip untuk mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan dan menjunjung tinggi etika profesi. Ia menegaskan pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh selama masa pengabdian mereka.
Dengan tambahan 12 dokter internsip ini, Pemerintah Kabupaten Sikka berharap beban pelayanan di fasilitas kesehatan dapat lebih terdistribusi dan respons terhadap kebutuhan pasien semakin optimal. Program ini sekaligus menjadi langkah strategis memperkuat akses dan pemerataan layanan kesehatan masyarakat hingga 2027.»(rel)
PENKES
Meratus dan Gasing Gerakkan Revolusi Numerasi SD di Sikka, Integrasikan Budaya Lokal dalam Pembelajaran Matematika
“Meratus Nora Gasing (Gembira, Asyik, Menyenangkan) – Tena Riwun Sikka Raitan Rekeng”
MAUMERE, GardaFlores – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Sikka kembali ditegaskan melalui langkah strategis yang menyentuh akar persoalan numerasi siswa Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka menggelar kegiatan Strategi Peningkatan Numerasi bagi Peserta Didik SD di SDN Napunglangir, Senin (2/3/2026).
Mengusung tema “Meratus Nora Gasing (Gembira, Asyik, Menyenangkan) – Tena Riwun Sikka Raitan Rekeng”, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan metodologi, melainkan gerakan pembelajaran berbasis budaya lokal yang dirancang untuk mengubah wajah pembelajaran matematika di ruang kelas.
Matematika selama ini kerap dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Padahal, numerasi merupakan fondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kemampuan berpikir logis. Numerasi tidak hanya soal menghitung, tetapi mencakup kemampuan memahami, menggunakan, menginterpretasikan, serta mengomunikasikan angka dan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Perderiko, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran harus diubah agar siswa tidak lagi merasa tertekan saat belajar matematika.
52 Siswa MIS Muhammadiyah Wuring Ikuti Wisata Literasi, Perpustakaan Sikka Jadi Ruang Belajar Baru
“Proses pembelajaran matematika harus mengedepankan suasana yang menyenangkan agar anak-anak tidak merasa terbebani saat mempelajari konsep numerasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, frasa “Tena Riwun Sikka Raitan Rekeng” mengandung pesan kuat tentang integrasi nilai budaya Sikka dengan keterampilan berhitung. Artinya, pembelajaran numerasi tidak dilepaskan dari identitas lokal, melainkan justru diperkuat oleh kearifan budaya masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama 15 hari, mulai 2 hingga 18 Maret 2026, ini melibatkan kolaborasi bersama komunitas Meratus dan Gasing, serta diikuti oleh 24 sekolah dasar yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sikka.
Selama pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran inovatif dengan pendekatan metode Gasing yang menekankan pemahaman konseptual secara cepat dan menyenangkan. Model ini dirancang untuk membongkar stigma bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, dan menggantinya dengan pengalaman belajar yang gembira dan aplikatif.
Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menegaskan bahwa penguatan numerasi menjadi prioritas pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar.
“Pencapaian numerasi siswa SD di beberapa wilayah Kabupaten Sikka masih perlu ditingkatkan, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih menarik,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi menjadi momentum transformasi bagi para guru dalam mengembangkan materi ajar yang kreatif, kontekstual, serta terintegrasi dengan nilai budaya lokal.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran numerasi yang lebih inklusif dan adaptif di Kabupaten Sikka, sekaligus memperkuat identitas pendidikan berbasis budaya di wilayah Flores.»(rel)
-
HUMANIORA9 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA7 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA6 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM7 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI8 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
-
HUMANIORA11 months agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
