Connect with us

SOSBUD

Polres Sikka dan Nagekeo Salurkan Bantuan Mabes Polri, Tim K-9 Intensif Cari Korban Banjir Mauponggo

Published

on

Maumere, GardaFlores – Polres Sikka bersama Polres Nagekeo menyalurkan bantuan logistik dari Mabes Polri bagi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Selain menyalurkan bantuan, aparat kepolisian juga dikerahkan untuk membantu pencarian korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Sikka, IPDA Leonardus Tunga, S.M menjelaskan, pencarian korban melibatkan Tim K-9 SAR Mabes Polri, Polda NTT, serta gabungan personel Polres Nagekeo, BKO Polres Sikka, BKO Brimob Ende, Polsek Mauponggo, dan TNI dari Koramil 1625-04 Mauponggo.

12 Imam Baru Ditahbiskan di Maumere, Bupati Sikka: “Berkat Besar bagi Gereja dan Masyarakat”

“Pencarian dilakukan di Sungai Theodae, Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, sejak Jumat (19/9/2025) pukul 06.00 hingga 16.00 Wita. Namun, hasilnya belum ditemukan korban,” kata Leo di Maumere, Sabtu (20/9/2025).

FOTO DOK HUMAS POLRES SIKKA

Bantuan logistik dari Mabes Polri sementara disimpan di Kantor Polsek Mauponggo, sebelum didistribusikan ke desa-desa terdampak. Penyaluran bantuan dipimpin langsung Waka Polsek Alok selaku Danton BKO bersama IPDA Laurensius Laka berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor: Sprin/663/IX/PAM.3.3./2025. Sebanyak 27 personel Polres Sikka diterjunkan untuk mendukung operasi ini.

HUT TNI ke-80, Kodim 1603/Sikka Gelar Karya Bakti Bersihkan Pantai Wailiti

Sebelum bergerak ke lokasi, Tim K-9 SAR mengikuti ritual adat di Kampung Sawu. Selanjutnya, anjing pelacak diturunkan di sekitar Jembatan Theodae II dengan radius pencarian 3 km ke arah selatan. Tim bahkan melakukan pelubangan pada material lumpur dengan besi beton agar memudahkan pendeteksian anjing pelacak.

Dari hasil deteksi, tim menemukan titik terang pada radius 300 meter arah hulu Jembatan Theodae II. “Namun belum bisa dipastikan karena titik deteksi berada pada genangan air dengan rembesan minyak yang diduga berasal dari tubuh korban,” jelas Leo.

Mutasi di Polres Sikka, IPTU Yakobus Sanam Jadi Kasat Resnarkoba, IPTU Chairul Syafar Jadi Kapolsek Kewapante

Di sela pencarian, aparat juga melakukan pengamanan kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum bersama Gubernur NTT, Bupati Nagekeo, dan unsur Forkopimda ke lokasi bencana.

FOTO DOK HUMAS POLRES SIKKA

Hingga hari ke-11 pascabencana, masih ada tiga warga yang belum ditemukan. Operasi pencarian kembali dilanjutkan Sabtu (20/9/2025) pukul 06.00 Wita dengan kekuatan penuh: 6 personel K-9 Mabes Polri, 5 K-9 Polda NTT, 12 personel Brimob Ende, 27 personel BKO Polres Sikka, 14 personel Polres Nagekeo, 5 personel Polsek Mauponggo, dan 5 personel Koramil 1625-04 Mauponggo.»(rel)

SOSBUD

Ngada Percepat Pendaftaran Tanah Ulayat, Warga Adat Wolomeze Diberi Kepastian Hukum

Pemerintah berupaya menghadirkan kepastian hukum dan memperkuat perlindungan hak komunal masyarakat adat.

Published

on

Pemerintah menilai masih banyak tanah ulayat yang belum teradministrasi maupun terdaftar secara resmi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu sengketa, konflik batas wilayah, hingga hilangnya hak masyarakat adat atas tanahnya sendiri. FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

NGADA, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Ngada mulai mempercepat pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayat di Kecamatan Wolomeze, Rabu (29/4/2026), sebagai langkah memberi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat hukum adat atas wilayah warisan leluhur.

Program sosialisasi tersebut berlangsung di Wolomeze dan melibatkan unsur pemerintah daerah, Kantor Pertanahan Kabupaten Ngada, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat adat dari Desa Denatana Timur dan Desa Larilaki.

Hadir dalam forum itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Ngada mewakili Bupati Ngada, Camat Wolomeze, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ngada, serta para kepala desa dan warga.

Dalam sambutan Bupati Ngada yang dibacakan perwakilan pemerintah daerah, disampaikan bahwa tanah ulayat memiliki posisi penting bagi masyarakat adat, bukan hanya sebagai aset ekonomi, tetapi juga mengandung nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang diwariskan lintas generasi.

PWMOI Ngada Protes Ucapan “Pers Perut Kosong”, Minta DPRD Nagekeo Evaluasi Anggota

Pemerintah menilai masih banyak tanah ulayat yang belum teradministrasi maupun terdaftar secara resmi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu sengketa, konflik batas wilayah, hingga hilangnya hak masyarakat adat atas tanahnya sendiri.

Melalui percepatan administrasi dan pendaftaran, pemerintah berupaya menghadirkan kepastian hukum sekaligus memperkuat perlindungan terhadap hak komunal masyarakat adat.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan komitmen untuk mempercepat pengakuan tanah ulayat melalui penyusunan kebijakan daerah, pendampingan proses administrasi, serta pemberian kemudahan agar masyarakat tidak terbebani saat mengurus pendaftaran.

Langkah ini juga diharapkan memperkuat tata kelola pertanahan di daerah dan mencegah konflik agraria di masa depan.

Pemerintah berharap sosialisasi tersebut meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban atas tanah ulayat, sekaligus mendorong pemanfaatannya secara bijak sebagai sumber kesejahteraan bersama tanpa menghilangkan nilai adat.

Tahap selanjutnya, pemerintah daerah bersama Kantor Pertanahan akan melanjutkan pendataan dan proses administrasi terhadap tanah ulayat yang memenuhi syarat untuk didaftarkan secara resmi.»(gus)

Continue Reading

SOSBUD

Kemensos Siapkan Sekolah Rakyat untuk 1.000 Anak di Sikka, Dukung Program Pendidikan Daerah

“Formulir asesmen sudah tersedia dan akan segera didistribusikan.”

Published

on

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Kikin Tarigan menyampaikan bahwa bantuan sosial yang disalurkan merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah, dengan sasaran pelajar serta kelompok rentan. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kementerian Sosial RI menyatakan dukungan terhadap penguatan akses pendidikan di Kabupaten Sikka dengan menyiapkan program Sekolah Rakyat bagi sekitar 1.000 anak dari keluarga kurang mampu. Dukungan tersebut disampaikan Tenaga Ahli Menteri Sosial, Agustinus Budi, di Maumere, Rabu (29/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat penyaluran bantuan sosial di pelataran Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka, yang juga menjadi bagian dari koordinasi awal implementasi program pendidikan berbasis asrama tersebut.

“Pemerintah daerah memiliki program strategis di bidang pendidikan, salah satunya satu keluarga satu sarjana. Kami dari Kementerian Sosial siap mendukung upaya tersebut,” kata Budi.

Pendataan dan Asesmen Dimulai

Kementerian Sosial menyiapkan tahapan awal berupa pendataan calon peserta didik melalui mekanisme asesmen yang akan dijalankan oleh Dinas Sosial setempat.

“Formulir asesmen sudah tersedia dan akan segera didistribusikan agar pendataan bisa dilakukan secara menyeluruh,” ujar Budi.

Pendataan ini menjadi dasar untuk menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria program Sekolah Rakyat, yang menyasar anak-anak dari keluarga rentan secara ekonomi.

30 Siswa SDI St. Yosef Ikuti Wisata Literasi ke Kantor Bupati, Belajar Langsung Soal Membaca dan Numerasi

Tantangan Geografis dan Sosial

Budi mengakui proses menjaring peserta menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi geografis wilayah serta kesiapan keluarga.

“Sebagian anak berada di wilayah terpencil dengan akses yang cukup jauh. Selain itu, kesiapan orang tua untuk melepas anak tinggal di asrama juga perlu diperhatikan,” katanya.

Program Sekolah Rakyat dirancang menggunakan sistem berasrama guna membentuk karakter, kedisiplinan, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih terstruktur.

“Konsepnya serupa dengan sistem asrama terpadu, sehingga anak-anak dapat lebih fokus dalam belajar dan pengembangan diri,” jelasnya.

Kelompok Rentan di Sikka Terima Kursi Roda, Nutrisi, hingga Bantuan Pendidikan

Dukungan untuk Kelompok Rentan

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Kikin Tarigan menyampaikan bahwa bantuan sosial yang disalurkan merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah, dengan sasaran pelajar serta kelompok rentan.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Saat ini, proses masih berada pada tahap koordinasi dan pendataan calon peserta didik. Dinas Sosial Kabupaten Sikka akan menindaklanjuti distribusi formulir asesmen dan pelaksanaan pendataan lapangan sebelum masuk ke tahap seleksi dan penetapan peserta program.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Kelompok Rentan di Sikka Terima Kursi Roda, Nutrisi, hingga Bantuan Pendidikan

Masing-masing siswa menerima bantuan senilai Rp1.000.000.

Published

on

Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno di Bogor dan Sentra Efata di Kupang. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kelompok rentan di Kabupaten Sikka menerima bantuan sosial berupa kursi roda, paket nutrisi, bantuan usaha ternak, dan perlengkapan pendidikan dalam penyaluran bantuan di Maumere, Rabu (29/4/2026).

Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno di Bogor dan Sentra Efata di Kupang.

Dalam sambutannya, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam membantu masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lanjut usia, serta anak berkebutuhan khusus.

Sebanyak 110 unit kursi roda diserahkan kepada penerima manfaat dengan total nilai Rp285.270.000. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan kemandirian penerima.

Selain itu, Sentra Efata menyalurkan 110 paket nutrisi untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat rentan.

Pemerintah juga memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui bantuan usaha ternak kambing kepada 30 penyandang disabilitas dengan total anggaran Rp165.843.000.

Siswa SMP Negeri Henga Sambut Gembira Sekolah Baru, Kini Lebih Semangat Belajar

Di sektor pendidikan, perlengkapan sekolah disalurkan kepada 72 anak terdampak bencana di Kecamatan Tanawawo. Rinciannya, 52 siswa dari SMP 48 Gaikiu dan 20 siswa dari SMP 49 Tuwa.

Masing-masing siswa menerima bantuan senilai Rp1.000.000 dengan total anggaran Rp72.000.000.

Bupati menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi dan melayani masyarakat yang membutuhkan.

“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi penerima.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya lanjutan memperkuat perlindungan sosial dan pemberdayaan kelompok rentan di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending