PENKES
Dari Kelas ke Arsip Negara: Siswa SMKS St. Thomas Maumere Digembleng DISARPUS Sikka Jaga Memori Bangsa
Selama tiga hari, para siswa digembleng di berbagai unit kerja, termasuk sekretariat dinas.
Maumere, GardaFlores – Di tengah derasnya arus digital dan disrupsi informasi, generasi muda Maumere justru diajak menapaki jantung peradaban: arsip. Kamis (12/2/2026), siswa-siswi SMKS St. Thomas Maumere resmi menjalani pendampingan intensif pengelolaan arsip di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka.
Program ini bukan sekadar kunjungan belajar, tetapi proses pembentukan kompetensi nyata. Tiga bidang strategis DISARPUS—Pembinaan Arsip, Pengelolaan Arsip, dan Pengawasan Arsip—turun langsung membimbing para siswa memahami bagaimana memori kolektif daerah dan bangsa dijaga, dirawat, dan diwariskan.
Kepala DISARPUS Sikka, Very Awales, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membawa siswa keluar dari teori dan masuk ke praktik profesional kearsipan.

Siswa SMKS St. Thomas belajar kearsipan di DISARPUS Sikka. FOTO: IST
“Pendampingan ini memberi pengalaman langsung mulai dari penataan, klasifikasi, hingga pemeliharaan arsip sesuai standar kearsipan. Ini adalah fondasi penting bagi generasi yang akan menjaga sejarah kita,” ujarnya.
Selama tiga hari, para siswa digembleng di berbagai unit kerja, termasuk sekretariat dinas. Mereka mempelajari tata kelola arsip dinamis, sistem klasifikasi arsip, penggunaan sarana dan prasarana kearsipan, hingga memahami tugas dan fungsi perangkat daerah dalam penyelenggaraan kearsipan modern.
Tak hanya itu, siswa juga diperkenalkan dengan layanan perpustakaan dan peran strategisnya sebagai pusat literasi, ruang belajar publik, dan penggerak pengetahuan masyarakat. Dari rak buku hingga sistem informasi, mereka melihat langsung bagaimana perpustakaan menjadi nadi peradaban.
Very Awales berharap, pengalaman ini mampu menumbuhkan minat generasi muda pada profesi arsiparis dan pustakawan—dua profesi kunci yang sering luput dari sorotan, namun vital bagi keberlanjutan sejarah dan tata kelola pemerintahan.
“Kami ingin para siswa bukan hanya siap masuk dunia kerja, tetapi juga sadar bahwa mengelola arsip berarti menjaga identitas dan memori kolektif bangsa,” pungkasnya.»(rel)
PENKES
Bunda Literasi Sikka Kukuhkan Pokja 2026–2029, Perkuat Gerakan Literasi hingga Desa
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, dipercaya memimpin Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, SH, mengukuhkan Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi Kabupaten Sikka Periode 2026–2029 di Aula Frans Seda, Maumere, Jumat (22/5/2026), sebagai langkah memperkuat gerakan literasi, pengembangan sains, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.
Pengukuhan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, pegiat literasi, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dalam satu agenda kolaborasi penguatan budaya membaca hingga tingkat desa.
Dalam sambutannya, Fista Sambuari Kago menegaskan pembangunan budaya literasi tidak dapat berjalan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Gerakan literasi dan pengembangan sains membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kita harus saling mendukung, saling menguatkan, dan berjalan bersama untuk menciptakan generasi Sikka yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing,” katanya.
Menurut dia, Pokja Bunda Literasi memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia menekankan bahwa literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta membangun masyarakat yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Sikka Percepat Revitalisasi Pendidikan, Rp14 Miliar Dikucurkan untuk Perbaikan Sekolah Rusak
“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemampuan berpikir, memahami informasi, dan membangun peradaban yang maju. Karena itu, saya berharap Pokja Bunda Literasi dapat menjadi motor penggerak literasi hingga ke desa-desa,” ujarnya.
Penguatan gerakan literasi di Kabupaten Sikka dalam beberapa tahun terakhir diarahkan pada pembentukan ekosistem literasi berbasis sekolah, keluarga, dan komunitas. Pemerintah daerah melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga terus memperluas program literasi melalui perpustakaan keliling, wisata literasi dan sains, gerakan membaca di sekolah, hingga transformasi layanan perpustakaan digital.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, yang dipercaya memimpin Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka, mengatakan kepengurusan baru akan memfokuskan kerja pada penguatan budaya membaca dan perluasan akses literasi masyarakat.
“Kami siap bekerja bersama seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan budaya membaca, memperkuat literasi keluarga, literasi sekolah, serta menghadirkan gerakan literasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Susunan Pengurus Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka Periode 2026–2029 terdiri dari Ketua Awales Syukur, S.Sos., M.Th, Sekretaris Ny. Erniwati Merinaldis, Bendahara Theresia Avila Fenge, S.Si, Bidang Perencanaan dan Strategi Maria Witensia, S.Sos, Bidang Komunikasi dan Kemitraan Gregorius Cabral Ferreira, Bidang Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Alfridus Y. Sudarso, S.Sos, serta Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Patricia Noviyanti, SE.
Pengukuhan pengurus turut dihadiri unsur Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, pegiat literasi, komunitas pendidikan, dan tamu undangan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan Pokja Bunda Literasi menjadi penggerak kolaborasi lintas sektor untuk memperluas budaya membaca, memperkuat literasi keluarga, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi dan sains di Kabupaten Sikka.»(rel)
PENKES
Sikka Percepat Revitalisasi Pendidikan, Rp14 Miliar Dikucurkan untuk Perbaikan Sekolah Rusak
Selain revitalisasi, lima SD swasta di Kabupaten Sikka saat ini sedang mengajukan perubahan status menjadi sekolah negeri.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka mempercepat revitalisasi infrastruktur pendidikan untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP sebagai bagian dari transformasi layanan pendidikan pasca penghentian skema Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan, puluhan sekolah yang mengalami kerusakan mulai diperbaiki dengan total anggaran lebih dari Rp14 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan program tersebut mulai diterapkan sejak 2025 untuk menjawab kebutuhan perbaikan ruang belajar, fasilitas sekolah, dan sarana pendidikan dasar di daerah.
“Program revitalisasi diterapkan sebagai pengganti DAK fisik pendidikan. Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan sarana dan prasarana mulai diperbaiki secara bertahap melalui kementerian,” ujar Patrisius di Maumere, Kamis (21/5/2026).
Pada tahap awal 2025, sebanyak 19 sekolah di Kabupaten Sikka menerima program revitalisasi, terdiri atas dua PAUD, tujuh SD, dan 10 SMP. Total anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp14 miliar.
Pemerintah daerah kemudian memperluas usulan revitalisasi pada 2026. Untuk jenjang SMP, sebanyak 20 sekolah diusulkan dan seluruhnya telah lolos verifikasi kementerian. Namun baru enam sekolah yang dipanggil untuk penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK), sementara 14 sekolah lainnya masih menunggu tahapan lanjutan.
Pada jenjang SD, sebanyak 87 sekolah diusulkan dan 84 sekolah berhasil diverifikasi. Tiga sekolah lainnya belum memenuhi syarat administrasi akibat persoalan sertifikat tanah.
Dari total SD yang lolos verifikasi, sebanyak 44 sekolah diminta melengkapi dokumen administrasi. Namun hingga kini baru tiga sekolah yang masuk tahap penandatanganan kerja sama. Sementara pada jenjang PAUD, dua sekolah mulai diproses dari total 36 usulan revitalisasi.
“Hingga saat ini yang sedang berproses ada enam SMP, tiga SD, dan dua PAUD. Ini masih tahap pertama dan kemungkinan bertambah pada tahap berikutnya,” kata Patrisius.
Berbeda dengan pola proyek konvensional, revitalisasi sekolah diterapkan melalui mekanisme swakelola dengan sekolah sebagai penanggung jawab pelaksanaan pembangunan. Komite sekolah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar dilibatkan langsung dalam proses pengawasan dan pengerjaan.
Pemerintah daerah menilai pendekatan tersebut memberi ruang partisipasi masyarakat sekaligus mempercepat penanganan sekolah rusak di tingkat lokal.
Penentuan sekolah penerima revitalisasi mengacu pada kondisi bangunan yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun Dinas PKO mengakui masih terdapat persoalan pembaruan data di sejumlah sekolah.
“Masih ada sekolah yang belum mampu memperbarui data Dapodik secara maksimal. Karena itu kami memperkuat pelatihan operator sekolah bersama BPMP untuk validasi data,” ujarnya.
Dalam tahap teknis, sekolah menyusun rencana pembangunan dengan pendampingan konsultan Dinas PKO sebelum mengikuti bimbingan teknis bersama tim kementerian. Pendamping revitalisasi tingkat SD berasal dari Universitas Indonesia, sedangkan fasilitator lapangan berasal dari Universitas Nusa Cendana Kupang.
Pemkab Sikka Siapkan Lomba Bertutur SD untuk Perkuat Literasi dan Warisan Budaya Lokal
Dana revitalisasi ditransfer langsung dari kementerian ke rekening sekolah. Dinas PKO berfungsi melakukan pengawasan, verifikasi, dan pendampingan agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan sekolah.
Patrisius juga meminta masyarakat ikut mengawasi penggunaan anggaran dan pelaksanaan pembangunan agar program berjalan transparan serta tepat sasaran.
“Jika masih terdapat sisa anggaran setelah pembangunan ruang kelas, maka dana itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung fasilitas pendidikan lainnya,” katanya.
Data Dinas PKO menunjukkan Kabupaten Sikka saat ini memiliki 91 SMP yang terdiri dari 51 sekolah negeri dan 40 sekolah swasta. Sementara jumlah SD mencapai 338 sekolah, terdiri dari 207 SD negeri dan 131 SD swasta.
Selain revitalisasi, lima SD swasta di Kabupaten Sikka saat ini juga sedang mengajukan perubahan status menjadi sekolah negeri sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan dasar.
Program revitalisasi tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sikka dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, meningkatkan kenyamanan belajar siswa, dan memperkuat infrastruktur sekolah di wilayah pedesaan maupun perkotaan.»(rel)
PENKES
Disarpus Sikka Integrasikan Literasi dan Sains di SDIT Rabbani, Dorong Pembelajaran Kreatif Sejak Dini
Program kunjungan literasi dan sains akan terus diperluas ke sekolah-sekolah lain.
MAUMERE, GardaFlores — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka mengintegrasikan program literasi dan sains di SDIT Rabbani Maumere, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kamis (21/5/2026), sebagai bagian dari penguatan budaya baca, numerasi, dan pendidikan karakter peserta didik usia dasar.
Program tersebut dipimpin Sekretaris Disarpus Sikka, Yuvensius Rafael, bersama tim layanan literasi daerah. Kegiatan menghadirkan pembelajaran interaktif melalui pertunjukan edukatif siswa, layanan Mobil Perpustakaan Keliling, hingga sesi mendongeng untuk memperkuat minat baca anak.
Para siswa menampilkan beragam kemampuan akademik dan komunikasi, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pidato berbahasa Inggris, percakapan bahasa Arab, hingga simulasi pembelajaran matematika menggunakan alat bantu edukatif yang dipandu guru sekolah.
Disarpus Sikka juga memperkenalkan layanan perpustakaan keliling dengan menyediakan akses langsung terhadap koleksi buku anak, literasi pengetahuan, dan bahan bacaan edukatif lainnya.
Sekretaris Disarpus Sikka, Yuvensius Rafael, mengatakan penguatan literasi tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, berkomunikasi, dan membangun kreativitas anak sejak usia dini.
“Literasi tidak hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, berpikir, berkomunikasi, dan menciptakan gagasan. Karena itu, kami terus mendorong budaya membaca dan pembelajaran sains sejak usia sekolah dasar agar anak-anak Sikka tumbuh menjadi generasi unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Yuvensius, kolaborasi antara sekolah dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang aktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia menilai SDIT Rabbani Maumere telah menerapkan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan bahasa, literasi, dan sains dalam aktivitas belajar siswa sehari-hari.
Sementara itu, pihak SDIT Rabbani menyebut program literasi dan sains yang diperkenalkan Disarpus Sikka memberi pengalaman belajar baru bagi siswa sekaligus memperkuat motivasi membaca di lingkungan sekolah.
Kegiatan ditutup dengan sesi membaca bersama, peninjauan koleksi buku pada Mobil Perpustakaan Keliling, serta interaksi antara siswa, guru, dan tim layanan literasi Disarpus Sikka.
Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Disarpus menyatakan program kunjungan literasi dan sains akan terus diperluas ke sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan budaya baca di daerah.»(rel)
-
HUMANIORA11 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA10 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
NASIONAL7 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUKRIM10 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI10 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Remaja 14 Tahun yang Hilang di Rubit Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Penyebab Kematian - Garda Flores %