HUMANIORA
Terlambat Ikut Apel Pagi ASN Bakal Kena Sanksi Bawa Anakan Pohon
Maumere, GardaFlores – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago (JPYK) menegaskan, ASN di lingkungan Pemkab Sikka wajib mengikuti apel pagi tepat waktu. Mereka yang terlambat mengikuti apel akan dikenai sanksi wajib membawa satu anakan pohon.
Penegasan itu disampaikan Bupati JPYK saat menggelar rapat kerja bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Sikka, Selasa (27/5/2025).
Bupati JPYK mengatakan, anakan pohon yang diserahkan oleh ASN tersebut akan didaftarkan dan diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk ditanam sebagai bentuk pembinaan disiplin.
Baca juga:
RPJMD 2025–2029 Harus Jawab Kebutuhan Riil Warga Sikka, Darius Evensius Dorong Penentuan Skala Prioritas Pembangunan
Selain soal kedisiplinan ASN, rapat kerja tersebut membahas penertiban kawasan eks Pasar Geliting dan Pasar Wairkoja yang selama ini ditangani oleh Satpol PP dan Damkar.
Dalam diskusi yang berlangsung cukup alot tersebut, disepakati bahwa penertiban akan dilakukan melalui pendekatan kolaboratif bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah kecamatan dan desa, serta para pedagang dan pengusaha.
“Proses ini membutuhkan waktu, tetapi pemerintah tetap berada di garis terdepan untuk mengambil keputusan demi kepentingan rakyat,” tegas Bupati.
Selain itu, Bupati juga menyoroti kondisi di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Maumere. Ia menyatakan bahwa aktivitas jual beli ikan di dalam maupun luar area TPI masih berlangsung hingga melewati jam bongkar muat, bahkan hingga ke bahu jalan. Mulai besok dan seterusnya, ia menegaskan tidak boleh ada lagi transaksi jual beli ikan di area TPI. Semua aktivitas tersebut harus dipindahkan ke Pasar Tingkat dan Pasar Alok.
Baca juga:
RPJMD Harus Jadi Instrumen Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Bupati Sikka: Libatkan Partisipasi Publik dan Inovasi dalam Perencanaan Pembangunan
Di bidang Pemadaman Kebakaran, Bupati mengingatkan seluruh personel Damkar untuk selalu sigap, menjaga kesehatan, dan peka terhadap informasi, khususnya berkaitan dengan potensi kebakaran. Ia juga berkomitmen untuk mengatasi kekurangan sarana dan prasarana pemadam kebakaran melalui pengajuan proposal ke pemerintah pusat.
Sebelumnya, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka, Drs. Adeodatus Buang Da Cunha dalam pemaparannya melaporkan, saat ini lembaga yang dipimpinnya memiliki 88 personel, terdiri dari 35 ASN dan 53 tenaga bantuan polisi (Banpol).
Ia juga menjelaskan kondisi sarana dan prasarana yang tersedia, antara lain satu unit mobil damkar, dua tangki suplai air, kendaraan Dalmas, dan kendaraan operasional lainnya. Organisasi ini memiliki lima bidang utama: Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantib), Penegakan Peraturan Daerah, Sumber Daya Aparatur, Perlindungan Masyarakat (Linmas), serta Pemadam Kebakaran.»
(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
