EKONOMI
TNI Turun ke Sawah, TMMD Ke-127 Kodim 1603/Sikka Tanam Padi di Magepanda: Solusi Sementara atau Strategi Berkelanjutan?
Bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Maumere, GardaFlores – Personel Satgas TMMD Ke-127 dari Kodim 1603/Sikka turun langsung ke sawah bersama warga Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Senin (23/02/2026). Kegiatan tanam padi ini diklaim sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas TNI AD.
Di tengah ancaman krisis pangan global dan fluktuasi harga beras yang kerap menghantui masyarakat kecil, keterlibatan TNI dalam sektor pertanian menjadi langkah strategis. Namun, pertanyaannya: apakah ini gerakan formalitas musiman, atau benar-benar menjadi solusi jangka panjang bagi petani?
Tanam Padi, Tanam Harapan
Personel Satgas TMMD tampak bahu-membahu bersama petani mengolah lahan, mencabut bibit, hingga menanam secara tradisional di petakan sawah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) yang selama ini dikenal fokus pada pembangunan infrastruktur.
Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han, menegaskan bahwa keterlibatan TNI bukan sekadar formalitas.
“Program ketahanan pangan ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami ingin masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut tentu menjadi harapan baru, terutama bagi petani Magepanda yang selama ini masih bergantung pada pola tanam tradisional dengan keterbatasan alat dan irigasi.
Tantangan Nyata di Lapangan
Magepanda bukan tanpa persoalan. Petani setempat kerap menghadapi kendala distribusi pupuk, irigasi yang belum maksimal, hingga fluktuasi harga gabah saat panen. Jika intervensi hanya sebatas pada proses tanam tanpa diikuti pendampingan pascapanen dan akses pasar, maka dampaknya bisa jadi tidak signifikan.
Di sinilah pentingnya kesinambungan program. Ketahanan pangan tidak cukup dibangun lewat satu musim tanam. Ia membutuhkan sistem yang terintegrasi: irigasi yang baik, akses pupuk terjamin, pelatihan teknologi pertanian, hingga kepastian harga.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
TMMD selama ini identik dengan pembangunan jalan dan fasilitas umum. Namun di Magepanda, pendekatan ekonomi produktif mulai digarap. Jika serius dikawal, langkah ini bisa menjadi fondasi penguatan ekonomi desa.
Kehadiran Satgas TMMD Ke-127 di Magepanda menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat. Lebih dari itu, masyarakat tentu menanti hasil nyata: peningkatan produksi, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani yang benar-benar membaik.
Apakah gerakan ini akan menjadi model berkelanjutan bagi desa-desa lain di Kabupaten Sikka? Waktu dan konsistensi kebijakan yang akan menjawab.»(rel)
EKONOMI
Wabup Sikka Resmikan Kantor Cabang Nangablo, Kopdit Pintu Air Catat 2.468 Anggota di Wilayah Layanan
Kopdit Pintu Air telah memiliki 86 kantor cabang dengan total aset lebih dari Rp2 triliun.
MAUMERE, GardaFlores — Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, meresmikan gedung kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Nangablo di Desa Nangablo, Kecamatan Nita, Rabu (15/4/2026), menandai penguatan layanan koperasi tersebut setelah empat tahun beroperasi di wilayah setempat.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati, usai rangkaian misa syukur yang dipimpin Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu. Kegiatan dihadiri jajaran pengurus, manajemen koperasi, tokoh masyarakat, dan anggota.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi menekankan pentingnya pemanfaatan layanan koperasi untuk kegiatan produktif yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Pinjaman harus digunakan untuk usaha, sehingga mampu mengangsur dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia juga mendorong koperasi untuk memperkuat program pemberdayaan, termasuk pengolahan hasil pascapanen, serta meningkatkan edukasi kewirausahaan bagi anggota dan masyarakat.
Perluas Layanan, KSP Kopdit Pintu Air Resmikan Kantor Cabang Nangablo di Nita
Sementara itu, General Manager Kopdit Pintu Air, Gabriel Pito Sorowutun, menyampaikan Cabang Nangablo saat ini melayani 2.468 anggota di wilayah tersebut. Ia menyebut pertumbuhan tersebut menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
“Terima kasih atas kesetiaan seluruh anggota yang terus berjalan bersama Kopdit Pintu Air hingga hari ini,” katanya.
Secara nasional, lanjutnya, Kopdit Pintu Air telah memiliki 86 kantor cabang dengan total aset lebih dari Rp2 triliun.
Peresmian kantor cabang ini merupakan bagian dari perluasan jaringan layanan koperasi untuk mendekatkan akses keuangan kepada anggota di tingkat desa.
Belum ada keterangan terkait nilai pembangunan gedung maupun target ekspansi lanjutan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Kantor Cabang Nangablo mulai beroperasi penuh sebagai pusat layanan anggota, dengan fokus pada pembiayaan usaha produktif dan penguatan program pemberdayaan ekonomi lokal.»(rel)
EKONOMI
Perluas Layanan, KSP Kopdit Pintu Air Resmikan Kantor Cabang Nangablo di Nita
“Kantor ini bukan hanya bangunan. Ini adalah pintu harapan. Di sini, orang kecil tidak boleh merasa kecil.”
MAUMERE, GardaFlores — KSP Kopdit Pintu Air meresmikan gedung baru Kantor Cabang Nangablo di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/4/2026), sebagai bagian dari ekspansi layanan untuk memperluas akses keuangan masyarakat.
Acara dihadiri pengurus koperasi, anggota, serta undangan lainnya. Pengguntingan pita dilakukan oleh Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, didampingi Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, sebelum misa syukur dilaksanakan.
Dalam khotbahnya, Uskup Ewald menegaskan bahwa kehadiran gedung baru ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan buah dari pertumbuhan kepercayaan anggota yang terus meningkat.
“Di tanah Sikka ini, ketika jumlah anggota terus bertambah, lahirlah keberanian untuk membangun. Apa yang dulu kecil, hari ini menjadi nyata,” tegasnya.
Ia menekankan, kantor baru tersebut harus menjadi ruang pelayanan yang manusiawi dan berpihak pada masyarakat kecil. Menurutnya, koperasi tidak boleh berhenti pada urusan administratif, tetapi harus menghadirkan kasih yang nyata.
“Kantor ini bukan hanya bangunan. Ini adalah pintu harapan. Di sini, orang kecil tidak boleh merasa kecil. Mereka harus menemukan kekuatan baru dan tangan yang mau membantu dengan tulus,” ujarnya.
Bupati Sikka Dorong Kopdit Pintu Air Bangun Holding Company, Aset Tembus Rp2,62 Triliun
Lebih jauh, Uskup Ewald mengingatkan bahwa KSP Kopdit Pintu Air adalah milik bersama, bukan segelintir orang. Semangat solidaritas, menurutnya, harus terus dijaga agar yang kuat mampu merangkul yang lemah.
“Koperasi ini adalah rumah bersama. Tempat di mana kebersamaan menjadi kekuatan untuk membangun hidup yang lebih sejahtera,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk tidak melupakan akar sejarah koperasi tersebut, yang bermula dari sekitar 50 orang dengan mimpi sederhana, namun kini telah berkembang menjadi gerakan besar yang menjangkau ratusan ribu anggota.
“Semua ini bukan kebetulan. Ini adalah buah dari kesetiaan—kesetiaan untuk terus melayani, bahkan ketika tantangan datang,” ungkapnya.
Dalam refleksi iman, Uskup Ewald mengaitkan perjalanan koperasi dengan kisah para rasul yang tetap setia mewartakan kebenaran meski menghadapi tekanan dan ancaman.
“Kesetiaan adalah kunci. Hidup tidak selalu mudah, tetapi kejujuran dan ketulusan tidak boleh ditinggalkan,” pesannya.
Peresmian gedung ini menjadi penanda penting bahwa KSP Kopdit Pintu Air terus bertumbuh sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Flores, sekaligus memperkuat harapan baru bagi masyarakat kecil untuk bangkit dan mandiri.»(rel)
EKONOMI
Galian C Kali Nangamboa untuk Proyek Jalan di Ende Diklaim Berizin Desa, Gunakan Skema Kesepakatan Fasilitas Umum
“Kami merasa terbantu dengan dukungan ini.”
ENDE, GardaFlores — Aktivitas galian C di Kali Nangamboa, Desa Tendaondo, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, yang dilakukan CV Dharma Bakti Persada, diklaim telah memperoleh persetujuan dari pemerintah desa dan pemilik lahan untuk mendukung proyek Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) ruas Nangamboa–Waturiti, Selasa (14/4/2026).
Kepala Desa Tendaondo, Petrus Ta, menyatakan persetujuan tersebut diberikan melalui kesepakatan antara pemerintah desa, pemilik lahan, dan pihak perusahaan.
“Pengambilan material galian C di kali itu atas izin saya selaku kepala desa dan pemilik lahan, dengan syarat perusahaan membantu pembangunan Kapela Malasera dan fasilitas umum lainnya,” ujarnya.
Material berupa batu, pasir, dan kerikil dari lokasi tersebut digunakan untuk pekerjaan jalan, serta sebagian dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan fasilitas umum di desa. Kesepakatan disebut mencakup dukungan material untuk Kapela Malasera di wilayah Paroki Nangaroro, lapangan sepak bola, dan infrastruktur desa lainnya.
Proyek Jalan Rp14,3 M di Ende Disorot, Dugaan Tambang Ilegal dan Celah Pengawasan Mengemuka
Pemerintah desa menyatakan aktivitas tersebut mendapat dukungan masyarakat karena dinilai berdampak langsung pada pembangunan lokal dan kelancaran proyek jalan.
“Pemerintah dan masyarakat mendukung karena proyek ini penting dan diharapkan selesai tepat waktu,” kata Petrus.
Dukungan juga disampaikan Pastor Paroki Nangaroro, Romo Klemens Soa. Ia menilai peningkatan infrastruktur jalan berpengaruh terhadap distribusi hasil pertanian warga.
“Selama ini warga mengalami kesulitan memasarkan hasil komoditas karena akses transportasi terbatas. Proyek ini sangat membantu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan proyek oleh pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT dan Satuan Kerja PJN Wilayah NTT. Selain itu, kontraktor disebut turut membantu penyediaan material untuk pembangunan Kapela Malasera yang sebelumnya bergantung pada swadaya masyarakat.
“Kami merasa terbantu dengan dukungan ini,” kata Romo Klemens.
Aktivitas galian C masih berlangsung untuk mendukung proyek jalan. Klarifikasi mengenai perizinan pada tingkat pemerintah daerah dan kepatuhan terhadap regulasi pertambangan menjadi aspek yang masih menunggu penjelasan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah kabupaten maupun instansi berwenang terkait status perizinan galian C di tingkat daerah, yang secara regulasi umumnya memerlukan izin usaha pertambangan mineral bukan logam dan batuan.»(rel)
-
HUMANIORA10 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA9 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA7 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM8 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
HUMANIORA1 year agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
-
OPINI9 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Jalan TMMD di Werang Hampir Tuntas, Kurang 400 Meter Lagi - Garda Flores %