Connect with us

HUMANIORA

HUT TNI ke-80, Kodim 1603/Sikka Gelar Karya Bakti Bersihkan Pantai Wailiti

Published

on

Aksi peduli lingkungan bersama: Kodim 1603 Sikka, Polsek Alok, Persit KCK Cabang XIV, Jalasenastri Lanal Maumere dan masyarakat dalam rangka menyambut HUT TNI ke-80, karya bakti di Pantai Kita, Kelurahan Wailiti Maumere. (PENREM KODIM 1603 SIKKA)

Maumere, GardaFlores – Momentum peringatan HUT TNI ke-80 dimaknai Kodim 1603/Sikka dengan aksi nyata peduli lingkungan. Prajurit TNI bersama masyarakat turun membersihkan pesisir Pantai Kita di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Kamis (19/9).

Kegiatan karya bakti ini dipimpin Kasdim 1603/Sikka, Kapten Cba Dominggus M. Atamani dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari jajaran Kodim, Polsek Alok, Persit KCK Cabang XIV, Jalasenastri Lanal Maumere, hingga masyarakat di Kelurahan Wailiti.

Mutasi di Polres Sikka, IPTU Yakobus Sanam Jadi Kasat Resnarkoba, IPTU Chairul Syafar Jadi Kapolsek Kewapante

Dalam apel pembukaan, Kasdim menegaskan bahwa kebersamaan menjaga alam harus menjadi komitmen bersama, bukan sekadar seremonial ulang tahun TNI. “Kami ingin HUT TNI ke-80 ini bermakna, tidak hanya untuk TNI sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Pantauan di lapangan, sejak pukul 07.30 Wita, ratusan peserta langsung bergerak membersihkan area pantai dari sampah plastik dan limbah rumah tangga. Gotong royong yang tercipta memperlihatkan wajah kebersamaan antara TNI, aparat pemerintah, dan warga.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.10 Wita ini menjadi simbol sinergi TNI bersama rakyat dalam menjaga kelestarian alam. Selain menciptakan lingkungan bersih, aksi ini juga menjadi pesan kuat bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan lancar tanpa kendala.»(rel)

HUMANIORA

Sekda Sikka Paparkan Tiga Tahap Penanganan Bencana, Kaji Cepat Jadi Dasar Respons

Sekda Sikka Margaretha Movaldes da Maga Bapa memaparkan manajemen penanggulangan gempa Flores dalam seminar respons bencana di Maumere. Materinya mencakup kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan, kaji cepat, dan koordinasi lintas sektor.

Published

on

Sekda Sikka Margaretha Movaldes da Maga Bapa menyampaikan materi manajemen penanggulangan bencana dalam seminar dan pelatihan respons bencana Flores di Hotel Pelita Maumere, 4 November 2026. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores – Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, menekankan pentingnya kaji cepat, koordinasi lintas sektor, dan kesiapan sumber daya dalam penanganan bencana. Hal tersebut disampaikannya saat memaparkan manajemen penanggulangan gempa bumi Flores di Hotel Pelita Maumere, Rabu (4/11/2026).

Pemaparan tersebut menjadi bagian dari seminar dan pelatihan respons bencana Flores yang diselenggarakan SOS Children’s Villages Indonesia pada 4–5 November 2026. Kegiatan bertema “Bersama Siaga Bencana, Bersama Lindungi Anak” itu diikuti perwakilan dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka.

Dalam materinya, Margaretha merujuk pada pengalaman Pemerintah Kabupaten Sikka menghadapi gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026. Ia menjelaskan, penanggulangan bencana harus mencakup tiga tahapan yang saling berkaitan, yakni prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana.

Pada tahap prabencana, pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat kesiapsiagaan melalui mitigasi, edukasi, peningkatan kapasitas, serta penyusunan rencana kontingensi. Ketika bencana terjadi, penanganan memasuki tahap tanggap darurat yang mencakup verifikasi laporan, kaji cepat, aktivasi sistem komando, pencarian dan pertolongan, evakuasi, serta pelayanan kesehatan.

Pemkab Sikka Siapkan Penerapan PEDATI, Bupati Minta Pelaku Usaha Transparan soal Transaksi

Setelah masa darurat, pemerintah melanjutkan penanganan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi, pemulihan pelayanan publik, pembangunan kembali infrastruktur, serta pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Margaretha secara khusus menyoroti kaji cepat sebagai dasar pengambilan keputusan. Proses ini diperlukan untuk memastikan kebenaran laporan kejadian, mengetahui jumlah korban, mengidentifikasi tingkat kerusakan, memetakan kebutuhan masyarakat, serta menilai kemampuan wilayah dalam menghadapi keadaan darurat.

Ia juga menekankan pentingnya ketepatan informasi kebencanaan. Setiap laporan, menurut materi yang disampaikan, harus memiliki sumber, waktu pengumpulan, lokasi kejadian, dan status verifikasi yang jelas agar dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait koordinasi penanganan, Margaretha menempatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka sebagai unsur utama koordinasi. BPBD bertugas menyatukan informasi, mengoordinasikan instansi lintas sektor, dan mengorganisasikan operasi penanganan bencana.

Kejari Sikka Periksa 11 Saksi Kasus Watergen, Kerugian Sementara Rp1,5 Miliar

Sementara itu, bupati memiliki peran dalam pengambilan keputusan, penetapan kebijakan daerah, mobilisasi sumber daya, dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan selama keadaan darurat.

TNI, Polri, Basarnas, Palang Merah Indonesia, organisasi kemanusiaan, relawan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi unsur pendukung dalam pelaksanaan penanganan bencana.

Dalam sistem tersebut, posko penanganan bencana berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pengendalian operasi. Pelaksanaannya mencakup empat bidang utama, yakni operasi, perencanaan, logistik, serta administrasi dan keuangan.

Bidang operasi menangani pencarian dan pertolongan, evakuasi, pelayanan kesehatan, pengamanan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Bidang perencanaan mengolah informasi, menyusun peta situasi, mengidentifikasi kebutuhan, dan merumuskan rencana penanganan.

KWI Ajak Masyarakat Beri Kepercayaan kepada Polri, Kapolri Tegaskan Jaminan Kebebasan Beragama

Adapun bidang logistik mengelola penerimaan, penyimpanan, distribusi, transportasi, dan pencatatan bantuan. Sementara administrasi dan keuangan bertanggung jawab atas dokumentasi personel, pencatatan kegiatan, pengelolaan biaya, dan laporan pertanggungjawaban.

Margaretha juga menjelaskan bahwa Kabupaten Sikka berada di kawasan Flores yang memiliki aktivitas tektonik dan sesar aktif. Kondisi tersebut, bersama potensi bencana ikutan, menjadi alasan penanggulangan bencana perlu menggunakan pendekatan multiancaman.

Selain aspek teknis penanganan, seminar dan pelatihan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan fasilitator dan relawan dalam memberikan dukungan psikososial serta melindungi anak dan kelompok rentan ketika bencana terjadi.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Margaretha dan turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tenaga fasilitator, serta perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

16 Tim Ikuti Witihama Futsal Cup 1 di Jakarta, Final 1 November

Witihama Futsal Cup 1 diikuti 16 tim dari berbagai desa di Kecamatan Witihama, Flores Timur. Turnamen berlangsung di Cengkareng, Jakarta Barat, dengan partai final dijadwalkan pada 1 November 2026.

Published

on

Witihama Futsal Cup 1 mempertemukan 16 tim diaspora Kecamatan Witihama di Lapangan Futsal Sekolah Lamaholot, Cengkareng, Jakarta Barat.

JAKARTA, GardaFlores – Sebanyak 16 tim dari berbagai desa di Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, mengikuti Witihama Futsal Cup 1 di Lapangan Futsal Sekolah Lamaholot, Cengkareng, Jakarta Barat. Turnamen diaspora tersebut telah memasuki rangkaian pertandingan sejak 25 Oktober 2026 dan dijadwalkan mencapai partai final pada Minggu (1/11/2026).

Ketua Panitia Witihama Futsal Cup 1, Imran Kopong Bahi, mengatakan turnamen perdana yang digagas organisasi diaspora Witihama Taan Tou itu mendapat sambutan dari warga Witihama yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Menurut Imran, keterlibatan 16 tim menunjukkan besarnya partisipasi warga dari berbagai desa di Kecamatan Witihama.

“Ini membuktikan bahwa semua warga memiliki semangat yang sama untuk merajut persatuan dan persaudaraan,” ujarnya.

KM Lawit Membentur Dermaga Ippi, 379 Penumpang Batal Berangkat dari Ende

Enam belas tim tersebut adalah Naga Darat Lamablawa A dan B, Pusaka Pledo A dan B, Watoone A dan B, Lamaleka A dan B, Siap Lewo Weran, Sipo Oringbele, Sesado Sandosi, BLL Balaweling-Loga-Lewopulo, Nusa Gersang Tuwagetobi, Pamri Riangduli, Pesawat Watololong, serta Pengurus Witihama Taan Tou.

Ketua Umum Witihama Taan Tou, Kompol S. Aba Wahid Key, menyebut turnamen tersebut sebagai langkah awal organisasi yang baru terbentuk pada akhir Agustus 2026.

“Ini langkah awal yang bagus bagi Witihama Taan Tou sebagai organisasi yang baru terbentuk pada akhir Agustus lalu,” katanya di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Wahid Key, futsal menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan warga dari berbagai desa dan generasi yang kini tinggal di Jabodetabek. Melalui kegiatan tersebut, hubungan antarwarga di perantauan diharapkan tetap terjaga.

Dalam rangkaian kegiatan turnamen, panitia juga menampilkan tarian tradisional masyarakat Pulau Adonara, yakni Hedung dan Soka.

Pertandingan berlangsung melalui babak penyisihan grup yang dimulai pada 25 Oktober, kemudian berlanjut ke fase gugur. Partai final dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026.

Witihama Taan Tou merupakan organisasi diaspora asal Kecamatan Witihama yang menghimpun warga Witihama di wilayah Jabodetabek.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Wabup Sikka: Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Tindakan Nyata

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi meminta generasi muda menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata. Pesan tersebut disampaikan saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Maumere, Rabu (28/10/2026).

Published

on

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Maumere, Rabu (28/10/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi meminta generasi muda di Kabupaten Sikka menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata, mulai dari menjaga persatuan dan budaya lokal hingga terlibat dalam pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan Simon saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari, Maumere, Rabu (28/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

“Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan jiwa dan pedoman tindakan bagi pemuda-pemudi di Kabupaten Sikka,” tegas Simon dalam amanatnya.

Rp1,6 Miliar untuk Ruang Kelas Darurat Sikka, SDN Nitung Belum Terakomodasi

Ia menjelaskan, sikap patriotik perlu diwujudkan melalui upaya menjaga persatuan, merawat keberagaman, melestarikan budaya lokal Nian Tana Sikka, dan berkontribusi dalam pembangunan.

Sementara itu, sikap gigih menuntut pemuda terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan berinovasi di tengah perkembangan teknologi digital serta persaingan ekonomi. Adapun sikap berempati, menurut Simon, perlu terlihat dalam kepedulian terhadap sesama dan lingkungan serta upaya mencari solusi atas persoalan masyarakat.

Simon juga menekankan pentingnya peran keluarga, lembaga pendidikan, tokoh pemuda, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda. Ia secara khusus mengingatkan pemuda agar menjauhi narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, serta penyebaran berita bohong atau hoaks.

Transfer TPG Guru Non-ASN Diklaim Tuntas, Guru yang Belum Menerima Diminta Mengadu

Ia mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk pendidikan, ekonomi kreatif, kebudayaan, kegiatan sosial, dan lingkungan hidup. Semangat gotong royong dan toleransi yang diwariskan para leluhur Sikka juga diminta terus dijaga.

Pada akhir amanatnya, Simon menyampaikan apresiasi kepada panitia, organisasi kepemudaan, dan peserta upacara. Ia turut memberikan penghargaan kepada Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Maumere yang mengoordinasikan jalannya upacara serta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang menjalankan tugas dalam peringatan tersebut.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending