PENKES
Wabup Sikka Bongkar Krisis Dokter Anestesi: “Di Sikka, Jari Lebih Tajam dari Silet”
Simon tak menutupi kegelisahan pemerintah daerah atas derasnya hujatan publik terhadap sektor kesehatan.
Maumere, GardaFlores — Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Puskesmas Kangae, Jumat (14/11/2025), menjadi panggung evaluasi keras atas carut-marut layanan kesehatan di Kabupaten Sikka. Di hadapan tenaga kesehatan dan masyarakat, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi membeberkan fakta getir: RSUD TC Hillers sempat lumpuh tanpa dokter anestesi, sementara kritik publik justru lebih tajam daripada solusi.
Dengan tema nasional : Generasi Sehat, Masa Depan Hebat, Simon menegaskan bahwa visi besar itu sulit tercapai jika infrastruktur dan tenaga medis sangat timpang. “Usia harapan hidup kita 74,29 tahun. Kesehatan adalah investasi paling berharga bagi masa depan Nian Tana Sikka,” tegasnya.
Krisis Dokter Anestesi Nyaris Lumpuhkan Layanan RSUD TC Hillers
Simon memaparkan kondisi awal pemerintahannya yang dinilai mencengangkan. Dua dokter anestesi RS TC Hillers mundur berturut-turut; satu pada 1 Desember 2024, lainnya 1 Maret 2025. Sikka pun masuk masa darurat.
“Saat kami dilantik, beberapa Puskesmas dan RS TC Hillers tidak punya dokter. Kami sampai mendatangkan dokter dari kabupaten tetangga,” ungkapnya.
Upaya mendatangkan dokter melalui Program PGDS pada Juli 2025 hanya bertahan lima bulan. Dokter tersebut lantas pergi setelah lolos ASN PPPK di Kejaksaan Agung.

Ironisnya, baru pada 1 November 2025 dokter pengganti—dr. Ari Rudi—baru masuk menggantikan dokter Yoga yang juga lulus PPPK.
Situasi makin pelik ketika dokter-dokter di NTT mengikuti konvensi nasional. “Hampir satu NTT nihil dokter anestesi. Hanya ada satu dokter residen di Larantuka,” beber Simon.
Sindiran Pedas: “Di Sikka, Jari Lebih Tajam dari Silet”
Simon tak menutupi kegelisahan pemerintah daerah atas derasnya hujatan publik terhadap sektor kesehatan.
“Flores Timur tiga tahun tanpa dokter anestesi, tapi gejolaknya tidak sehebat Sikka. Di Sikka, jari lebih tajam dari silet,” sindirnya, menyasar budaya kritik warganet Sikka yang kerap tanpa solusi.
Pernyataan itu memantik pertanyaan besar: apakah komunikasi pemerintah selama ini buruk, atau masyarakat memang sudah terlalu jengah dengan lambatnya pembenahan kesehatan?
Pemda Sikka Bangun Komunikasi dengan UGM
Dalam kondisi krisis tersebut, Pemda Sikka membuka kanal kerja sama dengan Fakultas Kedokteran UGM.
Menurut Simon, setelah komunikasi intensif, tim visitasi UGM hadir pekan lalu dan berkomitmen mengirim dokter anestesi residen serta dokter Obgyn.
Kabar lain yang lebih strategis UGM membuka peluang bagi putra-putri Nian Tana Sikka yang ingin mengambil spesialis.
“Pemerintah tidak akan menghambat dokter yang ingin lanjut spesialis,” tegas Simon.
Insentif Naik, Tapi Dokter Umum Diminta Tidak Cemburu
Simon menegaskan bahwa dokter spesialis akan mendapat tambahan insentif pada 2026 dari Kementerian Kesehatan, diikuti kebijakan Pemkab Sikka menaikkan insentif dokter spesialis.
Namun ia buru-buru memberi pesan,“Dokter umum jangan cemburu, ini kebijakan pusat,” katanya.

Untuk dokter umum, Pemkab Sikka telah berupaya meminta diskresi agar daerah bisa mengangkat sendiri dokter, namun terganjal regulasi pemerintah pusat. Satu-satunya jalan adalah mempercepat status BLUD Puskesmas agar bisa merekrut tenaga medis secara mandiri.
Di tengah krisis tenaga kesehatan, Sikka ikut terpukul oleh kebijakan efisiensi transfer pusat.
“Transfer keuangan daerah kita dipotong Rp120 miliar. Tahun 2026, hanya Puskesmas Boganatar yang dapat DAK sekitar Rp11 miliar,” jelasnya.
Situasi ini membuat perbaikan infrastruktur dan sarpras Puskesmas lainnya terancam mandek.
Ketua DPRD Sikka Soroti Krisis Tenaga Kesehatan dan Desak Pemerintah Perkuat Sistem Kesehatan Daerah
Meski demikian, Simon memastikan pemerintah tidak akan menyerah,“Kami terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan dukungan dana.”
Krisis dokter anestesi di Sikka bukan sekadar masalah teknis, melainkan cermin kegagalan tata kelola kesehatan bertahun-tahun: ketergantungan pada sedikit tenaga ahli, minim skema retensi, dan rekrutmen yang tidak adaptif.
Kini, dengan upaya mengejar ketertinggalan melalui kerja sama UGM dan kenaikan insentif, publik berhak bertanya: Akankah ini menjadi titik balik, atau sekadar tambal sulam yang akan kembali bocor dalam satu-dua tahun ke depan?»(rel)
PENKES
Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II tentang bahaya judi online, perundungan, dan narkoba saat apel bendera di sekolah tersebut, Senin (19/10/2026).
MAUMERE, GardaFlores — Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II di Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, agar menjauhi judi online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta pelajar menggunakan internet dan media sosial secara bertanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Bambang saat memimpin apel bendera di SMA John Paul II, Senin (19/10/2026) 07.15 Wita.
Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah
Dalam arahannya, Bambang meminta siswa memahami aturan hukum dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan sebelum mengambil keputusan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya judi online yang menawarkan keuntungan cepat, tetapi dapat merugikan pemain dan keluarganya.
Kapolres juga menekankan kedisiplinan, ketekunan belajar, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Ia mengajak siswa menghindari perilaku yang dapat mengganggu lingkungan sekolah maupun merugikan masa depan mereka.

“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berprestasi, disiplin, dan taat hukum. Manfaatkan waktu untuk belajar dan mengembangkan potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Bambang kepada para siswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, dan Kaurmintu Aipda Ridwan.»(rel)
PENKES
Bupati Sikka Dorong Turnamen Desa Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi
Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita didorong menjadi ruang seleksi dan pembinaan atlet. Pemain terbaik akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mendorong turnamen bola voli antar desa di Kecamatan Nita tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menemukan dan membina atlet berprestasi.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales saat menutup Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.
“Turnamen di tingkat desa dan kecamatan harus menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat berkembang dan membawa nama baik Kecamatan Nita serta Kabupaten Sikka,” demikian pesan Bupati.
Bupati juga menekankan pembinaan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.
Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton
Dalam kesempatan tersebut, Very Awales mewakili Bupati Sikka menyerahkan bantuan pribadi Rp5 juta untuk mendukung pembinaan bola voli di Kecamatan Nita.
“Anak-anak muda di desa memiliki potensi yang besar. Pemerintah harus hadir memberikan ruang, kesempatan dan dukungan agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai bakat, tetapi berkembang menjadi prestasi,” ujar Very.
Very juga menyampaikan Turnamen Bola Voli Bupati Sikka Cup II akan segera digelar di Maumere. Turnamen itu menjadi kesempatan bagi pemain terbaik dari berbagai kecamatan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan.
Camat Nita Herpianus Nong Lalang mengatakan turnamen antar desa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi pemain yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.
Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure
“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menyeleksi pemain-pemain terbaik dari desa-desa di Kecamatan Nita,” katanya.
Partai puncak mempertemukan Desa Tebuk dan Desa Bloro. Sementara perebutan tempat ketiga mempertemukan Nita Kloang A dan Nita Kloang B.
Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sikka Antonius Tanjung, para kepala desa, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Nita, Ketua TP PKK Kecamatan Nita, panitia pelaksana, pengurus PBVSI Kabupaten Sikka, serta masyarakat dan undangan lainnya.»(rel)
PENKES
Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal ke Perpusda Frans Seda
Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah buku karya penulis lokal kepada Perpusda Frans Seda. Koleksi tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales.
MAUMERE, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat (2/10/2026).
Buku-buku tersebut diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Ketua DPRD Sikka.
Stefanus mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Koleksi itu diharapkan dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka.
“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” kata Stefanus.
Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka
Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Kabupaten Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Menurutnya, buku yang disumbangkan ke perpustakaan dapat memperluas manfaat bacaan kepada masyarakat.
“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ujar Nong Yonson.
Nong Yonson berharap donasi buku terus berkembang dan perpustakaan dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, belajar, penelitian, hingga menghasilkan karya.
Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan buku-buku itu akan memperkaya bahan bacaan dan referensi di Perpusda Frans Seda.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” katanya.
Very mengatakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.
Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan pihak lainnya menyumbangkan buku, termasuk buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan bahan bacaan lain yang relevan.
“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika berbagai elemen ikut menyumbangkan buku dan gagasan, kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
