Connect with us

PENKES

Diskominfo Sikka Dorong Generasi Cerdas Digital, 40 Siswa MTs At-Taqwa Beru Dibekali Digital Quotient di Maumere

“Saring sebelum sharing informasi apa saja yang kita terima. Sabar sebelum sebar. Pikir sebelum bertindak.”

Published

on

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Ferdinand Evensius Edomeko sosialisasikan Digital Quotient (DQ) atau kecerdasan digital kepada peserta didik MTs At-Taqwa, Sabtu (28/2/2026). FOTO: IST

Maumere, GardaFlores — Komitmen membangun generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab di ruang digital terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Sikka. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka, sebanyak 40 peserta didik MTs At-Taqwa Beru mengikuti sosialisasi Digital Quotient (DQ) atau kecerdasan digital, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah, Jalan Hasanudin, Maumere, ini menjadi bagian dari penguatan literasi digital di kalangan pelajar, terutama dalam menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0 yang kian dinamis.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Ferdinand Evensius Edomeko, S.Fil., menegaskan bahwa generasi muda saat ini hidup dalam dua realitas yang berjalan beriringan.

“Hari ini kita hidup di dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Di dunia maya ini, misalnya di media sosial, tidak jarang terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan seperti ujaran kebencian (hate speech), berita bohong (hoaks), perundungan siber (cyberbullying), hingga penipuan daring (phishing/scam). Oleh karena itu, kita mesti cerdas secara digital,” ujarnya.

Menurutnya, kecerdasan digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan gawai, tetapi mencakup sikap etis, tanggung jawab, dan kemampuan adaptif dalam menyaring informasi serta berinteraksi di ruang maya.

52 Siswa MIS Muhammadiyah Wuring Ikuti Wisata Literasi, Perpustakaan Sikka Jadi Ruang Belajar Baru

Ia pun menekankan pentingnya penerapan prinsip netiquette atau etika berinternet dalam keseharian pelajar.

“Saring sebelum sharing informasi apa saja yang kita terima. Sabar sebelum sebar. Pikir sebelum bertindak,” pesannya.

Pendekatan edukatif ini disambut positif pihak sekolah. Wakil Kepala MTs At-Taqwa Beru, Mariance Ago, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka atas perhatian terhadap literasi digital siswa.

“Kami berterima kasih kepada Pemda Sikka melalui Dinas Kominfo yang menyelenggarakan kegiatan ini. Ini sangat penting bagi para pelajar kami karena memang itulah yang setiap hari mereka hadapi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali di kesempatan lain,” katanya.

Antusiasme juga datang dari para siswa. Salah satu siswi, Haniah, mengaku mendapatkan kesadaran baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut.

Anak-Anak MI Al-Muhajirin Banjiri Perpustakaan Sikka, Resensi Buku Jadi Senjata Lawan Krisis Literasi

“Saya biasa main handphone sekurangnya enam jam setiap hari. Dengan adanya sosialisasi ini, saya mau mengurangi supaya waktu belajar bertambah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kabupaten Sikka menegaskan perannya sebagai penggerak literasi digital di daerah. Edukasi Digital Quotient diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang bijak bermedia sosial, tangguh menghadapi hoaks, serta mampu menjaga etika dan keamanan diri di ruang digital.

Langkah ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi muda Sikka yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga berintegritas dan bertanggung jawab dalam setiap jejak digitalnya.»(rel)

PENKES

Wisata Literasi dan Sains di Perpusda Frans Seda, Disarpus Sikka Libatkan Pegiat Literasi untuk Edukasi Anak

“Literasi tidak hanya membaca, tetapi juga mendorong anak berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.”

Published

on

Pegiat literasi, Yanto de Flores, menyampaikan cerita dan dongeng interaktif kepada siswa SDIT Rabbani Maumere di Perpusda Frans Seda. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka memperkenalkan program Wisata Literasi dan Sains kepada pelajar melalui sesi edukasi di Aula Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Jalan El Tari, Maumere, Kamis (23/4/2026).

Program ini menghadirkan pegiat literasi, Yanto de Flores, yang menyampaikan cerita dan dongeng interaktif kepada siswa SDIT Rabbani Maumere sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan pengenalan sains secara kontekstual.

Melalui pendekatan komunikatif, siswa tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga berinteraksi langsung dalam proses pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat pemahaman dan ketertarikan terhadap literasi.

Selain sesi dongeng, peserta diperkenalkan pada konsep taman baca masyarakat serta layanan yang tersedia di Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, termasuk akses koleksi dan fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar di luar sekolah.

Gerakan Baca 30 Menit Mulai Dijalankan di Sikka, Sekolah Integrasikan Literasi dan Sains

Kepala DISARPUS Sikka, Very Awales, menyatakan program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.
“Kami berkomitmen menghadirkan lebih banyak pegiat literasi dan sains untuk membangun budaya membaca dan belajar. Literasi tidak hanya membaca, tetapi juga mendorong anak berpikir kritis, kreatif, dan inovatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, komunitas, dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga melibatkan Sekretaris DISARPUS Sikka Yuvensius Rafael, jajaran kepala bidang, tim Wisata Literasi dan Sains, serta tenaga pendidik dari SDIT Rabbani Maumere.

Selama kegiatan berlangsung, siswa aktif mengikuti rangkaian aktivitas, mulai dari sesi dongeng hingga interaksi dalam kegiatan literasi yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi belajar.

DISARPUS Sikka akan memperluas program Wisata Literasi dan Sains ke sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya membaca dan pemahaman sains sejak usia dini.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Gerakan Baca 30 Menit Mulai Dijalankan di Sikka, Sekolah Integrasikan Literasi dan Sains

DISARPUS juga menambahkan aktivitas edukatif seperti lomba mewarnai.

Published

on

DISARPUS menegaskan program ini akan diterapkan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah dan pemangku kepentingan lain guna memperkuat budaya literasi. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Gerakan Baca 30 Menit mulai dijalankan di Kabupaten Sikka setelah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) menyosialisasikan program tersebut kepada pelajar di Aula Lantai II Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Kamis (23/4/2026).

Program ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sikka Nomor: ArsipPustaka.000.14.4/75/2026 tentang Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains, serta penguatan ekosistem literasi daerah.

Kepala DISARPUS Sikka, Very Awales, menjelaskan gerakan ini diarahkan untuk membentuk kebiasaan membaca harian sekaligus mengintegrasikan literasi dengan pembelajaran sains di sekolah.
“Gerakan ini mendorong siswa membaca minimal 30 menit setiap hari. Melalui wisata literasi dan sains, pembelajaran menjadi lebih kontekstual,” ujarnya.

Kepala SDIT Rabbani Maumere, Yanto, menyebut pendekatan ini memberi pengalaman belajar yang lebih aplikatif. FOTO: IST

Sosialisasi melibatkan siswa dan guru SDIT Rabbani Maumere. Peserta mengikuti pemaparan program, kemudian menelusuri layanan perpustakaan melalui tur edukatif untuk mengenal koleksi, sistem pengelolaan arsip, dan fungsi layanan publik.

Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon

Untuk memperkuat keterlibatan siswa, DISARPUS menambahkan aktivitas edukatif, termasuk lomba mewarnai.

Kepala SDIT Rabbani Maumere, Yanto, menyebut pendekatan ini memberi pengalaman belajar yang lebih aplikatif.
“Kegiatan ini membantu siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami fungsi perpustakaan dan kearsipan secara langsung,” katanya.

DISARPUS menegaskan program ini akan diterapkan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah dan pemangku kepentingan lain guna memperkuat budaya literasi di daerah.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sikka akan memantau dan mengevaluasi penerapan program di sekolah-sekolah untuk memastikan kebiasaan membaca berjalan konsisten dan terukur.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Polres Sikka Salurkan Bantuan Pendidikan ke Empat Sekolah di Maumere

Polres Sikka juga menyalurkan bantuan keuangan kepada siswa kurang mampu dan anak putus sekolah.

Published

on

Di PAUD Aisyiyah Waturia, bantuan meliputi lemari plastik, lemari rak, meja belajar, kursi plastik, tas sekolah, alat permainan edukatif berupa puzzle kayu, serta meja kayu. Sementara di SDK Waiara, bantuan berupa 40 pasang seragam sekolah dan alat tulis kantor (ATK). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Kepolisian Resor (Polres) Sikka menyalurkan bantuan sosial di bidang pendidikan kepada empat sekolah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/4/2026). Bantuan diserahkan oleh Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., mewakili Kapolda NTT.

Penyaluran bantuan berlangsung di empat lokasi, yakni PAUD Aisyiyah Waturia di Kecamatan Magepanda, SMP Katolik Binawirawan Maumere di Kecamatan Alok, SMK Santo Gabriel Maumere di Kecamatan Alok Timur, dan SDK Waiara di Kecamatan Kewapante.

Bantuan yang diberikan mencakup perlengkapan belajar dan sarana penunjang pendidikan. Di PAUD Aisyiyah Waturia, bantuan meliputi lemari plastik, lemari rak, meja belajar, kursi plastik, tas sekolah, alat permainan edukatif berupa puzzle kayu, serta meja kayu. Sementara di SDK Waiara, bantuan berupa 40 pasang seragam sekolah dan alat tulis kantor (ATK).

FOTO: IST

Selain itu, Polres Sikka juga menyalurkan bantuan keuangan kepada siswa kurang mampu dan anak putus sekolah di SMP Katolik Binawirawan Maumere dan SMK Santo Gabriel Maumere.

Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan.

“Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, meningkatkan semangat siswa dan tenaga pendidik, serta membantu anak-anak yang kurang mampu agar tetap melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Kapolres Sikka dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Anak Stunting dan Warga Terdampak Erupsi Lewotobi

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala PAUD Aisyiyah Waturia Marwiyah Nazarudin, Sekretaris Desa Waturia Rahmat Asikin, kepala sekolah dari masing-masing sekolah penerima bantuan, serta orang tua dan siswa.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga pukul 19.00 WITA dalam kondisi aman dan tertib. Hingga saat ini, bantuan telah diterima oleh masing-masing sekolah dan mulai dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending