SOSBUD
Polres Sikka Perbaiki Akses Jalan SMPN Sa Ate 48 Gaikiu, Pemda Didorong Tangani Permanen
“Bantuan material dan tenaga yang turun langsung bekerja bersama kami sangat berarti.”
MAUMERE, GardaFlores — Kepolisian Resor Sikka menyalurkan bantuan material batu untuk memperbaiki akses jalan menuju SMP Negeri Sa Ate 48 Gaikiu di Desa Bu Utara, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/4/2026), menyusul kondisi jalan rusak yang menghambat aktivitas siswa dan warga, terutama saat musim hujan.
Kegiatan berlangsung pukul 10.00–11.00 WITA, dipimpin Kapolsek Paga Ipda Alwan Dimas Saputra dengan melibatkan personel Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor Maumere serta anggota Polsek Paga. Material batu yang disalurkan digunakan untuk menutup sejumlah titik jalan berlubang di akses utama menuju sekolah.
Kasi Humas Polres Sikka Aipda Leonard Tunga mengatakan langkah tersebut merupakan respons atas kondisi lapangan yang berdampak langsung pada akses pendidikan.
“Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung kelancaran akses menuju sekolah,” kata Leonard.
Selain penyaluran material, aparat kepolisian bersama pihak sekolah dan masyarakat Desa Bu Utara melakukan gotong royong menimbun jalan yang rusak agar dapat dilalui kendaraan dan pejalan kaki.
Paskah 2026 Dijaga Ketat: Operasi Semana Santa Turangga Kerahkan 3.227 Personel
Kapolsek Paga Ipda Alwan Dimas Saputra menyebut perbaikan dilakukan setelah pihaknya menemukan kesulitan yang dialami warga.
“Yang kami temukan di lapangan, warga sedang kesulitan. Kami tentu tidak diam saja. Yang bisa kami lakukan, ya kami lakukan,” ujarnya.
Pihak sekolah menyatakan kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan semakin parah saat curah hujan tinggi, sehingga mengganggu kehadiran dan mobilitas siswa.
“Memang akses ke sekolah kami sangat terkendala, apalagi pada musim hujan. Bantuan material dan tenaga yang turun langsung bekerja bersama kami sangat berarti,” kata perwakilan sekolah, Fransiskus Randis.
Perbaikan yang dilakukan bersifat penanganan awal untuk memastikan akses tetap terbuka. Hingga kegiatan berakhir, sejumlah titik jalan berlubang telah ditimbun menggunakan material yang tersedia.
Secara terpisah, penanganan infrastruktur jalan lingkungan sekolah pada prinsipnya menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait. Hingga berita ini dipublikasi, belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah daerah Kabupaten Sikka mengenai rencana perbaikan permanen pada ruas jalan tersebut.
Polres Sikka menyatakan akan memantau kondisi akses jalan ke sekolah itu, sementara masyarakat berharap adanya tindak lanjut berupa perbaikan permanen agar akses pendidikan tidak kembali terganggu pada musim hujan berikutnya.»(rel)
SOSBUD
Jelang Idul Fitri dan Paskah, Satker PJN NTT Siagakan Posko Jalan Nasional dan Alat Berat Antisipasi Gangguan Lalu Lintas
Masyarakat pengguna jalan nasional dapat memanfaatkan layanan melalui call center: 0822 8885 8884.
ENDE, GardaFlores — Pemerintah memperkuat kesiapan infrastruktur jalan nasional di Nusa Tenggara Timur menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dan Paskah 2026 dengan menyiagakan posko pelayanan dan sistem pemantauan kondisi jalan guna memastikan kelancaran arus mudik dan perjalanan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah IV NTT dengan membuka posko layanan dan call center untuk mendukung keamanan serta kelancaran lalu lintas di ruas jalan nasional.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah 4.2 Satker PJN, Sanif, mengatakan posko tersebut mulai beroperasi sejak 11 Maret 2026 dan ditempatkan di samping Kantor Satker PJN di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende.
“Posko ini dibuka untuk memberikan informasi serta pelayanan kepada para pengguna jalan, terutama terkait kondisi jalan, jembatan, dan lokasi yang rawan longsor,” ujar Sanif kepada media, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, pembukaan posko tersebut merupakan langkah antisipatif seiring kondisi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur yang dalam beberapa waktu terakhir kerap diguyur hujan disertai angin kencang.
Polres Ende Siagakan Operasi Ketupat Turangga 2026, Pengamanan Mudik Lebaran Dimulai
Selain menyediakan layanan informasi, posko juga dilengkapi fasilitas call center yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian yang berpotensi mengganggu perjalanan, seperti longsor, banjir, maupun kerusakan jalan.
“Di posko ini kami juga menyiagakan sejumlah alat berat seperti dump truck, loader, dan excavator, serta petugas yang selalu siap siaga apabila terjadi gangguan di ruas jalan nasional,” jelasnya.
Di sisi lain, Satker PJN Wilayah IV NTT juga tetap melakukan pekerjaan rutin pemeliharaan jalan nasional, termasuk pembersihan bahu jalan, drainase dari sedimen, serta pemangkasan tanaman liar yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Sanif mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, terutama di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
“Kami mengingatkan para pengguna jalan agar selalu waspada dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” pungkasnya.
Penguatan kesiapsiagaan infrastruktur jalan nasional ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjamin kelancaran arus mudik serta keselamatan pengguna jalan, termasuk melalui peningkatan layanan respons cepat, pemeliharaan rutin, dan mitigasi risiko bencana di jalur transportasi strategis nasional.»(elt)
SOSBUD
TMMD Ke-127 Kodim 1603/Sikka Renovasi Gereja Daranatar di Desa Hoder
Perkuat Sinergi TNI dan Umat di Waigete.
Maumere, GardaFlores – Program TMMD Ke-127 yang digelar Kodim 1603/Sikka kembali menunjukkan wajah kolaboratif pembangunan desa. Kali ini, Satgas TMMD melaksanakan pengecatan dalam rangka renovasi Gereja Daranatar yang berlokasi di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Rabu (25/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun Anggaran 2026 yang menyasar pembangunan fisik dan penguatan aspek sosial masyarakat pedesaan. Renovasi rumah ibadah ini menegaskan bahwa pembangunan tidak semata berorientasi pada infrastruktur umum, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual warga.
Proses pengecatan dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat. Prajurit TNI dan warga tampak merapikan dinding gereja, mengaplikasikan cat secara merata, serta memastikan bangunan terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan untuk beribadah. Semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pekerjaan di lapangan.
TMMD Ke-127 Bangun MCK di Desa Werang, Momentum Evaluasi Serius Sanitasi Dasar di Sikka
Komandan Kodim 1603/Sikka selaku Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa renovasi rumah ibadah merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.
“Melalui TMMD, kami ingin hadir secara nyata membantu masyarakat. Renovasi gereja ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi umat dalam melaksanakan ibadah serta semakin mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya.
Renovasi Gereja Daranatar menjadi salah satu sasaran fisik strategis dalam TMMD Ke-127 di wilayah Sikka. Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran TNI melalui TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan jalan, MCK, atau fasilitas umum lainnya, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan spiritual masyarakat desa.
Dengan kolaborasi solid antara TNI, pemerintah daerah, dan warga, proses renovasi ditargetkan selesai tepat waktu sehingga gereja dapat segera dimanfaatkan secara maksimal oleh umat di Desa Hoder. Momentum ini sekaligus mempertegas bahwa pembangunan desa yang progresif harus berjalan seiring antara infrastruktur, nilai kebersamaan, dan penguatan kehidupan beragama masyarakat.»(rel)
SOSBUD
TMMD Ke-127 Bangun MCK di Desa Werang, Momentum Evaluasi Serius Sanitasi Dasar di Sikka
Apakah komitmen menghadirkan sanitasi layak dan berkelanjutan di Sikka akan tetap kokoh setelah program TMMD usai?
Maumere, GardaFlores – Pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) oleh Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1603/Sikka di Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Rabu (25/2/2026), layak diapresiasi sebagai langkah konkret memperkuat sanitasi dasar masyarakat. Namun di balik semangat gotong royong yang ditunjukkan prajurit dan warga, terselip pertanyaan mendasar tentang konsistensi kebijakan sanitasi di daerah.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun Anggaran 2026 memang menyasar pembangunan fisik prioritas, termasuk MCK sebagai fasilitas vital bagi kesehatan publik. Di lapangan, prajurit TNI bersama masyarakat terlihat menggali septic tank, mengaduk semen, hingga menyiapkan material bangunan secara swadaya. Kolaborasi ini kembali menegaskan kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun desa.
Komandan Kodim 1603/Sikka selaku Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Arm Denny Riesta Permana, menyebut pembangunan MCK tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat desa.
Pernyataan itu relevan. Akses sanitasi layak memang menjadi fondasi peningkatan derajat kesehatan, pencegahan penyakit berbasis lingkungan, serta penguatan pola hidup bersih dan sehat. Namun fakta bahwa MCK masih menjadi “sasaran fisik” utama TMMD juga menyingkap realitas yang lebih luas: sanitasi layak di sejumlah wilayah pedesaan Kabupaten Sikka masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Desa Werang bukan satu-satunya wilayah yang menghadapi keterbatasan akses MCK sehat dan sistem pembuangan limbah memadai. Ketika kebutuhan dasar seperti sanitasi masih harus dipercepat melalui intervensi program lintas sektoral, publik wajar mempertanyakan efektivitas dan keberlanjutan program sanitasi pemerintah daerah selama ini.
Apakah pembangunan fasilitas dasar seperti MCK harus selalu menunggu momentum TMMD? Di mana letak konsistensi perencanaan dan penganggaran sanitasi dalam skema pembangunan daerah?
Pembangunan fisik tentu penting. Namun tanpa pendampingan berkelanjutan, edukasi sanitasi, serta pengawasan penggunaan dan perawatan fasilitas, bangunan berisiko menjadi proyek sesaat yang kehilangan fungsi jangka panjang.
TMMD Ke-127 mengirim pesan kuat tentang kolaborasi dan percepatan pembangunan desa. Lebih dari itu, momentum ini semestinya menjadi alarm bagi para pemangku kebijakan agar sanitasi tidak lagi diposisikan sebagai isu musiman, melainkan prioritas permanen dalam agenda pembangunan daerah.
MCK boleh berdiri hari ini. Yang lebih penting, apakah komitmen menghadirkan sanitasi layak dan berkelanjutan di Sikka akan tetap kokoh setelah program TMMD usai?»(rel)
-
HUMANIORA10 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA8 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA7 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM8 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI9 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
-
HUMANIORA12 months agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
