Connect with us

PENKES

Disarpus Sikka Titipkan Buku ke SDK Natawatu Bola, Sekolah Dasar di Desa Watu Krus Didorong Masuk Arus Literasi Berkualitas

Buku-buku yang dititipkan nantinya akan diperbarui secara berkala.

Published

on

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales di antara siswa dan guru SDK 082 Natawatu, Desa Watu Krus, Kecamatan Bola. FOTO: IST

Maumere, GardaFlores – Di tengah keterbatasan buku yang masih menghantui sekolah-sekolah dasar di wilayah pedesaan Sikka, Pemerintah Kabupaten Sikka mulai mengambil langkah nyata. Melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus), pemerintah daerah menyiapkan program penitipan buku perpustakaan untuk SDK 082 Natawatu, Desa Watu Krus, Kecamatan Bola, sebagai upaya membuka akses bacaan bermutu bagi anak-anak di wilayah pinggiran.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan minat baca serta kualitas literasi di lingkungan sekolah dasar.

“Kami akan membuat kesepakatan bersama antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka dengan pihak Yayasan Pendidikan Umat Katolik (Sanpukat) Kabupaten Sikka, sehingga buku-buku bisa kami titipkan secara resmi di perpustakaan sekolah,” ujar Very Awales kepada media di Maumere, Kamis (12/2/2026).

Disarpus Sikka Bawa Perpustakaan ke Lapas Maumere, Buka Akses Literasi bagi Warga Binaan

Menurutnya, buku-buku yang dititipkan nantinya akan diperbarui secara berkala, baik setiap bulan maupun setiap tiga bulan sekali, sesuai hasil kesepakatan bersama. Pembaruan tersebut bertujuan agar koleksi bacaan di perpustakaan sekolah tetap variatif dan relevan dengan kebutuhan siswa.

Very mengakui, hampir semua sekolah saat ini mengalami keterbatasan buku, terutama buku kurikulum terbaru serta bahan bacaan penunjang yang sudah lama digunakan. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi minat siswa untuk berkunjung dan membaca di perpustakaan.

“Karena itu, perlu adanya penambahan dan pembaruan koleksi buku agar dapat meningkatkan gairah anak-anak untuk datang dan membaca di perpustakaan sekolah mereka,” jelasnya.

Mahasiswa IFTK Ledalero Bangun Website Perpustakaan Frans Seda, Sikka Resmi Masuk Era Layanan Literasi Digital

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pembahasan khusus bersama Yayasan Sanpukat, khususnya untuk sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan tersebut, agar program penitipan buku dapat berjalan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SDK 082 Natawatu, Maria Marice, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari Disarpus Kabupaten Sikka.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini. Kehadiran dan perhatian dari Disarpus tentu menjadi semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan budaya literasi di sekolah,” ungkap Maria Marice.

DISARPUS Bergerak Antar Buku untuk Lansia, Difabel, dan Pasien Rumah Sakit

Ia berharap kerja sama tersebut dapat segera direalisasikan sehingga para siswa memiliki akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan yang bermutu dan menarik.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Tim dari Bidang Pengelolaan Perpustakaan Kabupaten Sikka, yakni Ibu Lina, Ibu Kinta, dan Pak Lipus, bersama para guru dan tenaga kependidikan SDK 082 Natawatu.

Program penitipan buku ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat gerakan literasi sekolah serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih kaya akan sumber bacaan bagi generasi muda di Kabupaten Sikka.»(rel)

PENKES

Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan

SDI Iligetang menilai pemulihan psikologis siswa pascagempa membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Guru juga diminta memperhatikan kondisi emosional dan perubahan perilaku anak selama proses belajar kembali berjalan.

Published

on

Siswa SDI Iligetang mengikuti kegiatan trauma healing bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan tim sebagai bagian dari pemulihan psikologis anak-anak pascagempa.

MAUMERE, GardaFlores Pemulihan kondisi psikologis siswa pascagempa menjadi perhatian SDI Iligetang, Kabupaten Sikka. Pihak sekolah menilai pendampingan bagi anak-anak perlu dilakukan secara berkelanjutan agar rasa takut dan kecemasan setelah gempa tidak mengganggu proses belajar.

Wakil Kepala SDI Iligetang, Maria Yuldensia Kila, mengatakan anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka kembali merasa aman setelah mengalami bencana.

Hal itu disampaikan setelah kegiatan trauma healing yang diikuti para siswa bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan tim di SDI Iligetang, Senin (31/8/2026).

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat,” ujar Maria.

Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Tetap Bertugas di Tengah Pascagempa

Menurut Maria, dampak gempa terhadap anak-anak tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik yang terjadi di lingkungan mereka. Pengalaman menghadapi guncangan dan situasi darurat juga dapat memengaruhi kondisi emosional siswa.

Karena itu, sekolah membutuhkan dukungan dalam mendampingi anak-anak selama proses pemulihan.

“Anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka merasa aman dan diperhatikan. Kehadiran Bapak Bupati bersama tim memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mendampingi anak-anak,” katanya.

Maria mengatakan sekolah memiliki peran penting setelah kegiatan belajar mengajar kembali dimulai. Guru tidak hanya bertugas melanjutkan pembelajaran, tetapi juga perlu memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi emosional siswa setelah bencana.

Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa

Menurutnya, proses pemulihan psikologis anak tidak dapat diselesaikan dalam satu kegiatan.

“Kami berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Anak-anak membutuhkan proses untuk benar-benar kembali pulih dan siap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” ujarnya.

Kegiatan trauma healing di SDI Iligetang menjadi bagian dari penanganan pascagempa yang juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap kelompok masyarakat terdampak.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sebelumnya turun langsung berinteraksi dengan para siswa untuk membantu menciptakan suasana yang lebih santai dan mengurangi rasa takut setelah gempa.

Bagi pihak sekolah, dukungan psikososial tetap dibutuhkan seiring kembalinya aktivitas pendidikan. Pemulihan kondisi siswa, menurut Maria, perlu berjalan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas sekolah dengan rasa aman.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Tetap Bertugas di Tengah Pascagempa

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang untuk meninjau pelayanan kesehatan serta mengapresiasi nakes yang tetap bertugas pascagempa.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan dan berdialog dengan tenaga kesehatan yang tetap bertugas di tengah proses pemulihan pascagempa di Kabupaten Sikka, Senin (31/8/2026).

MAUMERE, GardaFlores Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi tenaga kesehatan yang tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi pascagempa di Kabupaten Sikka.

Apresiasi tersebut disampaikan Juventus saat mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang, Senin (31/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Juventus berdialog dengan para tenaga kesehatan dan meninjau kondisi pelayanan yang tetap berjalan setelah gempa.

“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap bertugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bapak dan Ibu adalah garda terdepan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam situasi seperti ini,” ujar Juventus.

Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa

Selain berdialog dengan tenaga kesehatan, Bupati Sikka juga mengecek kesiapan pelayanan, kondisi tenaga medis, serta kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama masa pemulihan pascabencana.

Juventus meminta fasilitas pelayanan kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga terdampak gempa dan masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Pemerintah Kabupaten Sikka akan terus memberikan perhatian dan dukungan agar tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas dengan baik. Apa yang Bapak dan Ibu lakukan sangat berarti bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan para tenaga kesehatan untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan tugas dalam masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Kunjungan ke Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan serta mengidentifikasi kebutuhan tenaga kesehatan di tengah proses pemulihan pascagempa.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago turun langsung mendampingi kegiatan trauma healing bagi siswa SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang, Senin (31/8/2026).

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago berinteraksi dengan siswa dalam kegiatan trauma healing sebagai bagian dari pemulihan psikologis anak-anak pascagempa di Kabupaten Sikka, Senin (31/8/2026).

MAUMERE, GardaFlores Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago turun langsung melakukan kegiatan trauma healing bersama siswa SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemulihan kondisi psikologis siswa setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Sikka.

Dalam kegiatan itu, Juventus berinteraksi langsung dengan para siswa dalam suasana santai. Interaksi tersebut ditujukan untuk membantu siswa mengurangi rasa takut dan kecemasan setelah mengalami situasi bencana.

Juventus juga mengajak para siswa kembali mengikuti kegiatan pembelajaran dan menjalani aktivitas sekolah.

Pascagempa Palue, Kebutuhan Dasar dan Akses Transportasi Jadi Fokus Penanganan

Menurutnya, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis masyarakat, termasuk anak-anak.

“Pemerintah Kabupaten Sikka terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat pascabencana, termasuk pemulihan psikologis anak-anak, mendapat perhatian,” ujar Juventus.

Wakil Kepala SDI Iligetang Maria Yuldensia Kila mengatakan kegiatan trauma healing dibutuhkan karena sejumlah anak masih mengalami dampak psikologis setelah gempa.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat,” katanya.

Gempa Flores dan Arti Kehadiran di Tengah Bencana

Menurut Maria, kehadiran pemerintah di lingkungan sekolah juga memberikan dukungan bagi para guru dalam mendampingi siswa selama masa pemulihan.

Kegiatan trauma healing di SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang menjadi bagian dari upaya pemulihan pascagempa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka di sektor pendidikan. Selain memastikan kegiatan belajar dapat kembali berjalan, pendampingan psikologis terhadap siswa juga dilakukan setelah bencana.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending