Connect with us

PENKES

HKN ke-62 Jadi Momentum Perluas Layanan Kesehatan hingga Pelosok, Dinkes Sikka Dorong Transformasi Pelayanan

HKN ke-62 di Kabupaten Sikka diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat meluncurkan rangkaian HKN ke-62 di Maumere, Jumat (24/7/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menjadikan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 sebagai momentum mempercepat transformasi layanan kesehatan agar lebih mudah diakses masyarakat, terutama di wilayah terpencil. Upaya tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya tantangan kesehatan, mulai dari penyakit tidak menular, persoalan gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga tuntutan masyarakat terhadap layanan yang semakin berkualitas.

Komitmen itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat meluncurkan rangkaian HKN ke-62 di Maumere, Jumat (24/7/2026).

Menurut Petrus, pembangunan kesehatan tidak lagi dapat mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar transformasi layanan benar-benar menjangkau masyarakat.

“Dunia terus berubah. Tantangan semakin besar dan harapan masyarakat semakin tinggi. Karena itu kita tidak boleh menghadapi tantangan baru dengan cara-cara lama. Kita harus berani melakukan transformasi, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Bunda Literasi Sikka Ajak Orang Tua Bangun Budaya Membaca, Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai

Ia mengatakan sistem pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat agar tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mampu mendorong upaya promotif dan preventif sehingga masyarakat tetap sehat sebelum memerlukan layanan kuratif.

“Kesehatan adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa. Daerah tidak akan maju apabila masyarakatnya tidak sehat. Karena itu pelayanan kesehatan harus semakin humanis, profesional, mudah diakses, dan mampu menjaga masyarakat tetap sehat, bukan hanya hadir ketika masyarakat sakit,” ujarnya.

Petrus juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang selama ini bertugas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di daerah yang sulit dijangkau.

“Pengabdian tenaga kesehatan mungkin tidak selalu mendapat sorotan, tetapi telah menyelamatkan banyak kehidupan. Jangan pernah lelah melayani dan teruslah berinovasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia HKN ke-62 Kabupaten Sikka, Josafat Placidius, mengatakan rangkaian HKN tahun ini difokuskan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Hari Anak Nasional: Yang Sesungguhnya Sedang Diuji Adalah Orang Dewasa

Sejumlah agenda telah disiapkan, antara lain promosi dan edukasi kesehatan, olahraga bersama, aksi sosial, serta pemeriksaan kesehatan gratis di sejumlah wilayah Kabupaten Sikka.

Menurut Josafat, HKN juga menjadi ruang memperkuat kolaborasi antara Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, perguruan tinggi kesehatan, dan berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan warga.

Penyelenggaraan HKN ke-62 mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Nomor 115 Tahun 2026 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Hari Kesehatan Nasional ke-62.

Meski tema nasional Hari Kesehatan Nasional 2026 belum diumumkan Kementerian Kesehatan, panitia menetapkan subtema lokal “Gerak Sehat Bersama untuk Maumere Baru” sebagai semangat pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.

Rangkaian HKN ke-62 di Kabupaten Sikka diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi penggerak penguatan pelayanan kesehatan yang lebih merata, preventif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah pelosok.»(rel)

PENKES

Ketua BEM FIKES UNIPA: Keberhasilan Bukan Banyaknya Kegiatan

Ketua BEM FIKES UNIPA periode 2026/2027, Fibrian Charolin Nona Charli, menegaskan keberhasilan organisasi bukan diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari manfaat yang dirasakan mahasiswa.

Published

on

Pelantikan pengurus BEM FIKES Universitas Nusa Nipa periode 2026/2027 di Aula Nusa Nipa, Maumere, Jumat (23/10/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nusa Nipa (UNIPA), Fibrian Charolin Nona Charli, menegaskan keberhasilan organisasi mahasiswa harus diukur dari manfaat kegiatan bagi mahasiswa, bukan dari banyaknya program yang dijalankan.

“Keberhasilan BEM tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa banyak mahasiswa yang merasa didengar dan merasakan manfaatnya,” ujarnya setelah pelantikan pengurus BEM FIKES UNIPA periode 2026/2027 di Aula Nusa Nipa, Jumat (23/10/2026).

Fibrian bersama Wakil Ketua David Dapa Wulon, Sekretaris Maria Sintia Bela, dan seluruh pengurus dilantik oleh Dekan FIKES UNIPA, Maria Yulita Meo, S.Kep., Ns., M.Kep.

Dekan FEB UNIPA: Organisasi Mahasiswa Bukan Sekadar Jabatan

Fibrian mengajak pengurus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, kritik sebagai bahan evaluasi, dan tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang. Ia menegaskan BEM harus menjadi ruang pengabdian dan pelaksanaan program nyata, bukan sekadar tempat mencari jabatan atau menyampaikan janji.

Kepengurusan periode 2026/2027 mengusung tiga pilar, yakni holistik, kolaboratif, dan responsif. Ketiganya menjadi landasan organisasi dalam mengembangkan pelayanan dan kegiatan kemahasiswaan.

Dalam sambutannya, Maria Yulita Meo meminta pengurus baru menjadikan tema pelantikan, “Mengabdi dengan Empati, Menginspirasi dengan Aksi”, sebagai dasar dalam menyusun program kerja dan mengambil keputusan.

Bupati Sikka: Gong Waning Harus Terus Dimainkan, Bukan Sekadar Simbol Budaya

Ia menekankan pentingnya integritas, semangat melayani, serta komunikasi yang baik antara pengurus BEM, pimpinan fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Maria juga meminta pengurus baru melanjutkan capaian kepengurusan sebelumnya, memperbaiki kekurangan, dan menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan mahasiswa. Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus demisioner atas kontribusi mereka selama menjalankan organisasi.

Pelantikan tersebut dihadiri para wakil dekan, pimpinan program studi S1 Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners beserta sekretaris, dosen, tenaga kependidikan, pengurus BEM UNIPA, pengurus BEM demisioner, serta mahasiswa FIKES.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Dekan FEB UNIPA: Organisasi Mahasiswa Bukan Sekadar Jabatan

Dekan FEB Universitas Nusa Nipa, Immanuel Wellem, menegaskan organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Pesan itu disampaikan saat pelantikan pengurus BEM FEB dan tiga HMPS periode 2026–2027.

Published

on

Pelantikan pengurus BEM FEB dan HMPS Akuntansi, Manajemen, serta Kewirausahaan Universitas Nusa Nipa periode 2026–2027 di Auditorium Nusa Nipa, Jumat (23/10/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Nipa, Dr. Immanuel Wellem, S.E., M.M., meminta pengurus organisasi mahasiswa mengutamakan integritas, kerja sama, dan program yang bermanfaat bagi mahasiswa serta masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Immanuel saat melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi, Manajemen, serta Kewirausahaan periode 2026–2027 di Auditorium Nusa Nipa, Jumat (23/10/2026).

“Organisasi kemahasiswaan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan tinggi. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan akademik yang baik, tetapi juga harus mampu mengembangkan karakter, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama,” ujarnya.

Immanuel menegaskan, jabatan dalam organisasi mahasiswa merupakan amanah yang harus dijalankan melalui kerja nyata. Ia meminta pengurus membangun kerja sama, berani menyampaikan gagasan, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan secara kolektif.

Bupati Sikka: Gong Waning Harus Terus Dimainkan, Bukan Sekadar Simbol Budaya

“Jadikan organisasi sebagai tempat untuk bertumbuh, bukan sekadar tempat memperoleh jabatan atau menjalankan kegiatan rutin,” tegasnya.

Ia juga meminta pengurus baru melanjutkan hal-hal positif dari kepengurusan sebelumnya dan meningkatkan kualitas organisasi. Program kerja, menurut dia, perlu disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua BEM FEB demisioner, Maria Natalia, menyebut masa kepengurusannya memberikan pengalaman tentang tanggung jawab, kebersamaan, dan pengabdian. Ia menilai kepemimpinan tidak cukup hanya dengan mengambil keputusan dan menjalankan program, tetapi juga membutuhkan kesediaan mendengarkan, keberanian menghadapi tantangan, dan kerendahan hati untuk mengakui kekurangan.

Ketua BEM FEB terpilih, Yoelistia Wihelmina, menyatakan komitmennya membangun organisasi yang progresif, berintegritas, dan inklusif. Ia menekankan bahwa pelaksanaan visi BEM membutuhkan keterlibatan pengurus HMPS dan mahasiswa, serta dukungan pimpinan fakultas.

Dana Bantuan Presiden Rp20 Miliar di Sikka Baru Terserap 11,96 Persen

“Visi ini tidak akan berarti apa-apa apabila hanya diperjuangkan oleh Ketua BEM dan pengurus BEM saja. Visi ini membutuhkan keterlibatan seluruh pengurus HMPS dan mahasiswa, serta dukungan pimpinan fakultas dan civitas akademika,” ungkap Yoelistia.

Dalam kepengurusan periode 2026–2027, Yoelistia Wihelmina dilantik sebagai Ketua BEM FEB, Valentina Susanti Sute sebagai Wakil Ketua, serta Odilia Kontansia Weri dan Veronika Yuliana Tobi sebagai sekretaris. BEM FEB juga didukung sembilan divisi layanan kemahasiswaan.

Sementara itu, HMPS Akuntansi dipimpin Magdalena Chantania Nanga, HMPS Manajemen dipimpin Anamarian Ellyria D’Nisa, dan HMPS Kewirausahaan dipimpin Alexandra Arista Meo.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II tentang bahaya judi online, perundungan, dan narkoba saat apel bendera di sekolah tersebut, Senin (19/10/2026).

Published

on

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menyampaikan pesan kesadaran hukum kepada siswa SMA John Paul II, Senin (19/10/2026). FOTO; GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II di Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, agar menjauhi judi online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta pelajar menggunakan internet dan media sosial secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Bambang saat memimpin apel bendera di SMA John Paul II, Senin (19/10/2026) 07.15 Wita.

Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah

Dalam arahannya, Bambang meminta siswa memahami aturan hukum dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan sebelum mengambil keputusan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya judi online yang menawarkan keuntungan cepat, tetapi dapat merugikan pemain dan keluarganya.

Kapolres juga menekankan kedisiplinan, ketekunan belajar, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Ia mengajak siswa menghindari perilaku yang dapat mengganggu lingkungan sekolah maupun merugikan masa depan mereka.

“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berprestasi, disiplin, dan taat hukum. Manfaatkan waktu untuk belajar dan mengembangkan potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Bambang kepada para siswa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, dan Kaurmintu Aipda Ridwan.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending