HUKRIM
Misteri Kematian Siswi STN di Sikka Kian Mengguncang: Kepala Disebut Botak dan Jari Terpotong, Keluarga Desak Penjelasan
“Ada dua anggota keluarga yang melihat langsung kondisi jasad sebelum otopsi. Ini fakta penting yang harus dijelaskan secara terbuka.”
MAUMERE, GardaFlores – Kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap STN (14), siswi SMP asal Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terus memantik perhatian publik. Lebih dari dua pekan setelah jasad korban ditemukan, sejumlah fakta yang diungkap keluarga justru menambah tanda tanya dalam kematian tragis remaja tersebut.
Salah satu hal yang paling mengejutkan adalah kondisi kepala korban yang disebut hampir tanpa rambut saat jasadnya pertama kali dilihat keluarga. Selain itu, beberapa jari tangan kanan korban juga diketahui dalam kondisi terpotong.
Kesaksian tersebut disampaikan langsung oleh Aurelia Mariyani alias Yani, mama kecil korban, yang mengaku melihat sendiri kondisi jasad STN sebelum proses otopsi dilakukan di ruang pemulasaran jenazah RSUD dr. TC Hillers Maumere pada Senin, 23 Februari 2026.
“Saya masuk lihat sebelum otopsi. Saya kaget sekali. Kepala anak kami sudah botak dan mengecil. Licin sekali, hanya tersisa satu helai rambut. Padahal rambut Noni panjang sampai lewat bahu,” ungkap Yani kepada wartawan saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Senin (9/3/2026).
Kesaksian tersebut memunculkan pertanyaan serius di kalangan keluarga: ke mana rambut korban menghilang.
Menurut Yani, hingga kini keluarga tidak pernah mendapatkan penjelasan mengenai kondisi tersebut. Bahkan sampai jenazah dimasukkan ke dalam peti dan dimakamkan, rambut korban tidak pernah ditemukan.
“Sampai dimakamkan pun rambutnya tidak ada. Kami masih bertanya-tanya sampai sekarang, sebenarnya apa yang terjadi pada anak ini,” ujarnya dengan nada penuh kesedihan.
Setelah melihat kondisi jasad korban, Yani mengaku tidak sanggup mengikuti proses otopsi karena kondisi psikologisnya sangat terguncang.
“Saya tidak ikut otopsi. Saya hanya kasih dua lembar sarung dan baju untuk dipakaikan kepada korban. Setelah itu saya diminta keluar. Saya benar-benar stres melihat kondisinya,” katanya.
Keluarga menilai kondisi tubuh korban yang mereka saksikan menunjukkan adanya banyak hal yang belum terungkap secara terang. Selain kepala yang hampir tanpa rambut, beberapa bagian tubuh korban juga disebut dalam kondisi sangat mengenaskan.
Hingga hari ke-18 sejak jasad korban ditemukan di Kali Desa Rubit pada Senin, 23 Februari 2026, penyidik Kepolisian Resor Sikka telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah FGR (16) yang diduga sebagai pelaku utama, serta dua anggota keluarganya, SG (44) yang merupakan ayah FGR dan VS (67) yang merupakan kakek FGR.
Kuasa Hukum Desak Polisi Usut Dugaan Pembunuhan Berencana dalam Kasus Tewasnya Siswi STN di Maumere
Korban STN merupakan siswi kelas VIII SMP MBC Ohe yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Jumat, 20 Februari 2026. Tiga hari kemudian, jasadnya ditemukan di aliran kali Desa Rubit dalam kondisi mengenaskan.
Salah satu keluarga korban, Febrianto Beto, menegaskan bahwa kesaksian keluarga mengenai kondisi jasad korban seharusnya menjadi petunjuk penting bagi penyidik dalam mengungkap secara utuh apa yang sebenarnya terjadi.
“Ada dua anggota keluarga yang melihat langsung kondisi jasad sebelum otopsi. Ini fakta penting yang harus dijelaskan secara terbuka,” kata Febri.
Namun hingga kini, berbagai kejanggalan yang ditemukan keluarga masih menyisakan tanda tanya besar. Karena itu, keluarga korban mendesak aparat kepolisian membuka secara transparan seluruh hasil penyidikan, termasuk hasil otopsi, agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Bagi keluarga, kematian STN bukan sekadar perkara kriminal biasa. Peristiwa ini dipandang sebagai tragedi kemanusiaan yang menuntut kebenaran diungkap secara utuh.
Selama berbagai kejanggalan tersebut belum dijelaskan secara terang, misteri kematian siswi berusia 14 tahun ini diyakini akan terus membayangi dan mengguncang rasa keadilan masyarakat di Kabupaten Sikka.»(rel)
HUKRIM
Satpam Gada Pratama Gelombang VIII Mulai Dilatih di Maumere, Fokus Perkuat Profesionalisme
Jenjang dasar yang wajib ditempuh calon Satpam sebelum bertugas secara profesional.
MAUMERE, GardaFlores — Peserta Satuan Pengamanan (Satpam) Kualifikasi Gada Pratama Gelombang VIII Tahun 2026 mulai menjalani pelatihan di Maumere, Selasa (28/4/2026), dengan fokus pada peningkatan disiplin, kemampuan teknis, dan profesionalisme personel keamanan di lingkungan kerja.
Pembukaan resmi berlangsung di Lapangan Apel Polres Sikka pukul 08.00 WITA dan dipimpin Kepala Satuan Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru. Peserta hadir dalam formasi tiga pleton.
Kasi Humas Polres Sikka AIPDA Leonardus Tunga mengatakan program tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas Satpam sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam arahannya, Donatus Paru menegaskan kebutuhan peningkatan kualitas Satpam seiring bertambahnya tantangan keamanan di berbagai sektor usaha dan pelayanan publik.
“Keberadaan Satpam sebagai pengamanan swakarsa merupakan bagian dari implementasi community policing. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan agar kemampuan fisik, mental, dan keterampilan peserta terus meningkat,” katanya.
Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi
Menurut dia, Satpam memegang peran penting dalam sistem keamanan di kawasan perkantoran, pusat perdagangan, perbankan, fasilitas publik, dan lingkungan perusahaan.
Ia juga menyoroti masih adanya kasus personel Satpam menjadi korban saat menjalankan tugas. Karena itu, peserta perlu dibekali kemampuan membaca situasi, kesiapsiagaan, serta respons lapangan yang tepat.
Selain kepada peserta, Donatus meminta perusahaan memberi perhatian serius terhadap sistem pengamanan internal.
“Keamanan bukan sekadar biaya, melainkan investasi untuk mencegah kerugian,” ujarnya.
Pada rangkaian pembukaan, panitia menyematkan tanda peserta dan membacakan janji siswa Satpam sebagai komitmen mengikuti seluruh proses pendidikan.
Program Gada Pratama merupakan jenjang dasar yang wajib ditempuh calon Satpam sebelum bertugas secara profesional sesuai standar kompetensi pengamanan.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki etika pelayanan, kedisiplinan, kemampuan teknis dasar, serta kesiapan menjaga keamanan di lokasi tugas masing-masing.
Rangkaian pembukaan berakhir pukul 08.30 WITA dalam keadaan tertib. Setelah itu, peserta langsung memasuki tahapan pelatihan sesuai kurikulum dan jadwal instruktur.»(rel)
HUKRIM
Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi
Terjadi sejak Agustus 2025 di sebuah kebun milik warga di Desa Baomekot.
MAUMERE, GardaFlores — Aparat kepolisian menyelidiki laporan dugaan tindak pidana perkosaan terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas rungu dan wicara di Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka. Laporan diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada Jumat (24/4/2026).
Kasi Humas Polres Sikka AIPDA Leonardus Tunga, Selasa (28/4/2026), mengatakan perkara tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim.
Berdasarkan laporan, seorang laki-laki berinisial GW diduga melakukan perkosaan terhadap korban berinisial LJ (27), seorang ibu rumah tangga.
Menurut keterangan pelapor, dugaan kekerasan seksual terjadi sejak Agustus 2025 di sebuah kebun milik warga di Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang.
Terlapor disebut diduga melakukan perbuatan tersebut secara berulang saat korban berada di lokasi kebun.
Korban disebut sempat melakukan perlawanan, namun diduga tidak mampu menghindari tindakan pelaku karena perbedaan kekuatan fisik.
Kuasa Hukum Keluarga STN Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dugaan Pembunuhan Anak di Sikka
Dalam laporan itu juga disebutkan korban kemudian diketahui hamil dengan usia kandungan sekitar tujuh bulan.
Seorang saksi berinisial LS (50), yang merupakan pemilik kebun tempat dugaan peristiwa terjadi, turut dicantumkan dalam laporan.
Perkara ini disangkakan melanggar Pasal 473 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait tindak pidana perkosaan.
Penyidik, kata Leonardus, telah menerima laporan, menerbitkan tanda bukti penerimaan, serta mengajukan permintaan visum et repertum sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Hingga Selasa (28/4/2026), penyidik masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk mendalami perkara tersebut. Polisi belum menyampaikan status hukum terlapor.»(rel)
HUKRIM
Kejari Sikka Sebut Audit dan Saksi Luar Daerah Hambat Kasus Dugaan Korupsi Perumda Wair Puan
“Kami tidak ingin proses hukum yang dijalankan justru bermasalah karena kesalahan prosedur.”
MAUMERE, GardaFlores — Kejaksaan Negeri Sikka mengungkap sejumlah kendala teknis dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wair Puan. Hingga Senin (27/4/2026), penyidik belum menetapkan tersangka karena masih menunggu pemenuhan alat bukti, audit kerugian negara, dan pemeriksaan sejumlah saksi.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Sikka Okky Prasetyo Ajie mengatakan penetapan tersangka harus dilakukan sesuai prosedur hukum agar perkara tidak bermasalah di tahap berikutnya.
“Penetapan tersangka tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Harus ada minimal dua alat bukti yang sah agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari,” kata Okky kepada wartawan.
Audit Kerugian Negara Masih Ditunggu
Menurut Okky, salah satu unsur penting dalam perkara korupsi adalah kepastian nilai kerugian negara. Penentuan nilai tersebut, kata dia, bukan kewenangan kejaksaan, melainkan lembaga resmi seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), atau Inspektorat.
Karena itu, proses penyidikan masih menunggu hasil perhitungan resmi sebagai dasar penguatan pembuktian.
Selain audit, penyidik juga membutuhkan keterangan tenaga ahli untuk menilai kesesuaian spesifikasi barang dan jasa dalam proyek yang sedang diperiksa.
Saat ini, Kejari Sikka masih menunggu ketersediaan ahli guna memberikan penjelasan teknis terkait proyek dimaksud.
GMNI Sikka Desak Kejari Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Perumda Wair Pu’an ke Penyidikan
Saksi di Luar NTT Belum Diperiksa Optimal
Kendala lain yang dihadapi penyidik adalah keberadaan sejumlah saksi penting yang berdomisili di luar wilayah Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut disebut mempengaruhi percepatan pemeriksaan.
“Terdapat saksi yang berada di luar NTT, sehingga menyulitkan proses pemanggilan. Jika tidak kooperatif, kami akan mempertimbangkan langkah pemanggilan paksa,” ujar Okky.
Ia menambahkan, keterangan para saksi dibutuhkan untuk mendalami unsur niat jahat (mens rea) serta kewenangan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara.
“Kami tidak ingin proses hukum yang dijalankan justru bermasalah karena kesalahan prosedur,” katanya.
Sekitar 20 Saksi Sudah Dimintai Keterangan
Dalam perkembangan penyidikan, Kejari Sikka menyebut telah memeriksa sekitar 20 orang saksi dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas internal Perumda Wair Puan, pihak swasta sebagai rekanan proyek, serta pegawai instansi terkait.
“Sekitar 20 orang sudah diperiksa. Untuk nama-nama tidak kami sampaikan, namun tentu sudah diketahui oleh rekan-rekan media,” kata Okky.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dana penyertaan modal sebesar Rp6,7 miliar dalam Program Hibah Air Minum Perkotaan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Tahun Anggaran 2020.
Penyidik belum mengungkap identitas pihak yang berpotensi bertanggung jawab, namun menyatakan pemeriksaan difokuskan pada pihak yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Hingga kini, Kejari Sikka menyatakan proses penyidikan masih berjalan dan masyarakat diminta menunggu perkembangan resmi berikutnya.»(rel)
-
HUMANIORA10 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA9 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI9 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
-
HUMANIORA1 year agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan

Pingback: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pelajar di Sikka Molor, Massa Padati TKP Rubit - Garda Flores %
Pingback: Kasus Kematian Siswi SMP di Sikka: Autopsi dan Pemeriksaan Psikiater Disorot di Tengah Penyidikan Tiga Tersangka - Garda Flores %