PENKES
Meratus dan Gasing Gerakkan Revolusi Numerasi SD di Sikka, Integrasikan Budaya Lokal dalam Pembelajaran Matematika
“Meratus Nora Gasing (Gembira, Asyik, Menyenangkan) – Tena Riwun Sikka Raitan Rekeng”
MAUMERE, GardaFlores – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Sikka kembali ditegaskan melalui langkah strategis yang menyentuh akar persoalan numerasi siswa Sekolah Dasar (SD). Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka menggelar kegiatan Strategi Peningkatan Numerasi bagi Peserta Didik SD di SDN Napunglangir, Senin (2/3/2026).
Mengusung tema “Meratus Nora Gasing (Gembira, Asyik, Menyenangkan) – Tena Riwun Sikka Raitan Rekeng”, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan metodologi, melainkan gerakan pembelajaran berbasis budaya lokal yang dirancang untuk mengubah wajah pembelajaran matematika di ruang kelas.
Matematika selama ini kerap dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Padahal, numerasi merupakan fondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kemampuan berpikir logis. Numerasi tidak hanya soal menghitung, tetapi mencakup kemampuan memahami, menggunakan, menginterpretasikan, serta mengomunikasikan angka dan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Perderiko, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran harus diubah agar siswa tidak lagi merasa tertekan saat belajar matematika.
52 Siswa MIS Muhammadiyah Wuring Ikuti Wisata Literasi, Perpustakaan Sikka Jadi Ruang Belajar Baru
“Proses pembelajaran matematika harus mengedepankan suasana yang menyenangkan agar anak-anak tidak merasa terbebani saat mempelajari konsep numerasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, frasa “Tena Riwun Sikka Raitan Rekeng” mengandung pesan kuat tentang integrasi nilai budaya Sikka dengan keterampilan berhitung. Artinya, pembelajaran numerasi tidak dilepaskan dari identitas lokal, melainkan justru diperkuat oleh kearifan budaya masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama 15 hari, mulai 2 hingga 18 Maret 2026, ini melibatkan kolaborasi bersama komunitas Meratus dan Gasing, serta diikuti oleh 24 sekolah dasar yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sikka.
Selama pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran inovatif dengan pendekatan metode Gasing yang menekankan pemahaman konseptual secara cepat dan menyenangkan. Model ini dirancang untuk membongkar stigma bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, dan menggantinya dengan pengalaman belajar yang gembira dan aplikatif.
Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menegaskan bahwa penguatan numerasi menjadi prioritas pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar.
“Pencapaian numerasi siswa SD di beberapa wilayah Kabupaten Sikka masih perlu ditingkatkan, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih menarik,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi menjadi momentum transformasi bagi para guru dalam mengembangkan materi ajar yang kreatif, kontekstual, serta terintegrasi dengan nilai budaya lokal.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran numerasi yang lebih inklusif dan adaptif di Kabupaten Sikka, sekaligus memperkuat identitas pendidikan berbasis budaya di wilayah Flores.»(rel)
PENKES
PALUE Bangkit dari Gempa, Polisi Edukasi Siswa SDN Uwa I soal Keselamatan Lalu Lintas
Polisi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I Palue, termasuk cara menyeberang jalan, larangan bermain di jalan, serta pentingnya helm dan sabuk pengaman.
MAUMERE, GardaFlores — Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana bersama anggota Satuan Lalu Lintas Polres Sikka Aipda Paulus Nong Sendi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I, Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, 26 Agustus 2026.
Edukasi tersebut diberikan di tengah proses pemulihan masyarakat Palue setelah gempa bumi. Para siswa dibekali pengetahuan dasar tentang cara berjalan, menyeberang jalan, serta menggunakan kendaraan dengan aman.
Polisi mengingatkan siswa agar tidak berjalan di tengah badan jalan. Jika tersedia, siswa diminta menggunakan trotoar atau berjalan di bahu jalan dengan tetap memperhatikan kendaraan yang melintas.
Donatur Surabaya Kirim 13 Ton Beras, 20 Tandon Air dan Ratusan Sepatu untuk Korban Gempa Flores
Saat menyeberang, siswa diajarkan untuk berhenti terlebih dahulu, melihat ke kiri, melihat ke kanan, kemudian melihat kembali ke kiri sebelum menyeberang. Polisi juga mengingatkan siswa untuk memilih lokasi penyeberangan yang aman, termasuk menggunakan zebra cross jika tersedia.
Para siswa juga diminta tidak bermain di jalan, termasuk bermain bola, kejar-kejaran, maupun layang-layang, karena aktivitas tersebut dapat membahayakan keselamatan.
Bagi siswa yang dibonceng menggunakan sepeda motor, polisi mengingatkan pentingnya menggunakan helm berstandar SNI. Sementara ketika berada di dalam mobil, anak-anak diminta menggunakan sabuk pengaman.
Polisi juga mengingatkan agar sepeda motor tidak digunakan untuk membonceng tiga orang. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa satu sepeda motor maksimal digunakan oleh dua orang.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 8.645 Rumah Terdampak Gempa
Selain perilaku aman di jalan, siswa diperkenalkan dengan sejumlah rambu dan tanda lalu lintas dasar. Lampu merah berarti berhenti, kuning berarti hati-hati atau bersiap, sedangkan hijau berarti jalan. Polisi juga menjelaskan fungsi zebra cross sebagai tempat penyeberangan.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan diselingi yel-yel sehingga siswa lebih mudah mengikuti kegiatan. Para siswa tampak antusias selama sosialisasi berlangsung.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut berjalan lancar dan mendapat respons dari kepala sekolah, guru, serta siswa SDN Uwa I.
Edukasi keselamatan lalu lintas itu menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan pemahaman kepada anak-anak agar lebih disiplin dan berhati-hati ketika berangkat maupun pulang sekolah, termasuk saat menggunakan kendaraan bersama orang tua.»(rel)
PENKES
Mahasiswa Desil 1-5 di Sikka Disiapkan Beasiswa hingga Tamat Kuliah
Mahasiswa dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 5 di Sikka yang memenuhi persyaratan disiapkan mendapat dukungan beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 hingga desil 5. Dukungan tersebut disiapkan agar mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan kuliah.
Rencana itu disampaikan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).
Juventus mengatakan keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak-anak Sikka untuk berhenti atau tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Pemerintah akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, khususnya yang berada pada desil 1 sampai desil 5. Beasiswa ini kita siapkan agar mahasiswa dapat mengikuti pendidikan sampai tamat,” ujar Juventus.
Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup
Ia meminta mahasiswa yang memperoleh kesempatan tersebut memanfaatkannya dengan kesungguhan dan tanggung jawab.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah membantu membuka jalan, tetapi mahasiswa sendiri yang harus berjalan dan berjuang untuk mencapai masa depan,” tegasnya.
Dalam pembekalan tersebut, Juventus juga mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada perolehan ijazah. Perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, menurutnya, menuntut lulusan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

“Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata. Karena itu, pendidikan vokasi menjadi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan,” jelasnya.
Mahasiswa, terutama peserta pendidikan vokasi, didorong membangun kompetensi, keterampilan, karakter, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta kemampuan melihat peluang.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah
Juventus juga meminta mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja sebagai pencari kerja, tetapi memiliki kemampuan dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha serta lapangan pekerjaan.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk membangun daerah. Sikka membutuhkan anak-anak muda yang terampil dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tandasnya.
Pembekalan mahasiswa baru tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)
PENKES
Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan mahasiswa baru Politeknik Cristo Re Maumere bahwa persaingan dunia kerja membutuhkan keterampilan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan memecahkan persoalan.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan mahasiswa baru Politeknik Cristo Re Maumere bahwa ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja.
Pesan itu disampaikan Juventus saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).
Dalam pembekalan bertema “Pendidikan Vokasi: Bekal Keterampilan, Jalan Menuju Masa Depan”, Juventus meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk membangun keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan memecahkan persoalan.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan kebutuhan industri terus berubah sehingga mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori.
“Kita hidup dalam dunia yang berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata, bukan hanya teori,” ujar Juventus.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan problem solving sebagai salah satu bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan.
“Jangan takut menghadapi masalah. Justru dari masalah kita belajar mencari solusi. Kemampuan memecahkan masalah adalah salah satu bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan,” katanya.
Juventus meminta mahasiswa tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menempuh pendidikan.
“Jadikan kampus sebagai tempat untuk mempersiapkan diri. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi bangun keterampilan dan karakter. Apa yang kalian pelajari hari ini harus menjadi bekal untuk menciptakan masa depan,” pesannya.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 3.340 Jiwa Berada di Palue
Selain mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, mahasiswa juga didorong melihat peluang untuk menciptakan pekerjaan.
“Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan. Mulailah berpikir bagaimana menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan,” ujar Juventus.
Ia mengatakan lulusan pendidikan vokasi perlu memiliki keterampilan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja.
Pembekalan tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
