PENKES
STIKES Sta. Elisabeth Wisudakan 73 Ahli Madya Kesehatan
Maumere, GardaFlores — Sebanyak 73 ahli madya keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Sta. Elisabeth Keuskupan Maumere diwisuda pada Sabtu (22/11/2025) pagi. Inilah wisuda perdana setelah lembaga ini bertransformasi dari akademi ke sekolah tinggi. Wisuda perdana ini mungkin terlihat sebagai seremoni akademik biasa. Namun bagi Kabupaten Sikka—yang selama bertahun-tahun bergulat dengan kekurangan tenaga kesehatan, terutama perawat terlatih, menjadi momentum simbolik yang membawa harapan sekaligus pekerjaan rumah besar.
Mengawali sambutan, Ketua STIKES Sta. Elisabeth, Maria Kornelia Ringgi Kuwa mengatakan menaruh harapan besar pada wisudawan perdana ini.
“Menjadi angkatan perdana bukan hadiah, melainkan mandat. Kalian adalah warisan pertama yang kami titipkan kepada masyarakat. Jadi hiduplah dengan bangga dan rendah hati,” kata Maria.
Sementara itu, di hadapan para wisudawan dan orang tua, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi menyebut momen perdana tersebut sebagai “monumen pencapaian”. Sebuah frasa yang menggambarkan betapa panjang perjalanan lembaga pendidikan kesehatan di daerah ini untuk akhirnya mampu melepas lulusan pertama.
Bupati Sikka Kukuhkan Tiga Kepala Desa PAW Periode 2019–2027
“Wisuda perdana ini bukti komitmen dan kerja keras semua pihak dalam mencetak tenaga kesehatan profesional,” ujar Wabup Simon.
Di balik pujiannya, terselip realitas: Sikka masih berjuang memenuhi standar ideal rasio tenaga kesehatan di pusat maupun daerah terpencil. Dalam kondisi geografis kepulauan, dimana akses menuju layanan kesehatan sering kali menjadi perjuangan tersendiri, kehadiran perawat profesional bukan lagi kebutuhan, tetapi keharusan.
Pionir dalam Sistem yang Masih Berbenah
Lulusan perdana ini disebut sebagai pionir. Mereka mengenakan toga yang melambangkan kelulusan, tetapi juga memikul beban ekspektasi banyak pihak—mulai dari kampus, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang berharap pelayanan kesehatan bisa lebih manusiawi, adaptif, dan merata.
“Perlu diingat, obat pertama untuk pasien adalah senyum dari perawatnya,” kata Wabup Simon, mengutip filosofi komunikasi terapeutik.
Pernyataan ini menyentil satu persoalan klasik bahwa di tengah keterbatasan fasilitas medis, sentuhan kemanusiaan sering kali menjadi elemen yang hilang. Idealnya, pembentukan karakter perawat tidak berhenti di ruang kuliah; ia diuji di lapangan, ketika mereka menghadapi pasien yang takut, frustrasi, atau kerap tak mendapat pelayanan memadai.
Tiga Pesan, Tiga Tantangan
Pesan Wabup Simon kepada para lulusan—Terus Belajar, Layani dengan Hati, dan Jadilah Agen Perubahan—pada dasarnya adalah tiga tantangan besar bagi dunia keperawatan lokal.

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi memberi sambutan dalam acara wisuda bagi ahli madya kesehatan STIKES Sta. Elisabeth. (IST)
Terus Belajar: Di tengah perkembangan teknologi kesehatan, belajar berkelanjutan adalah keniscayaan. Namun tanpa dukungan fasilitas, kesempatan pelatihan, dan kebijakan pemerintah yang jelas, ajakan ini bisa berhenti pada slogan.
Layani dengan Hati: Pelayanan dengan hati membutuhkan tenaga kesehatan dengan kesejahteraan yang layak. Realitasnya, banyak tenaga kesehatan honorer di daerah masih bekerja dengan status tidak tetap dan insentif minim.
Jadi Agen Perubahan Kesehatan: Agen perubahan membutuhkan ruang gerak. Pertanyaannya: apakah sistem kesehatan di daerah sudah cukup inklusif untuk menerima perubahan yang dibawa tenaga muda?
Komitmen Pemda: Harapan atau Formalitas?
Menutup sambutannya, Wabup Simon menegaskan komitmen Pemkab Sikka dalam meningkatkan kualitas SDM kesehatan. Pernyataan ini penting, namun masyarakat menunggu implementasinya; penempatan tenaga kesehatan ke wilayah terpencil, penguatan puskesmas, hingga pembenahan layanan rujukan.
Apalagi, selama beberapa tahun terakhir, Sikka mengalami kekurangan tenaga medis, termasuk dokter spesialis dan tenaga keperawatan terampil. Wisuda perdana ini membuka peluang, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada keberlanjutan kebijakan.
Penanda Awal, Bukan Akhir
Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Pengurus Yayasan Santo Lukas, dan pimpinan STIKES Sta. Elisabeth. Hadirnya para pemangku kepentingan mempertegas bahwa pendidikan kesehatan adalah urusan bersama, bukan semata kampus.
Wisuda perdana ini mungkin menandai sebuah bab baru. Tetapi setiap bab baru selalu membawa pertanyaan: Apakah lulusan ini akan mendapat ruang untuk bekerja, berkembang, dan benar-benar menjadi agen perubahan yang diharapkan? Atau mereka akan kembali menjadi saksi dari sistem kesehatan yang masih mencari bentuk?
Pada akhirnya, wisuda bukanlah akhir perjalanan. Ia adalah pintu masuk menuju kenyataan dimana dunia kesehatan Sikka yang membutuhkan lebih dari sekadar seremoni—tetapi komitmen nyata, kebijakan konsisten, dan kesediaan untuk terus berbenah.»(rel)
PENKES
Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II tentang bahaya judi online, perundungan, dan narkoba saat apel bendera di sekolah tersebut, Senin (19/10/2026).
MAUMERE, GardaFlores — Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II di Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, agar menjauhi judi online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta pelajar menggunakan internet dan media sosial secara bertanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Bambang saat memimpin apel bendera di SMA John Paul II, Senin (19/10/2026) 07.15 Wita.
Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah
Dalam arahannya, Bambang meminta siswa memahami aturan hukum dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan sebelum mengambil keputusan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya judi online yang menawarkan keuntungan cepat, tetapi dapat merugikan pemain dan keluarganya.
Kapolres juga menekankan kedisiplinan, ketekunan belajar, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Ia mengajak siswa menghindari perilaku yang dapat mengganggu lingkungan sekolah maupun merugikan masa depan mereka.

“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berprestasi, disiplin, dan taat hukum. Manfaatkan waktu untuk belajar dan mengembangkan potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Bambang kepada para siswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, dan Kaurmintu Aipda Ridwan.»(rel)
PENKES
Bupati Sikka Dorong Turnamen Desa Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi
Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita didorong menjadi ruang seleksi dan pembinaan atlet. Pemain terbaik akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mendorong turnamen bola voli antar desa di Kecamatan Nita tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menemukan dan membina atlet berprestasi.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales saat menutup Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.
“Turnamen di tingkat desa dan kecamatan harus menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat berkembang dan membawa nama baik Kecamatan Nita serta Kabupaten Sikka,” demikian pesan Bupati.
Bupati juga menekankan pembinaan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.
Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton
Dalam kesempatan tersebut, Very Awales mewakili Bupati Sikka menyerahkan bantuan pribadi Rp5 juta untuk mendukung pembinaan bola voli di Kecamatan Nita.
“Anak-anak muda di desa memiliki potensi yang besar. Pemerintah harus hadir memberikan ruang, kesempatan dan dukungan agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai bakat, tetapi berkembang menjadi prestasi,” ujar Very.
Very juga menyampaikan Turnamen Bola Voli Bupati Sikka Cup II akan segera digelar di Maumere. Turnamen itu menjadi kesempatan bagi pemain terbaik dari berbagai kecamatan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan.
Camat Nita Herpianus Nong Lalang mengatakan turnamen antar desa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi pemain yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.
Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure
“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menyeleksi pemain-pemain terbaik dari desa-desa di Kecamatan Nita,” katanya.
Partai puncak mempertemukan Desa Tebuk dan Desa Bloro. Sementara perebutan tempat ketiga mempertemukan Nita Kloang A dan Nita Kloang B.
Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sikka Antonius Tanjung, para kepala desa, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Nita, Ketua TP PKK Kecamatan Nita, panitia pelaksana, pengurus PBVSI Kabupaten Sikka, serta masyarakat dan undangan lainnya.»(rel)
PENKES
Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal ke Perpusda Frans Seda
Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah buku karya penulis lokal kepada Perpusda Frans Seda. Koleksi tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales.
MAUMERE, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat (2/10/2026).
Buku-buku tersebut diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Ketua DPRD Sikka.
Stefanus mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Koleksi itu diharapkan dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka.
“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” kata Stefanus.
Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka
Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Kabupaten Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Menurutnya, buku yang disumbangkan ke perpustakaan dapat memperluas manfaat bacaan kepada masyarakat.
“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ujar Nong Yonson.
Nong Yonson berharap donasi buku terus berkembang dan perpustakaan dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, belajar, penelitian, hingga menghasilkan karya.
Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan buku-buku itu akan memperkaya bahan bacaan dan referensi di Perpusda Frans Seda.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” katanya.
Very mengatakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.
Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan pihak lainnya menyumbangkan buku, termasuk buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan bahan bacaan lain yang relevan.
“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika berbagai elemen ikut menyumbangkan buku dan gagasan, kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
